NovelToon NovelToon
Hutang Kepada Mr. Devil

Hutang Kepada Mr. Devil

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Wardah Rose

Gwen adalah seorang dokter spesialis jantung di salah satu rumah sakit di tengah kota New York. Di suatu siang yang sibuk, dia mendapatkan seorang pasien. Seorang pria tua yang mendapatkan serangan jantung. Gwen berhasil menyelamatkan nyawanya, sehingga pria itu sangat berterima kasih. Ia menghadiahi Gwen tiket pesawat dan sebuah vila di Bali.

Saat sampai di vila, betapa terkejutnya Gwen ketika menyadari bahwa dia tidak akan tinggal sendiri. Karena pria tua itu ternyata belum memberitahu cucunya kalau vila itu akan diberikan kepada Gwen.

Zachary, nama si cucu. Pria yang tampan, dan arogan. Sedang asyik mencumbu seorang wanita di dekat kolam renang.

KARYA:
1. Hutang Kepada Mr. Devil (end)
2. Aku Bukan Malaikat (end)
3. My Arrogant Prince (ongoing)
4. Kesempatan Kedua (otewe)

Salam kenal dari author penggemar Happy ending story 😊✌️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wardah Rose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Theodore

Gwen segera menghilang ke kamarnya. Suara pintu yang ia banting cukup keras hingga membuat Zach tertawa. Gwen segera naik ke atas tempat tidur lalu mengatur napas. “Ingat umur, Gwen. Konyol sekali bersikap seperti anak remaja,” keluhnya kepada diri sendiri. Ia menyalakan AC dan mengaturnya di suhu sangat dingin.

Zach mengambil ponsel lalu mengetikkan pesan. [Terima kasih makan siangnya, Kitty.] Ia kirimkan kepada Gwen. Kemudian ia mengirimkan sebuah foto yang dia ambil ketika mereka di pantai Sanur.

Gwen melihat ke ponselnya. Setelah melihat pesan itu, dia terheran-heran. Sejak kapan Zach mengambil foto dirinya. Gwen membalas singkat pesan Zach, [Ya, sama-sama.] Namun, meski singkat cukup untuk membuat Zach tersenyum lebar dan hatinya melambung tinggi ke angkasa lalu pecah menjadi kupu-kupu adiwarna.

Namun, tiba-tiba senyum konyol di wajah Zach seketika hilang saat dia menerima sebuah pesan. [Zach aku sudah di Bali, plis antar aku ke hotel.]

*****

Sudah hampir jam tujuh malam ketika Gwen sampai di bandara. Ia berdiri di depan gate kedatangan internasional. Seorang pria berperawakan tinggi warna rambutnya pirang tua layaknya orang asing berjalan mendekat ke arah Gwen. Mereka berbicara sambil jalan lalu naik taksi menuju hotel. Taksi yang membawa keduanya berhenti di depan hotel yang sama dengan yang dipesan Samantha untuk para tamu VIP.

Pria itu menuju ke resepsionis, Gwen menunggu di lobi, dan tentu saja Samantha melihatnya.

“Hai Gwen, siapa itu?” sapa Samantha.

“Temanku, dia baru datang dari New York.”

“Oo. Kok, aku rasanya pernah lihat dia, ya,” ujar Samantha. Dia mengernyitkan dahi, mencoba mengingat sesuatu.

“Oh, ya. Mungkin aja, sih. Dia waktu kecilnya tinggal di Indonesia. Coba nanti aku tanya.”

Pria itu sudah mendapatkan kunci lalu mendekati Gwen. “Kenalkan ini Samantha temanku,” ujar Gwen padanya.

“Kamu bisa panggil Sammy saja,” kata Samantha sambil mengulurkan tangan.

“Hai, aku Theodore Arvan Ilyas. Panggil saja Theo.”

Mendengar nama belakang Theo, Samantha langsung menanyakannya.”Apa kamu ada hubungan dengan Ahmad Ilyas?”

“Kamu kenal kakekku?” tanya Theo.

Pertanyaan itu sukses membuat Samantha dan Gwen terkejut.

“Aku tidak sadar nama belakang kalian sama,” ujar Gwen kemudian.

“Bukankah memang dari awal aku tidak pernah memperkenalkan diri dengan nama lengkap? Waktu itu kamu yang menyapaku dulu,” jelas Theo.

“Oh iya ya.”

“Kamu beneran cucunya Kakek Ahmad?” tanya Samantha ragu-ragu.

“Iya. Kamu kenal Kakek?”

“Tentu. Aku ga kenal dekat, tapi aku kerja dengan Zach, salah satu cucunya juga.”

“O begitu,” jawab Theo sambil mengangguk. “Eh kita naik ke kamarku dulu,” lanjut Theo.

“Mmm maaf, aku di sini saja dengan Sammy,” jawab Gwen. Theo menyadari kalau Gwen merasa canggung untuk melihat kamar seorang laki-laki.

Namun, Sammy berkata, “Aku juga mau naik ke atas, kita sekalian jalan. Farah ada di sana.”

Mereka bertiga berbicara santai selama menyusuri lorong mencari kamar yang dipesan Theo. Samantha menyimak cerita Theo ketika dia bertemu dengan Gwen. Mereka kuliah di kampus yang sama. Theo waktu itu duduk di bangku penonton lapangan olahraga kampus yang sedang kosong. Ia berbicara sendiri, mengeluhkan tentang mata kuliahnya yang susah. Belum lagi dia belum lancar berbahasa Inggris tekstual dengan istilah-istilah sulit.

Tak disangka Gwen yang duduk di belakangnya mengerti apa yang dikeluhkan Theo, padahal dia memakai bahasa Indonesia. Gwen tiba-tiba mengartikan kalimat dalam buku yang Theo baca dengan bahasa Indonesia. Theo terkejut, lalu mereka berkenalan. Sejak itu mereka bersahabat.

“Tapi aku benar-benar tidak ingat kalau nama belakang kamu Ilyas, maaf,” kata Gwen.

“Tak masalah,” jawab Theo sambil tersenyum. “Aku, kan memang jarang memperkenalkan diri pakai nama belakang.”

Theo jalan di depan dengan Samantha, sedang Gwen di belakang mereka. Tiba-tiba Samantha menghentikan langkah, Gwen hampir saja menabraknya.

Gwen dan Theo melihat apa yang membuat Samantha berhenti tiba-tiba. Di depan mereka, Zach sedang berjalan dari arah berlawanan. Di sampingnya ada seorang wanita yang memakai kacamata hitam lebar.

Malam hari memakai kacamata seperti itu, Samantha langsung bisa mengetahui bagaimana situasi saat ini. Pastilah dia seorang selebriti atau orang terkenal yang mencoba menutupi wajahnya agar tak bisa dikenali.

“Zach?” tanya Theo dengan suara pelan.

Sedangkan Zach juga sama, bertanya-tanya kenapa ada Theo. Dan kenapa Gwen juga ada di sebelahnya?

Samantha mendekat ke arah Zach lalu menyeret lengannya. “Apa kamu mau buat kakek kamu jantungan?” tanya Samantha kepada Zach. Dia menahan suaranya agar tak terlalu keras terdengar, padahal ia ingin memarahi Zach habis-habisan.

Wanita itu, Samantha bisa mengenalinya meskipun kacamata lebar dan syal panjang menutupi rambutnya. Dia adalah artis yang sudah mempunyai suami. Hotel dan Zach, suatu bahan bakar yang sangat bagus untuk gosip yang laris. Pasti berita mereka bersama di hotel segera jadi trending topik di medsos.

Zach tak menggubris Samantha, ia penasaran dengan Theo dan Gwen. Ada hubungan apa di antara mereka?

Theo tak ingin ikut campur masalah Samantha dan Zach, jadi ia melanjutkan langkah untuk mencari kamarnya. “Permisi,” kata Theo kepada wanita “teman” Zach. Ia berdiri tepat di depan pintu kamar yang dituju Theo.

“Oh, iya.” Wanita itu menjauh. Theo berhasil membuka pintu, Gwen tetap berdiri di depan kamarnya. Theo menyadari hal itu jadi dia berkata akan keluar sebentar lagi.

Gwen bisa melihat Samantha dan Zach berbicara serius, tapi Zach malah melihat ke arahnya, atau ke arah “teman wanita” yang berdiri tak jauh darinya. Gwen tak peduli. Theo sudah keluar lagi dari kamar, ia mengajak Gwen turun kembali ke lobi.

Merasa akan kehilangan Gwen dan Theo, Zach memegang kedua bahu Samantha. “Kita ngomongnya nanti aja,” kata Zach yang segera pergi membuntuti Theo dan Gwen.

Theo mengajak Gwen untuk turun ke restoran hotel, karena sudah cukup malam mereka tak mau repot mencari restoran di luar. Gwen terlihat bicara santai dengan Theo. Sesekali mereka tertawa bersama. Tak menyadari kalau ada seseorang yang tengah menahan bara di dalam dadanya.

“Kenapa harus Theo? Kenapa semua orang sepertinya mengenalmu, kecuali aku?” tanya Zach dalam hati.

Sebuah pesan percakapan masuk ke ponsel Zach. [Zach kamu di mana? Kok aku ditinggal?]

Zach mengabaikannya. Beberapa detik kemudian pesan masuk lagi, dari orang yang sama. [Aku tunggu kamu di kamar.]

Zach tak berselera makan, ia hanya memesan kopi dan menunggu kedua orang yang ia buntuti menyelesaikan makan malam mereka. Zach menahan diri agar tak langsung menyeret Gwen dari hadapan Theo. Dalam hati dia berdoa agar mereka segera selesai, dan Gwen tak ikut ke kamar Theo.

Zach membenci dirinya sendiri saat pikiran buruk tentang Gwen melintas di pikirannya. Dia tahu Kitty-nya bukan perempuan gampangan. Namun, Zach tak begitu mengenalnya. Apalagi hari ini, kenyataan bahwa Theo sangat akrab dengan Gwen membuat harga diri Zach kembali terluka.

--------------------------------------------------------------

***Mau kasih bonus Poto Mba Gwen di Sanur kok gagal terus 🤦🏻‍♀️

Kayanya ada peraturan baru di MT, per part minim 1000 kata. Aku belum tau kalau soal gambar. Besok kucoba lagi***.

1
luh jingga
masih manggil kity pdahl bkan adiknya 🤦‍♀️
Sunny Kwok
Luar biasa
buna
woow🥵🥵😂😂😂
buna
nafeera kali, kan yg model nafeera
Fitrianinaim_queen03
Theo 😘 very very nice
Fitrianinaim_queen03
pengen ketawa tapi takut Tossa 🤣🤣🤣
Partiah Yake
suka banget bacanya
Partiah Yake
aku wis mbarin diawali, kan lagi haid paling tidak jadi uhukkk uhukkk
Sastri Dalila
👍
bank sha one
imajinasiku foto ZACH kurang greget
bang Diesel lope lope bang
Irra Ajahh
menghalu nya lebih riel yh ada gambar ny juga
Ran Aulia
😍👍
Narayana Shikamaru
kan s'gwen mo ngmong sswtu sma samy,tpi ga dlnjutin mo ngmong paan..jdi nggantung cerita ny🥴
Lilik24
lumayan utk dibaca
Rita Rita
ga sia 2 aq marathon sampai pagi baca novel mu thor......the best
NOiR🥀
apa tu ongkang ongkang kaki pertama kali kk baca karya menarik
Lidya carlton
umur? aman thor 😁buat yg agak panas ga pa2🤭🤭🤭
Lidya carlton
sangat suka bonus nya makasih thor
Sandisalbiah
mungkinkah vino kerjasama dgn sandra.. 🤔🤔🤔
Fatimah Azzahra
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!