Jevandra Raksa Bumi, Seorang laki-laki tampan yang tidak banyak di ketahui orang jika di balik wajah tampannya terdapat sosok iblis yang sangat kejam.
Hidup dalam dendam masa lalu yang membuatnya begitu membenci keluarga besar Bagaskara hingga membuatnya terpaksa menikahi seorang gadis bernama Diara Bagaskara sebagai tumbal atas balas dendam masa lalu.
Akankah Diara berhasil membuat Jevandra melembut dan luluh akan kelembutannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perhatian
Jevandra pulang ke rumah, dia mencari keberadaan istrinya. Cie, udah istri aja nih. Apa kabar dendamnya?
Ah, biarkan saja laki-laki itu dulu. Jangan ingatkan dia dengan dendamnya. Karena kita ingin lihat seberapa jauh dia bisa ngerti istrinya.
Mendengar suara pintu di buka membuat Diara yang sedang bermain dengan iPad barunya langsung melihat ke arah sumber suara.
Dia melihat Jevandra yang pulang dengan buket bunga yang ada di tangannya.
Jevandra menghampiri Diara, dan memberikan bunga itu padanya.
Diaara menerima bunga tersebut dengan bertanya-tanya. "Apa ini, suamiku?" tanya Diara begitu polos pada suaminya.
"Bom!" jawab Jevandra kesal.
Kenapa Diara suka sekali bertanya hal yang tidak masuk akal seperti ini. Padahal dia sudah tahu jika itu bunga Lalu kenapa harus bertanya lagi?
"Kalau itu bom, berarti sebentar lagi aku akan mati." balas Diara menatap suaminya dengan tatapan lembut.
Mendengar kata kematian kembali terucap dari bibir Diara membuat Jevandra yang tadinya sedikit melunak kini kembali mengeras.
"Kau begitu ingin mati ya?" tanya Jevandra yang sudah berubah dingin lagi.
Padahal tadinya dia mulai memikirkan untuk mempertimbangkan segalanya. Tapi, lagi-lagi wanita ini menyebut kematian. Apakah segitu inginnya dia mati?
"Maka dengan jelas aku mengatakan bahwa kau tidak akan mati semudah itu. Seumur hidupmu, hanya aku yang memilikinya. Tidak akan kubiarkan kau mati begitu saja. Ingat itu!" ucapnya pergi meninggalkan Diara setelah memberikan bunga tersebut.
Padahal niatnya baik, memberikan bunga agar hubungan mereka bisa membaik. Tapi ternyata tidak seperti apa yang diharapkan.
Brak!
Diara terkejut saat pintu kamar mandi dibanting dengan keras oleh suaminya. Sebenernya seperti apa dia harus mengenal sikap suaminya?
Dari mana dia harus memulai untuk mengerti dan memahami Jevandra?
Melihat satu ikat bunga besar berwarna kuning membuat Diara tersenyum. Dia menyukai warna kuning, dan Jevandra memberikannya bunga berwarna kuning.
Sampai saat Jevandra keluar dari kamar mandi, Diara masih di tempatnya dengan iPad miliknya. Bahkan ketika Jevandra selesai berpakaian pun wanita itu masih berada di sana.
"Kau mau matikan iPad mu sendiri atau ku hancurkan sekarang?" Diara gelagapan.
Dia langsung menyimpan iPad dan ponsel baru miliknya yang Jevandra berikan kemarin.
Buru-buru dia menarik selimut untuk menutupi tubuhnya, dan bersiap untuk tidur.
Melihat Diara yang menutup seluruh tubuhnya dengan selimut membuat Jevandra kesal. Dia berdiri dan menghampiri wanita itu disana.
"Ahk...." Diara terkejut saat tiba-tiba saja tubuhnya melayang dalam gendongan Jevandra dan membawanya ke tempat tidur.
"Suamiku, apa yang kamu lakukan? aku bisa tidur di sofa." ucapnya setelah Jevandra meletakan dirinya di atas tempat tidur.
"Jika kau berani tidur di sofa lagi, akan ku bakar sofa itu!"
"Tapi suamiku-"
"Diamlah Diara! kau mau tidur atau -"
"Oke, ini tidur!" jawabnya cepat, menutup bagian tubuhnya sampai sebatas dada lalu memejamkan kedua matanya.
Dari pada mendapatkan pukulan lagi, lebih baik dia tidur. Setidaknya itu lebih baik untuk sekarang pikirnya.
Jevandra sendiri terus menatap wanita yang sedang memunggunginya saat ini. Sampai dia merasa jika Diara sudah tidur, membuat Jevandra memberanikan diri untuk membalikkan tubuh Diara agar mengarah ke arahnya.
Bulu mata lentik, hidung kecil yang mancung, bibir mungilnya, sungguh perpaduan yang sempurna. Di tambah dengan kulitnya yang begitu halus membuat darah Jevandra berdesir hebat di buatnya.
Dia melihat bekas luka yang ada di ujung dahi istrinya, lalu menyuruhnya dengan lembut disana.
"Kenapa kau harus terlahir dari mereka? andai saja kau bukan dari bagian mereka, mungkin aku akan lebih mudah untuk memberikan segalanya." gumam Jevandra melihat betapa damainya wajah cantik itu.
Dia terus menatap wajah cantik istrinya, sampai dia juga terlelap. Rasa kantuk mulai menyerangnya, hingga membuat Jevandra juga ikut terlelap bersama Diara malam itu.
***
Pagi harinya, Diara merasa tubuhnya terhimpit sesuatu. Seperti sebuah batang kayu besar yang berada di perutnya.
"Astaga!" Diara terkejut sampai menutup mulutnya.
Bagaimana bisa ini terjadi? Mereka tidur di atas tempat tidur yang sama. Lalu apa ini? Dia tidak pernah menyangka akan terjadi hal seperti ini.
Lengan besar Jevandra melingkar sempurna di bagian pinggulnya.
"Dia memelukku?" gumamnya kecil yang masih belum percaya dengan semua itu. Sungguh, benar-benar tidak menyangka.
Perlahan-lahan dia menggeser lengan besar itu, lalu bergegas membersihkan dirinya sebelum Jevandra bangun nanti.
Tapi sebelum itu, Diara sempat melihat sebentar ke arah Jevandra, lalu berbalik.
Cup...
"Tidurlah, aku tau kamu lelah." bisik Diara lembut di telinga Jevandra yang masih terlelap dalam tidurnya.
Dia pergi ke kamar mandi setelah memberikan kecupan manis di kening Jevandra yang masih terlelap dalam mimpinya.
***
keren ini mah calon mommy banyak pikiran gampang di bikin hamil
biasanya cepat Up nya..
laki jg pny ksbrn.... jd jgn uji ksbrn ny... jk gk mau hal keras trjd
dgn wajah yg tak sama kau dgr...
kalo mdel yak gn trs ya mt kau🤣