NovelToon NovelToon
Terapi Hati Psikiater Gemulai

Terapi Hati Psikiater Gemulai

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyelamat / Dokter Genius
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: CovieVy

Sebuah trauma kelam di usia dua belas tahun mengubah hidup Lova sepenuhnya. Sejak kejadian mengerikan itu, ia menderita fobia akut yang membuatnya ketakutan setengah mati, bahkan hanya untuk sekadar berdekatan atau disentuh oleh seorang pria. Baginya, semua pria adalah ancaman.

Sampai akhirnya, takdir mempertemukannya dengan Arnold, seorang psikiater genius dengan reputasi mentereng. Berbeda dengan pria lain, pembawaan Arnold yang sedikit gemulai justru memberikan rasa aman yang tak pernah Lova rasakan sebelumnya. Arnold menjadi satu-satunya pria di dunia ini yang bisa menyentuh kulit Lova tanpa memicu kepanikannya.

Demi menyembuhkan trauma Lova secara total dan sah di mata hukum, Arnold mendesak sebuah keputusan nekat: *Pernikahan Medis*.
Sebuah pernikahan yang menutupi alasan sebenarnya, menikahi wanita penuh trauma bahkan tak dicintai.

Bagaimana kedok psikiater pecinta lagu India ini? Apakah ia berhasil menyembuhkan Lova? Atau ia sendiri terjebak dalam rencana yang ditutup rapa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27. Tragedi Pagi Hari

Keesokan Pagi

Di atas ranjang, kelopak mata Arnold bergerak pelan. Kepalanya masih terasa agak pening, tapi hal pertama yang disadari indra perasanya adalah sebuah kehangatan yang menempel erat di dadanya.

Arnold menundukkan kepala. Matanya melotot sempurna saat melihat Lova tertidur pulas dengan posisi menjadikan dadanya sebagai bantal, lengkap dengan tangan kecil Lova yang memeluk erat pinggangnya.

Bukannya terharu melihat Lova menemaninya, Arnold yang tak pernah ditemani siapa pun saat tidur, mulai meronta-ronta.

Dengan gerakan dramatis, Arnold menarik dirinya mundur sampai menempel ke kepala ranjang, membuat Lova seketika tersentak bangun karena guncangan itu. Lova mengucek matanya yang masih sembap, berusaha mengumpulkan nyawa yang belum penuh.

Namun, belum sempat Lova membuka suara, Arnold sudah menarik selimut tebal sampai sebatas dada, memeluk dirinya sendiri layaknya korban yang ketakutan setengah mati.

"AAAUUW ... AUUWW ... TOLONG ... KEPERJAKAANKU TERENGGUT ...!" jerit Arnold heboh, suaranya yang melengking parau memenuhi seluruh sudut kamar.

Lova langsung melongo, nyawanya yang baru kumpul 50% seketika berpikir dengan keras. Ia mulai bangkit melirik kiri dan kanan. "Si-siapa K-Kak? Apa yang terenggut—" bisiknya mulai duduk, tetapi masih tergambar jelas wajahnya yang masih linglung.

"Zarisha! Kamu ... kamu tega ya!" potong Arnold dengan mata berkaca-kaca, bibir bergetar yang dipaksakan, tangannya menunjuk Lova dengan jari yang bergetar dramatis.

"Tadi malam aku lagi lemas, sakit, tidak berdaya ... dan kamu aku tak menyangka kamu memanfaatkan kesempitan dalam kesakitanku. Kamu sudah menodai kesucianku ... Tega kamu, Zarisha! Mahkota berhargaku telah ... Aaauuhh ...." Arnold memasang muka bebek menangis di hadapan Lova.

Lova mengerjapkan mata, menatap Arnold yang wajahnya masih agak pucat tapi sudah bisa akting selevel aktris bollywood. Rasa haru dan sesak yang Lova rasakan semalam karena mendengar kepiluan masa lalu Arnold, menguap begitu saja dalam hitungan detik. Digantikan oleh rasa ingin melempar suaminya itu pakai baskom kompresan yang masih terletak di atas meja nakas.

"A-aku tidak begitu!" Lova menggelengkan kepalanya dengan kuat.

"Semalam itu Kakak drop, pingsan di ruang tengah!" seru Lova dengan wajah yang mulai merah padam, antara malu dan mungkin kecewa.

"Aku hanya mencoba membantu mengobati Kakak, tapi Kakak yang ...." Lova tak sanggup lagi menjelaskan. Entah kenapa ia yang dituduh sebagai penjahat di sini, dan akhirnya ia menggigit bibirnya.

"Alasan! Semua penjahat k3l4min pasti bilangnya begitu!" Arnold makin histeris, merapatkan kaki ke dada terisak tanpa air mata.

"Lihat ini! Kemejaku sampai kusut begini! Kamu pasti sudah mengerayapiku semalaman, kan? Ngaku kamu! Tanggung jawab gak mau tahu, pokoknya nikahi aku seumur hidup!"

Plak!

Handuk kecil untuk kompresnya tadi malam mendarat tepat di wajah Arnold. Hal ini membuat jeritan drama Arnold terhenti seketika dan melepaskan handuk kecil itu.

"Kak Arnoldy Darmawan, bukan kah kita SUDAH menikah? Kamu sendiri yang mengajakku menikah untuk terapi," ketus Lova, napasnya naik turun menahan gemas.

Arnold terdiam sejenak, mengerjapkan matanya yang bulat. "Oh, iya ya? Sudah sah ya?" Arnold langsung menurunkan selimutnya, mengubah posisinya duduk bersila dengan santai, lalu cengengesan tanpa dosa.

"Ya sudah kalau begitu. Berarti, ayo kita lanjutkan saja gelombang kedua pagi ini ya, Istriku?"

Lova menarik napas dalam-dalam, mengelus dadanya sendiri untuk meredakan serangan darah tinggi mendadak di pagi hari. ‘Tuhan, kembalikan saja Arnold versi dingin yang semalam di rumah keluarganya. Arnold yang ini keanehannya semakin meningkat dan mungkin sudah stadium akhir!’ batin Lova frustrasi.

Setelah Lova beranjak pergi ke dapur untuk membantu ibunya menyiapkan sarapan, Arnold berniat mengambil ponselnya sendiri di atas nakas untuk memeriksa CCTV kamarnya. Kenapa pasiennya ini bisa menemaninya semalaman?

Dengan gerakan asal karena nyawanya belum kumpul seratus persen, jemari panjang itu menyambar benda pipih ber-casing bening itu.

"Eh? Kok wallpaper-nya muka Zarisha yang selalu cemberut, sih? Sejak kapan aku ganti—oh, salah HP," gumam Arnold menyadari itu ponsel milik Lova.

Baru saja ia hendak meletakkan kembali ponsel milik istrinya itu, layar di genggamannya mendadak menyala terus-menerus. Arnold mengernyitkan dahi. Di sana terpampang deretan baris pemberitahuan yang luar biasa ramai.

25 Panggilan Tidak Terjawab.

12 Pesan Belum Dibaca.

Dan semuanya berasal dari satu nama kontak yang sama: Teddy.

"Kenapa dia masih menghubungi pasienku ini?" Arnold merasakan ada yang panas muncul di dalam dadanya. Matanya pun menyipit.

"Jelas-jelas Zarisha sudah menjadi istriku. Namun, kenapa dia belum menyerah? Meski Zarisha dan aku hanya memiliki status sebagai pasien dan psikiater, tak akan aku berikan kesempatan sedikit pun untuk mendekatinya," desis Arnold, sudut bibirnya berkedut menahan kesal.

Arnold sedikit melirik situasi, memastikan keadaan aman. Dari arah dapur, terdengar suara dentingan sendok dan tawa kecil Lova yang sedang mengobrol bersama ibunya. Setelah merasa aman, dengan gerakan cepat dan lihai, Arnold membuka pola kunci ponsel Lova, yang entah kenapa berhasil ia tebak, lalu langsung menekan aplikasi pesan yang banyak itu.

Matanya menyipit tajam begitu membaca deretan gelembung pesan dari Teddy.

[Teddy]: Lova, tolong angkat telponku! Aku baru saja bertemu wanita bernama Tania dan anaknya Leticya. Mereka punya bukti kalau Arnold itu punya kelainan jiwa yang tersembunyi! Dia itu sebenarnya tidak menyukai wanita, termasuk kamu. Dia menikahimu hanya sebagai alat untuk mendapatkan harta warisan keluarga Darmawan! Kamu hanya dimanfaatkan, Lova! Tolong percaya padaku. Sebelum dia meninggalkanmu, lebih baik kamu pergi tinggalkan dia, sekarang!"

Napas Arnold mendadak tertahan di tenggorokan. Kamar yang tadinya terasa hangat oleh sisa candaan mereka, seketika berubah mencekam. Cengkeraman jemari panjangnya pada ponsel Lova semakin erat hingga urat-urat di punggung tangannya menyembul tegas.

Aura kelam yang pekat dan sedingin es kembali merayap, mengusir penuh paksa sosok Arnold yang pecicilan beberapa menit lalu. Rahangnya mengeras dengan tatapan mata yang menghunus tajam ke arah layar. Kedua ular itu memanfaatkan Teddy untuk membongkar luka tergelapnya di hadapan Lova.

Belum sempat Arnold mencerna seluruh amarahnya, terdengar suara derap langkah kaki mendekat dari arah luar.

Klek.

Gagang pintu kamar bergerak turun, dan sosok Zarisha muncul di ambang pintu sambil membawa nampan berisi bubur hangat. Sepasang mata polos wanita itu langsung tertuju pada ponsel di tangan Arnold.

"Kak Arnold ... itu kan HP-ku?"

*bersambung*

"Eiihh, gimana ini Cyiiin? Kalau dibaca Zarisha, nasib Eikeh gimana dong? Bagi Vote dan Gift untuk Eikeh ya Cyiin, dukung aku terus yaaaa.. Terima kasih."

1
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
mimief
sudah lah nold
kalau memang kamu udah ga bisa sembuhin lova
lepas aja lah🥹
Eva Karmita
jangan buat dokter Arnold lolos bikin Shok terapi buat pak dokter sadar hubungan pernikahan bukan untuk main"
Eva Karmita
kopi meluncur... lanjut otor semangat 🔥💪🥰
SoVay: makasi ya kak 🙈
total 1 replies
mimief
🥹🥹🥹🥹🥹
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
mimief: aku jugaaaa...
bakalan ada
total 3 replies
Eva Karmita
kenak sudah kamu pak dokter makanya kalau ada masalah tu jangan lari ke club harusnya mendekatkan diri kepada Tuhan... pengen lihat setelah Lova dikirimi video tadi reaksinya kayak apa pengen lihat pak dokter nangis di pojokan kamar menyesali diri 🤣🤣🤣 kirim Ted biar tau rasa Arnold ditinggalkan istrinya kayak apa ....sebel jadi orang kok seenaknya ngk mikirin perasaan orang lain
Eva Karmita: wkwkwk 🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Eva Karmita
rekam aja setelah itu hasil rekaman nya kasih ke Lova ya Ted....!!? biar tu dokter kebongkar kedoknya 😤 senang banget nyakitin perasaan Lova 😩 mentang" hak waris sudah dlm genggaman tangannya..,, jahat kamu pak dokter 😏😤 pengen nonjok mulutnya cungkil matanya sama cabut ginjal Arnold 😩😏😤🤣🤣🤣🤣
Eva Karmita: wkwkwk hahaha 🤣🤣🤣😏
total 2 replies
mimief
jangan Thor
judulnya terapi cantik ku yg rupawan
itu aja Thor
gemulai mah... terlalu klise😍😍
mimief: iy...sayang bet ya
padahal temanya seger bgt KL kataku
total 4 replies
mimief
jiaaahhh...
jadi bayangin
aduuh ternoda dah pikiran aye cyiiin🤣🤣🫣
SoVay: mikirnya wwf smackdown ni kayaknya 🙈
total 1 replies
mimief
yakin bang...bisa pergi
lova si udah mulai sembuh
ga terlalu perlu lu juga si...
tapi gimana yaaa???
Eva Karmita
Oke lanjut otor semangat 🔥💪🥰
SoVay: makasi y kak say
total 1 replies
Eva Karmita
aku dukung kamu Teddy biar pak dokter sadar dia cinta atau cuma manfaatkan di Lova ...biar pak dokter mencerna perasaan nya
hana roichati roichati
judulnya terapi hati psikriati gemulai lebih keren👍👍 lanjut kak
SoVay: moga beruntung ya kak 🙈
total 1 replies
Eva Karmita
ya ampun lagi dan lagi rasanya pengen cabut ginjal Arnold 😩 ngk apa setelah pengobatan ini selesai Lova pasti pergi kok dan siap"aja y pak dokter kamu yg bakal hidup merana karena terkurung di rumah mewah mu sendiri 😏
SoVay: kita liat gaya dia kalau ditinggal kayak mana 🤣
total 1 replies
mimief
dasar dokter jiwa yg sakit jiwa
keplak kali palanya biar balik normal🤣🤣
SoVay: ampuuuun 🙈
total 1 replies
Eva Karmita
pengen ngetok palanya pak dokter dah tadi Lova di bawa terbang tinggi tapi setelah itu di jatuhkan ke dasar 😤😏 ...ingat ya pak dokter jangan lupa Lova itu istrimu bukan boneka yg sesuka hati dapat kamu mainkan kamu buang kamu pungut dia manusia punya hati dan perasaan... ya Tuhan bikin emosi aja ini dokter satu 😩😤😏
SoVay: dipotong dl 🙈
total 3 replies
mimief
nanya mah nanya aja ka
cyiin nya diilangin🫣🤣🤣
geplak lagi ninpake anduk
vote otw ka😍
mimief
wkwkwkkw
kyk korban pelecehan
🫣🤣🤣🤣
Eva Karmita
kalau ketahuan ya terima nasib aja pak dokter dan biar kamu sadar Lova berarti atau tidak di hidup mu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!