Moren memiliki wajah yang cantik dan postur tubuh yang tinggi sempurna.
Moren bersahabat dengan Elsa dan juga Moza dan itu sebelum Moren mengetahui kebusukan Elsa, dan Elsa yang telah berhianat dengan Moren dengan iya menjalin hubungan dengan Papaku.
SAHABATKU ISTRIMUDA PAPAKU.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dheandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode:27
Deret...deret....Ponsel berdering.
Siapa ini malam-malam telpon ganggu saja!, gerutu nya Elsa.
"Halo..,siapa..ini?," tanya Elsa dari balik telpon.
"Lupa kau?!. suara siapa yang sedang bicara di telpon?"
"Kamu...!, ada apa lagi kau menghubungiku bukan kah semua sudah aku kasih uangnya yang aku suruh pun masih Hidup!." Kata Elsa penuh dengan penekanan.
"Enak saja..! ini belum selesai masih hidup tau mati bukan urusan ku!. sekarang kirim uang atau semua ku bongkar dengan suamimu!."
"Kau mengancam ku?" kata Elsa.
"Kamu bersenang-senang di sana sedangkan saya disini bersembunyi dari kejaran polisi jika tidak ingin aku ketangkap dan menyeret nama mu kirim sejumlah uang aku akan pergi dari kota ini"
"Ok..! ..ok..!..aku kirim setelah ku kirim jangan pernah minta lagi menghubungiku dan pergi lah dari kehidupan ku!" ucap Elsa pelan ia takut Hendrik mendengar percakapan nya.
Siapa yang ada di balik telpon seorang pria bertubuh kekar dan tinggi seseorang suruhan Elsa yang meminta dia menghabisi Morena. pada saat itu Elsa takut Morena akan meminta haknya sebagai putri tunggal Hendrik prakoso, dan Morena pewaris tunggal Hendrik pada saat Elsa belum melahirkan putri pertamanya dan setelah Elsa melahirkan Moren bukan lagi pewaris tunggal Hendrik.
Kekuasaan Elsa mengeblok semua dana yang masuk ke ATM Susi untuk Morena selama ini Hendrik percaya kan semua keuangan keluar masuk kepada Elsa.
Sudah 2 bulan tidak ada dana masuk dari Mas Hendrik.gumam Susi pelan.
"Apa lagi yang mengganggu pikiran istriku yang cantik ini, sepagi ini sudah termenung?" Ucap Sandi sambil menyeruput kopi pagi buatan sang istri.
"Tidak ada pah, hanya saja sudah 2 bulan ini tidak ada uang masuk dari mas Hendrik untuk Morena, seperti saat perjanjian di persidangan terahkir hubungan rumah tangga ku bersama Mas Hendrik, akan menafkahi Moren sampai batas Moren menikah." Ujar Susi.
" Sudah lah tidak usah berharap yang tidak lagi perduli bersama anaknya toh aku masih mampu memberikan segalanya untuk Moren."
"Bukan begitu Pah itu sudah hak Moren mendapatkan dari Papanya kalau dari kamu aku sudah lebih dari cukup hanya saja." pembicaraan pun terpotong oleh Sandi.
"Morena anak ku, juga jadi tak usah kamu meminta padanya lagi jika dia tidak mau memberinya, kapan Morena pulang dari serang?." tanya Sandi mengalihkan pembicaraan yang tidak ingin Sandi dengar.
"Harus nya hari ini pap, tapi belum tau nanti Mama hubungi morena"
"Suruh lekas pulang Papa nya sudah rindu."
Selepas perpisahannya dengan Hendrik Susi tidak banyak menuntut apa pun dari nya hanya mengikuti apa yang tercantum di perdata, jika Hendrik pun mengingkari nya Susi pun tidak mempersalahkan nya sekarang atau dulu saat masih bersamanya Hendrik pun tidak pernah memikirkan Morena dia memang tidak pernah menginginkan kehadirannya anak perempuan jadi wajar saja jika Hendrik tidak menomor satukan Morena, tidak tahu jika ini semua permainan Elsa.
"Hari ini papa ada meeting penting Mama minta temani Wati ya ke rumah sakit, Papa tidak bisa menemani Mama" Ucap Sandi.
"Ya..,, Papa berangkat saja, jangan khawatir Mama nanti pergi minta antar Wati." Ucap Susi.
Sandi menganggukkan kepalanya. serasa berat Sandi membiarkan Susi pergi bersama Wati ke rumah sakit.
Elsa mendengar semua jika Susi lah yang akan merawat putrinya.
"Hari ini tepat nya jam 9 pagi Susi datang ke rumah sakit"
'Lakukan tugas mu sekarang!." Elsa bicara melalui seluler nya.
"Siapa yang kau telpon sayang?." Kata Hendrik mendekati Elsa memeluk tubuh Elsa dari belakang.
Elsa pun kaget oleh sentuhan Hendrik langsung mematikan panggilannya,
"Ya ampun mas kaget in aku aja" kata Elsa
"Nafas mu selalu buat aku candu."
Elsa membalik tubuhnya berhadapan dengan Hendrik. tangan Hendrik yang masih melingkar di pinggulnya.
"Kamu itu Mas yang selalu buat aku lagi dan lagi."
Hendrik tersenyum manis di sematkan ciuman di pipi mulus Elsa rambut yang terurai oleh hembusan angin bibir pink pakaian yang buat para pria tergoda jika melihat nya. Hendrik Melihat Elsa semakin seksi dengan baju tidur tipis.
Kemudian Hendrik memapah Elsa dari balkon atas menuju kamarnya.
"AU...!, teriak Elsa melingkar kan tangannya mengalungkan leher Hendrik aku makin cinta sama kamu Mas...,"
Lalu Hendrik meletakan Elsa di atas ranjang berukuran king size.
"Semakin nakal semakin suka mas dengan mu" Hendrik mencubit hidung mancung Elsa.
Sebenarnya Elsa memiliki wajah yang sangat cantik hidung mancung tubuh tinggi kulit putih Rambut panjang hitam lebat dan lesung pipi yang buat Elsa tersenyum semakin cantik tekan an orang tua Elsa yang membuat Elsa lupa diri Elsa melakukan segala hal buat dia menjadi gelap mata. dan menerima Hendrik sebagai tiang kehidupannya. Hendrik yang selalu memanjakannya buat Elsa tumbuh akan cinta sesungguh nya.
"Aku semakin takut mas kehilangan mu..," lirih Elsa.
"Mas tidak akan dan tidak pernah, meninggal kan mu sayang selama kamu masih menjadi kucing betina ku yang penurut." Ucap Hendrik sambil melucuti pakaian Elsa yang masih tersisa di tubuh nya.
Pasangan terlihat sangat romantis namun salah karena hasil merebut milik orang lain dia bahagia di atas penderitaan Susi. dan Susi kini kehidupannya lebih bahagia di banding hidup bersama Hendrik, selama hidup bersama Hendrik Susi bagaikan hidup burung dalam sangkar, dia memiliki segalanya namun tidak kebahagiannya.
"Bodoh..!, nya kau Susi meninggalkan suami mu, dia pria yang sangat aku cintai sekarang Papa mu sekarang menjadi suami idamanku Morena andaikan ini buat aku bahagia sudah aku rebut dari dulu.
Didalam percintaan Elsa dan Hendrik di atas ranjang Elsa terus gumam dalam hati nya. menertawakan mantan istri dan juga anak tirinya.
...----------------...
Terimakasih All sahabat dheandra. like dan komennya.🙏🙏
Khusus episode paska penculikan.
Apakah tidak ada polisi dilibatkan?
Apakah tidak ada telpon? Kalau tidak ada, bisa kan Moren kirim surat untuk ibunya. Mengabarkan keadaannya dan dimana dan dengan siapa dia tinggal. Kasus penculikan harus diusut. Jangan pasrah
apik ceritane..
lanjuut thoor
pelakor mulai muncul
bakal ad yg jadian nih