Linzi seorang gadis biasa yang sangat optimis dan selalu ceria ,suatu hari dia mendapatkan pekerjaan sebagai asisten pribadi di sebuah perusahaan terkenal di kota A ,dan dia bertemu boss hendry yang sangat sombong tapi sebenernya dia adalah orang yang hangat
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mita Alviana Devi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
musuh dan teman
Pagi di kamar linzi
"emmm " lenguh linzi dengan meregangkan tangan nya
"huahh" linzi menguap dengan mata yang masih terpejam tanpa menyadari sesuatu
"jam berapa " ucap linzi sambil mencari handphone nya
"good morning" ucap henry membuat linzi terkejut dan langsung terbangun
"ya bagaimana kamu bisa masuk" ucap linzi sambil memegang selimut nya
"ini" ucap henry sambil menunjukan kunci cadangan nya
"ahh dasar bodoh dia kan yang punya rumah ini" ucap linzi lirih
"apa katamu" tanya henry
"tidak tidak, emm aku akan siap siap membuat sarapan " ucap linzi berusaha turun dari tempat tidur nya tapi di tahan oleh henry
"cupp ,ini sarapanku" ucap henry setelah mencium bibir linzi ,dan henry pun langsung beranjak keluar dari kamar linzi
linzi terdiam karna henry tiba tiba mencium nya
saat henry sudah tidak ada linzi tersenyum malu karna ulah henry
"ahhh aku benar benar sudah gila" ucap linzi sambil menutupi tubuhnya dengan selimut karna malu
padahal sudah tidak ada henry ,tapi linzi merasa malu karna diperlakukan seistimewa itu oleh henry
**TUAN ATADA ***
"bara tolong cari tau keberadaan si anak pembawa sial itu" ucap tuan atada pada salah satu anak buah ny
"linzi si gadis cantik itu boss" tanya bara
"hemm" jawab atada
"siap boss" ucap semua anak buah nya serempak
RUMAH HENRY
"pagii " ucap linzi yang sedang berada di meja makan, saat melihat henry berjalan menuruni tangga
"pagi baby" ucap henry sambil tersenyum
henry duduk di meja makan dan diikuti oleh linzi yang duduk di depan henry
" aku tidak ikut ke kantor ya hari ini" ucap linzi
"why?" tanya henry
"aku ingin bertemu temanku sebentar" ucap linzi
"baiklah ,aku akan siapkan supir untukmu" ucap henry di sela sela makan nya
"tidak tidak aku naik kereta bawah tanah saja" tolak linzi
henry langsung menatap linzi saat linzi menolaknya
"aku tidak terbiasa dia antar supir" ucap linzi sambil menunduk
"baiklah ,jangan pulang telat" ucap henry yang luluh karna melihat linzi
"ok ,terima kasih" ucap linzi langsung tersenyum
henry pun ikut tersenyum saat melihat linzi kembali ceria.
sarapan hari ini berjalan seperti biasa .
"aku berangkat " ucap henry sambil berjalan menuju mobilnya tapi henry berhenti tiba tiba karna mengingat sesuatu
"oh iya ,telpon aku jika terjadi sesuatu" ucap henry
"siapp " ucap linzi sambil mengangkat tangannya dengan hormat sambil tersenyum senang
"hati hati " ucap linzi saat henry hendak melajukan mobil nya ,dan henry tersenyum di balik kaca mobil nya
"ahhh akhirnya bisa bebas lagi " ucap linzi senang
"oh iya telpon hanna" ucap linzi
hanna adalah teman linzi sewaktu kuliah dulu
tut tuttt
"halo naa"
"kita ketemu d pintu 8 ok" ucap linzi
"ok see you" ucap linzi menutut telpon nya
linzi langsung menuju kamarnya untuk berganti pakaian.
"bi saya berangkat dulu " ucap linzi sambil tersenyum pada salah satu pelayan nya
"hati hati non linzi" ucap pelayan
" ok" ucap linzi ,hari ini linzi begitu ceria karna dia akan berjalan jalan dengan bebas bersama teman nya.
linzi jalan menuju kereta bawah tanah ,walaupun jauh linzi lebih memilih naik kereta dari pada di antar oleh supir ,linzi lebih nyaman naik kendaraan umur dari pada pribadi,menurut linzi kendaraan umur lebih enak dan menyenangkan.
"halo na ,aku sudah sampai" ucap linzi di telpon
"ok aku tunggu" ucap linzi lalu mematikan telpon nya
15 menit kemudian
"heyy" ucap seseorang
"hanna , kangenn banget" ucap linzi langsung memeluk temannya
"kangen banget" ucap hanna
"kita ke cafe crown saja ok" ucap hanna
"dimana?" tanya linzi
"tidak jauh dari sini" ucap hanna
"ok" ucap linzi senang
mereka berdua berjalan menuju cafe untuk melapas rindu dan bermain bersama
Mereka bercanda sambil berjalan seolah olah tidak ada yang mendengarka tawa mereka
"oh iya ,kamu serius pindah ke rumah CEO BRIS itu?" tanya hanna
"heemm" kata linzi sambil mengangguk
"wahhhh benar benar keberuntungan ,jangan lupa goda dia sampai habis" canda hanna
"hahaha dasarr ,mana bisa aku seperti itu" ucap linzi
mereka berdua tertawa sampai puas hanya karna hal sepele
"ini cafe nya" ucap linzi
"iya, lucu kan" ucap hanna
"lucu banget" ucap linzi tersenyum senang
hanna dan linzi bercanda dan bercerita tentang kisah mereka ,bahkan kisah masalalu mereka ,semua mereka ceritakan kembali untuk mengingat masa masa saat kuliah dulu
"lain kali kita harus sering ketemu ok" ucap hanna
"okk" lata linzi tersenyum
suara dering telpon linzi berbunyi
"sebentar " ucap linzi akan mengangkat telpon
"hallo" jawab linzi
"iya aku akan segera pulang" ucap linzi
"hemm sebentar aku kirim lewat line " ucap linzi
" bye" ucap linzi
"na ,emm pacar bukan teman eh pokonya dia minta nomor kamu ,tidak apa apa kan?" ucap linzi bingung harus menyebut henry itu siapa nya
"linzi linzi masih saja ,aku tau pacarmu pasti khawatirkan, kasih saja ,asal jaga dia agar tidak aku rebut a" ucap hanna tertawa seperti meledek linzi
"emm iya akan ku jaga " ucap linzi tersenyum malu
"apa dia kaka masa kecil mu itu" tanya hanna dan membuat linzi terkejut
"bagaimana kamu bisa tau" ucap linzi
"kamu tidak pernah pacaran dari dulu linzi ,jadi aku hanya menebak saja ,jadi benar dia kaka masa kecilmu itu?" tanya hanna
"iya " ucap linzi sambil tersenyum
" lain kali kamu harus ceritakan semua nya ok" kata hanna
"ok ok" ucap linzi tersenyum
**jangan lupa LIKE KOMEN DAN KLIK TOMBOL LOVE
ig : mitaalvianadevi**