NovelToon NovelToon
Isi Anak Kampung Penakluk Jakarta

Isi Anak Kampung Penakluk Jakarta

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mengubah Takdir
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Faris Arjunanurhidayat

Faris Arjuna hanyalah pemuda kampung yang datang ke Jakarta dengan modal nekat, sebuah tas usang, dan mimpi besar untuk mengubah nasib keluarganya.
Diremehkan karena miskin, dihina karena tidak punya koneksi, Faris harus menghadapi kerasnya kehidupan ibu kota. Dari jalanan yang penuh preman, persaingan bisnis yang kejam, hingga konflik dengan orang-orang berkuasa, semuanya menjadi ujian yang harus ia taklukkan.
Namun mereka tidak tahu satu hal. Di balik penampilannya yang sederhana, Faris memiliki keberanian, kecerdasan, dan tekad yang tidak bisa dihancurkan.
Mampukah seorang anak kampung menaklukkan Jakarta dan membuktikan bahwa kesuksesan bukan milik orang kaya saja

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Faris Arjunanurhidayat, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17: Persiapan Perang Senyap

Pagi harinya, langit terlihat mendung kelabu, seolah alam pun ikut merasakan ketegangan yang akan terjadi sore nanti. Di ruangan kerja Viona, suasana jauh berbeda dari kemarin. Tidak ada lagi ragu, tidak ada lagi cemas palsu. Kini ada tekad yang kuat, ada keyakinan penuh di mata Viona. Dia tau kebenaran, dia tau siapa musuh aslinya, dan dia tau rencana kotor mereka berkat laporan lengkap dari Faris semalam.

Faris berdiri di dekat jendela, kembali dengan gaya santainya, rokok sudah ada di tangan, asapnya mengepul pelan menuju langit-langit ruangan. Dia baru saja selesai menjelaskan semua yang dia lihat dan dengar semalam, lengkap dengan rekaman suara dan bukti foto penyerahan uang.

"Jadi... mereka berencana mau nyerang lagi besok malam, mau bakar pabrik, mau habisin nyawa saya dan karyawan saya?" tanya Viona pelan, tangannya mengepal kuat menahan marah. Dia tidak menyangka, orang yang dianggap teman bapaknya, orang yang selalu dipuji-puji, ternyata punya hati sejahat itu.

Faris mengangguk santai, menghembuskan asap panjang ke arah luar jendela. "Iya Bu. Mereka merasa kemarin cuma gagal karena kebetulan ada saya. Mereka pikir kali ini bawa pasukan lebih banyak, senjata lebih tajam, bakal menang gampang banget. Mereka nggak sadar... kalau mereka baru aja masuk ke dalam jaring yang udah saya pasang rapat banget."

Faris berbalik badan, menatap Viona dengan serius, senyum sengkleknya hilang berganti tatapan tajam dan penuh rencana.

"Dengerin baik-baik ya Bu. Ini rencananya, jangan ada yang salah langkah dikit aja. Besok sore, Ibu tetap pulang biasa aja, biar Pak Hendro lihat Ibu pergi. Tapi begitu di luar, kita ganti mobil, masuk lagi diam-diam lewat jalan belakang yang nggak ada orang tau. Kita tunggu di pos pengawasan rahasia di atas pabrik, tempat aman, terlindung, bisa ngeliat semuanya jelas banget dari atas."

Dia berjalan mendekat ke meja, menunjuk peta denah pabrik yang sudah dia gambar sendiri dengan rinci.

"Di setiap sudut, di setiap jalan masuk, di setiap tempat persembunyian... saya udah pasang alat perekam dan lampu sorot rahasia. Semua gerakan mereka bakal kelihatan jelas banget. Dan yang paling penting... saya udah minta tolong teman-teman saya yang bisa dipercaya, orang-orang yang berani, pinter, dan jago berantem juga. Mereka bakal ngumpet di dalam, siap siaga, diam-diam. Jumlah mereka sama banyak sama musuh, tapi kualitasnya beda jauh kayak langit sama bumi."

Viona mengangguk terus, mengikuti setiap kata Faris dengan seksama. Dia kagum, dalam waktu semalam saja Faris sudah menyiapkan semuanya selengkap itu. Pasti dia nggak tidur semalam, sibuk mengatur segala hal demi keamanan Viona dan perusahaannya.

"Terus... Pak Hendro gimana? Dia pasti bakal ngawasin dari jauh kan? Biar aman dan nggak ketangkep?" tanya Viona lagi.

"Tenang Bu," jawab Faris sambil mengetuk pelan dadanya sendiri. "Saya udah pasang orang khusus buat ngawasin dia. Begitu dia keluar rumah, begitu dia ketemuan atau ngasih perintah lagi, bakal langsung direkam semuanya. Dia pikir dia pinter main di balik layar, tapi dia lupa... kalau dia itu aktor utamanya, dan bakal jadi bintang utama di pengadilan nanti."

Faris nyender santai ke meja kerja, menatap Viona lekat-lekat.

"Bu, ini saat penentuan. Nanti pas mereka masuk, pas mereka mau ngerusak, mau nyakitin orang, mau bakar gedung... baru kita kasih lampu, baru kita kasih suara, baru kita tangkap basah semuanya. Kita nggak cuma bakal ngusir mereka kayak kemarin. Kita bakal kumpulin semuanya, kita kumpulin semua bukti, saksi, rekaman, terus kita serahin ke polisi lengkap banget. Biar mereka nggak bisa ngeles, biar mereka nggak bisa lari, biar mereka ngerasain penjara yang lama banget."

Suara Faris rendah tapi tegas, penuh kekuatan. Dia bukan cuma mau menang, dia mau musuhnya hancur total dan nggak bisa ganggu Viona lagi selamanya.

Viona menarik napas panjang, lalu menghembuskannya lega. Rasa takutnya hilang sama sekali, diganti rasa aman yang luar biasa. Selama ini dia sendirian menghadapi masalah besar, tapi sekarang ada Faris. Ada orang yang berani, pinter, dan setia menjaganya sampai mati kalau perlu.

"Baik Faris. Saya percaya sama kamu seratus persen. Apapun yang kamu atur, saya ikutin aja. Pokoknya... bikin mereka dapet pelajaran yang paling mahal dalam hidup mereka. Biar mereka tau, nyakitin orang lain itu ada bayarannya," kata Viona mantap.

Faris tersenyum lebar lagi, senyum khasnya yang santai tapi bikin nyali musuh ciut. Dia ngelus dada pelan.

"Siap Bu. Biar saya yang urus semua kotor-kotoran. Ibu tinggal duduk manis, nonton aja nanti pertunjukannya. Besok malem... kita bikin malam yang nggak bakal mereka lupa seumur hidupnya."

1
Samsul Samsi
😍😍😍😍
Watono
teruskan Faris bela yang benar
FARIZARJUNANURHIDAYAT: siap kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!