Ferdi dan Diya sepasang kekasih dari waktu SMA, Diya lebih muda dua tahun dari Ferdi. Pertemuan mereka pun tidak di sengaja. Dimana Ferdi tidak sengaja menabrak Diya dan membuat Diya terluka. Di situ lah Ferdi bertanggung jawab atas luka yang di alami Diya dan selalu antar jemput Diya ke sekolah.
Dari situ lah cinta mereka bermula, kisah cinta yang mereka jalani penuh dengan warna warni. Namun, pada akhirnya Ferdi menghilang entah kemana karena hubungan cinta mereka tidak di restui oleh kedua orang tua Ferdi. Apakah mereka akan bertemu kembali?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mpit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mengungkapkan perasaan ku
"Sekarang, kamu keluar!" Kata bu Rani tersinggung dengan sikap Diya yang tidak memperhatikan pelajaran yang di ajarnya.
"Tapi bu...Saya..."
"Keluar!" Sergah bu Rani membuat gadis itu kecut. Dengan langkah berat, Diya meninggalkan kelasnya. Yuli memandang iba kepada Diya sahabatnya itu.
"Sialan bu Rani" Katanya menyumpah dalam hati.
"Begitu saja sudah di keluarin" Geram Yuli menatap sinis kearah guru cerewet itu.
"Sekarang, kita lanjutkan pelajarannya" Kata bu Rani saat melihat Diya hilang dari pandangan matanya.
*****
Diya benar-benar menyesal atas sikapnya tadi.
"Aku benar-benar bodoh" Maki nya dalam hati.
"Kenapa aku harus mikirin dia ya? Sedangkan kak Ferdi nya belum tentu memikirkan aku" Gadis itu menghembuskan nafas berat sambil menuju belakang sekolah. Wajah gadis itu cemberut. Diya benar-benar menyesali sikapnya tadi.
"Untung saja murid-murid yang lain pada khusuk belajarnya. Kalau gak, yah....Mau taruh dimana muka ku" Katanya dalam hati sambil meremas-remas tangannya.
Diya menghentikan langkahnya saat melihat kaleng minuman ringan tergeletak didepannya. Dengan keras gadis itu menendang kaleng tersebut sebagai pelempiasan marah dirinya dengan bu Rani yang cerewet itu hingga menggelinding ke depan mengenai kaki seseorang. Gadis itu kaget, wajahnya berubah pias begitu juga dengan orang tadi. Ia benar-benar tidak menyangka kalau bisa ketemu disitu. Yah...Saat kritis seperti ini.
Lama mereka menatap dan mematung terdiam ditempatnya masing-masing.
"Maaf" Kata gadis itu akhirnya setelah lama mereka terdiam dan membisu.
Diya membalikkan badan dan ingin berlalu. Tapi...
"Tunggu Diya" cegah orang itu yang bukan lain adalah Ferdi. Yah...Pemuda yang selalu membuat dirinya bermasalah. Diya tidak jadi melangkah, ia berbalik menatap pemuda itu. Ferdi mendekatinya.
"Aku mau ngomong sama kamu Diy" Katanya penuh harapan.
"Mau ngomong apa?" Jawab Diya kurang senang.
"Tentang kita" Jawab Ferdi mantap.
"Tentang kita?" Ulang gadis itu mengerut keningnya.
"Iya"
"Aku rasa, sekarang bukan waktu yang tepat untuk kita ngomong"
"Tapi Diy, aku ingin menyelesaikan masalah ini" Jelas Ferdi.
"Maaf aku gak punya waktu. Lagian aku harus masuk ke kelas sekarang" Kata gadis itu membalikkan tubuhnya.
"Diya...Tunggu" Ferdi menahan tangan gadis itu membuat Diya tidak jadi melangkah.
"Aku suka kamu Diy, aku sayang banget sama kamu" Kata Ferdi akhirnya dengan mantap.
"Antara aku dan Kethrine itu tidak benar. Aku dan dia tidak ada hubungan apa-apa. Suer" Tambahnya lagi penuh keyakinan.
Diya tidak menjawab, gadis itu masih Shok atas pengakuan Ferdi yang benar-benar tidak pernah ia bayangkan selama ini. Pengakuan yang memang sudah lama ia harapkan, pengakuan yang membuat perasaan dan hatinya penuh bunga-bunga cinta. Diya terharu dan tertunduk.
"Aku tidak memaksamu untuk percaya atau tidak. Tapi itu adalah kenyataannya. Aku serius Diy....Aku mencintai kamu. Aku ingin kamu menjadi pacarku" Kata Ferdi membuat hati gadis itu luluh. Kesombongan dan kebenciannya selama ini jadi sirna. Tentang keangkuhan dan ketidak percayaan yang dibina roboh seketika. Gadis itu luluh, luluh dengan kata-kata manis pemuda itu. Kata-kata yang membuat sejuk di hatinya. Tanpa terasa beberapa butir air bening meleleh dipipinya. Diya menangis air mata kebahagiaan. Melihat gadis itu tidak menjawab, Ferdi memberanikan diri untuk mengangkat wajah gadis itu pelan-pelan.
jgn sampai Ivan selingkuh ma Virda ya
ceritax di panjangin dong.
makin penasaran.....
Dyah mikirx terlalu jauh.....
isix sesingkat itu.
sampai lupa bacax