setelah kehilangan kedua orang tuanya, Tasya yang sedang terpuruk tak sengaja bertemu dengan Ifan, seorang ceo dari perusahaan Tosung grup. dia pikir pertemuan mereka dapat membuatnya hidup bahagia, namun ternyata bukan kebahagiaan yang menghampiri hidupnya tapi kesengsaraan dan penderita yang ia dapatkan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Choi min Ah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bercocok tanam
Ifan kembali setelah selesai berbicara dengan orang yang tadi menghubungi nya. Dia berjalan masuk lalu duduk di bibir ranjang sambil menatap Tasya yang tengah meringkuk menutupi tubuhnya dengan selimut
Ifan hanya tersenyum melihat Tasya, ketika Ifan hendak menyentuh nya, Tasya langsung berdiri secara tiba tiba dan mengatakan jika dia ingin makan
Dengan wajah nya yang panik, Tasya langsung pergi meninggalkan Ifan yang masih duduk di kasur sambil menatap bingung dirinya
"Apa yang aku lakukan" gumam Tasya sambil berjalan ke dapur
"Bagaimana ini aku tidak berani menatap wajahnya, uhhh... Sial" timpal nya malu
Hari pun berlalu begitu saja, setelah kejadian tadi Tasya terus menghindar dari Ifan, entah itu karena rasa malu ataupun rasa takut nya
Tasya tengah duduk sambil menulis bab cerita novel miliknya, dia tak sadar jika Ifan tengah memperhatikan dirinya sejak tadi
Tasya terlihat begitu bingung dan kesusahan ketika ia hendak melanjutkan bab selanjutnya. Dia mengernyitkan dari nya dan berfikir dengan keras
Mencoba mencari ide namun pikiran nya tak fokus dan selalu teringat akan hal tadi
"Bruk!" Tasya menjatuhkan kepalanya di atas meja karena pusing
"Bisa gila aku jika terus memikirkan nya" rengek nya
"Tidak papa, walaupun kau gila aku akan tetap menyukai mu" celetuk Ifan. Tasya langsung terkejut mendengar suara Ifan, dia langsung berbalik dan melihat Ifan yang tengah duduk di kasur sambil melipat kedua tangannya di dada
"Kenapa mas masih di sini" tanya Tasya
"Apa? Kenapa?" Balas Ifan
Tasya terlihat gugup saat Ifan menatap dirinya, dia bangkit dari duduknya dan berjalan secara perlahan mendekati Tasya
Jantung Tasya berdebar debar, menggebu seakan akan sesuatu yang besar akan terjadi. Tasya menelan ludahnya, dia langsung berdiri dari duduknya ketika Ifan mendekati dirinya
" kau menghindari ku ya" ucap Ifan menatap tajam Tasya
Tasya semakin gugup, dia berjalan mundur ke belakang ketika Ifan terus menatap dirinya
"Ah.. ti..tidak. tadi aku pikir mas sudah pulang" jawabnya sedikit takut
"Aku haus" timpal Tasya lalu segera berlari, namun saat Tasya hendak membuka pintu tubuhnya malah di tarik oleh Ifan dan jatuh di dalam pelukannya
Tasya mencoba mendorong Ifan namun tenaga Ifan sangat kuat. Ifan mendorong Tasya sampai dia tertahan di tembok
"Kau pikir aku tidak tau" ucap Ifan memicingkan kedua mata nya. Tasya kembali menelan ludahnya, saking takut nya dia sampai bergetar menatap Ifan
Setelah berhasil mencium Tasya, Ifan menatap kembali mata Tasya lalu segera mengangkatnya ke atas kasur
"sekarang apa lagi" ucap batin Tasya takut dan berdebar debar. tasya berusaha melepaskan dirinya dari Ifan, namun tangannya terkunci
Tasya mencoba melepas tangannya dari genggaman Ifan, sambil berusaha Ifan malah tersenyum miring menatap nya
"Mas apa yang mau kau lakukan" ucap Tasya sambil menatap Ifan
pipinya merona, jantung nya berdebar sangat kencang, suasana yang sunyi menambah indahnya malam itu
"Melakukan yang seharusnya di lakukan" ucapaan tersebut seperti Mantra sihir, Tasya tak bisa menolak Ifan ketika dia menatap dengan sandu
Dan di malam yang terang akan cahaya bulan dan bintang, Tasya dan Ifan mulai melewati malam yang begitu panas bersama
*************************************
Malam berlalu, setelah mereka selesai menghabiskan malam nya bersama, Tasya tertidur di pelukan ifan dengan lelap. Ifan hanya tersenyum sambil menatap nya, mengusap wajahnya
Tasya membuka matanya karena sentuhan ifan, dia terdiam sesaat lalu menutupi wajah nya dengan tangan miliknya
“Kau kenapa” ucap ifan ketika melihat Tasya tersipu malu
Ifan terkekeh lalu menyelimuti tubuh Tasya dan memeluknya
“Tidurlah, terimakasih untuk malam ini” ucap ifan. Pagi pun Tiba, Tasya terbangun dan melihat ifan sudah tak ada di sampingnya
Tasya beranjak dari tempat tidur dan berjalan dengan kaki yang pincang lebar menuju kamar mandi
Setelah selesai mandi, dia berjalan turun ke bawah. Saat dia ke dapur dia melihat ifan yang tengah menyiapkan sarapan pagi untuk mereka
“Kau bisa berjalan” ucap ifan sambil menatap Tasya. Gara gara ucapaan ifan, Tasya menjadi malu sampai wajahnya memerah padam
“Sepertinya kau baik baik saja, padahal tadi malam kau bilang itu kali pertama mu” timpal nya sambil menelaah tubuh Tasya dari kepala sampai ujung kaki. Tasya tak habis pikir dengan apa yang ifan katakan, dia seperti tak malu mengatakan hal tersebut secara terang terangan
Saat mereka sedang sarapan pagi, Tasya meminta ifan untuk menikahinya. Ifan langsung terdiam ketika Tasya memintanya untuk menikahi dirinya
“Kenapa mas” tanya Tasya
“Bukankah aku sudah bilang, ibuku itu sangat kejam” balas ifan
“Tapi mas” ifan langsung berdiri dari duduknya, dia mengatakan jika dia harus segera pergi ke kantor. Tasya masih tak tau jika ifan hanya memanfaat dirinya. Sambil mengantar Ifan ke luar, Tasya terdiam memikirkan perkataan ifan tadi
“Aku pergi dulu, kau hati hati di rumah” ucap ifan lalu mencium kening Tasya. Tasya hanya tersenyum membalas ucapan nya, sambil melihat ifan yang berjalan menjauhi dirinya, Tasya berfikir apa ibunya ifan memang sekejam itu atau tidak
“Apa aku harus menemuinya. Benarkah ibunya sekejam itu” gumam Tasya
BERSAMBUNG.....
Jan lupa like komen vote and Pavorit nya😊