mira seorang istri dari pandu, mira hanya seorang ibu rumah tangga dulu nya ia bekerja di salah satu perusahaan menjadi staf biasa . tetapi setelah menikah dengan pandu, ia di larang untuk bekerja.
***
pandu dan mira masih tinggal bersama kedua orang tua pandu dan adik nya. ibu nya melarang pandu untuk pergi dari rumah nya, gaji pandu juga kebanyakan ibunya yang ngatur. mira selalu bersabar dengan sikap pandu dan keluarganya. namun saat mira tahu pandu mengkhianatinya dengan tetangga barunya yang berstatus janda. Mira tak lagi memperdulikan pandu, ia juga tidak lagi meminta uang dan mira juga tidak menyelesaikan pekerjaan rumah tangganya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon isy_yuli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Talak
"Apa kalian tidak pikir kalau perbuatan kalian ini adalah dosa besar. pandu apa kamu lupa jika kamu masih berstatus suami mira dan kamu tari pendatang baru di kampung ini tapi sudah melakukan hal yang cukup memalukan" ucap ketua
Pandu tidak bisa membantah. Tari juga diam karena ia pendatang baru di kampung ini.
Ketua kembali berbicara.
"Karena hubungan kalian sudah mencoreng nama baik kampung, maka kami memutuskan sesuatu."
"Keputusan apa, Pak?" tanya pandu mulai gelisah
"Kamu harus menikahi Tari." jawab ketua kampung
Suasana langsung heboh. Tari langusung menunduk namun di balik wajah sedihnya, bibirnya diam-diam tersenyum. Inilah yang ia inginkan menjadi istri Pandu bukan lagi selingkuhan.
Pandu tampak terkejut.
"Menikah?" gugup pandu
"Iya."
"Tapi..."
"Tidak ada tapi." ucap ketua tegas menatap dengan tajam.
"Kamu harus bertanggung jawab apa yang sudah kamu lakukan" lanjut ketua
Tari pura-pura menangis.
"Saya hiks hanya mengikuti keputusan tetua." isak tangis tari, namun dalam hati, ia bersorak gembira.
Sebelum proses pernikahan dilakukan, Mira maju ke depan. Semua orang memandangnya dengan tatapan iba.
"Mira?" ucap pandu
Mira menatap suaminya dengan tenang.
"Aku ingin bicara." ujar Mira datar
"Silakan." ucap tetua menganggukkan kepalanya
Mira menarik napas panjang.
"Lakukan satu hal sebelum kamu menikah dengan mbak tari mas." ucap mira
Pandu terdiam. "Apa?" tanya pandu
Mira menatap lurus ke matanya.
"Talak aku sekarang." ucap Mira dengan lancar
Semua orang langsung gempar kecuali tika yang langsung senang dengan keputusan sahabat nya.
"nahh ini baru temen gua, gak usah bertahan sama laki laki yang suka selingkuh." seru tika
Sedangkan Pandu terlihat tidak percaya dengan perkataan istrinya yang ia tahu mira sangat mencintainya.
"Kamu mau cerai?" tanya pandu gugup
"Iya." jawab mira
"Kenapa?" tanya pandu
"Kenapa? mas masih bilang kenapa? " kekeh mira
Pandu langsung terdiam, ia sudah tahu penyebab mira meminta cerai, namun ia tidak menduga jika mira akan seberani ini meminta cerai.
"Udahlah mas cepat talak aku, kamu sudah memilih mbak tari. jadi lepaskan aku" ucap tegas mira
Bu Denok yang sejak tadi marah langsung bersuara.
"Bagus! talak aja istrimu ini pandu, ibu setuju" ucap Bu denok menunjuk Mira.
"Perempuan tidak berguna seperti dia tidak pantas jadi istri anakku!" maki bu denok
"Bu! " tegur pandu
"cepatlah mas talak aku, ibu mu juga gak sabar" desak mira agar pandu mengucapkan talak kepadanya.
Suasana kembal menjadi hening dan akhirnya Pandu menundukkan kepala.
Dengan suara pelan ia mengucapkan talak ,kepada Mira.
"mira aprilia aku talak kamu mulai sekarang kamu bukan istriku, kamu sudah bukan lagi tanggung jawabku" ucap pandu
"terimakasih mas" ucap mira
"sekarang kalian bisa melanjutkan pernikahannya" lanjut mira
"alhamdulillah akhirnya aku bebas dengan pernikahan ini" batin mira
Tidak lama kemudian, proses pernikahan sederhana dilakukan.
Tari duduk dengan wajah berbinar. Sedangkan pandu terlihat murung.
"ayo kita lanjutkan dengan proses akad, untuk maharnya? " tanya penghulu
pandu merogoh celananya, ia melihat hanya ada uang 20ribu. pandu melirik ke arah ibunya.
"bu, ibu bawa uang gak.. pandu hanya ada uang 20ribu" bisik pandu kepada bu Denok
"ya gak lah, ibu gak kepikiran untuk bawa uang saat keadaan kamu di arak" bisik bu Denok
"gimana kalau pandu pinjam gelang ibu buat mahar" bisik pandu, melirik ke arah gelang emas di tangan ibunya
"enak aja, gak mau. udah uang segitu cukup. toh kalian nikah siri buat sementara" tolak bu Denok
"bagaimana mas pandu? " tanya pak penghulu
"anu pak, saya hanya bawa uang 20ribu" lirih pandu lebih tepatnya malu.
"mass" protes tari, ia tidak Terima jika mas kawinnya hanya 20ribu
"hahaha, kalian denger tidak 20ribu . itu cocok juga sih buat tari yang murahan" sindir bu rina
pandu dan tari sangat malu, tapi apa boleh buat hanya uang segitu yang pandu punya. proses ijab kabul berjalan dengan lancar dengan wajah tari yang menahan emosi dan malu.
Setelah ijab kabul selesai, warga mulai bubar satu per satu.
Bersambung...
...****************...
Hay para kawand kawand jangan lupa di like dan komen ya, biar tambah semangat nulis nya. hehehe. terimakasih sudah membaca