Tak pernah terbersit difikiran Adell jika dia akan memiliki Boss berkelakuan minus, yang membuatnya harus terus mengusap dada.
Namun tak pernah sedikitpun ia menyerah, sampai suatu saat Boss minusnya itu mengajaknya menikah dan melamarnya tanpa persetujuan darinya.
Hati adell masih terpaut akan kisah masa lalu yang membuat nya patah hati.
Adell mencintai sahabat nya Daffa, namun cinta nya bertepuk sebelah tangan, Daffa tak pernah mencintai nya sedikitpun.
Berbekal tekad untuk move on dari yang membuatnya patah hati, Adell menerima lamaran sang Boss dengan syarat pernikahan ini hanya kontrak hitam diatas putih.
Disaat Adell mulai terbuka hatinya untuk menerima cinta kembali.
Cinta masa lalu datang kembali
membawanya pergi, menggoyahkan perasaan dan hubungannya.
Akankah Adell bertahan dengan pernikahannya ??
Atau Adell akan kembali meraih cinta dimasa lalu nya yang ia mimpikan ??
semua takdir berada ditangannya, semoga takdir apapun itu, menjadi yang terbaik untuk Adell.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rainbowdash, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 27
Dua orang lelaki di belakang taman kantor terlihat tengah mengobrol,namun dengan tatapan saling menajam.
"Ada apa kamu meminta saya untuk berbicara disini ?" Tanya Erland datar.
"Saya mau anda meninggalkan Adell,sekarang juga," Pinta Daffa dengan tegas.
"Maaf," Sela Erland menatap tajam Daffa.
"Kamu tidak sadar sedang berbicara dengan siapa ?" Erland menyipitkan kedua matanya.
"Saya tidak peduli anda siapa,saya hanya mau anda menceraikan Adell,karna Adell milik saya," Ucapnya dengan senyum smirknya.
Erland mengeraskan rahangnya menahan amarah,ia tetap bersabar menghadapi Daffa.
"Dengar,saya suami SAH nya, dan anda tak bisa segampang itu menyuruh saya meninggalkan Adell,karena Adell sudah menjadi milik saya sekarang," Ucap Erland menekankan.
"Saya tahu hubungan apa yang kalian jalani saat ini,dan saya tahu tak ada contak sama sekali diantara kalian,maka dari itu saya akan mengambil kembali apa yang harus nya jadi milik saya, sebelum terlambat." Kekeuh Daffa.
"Coba saja kalau bisa, itu semua tergantung Adell,tapi saya meyakinkan anda,kalau Adell tak mungkin memungut kembali apa yang telah ia buang," Ucap Erland dengan santai nya.
Buang ??? Memangnya ia apa ??? Sampah ?? Ingin sekali Daffa menonjok wajah bosnya saat ini.
"Kita lihat saja nanti,karena saya yang paling lama dihatinya," Daffa pun tak mau kalah.
"Terserah,"Ucap Erland dan meninggalkan Daffa mematung.
_
Adell masuk kedalam ruangannya dan mencari Erland yang tadi terlelap disofanya.
"Lho si bos kemana ? Bukannya tadi tidur ya??" Adell celingukan mencari Erland kesanana kesini.
"Ayo ! Cari siapa ?!"suara yang tiba² menggelegar di telinganya.
"Astagfirullah !!" Pekik Adell kaget.
Erland hanya terkekeh melihat Adell terkaget.
"Kamu nyari siapa celingak celinguk begitu ???" Tanya Erland menyelidik.
"Ya cari kamu lah,bukannya mas tidur ?? Aku kira mas ada yang pindahin atau ada yang bawa gitu," c
Canda Adell.
"Haaaa,,orang segede dan seberat ini ada yang berani mindahin? apalagi bawa??? Mas pecat dia ,hahaha .." Sombongnya.
"Helehhh,sombongnya yang jadi bos,"Cibir Adell.
"Hahaha.. bercanda dell,gak lah mas begitu,"
"Iya iya,, darimana ??" Tanya Adell.
"Cuma keluar sebentar ko tadi,kamu kangen sama mas sampe dicariin begitu ?" Erland menggoda Adell.
"Ishhh.. pede banget mas,"
"Hehehe kirain," Erland terkekeh.
"Gak, udah waktu pulang mas"
"Ya udah ayo pulang,mas tunggu diparkiran ya,"
"Iya,"
Tak lama adell menyusul Erland keparkiran,namun seseorang mencegat tangannya.
"Mutt" panggilnya.
Adell tahu suara siapa ini,hanya satu orang yang memanggilnya seperti itu.
"Daffa,kenapa ??"
"Mutt,tunggu,aku mau bicara sama kamu,"Pintanya.
sebenarnya Adell sedikit takut berhadapan dengan Daffa.
"Ya udah ngomong aja," Ucap Adell
"Aku mau kamu balik sama aku,kamu tinggalin si Erland mutt,aku mohon," Daffa memohon pada Adell.
Ucapan Daffa yang tak mungkin bisa di terima Adell.
"Daffa,maaf aku ga bisa,"Ucap nya sambil melepaskan tangan Daffa darinya.
"Kenapa mutt,kenapa ?!"
Adell merasa Daffa semakin kuat mencengkeram tangannya.
"Aku ga bisa,maaf fa, tolong biarin aku hidup sama kehidupan aku yang baru," Adell memohon pada Daffa.
"Aku ga bisa hidup tanpa kamu mutt,"mohon Daffa.
"Kamu bisa hidup tanpaku daffa, kamu cuma belum mencoba,please ?" berkali² Adell memohon pada Daffa.
Grabb !!!
Tiba tiba tubuh Daffa memeluknya erat,membuat Adell hampir kehabisan nafas.
"Daffa lepas, Daffa !!" Bentak Adell mendorong tubuh Daffa.
"A,,aku gak tau kamu siapa, Daffa yang ku kenal bukan seperti ini,maaf"Ucap Adell meninggalkan Daffa.
Adell sangat terkejut dengan sikap Daffa,ia tak mengenal Daffa yang seperti tadi,itu seperti monster bagi Adell.
Brak !!
"Maaf ya mas,lama nunggu aku,?" Tanya Adell.
"Gapapa dell,kamu kenapa ?"Tanya Erland seakan ia tahu apa yang difikirkan Adell.
"Ga ada apa² mas,ayo jalan," Adell tak mungkin menceritakan kejadian sebenarnya.
Seorang dibelakang memperhatikan gerak gerik mereka,dengan senyum devil nya seakan dia ingin memberikan suatu kejutan untuk mereka,itulah Daffa.
"Ga semudah itu memisahkan mereka,," Ucap seorang wanita pula disana.
"Apa...?"
_
Tiiiinnn....
Bunyi Keras klakson membuyarkan lamunan Mia.
"Astagfirullah !! Tang mentang punya mobil,klakson seenaknya dikira jalan buatan dia kali," mia doyan banget sih ngedumel ?!
Mia penasaran dengan si pengemudi mobil,siapa sih dia ??
Kaca mobil pun terbuka,benarkan dugaannya .
"Hadeuuh.." Keluh Mia.
Dia keluar dari mobil,dan berjalan ke arah Mia.
"Pulang sama siapa ??" Tanya Rio.
Tapi dasar Mia yang masih sebel,sama sekali Mia tak menjawabnya.
Mia menggeleng "Sendiri," Jawab sekena nya.
"Ayo masuk," ajak Rio.
Mia menggeleng cepat.
"Masuk Mia..."
"Bapak mau bawa saya kemana ??" Tanya Mia ragu.
"KUA"
"Astagfirullah !!"
" Bawa kamu pulang lah, jadi pacar saya aja belum,masa udah mau saya bawa ke kua ??" Ucap Rio,namun dengan nada dingin.
Mia hanya terkekeh kecil mendengar nya.
"Nggak ah,"
Rio menarik nafasnya dalam,tak lama ia menarik tangan Mia,agar segera masuk ke mobil.
Mau tak mau mia maupun harus mau.
_kejadian di kantor siang.
Sama halnya dengan Adell, Erland tertawa terbahak² Mendengar semua pembicaraan Rio dengan Mia.
" Hahahaha....."
" Terus Lo ketawa teroosss," Cibir Rio.
Erland tertawa sampai mengeluarkan air mata,ia baru diam setelah Rio memberikan tatapan tajamnya.
Sambil menstabilkan nafasnya lewat hidung, Erland berhenti tertawa.
"Lagian Lo ada² aja, Lo nembak apa ngajakin ribut ??" Ledeknya.
"Ya gue panik el, coba gimana Lo bayangin ??"
"Ya seenggaknya Romance dong sedikit,"
"Alaahh.. kayak lu nikah sama Adell pake nembak aja," jleb !!
Erland sedikit merasa apa yang dikatakan Rio memang benar,ia menikahi Adell bahkan tanpa tahap pacaran,dan juga tanpa persetujuan Adell.
"Haaa.. ya, memang gue juga jahat sih,, gue kesannya maksa Adell banget yaa," Sesal Erland sambil menyenderkan pinggangnya di meja.
"Eh,, sorry el, gue gak maksud,"
Erland tersenyum " tenang aja Yo, yang Lo bilang emang bener ko, tapi gue akan bikin Adell terus bahagia sama gue,gue akan mengulang dimana kita sebagai pasangan yang baru pacaran," Ucap Erland.
"Lo ??"
Erland memotong omongan Rio.
"Ya gue mulai jatuh cinta sama Adell,bukan !! Dari pertama memang gue udah jatuh cinta sama Adell, makannya gue minta bantuan Lo buat nyelidikin tentang Adell,membuat Adell terus ada dideket gue, dan menikahi adell,itu semua memang rencana gue,gue sayang banget sama Adell," Erland bercerita tentang Adell.
"Apa sih yang bikin Lo suka sama Adell??" Tanya Rio penasaran.
"Pertama gue liat matanya, gue ngeliat sorot mata yang tulus, matanya bersih, gue ngerasa kalau Adell perempuan baik, ya memang bener bahkan sangat baik," Cerita Erland lagi.
"Hmm.. ya gue percaya, Adell memang terbaik buat Lo,oke..sekarang kasih tau gue, gimana caranya agar Mia mau sama gue ,"
"Hahaha... Yakin Lo ??"
"Kenapa nggak ?!"
Erland pun memberikan sebuah solusi agar Mia luluh pada Rio,ya walaupun Erland juga belum pernah melakukannya, tapi setidaknya dia tahu apa yang harus dilakukan.
to be continued..
mksih😘