Kisah antara Deven dengan keluarganya yang telah membuang dirinya membuat dirinya berada di tengah tengah keluarga George dan Xeyla yang dipenuhi dengan musuh musuh
Selain kisah Deven disini juga ada kisah Clarine dan kedua saudara kembarnya yang terpisah dengan kedua orang tuanya karena salah satu musuh terbesar kedua orang tua nya yang iri akan usaha kedua orang tua nya yang sangat maju
Banyak pengorbanan dan air mata yang harus di lalui oleh Clarine untuk menyingkirkan satu persatu musuh musuh nya untuk mencapai kebahagiaan nya
Sedangkan Deven harus berjuang untuk menyingkirkan amarah dan kecewa di dalam hatinya untuk memaafkan keluarga nya yang telah membuang dirinya
Bukan hanya hal itu saja Deven harus menghadapi saudara kembarnya yang membencinya karena kehadirannya membuat perhatian keluarganya teralih
Bagaimana kah perjuangan satu keluarga untuk menggapai kebahagiaan?
Pastinya akan membutuhkan banyak pengorbanan untuk hal itu
Apakah mereka bisa menghadapi hal ini sampai selesai?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Makan malam dan bercanda
"Siapa namamu nak" tanya Rendra lembut
"Clara"
"Claudia"
"Rupanya dia sudah tahu nama mereka dan dia tidak mengganti nama mereka" ucap Aurora
"Iya"
"Clara Veline Wilson"
"Claudia Bhiella Wilson" ucap Aurora yang memang masih mengingat nama asli anak anaknya
"Dan Calista Xiendra Clarine Reora Wilson" ucap Rendra
"Lebih baik kita makan dulu kita sudah siapkan semuanya" ajak Xeyla
"Iya ayo" ucap Aurora menyetujui
"Aku gak menyangka dengan semua ini" lirih Sean
"Kenapa? gak nyangka ya" ucap Syahila
"Iya" ucap Sean
"Udah ah ayo makan" ucap Laura
Mereka semua telah duduk di kursi masing masing dan makan dengan nikmat
"Bagaimana dengan usahamu" tanya George
Kini semua sudah selesai makan dan tinggal makanan penutup yang ada di atas meja
"Perusahaan ku tetap berkembang dan kini semakin meningkat" jawab Rendra
"Aku akan membalas dendam ke Keyle" ucap Rendra dengan tegas
"Karena dia aku harus berpisah dengan keluarga ku selama bertahun tahun" geram Rendra
"Sudahalah hartamu masih ada di tanganmu dam kini semuanya sudah kembali membaik" ucap George mencegah adiknya untuk balas dendam karena hal itu akan memicu banyak masalah lagi
"Tidak aku yakin Keyle tidak akan semudah itu untuk menyerah" ucap Clarine
"Dan dia juga yang membuatku hampir kehilangan nyawa" ucap Clara dengan menahan amarahnya selama ini
"Bahkan dia juga berencana membunuhku dengan memutus rem mobilku dan membuat ku kecelakaan dan koma" ucap Clarine
"Ok kalau gitu kita jangan memulai sebelum dia yang memulai" ucap Laura memberi usul
"Menghancurkan dia dengan senjatanya sendiri" ucap Deven
"Maksudnya" tanya Dina
"Ya jika dia membuat perangkap untuk balas dendam ke kita maka kita harus memanfaatkan hal itu" ucap Clarine menyahuti
"Senjata makan tuan mama kenapa gak peka sih" ucap Deven sambil menepuk dahinya
"Tuhh makanya peka sayang" ucap Vito menggoda
"Uhuukkk" seketika saudara saudaranya terbatuk dengan serempak
"Kalian kenapa mesra sama istri sendiri gak masalah kan" ucap Vito dengan bangga
"Masalah" ucap serempak saudaranya
Dina dengan cepat mencubit perut suaminya membuat Vito meringis kesakitan
"Awww sayang" rengek Vito manja
"Ihh sejak kapan kamu kaya gitu Vit" ucap Helin geli
"Sejak Dua tahun yang lalu" ucap Vito
"Hilihh"
"Iri bilang boss" ucap Vito santai
"Bos gak pernah iri sama anak buahnya" ucap serempak saudaranya membuat Xeyla George Rendra dan Aurora terkekeh
"Makanya napa kk cari yang baru masih gamon ya" ucap Vito meledek
"Terserah gue lah" ucap Helin sewot
"Ihh marah marah"
"Move on kk jangan memandang ke masa lalu pandanglah ke masa depan" ucap Laura
"Melihat ke masa lalu untuk belajar dam menjadikan pelajaran tapi juga harus memandang ke masa depan" ucap Viola
"Nah setuju tuh" ucap Gerald Sean dan Syahila bersamaan
"Udahlah yang menjalani juga kk Helin kenapa kalian repot banget sih melupakan itu bukan hal mudah ditinggalkan oleh orang yang kita cintai itu susah apalagi di tambah luka penghianatan" ucap Dito dengan sikap dewasa nya
"Nah setuju tuh ama Dito" ucap Helin
"Apapun keputusan kamu mama setuju asal tidak terjerumus dalam jalan yang salah" ucap Xeyla
"Dan ingat bangkitlah dan tunjukkan pada dia bahwa kamu tidak pantas untuk di sia siakan dan buat dia menyesal" ucap George menasehati
Atau otak ku yg cetek ya
Tp semangat buat author dah nulis
sekedar komen ya Thor
Thor, Sd apaan ya ☝️☝️☝️
dan Ray....hendaknya menepi, kalau memang ingin mengambil hp itu