NovelToon NovelToon
Bukan Suami Rahasia

Bukan Suami Rahasia

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:53.3k
Nilai: 5
Nama Author: El Viena2106

Pernah di khianati oleh Wanita yang dicintainya, Membuat Kaivan menutup hati pada semua wanita karena rasa traumanya.

Tapi siapa yang menyangka, Kalau dia harus terseret dalam hubungan percintaan putri majikannya. Kaivan harus diminta menggantikan sang calon pengantin pria yang merupakan asisten majikannya itu dalam sebuah pernikahan yang telah disiapkan.

"Kamu yang telah mengakadku.. Dalam pernikahan ini, Tidak ada suami pengganti atau suami rahasia.. Mulai sekarang kamu adalah suamiku yang sah.." Raisha Azzaira Pangestu.

"Aku berjanji akan menjaga pernikahan ini dengan baik. Dan aku juga akan berusaha belajar mencintaimu.." Kaivan Anugerah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Viena2106, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Foto Dari Ajeng

Jika Raisha tengah berbahagia karena malam ini dilamar oleh Kaivan dan keluarga besarnya. Sangat jauh berbeda dengan Hans.

Sejak pulang dari kantor Hans langsung menuju kerumah Ajeng. Sebenarnya pria itu hendak menolak telfon dari wanita itu, Namun ketika Ajeng mengatakan kalau Haura sedang sakit panas Hans tak mampu untuk menolak lagi.

Dan memang benar, Sampai dirumah itu Bocah enam tahun tersebut memang sedang sakit panas. Haura yang memang begitu manja padanya tidak mau Hans tinggalkan.

"Om, Om jangan pergi kemana-mana ya? Om nginep aja disini dulu.. Haura kangen Om.." Haura memeluk Hans erat. Pria itu mana tega meninggalkan keponakannnya ini. Dia sudah berjanji pada mendiang Kakaknya kalau Hans akan menjaga Istri serta putrinya. Jika Hans meninggalkan Haura dalam kondisi sakit seperti ini apa dia tidak merasa bersalah pada Kakaknya?

Harusnya di usia yang masih sekecil ini Haura masih mendapatkan kasih sayang penuh dari sang ayah, Sayangnya ayah Haura telah tiada, Dan Hans lah yang berusaha untuk menjadi peran ayah yang baik untuknya.

"Iya.. Om, Akan menginap disini.. Tapi untuk malam ini saja ya? Untuk besok Om harus pulang karena bekerja.." Haura mengangguk. Bocah itu tidur di pangkuan Hans, Hans mengusap lembut rambut ponakannya itu agar tidur dengan lelap.

"Tidurlah.. Om akan tetap disini.." Ucap Hans, Tak lama Bocah itu mulai tertidur. Setelah Haura nyaman dalam lelapnya, Hans dengan perlahan menidurkan Haura ke tempat yang lebih nyaman.

Ditataplah wajah polos Haura. Memang benar, Wajah Haura tak ada mirip-miripnya dengan Abangnya. Dengan Ajeng pun juga tidak mirip, Bahkan dengan salah satu keluarganya tak ada yang mirip dengan bocah itu..

Apa benar yang selalu dikatakan bundanya, Kalau Haura bukanlah anak kandung Abangnya. Kalau Haura bukan anak kandung Bram, Lalu bocah itu anak siapa?

"Gak.. Gak mungkin.. Mbak Ajeng adalah wanita baik, Mana mungkin Mbak Ajeng bohong.. " Lagi dan lagi Hans menepis semua itu. Dia yakin kalau Ajeng bukan wanita yang seperti itu. Untuk masalalu Ajeng yang menikah dengan pria lain Hans tak percaya sama sekali. Katanya Ajeng meninggalkan Bram dan memilih pria lain karena pada saat itu ia terserah hutang. Itu yang Ajeng katakan. Wanita itu berkata ia melakukan semua itu karena terpaksa.

Hans menghela nafas panjang. Pria yang sama sekali tidak tahu tentang pembatalan pernikahannya dengan Raisha itu beranjak. Dia harus pulang malan ini karena tidak mau hubungannya dengan Raisha kandas.

"Hans... Mau kemana?" Langkahnya terhenti, Ajeng mendekat.

"Aku mau pulang dulu Mbak.. " Ajeng meraih tangan Hans. Wanita itu tersenyum..

"Makan malam dulu ya? Aku udah masak.." Hans melepaskan tangan Ajeng.

"Gak usah repot-repot Mbak.. Aku langsung pulang aja.." Tolak Hans, Pernikahannya dengan Raisha sudah hampir. Dia tak mau dirinya dan Raisha salah paham lagi.

"Tapi aku udah masak Hans.. Kalau gak dimakan siapa dong yang makan.." Seperti biasa, Jurus andalan wanita itu menjual kesedihan. Hans mana tega melihatnya.

"Ya sudah, Aku makan malam dulu.." Ajeng tersenyum senang. Akhirnya pria itu mau makan malam dengannya.

...****************...

"Gimana?

"Masakan Mbak Ajeng memang selalu enak.. Aku suka.." Puji pria itu kemudian kembali menyantap masakan Ajeng.

"Hans.. Kamu kenapa buru-buru mau pulang? Gak biasa soalnya.." Hans menghentikan aksi kunyahnya kemudian menatap Ajeng dengan seksama.

"Mbak.. Minggu depan aku dan Raisha mau nikah.. Aku cuma gak mau dia salah paham aja.." Kata Pria itu membuat Ajeng menganggukkan kepalanya.

"Jadi sekarang Raisha yang lebih penting ya? Aku dan Haura udah gak penting lagi gitu?" Hans menggelengkan kepalanya.

"Enggak mbak.. Bukan gitu. Mbak dan Haura selalu penting kok buat aku.. Cuma sekarang aku dan Raisha mau nikah Mbak. Dan mbak pasti ngerti.." Ajeng meraih tangan kekar itu, Hans pun melihat tangannya yang digenggam oleh wanita tersebut.

"Hans.. Kamu gak lupa sama janji kamu kan?

"Janji?

"Iya.. Hans.. Kita pernah melakukan..

"Aku gak akan pernah ingkar janji mbak.. Tapi buktinya sekarang mbak gak hamil kan?" Ajeng tersenyum kaku..

"Iya sih.." Ajeng menarik tangannya kembali kemudian kembali menyantap makan malamnya. Tak lama, Hans telah selesai dengan santapan malamnya..

"Yaudah, Makasih makan malamnya mbak. Kalau gitu aku pulang dulu.." Hans beranjak dari duduknya namun tiba-tiba..

"Hans!!"

"Kepala aku tiba-tiba pusing mbak.." Hans memegang kepalanya yang secara tiba-tiba merasa pusing sekali. Ajeng mendekat kemudian merangkul pria itu.

"Kayaknya kamu terlalu capek, Aku bawa kamu masuk kamar dulu ya?" Hans menggelengkan kepalanya.

"Aku harus pulang mbak..

"Jangan, Kondisi kamu lagi gak baik-baik aja. Bahaya kalau buat nyetir.. " Ucapan Ajeng membuat Hans langsung saja menurut. Dan pada akhirnya Ajeng membawa Hans masuk kedalam kamarnya meminta pria itu untuk istirahat lebih dulu.

Wanita licik itu merebahkan tubuh Hans yang tak berdaya di atas tempat tidur.

"Huuuffft Hans.. Aku tidak akan biarkan kamu pergi begitu saja.." Ucap Ajeng, Wanita itu pergi ke arah lemari kemudian memakai pakaian tidur yang cukup seksi dan terbuka.

Tak hanya disitu saja, Ajeng dengan lancang membuka kancing kemeja Hans hingga terbuka seluruhnya hingga menampilkan dada bidang Hans yang membuat Ajeng selalu terpesona.

"Tahu gitu aku kasih obat perang-sang aja tadi.. Gak seru kalo cuma diam gini.." Monolog Ajeng mengingat pergulatan panas mereka malam itu.

Ajeng meraih benda pipihnya kemudian menyalakan camera.

"Kita foto dulu sayang.." Ajeng mulai memotret dirinya dan Hans dengan camera benda pipihnya. Ajeng melakukan pose dengan semesra mungkin.

Cekrek

Cekrek

"Kita lihat Raisha.. Apakah kamu masih kuat melihat calon suamimu seperti ini.." Dengan sumringah Ajeng mengirimkan beberapa fotonya bersama Hans pada nomor Raisha.

"Terkirim..

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Ting...

Ditengah acara dua keluarga itu, Sebuah notifikasi masuk kedalam benda pipih milik Raisha.

Wanita itu membuka pesan yang ternyata dari Ajeng. Sebuah foto Ajeng dan Hans bertelanjang dada didalam sebuah kamar dengan begitu mesranya.

"Lihatlah aku sedang dengan siapa? Aku sedang bersama dengan calon suamimu Raisha.. Dia sedang tidur denganku. Kami tidur dalam satu kamar.. Kami juga baru saja selesai melakukan aktivitas malam panas sampai lelah.. Kau lihat kan, Hans sampai ketiduran saking lelahnya.. Kau tidak iri denganku??

Pesan penuh ejekan itu membuat Raisha hanya bisa terkekeh kecil. Dia tak meladeni Ajeng sama sekali, Biarkan saja wanita itu kesal diseberang sana.

Raisha hendak menghapus pesan tersebut namun Raisha urungkan.

"Tidak.. Lebih baik aku simpan saja dulu pesan ini.. Nanti aku akan tunjukkan pada Hans.." Batin Raisha. Ya, Dia akan menunjukkan pesan foto ini nanti pada Hans agar pria itu tahu seperti apa kakak iparnya yang selalu dibela-belanya itu.

"Untuk orangtuanya sudah menerima lamaran ini.. Lalu bagaimana dengan Nak Raisha.." Tanya Papa Tama pada Raisha. Wanita itu sedikit terkejut dengan pertanyaan tersebut. Namun tak lama, Raisha tersenyum tenang..

"Raisha terima lamaran ini dari lubuk hati Raisha yang paling dalam. Raisha menerima Mas Kaivan menjadi suami Raisha..

"Alhamdulillah.. Berarti lamaran ini sah ya..

"Iya...

"Alhamdulillah...

Raisha menerima seserahan dari pihak Kaivan, Wanita itu terbelalak melihat seserahan yang ternyata sungguh sultan sekali.

Ternyata Papa Tama tidak ingkar janji. Untuk melamar calon istri putranya Papa Tama langsung memesan seserahan dengan level tertinggi agar Kaivan bisa menjunjung tinggi Raisha sebagai wanita yang dilamar.

"Pernikahannya akan dilaksanakan satu minggu lagi.. Usahakan dalam satu minggu ini kalian jangan bertemu dulu ya.. Dan jangan saling menghubungi terlebih dahulu. Kalian harus tunggu sampai hari H tiba.." Nasehat dari para tetua langsung didengar dan diangguki oleh Kaivan dan Raisha.

"Tuh dengerin.. Gak boleh ketemu. Gak boleh kirim-kirim pesan, Gak boleh telponan.. Paham!!" Celetuk Steve dengan nada kesal. Kaivan pun merasa heran dengan sikap adiknya yang tiba-tiba berubah itu..

"Kau kenapa?

TBC

1
FLA
lah cemburu dia🤣
Putrii Marfuah
manipulating sekali ajeng ini , Dan dia menghasut haura untuk bersikap sama. anak kecil yg harusnya polos, sudah dihancurkan untuk bersikap buruk hanya demi ego ibunya
Adrian
yo gak ngefek lah ajeng lha wong calon suami raisha spek sultan kok. dibandingin hans kalah jauhlah🤣🤣🤣🤣🤣
Evi alvian
maklum adekmu cemburu Kaii kan Steve naksir ama Raisha...tp gpp steve sadar kalo Raisha jodohnya kaivan dan akan menjadi kakak iparnya
Sri Rahayu
cemburu tau aku kakak.. batin Steve.... tentu saja krn wanita incaran nya akan jd kakak ipar nya 🤩🤩🤩....utk Ajeng senang 2 lah dulu nanti akan jatuh kamu 🤪🤪🤪....lanjur Thorr😘😘😘
Syahwiyah Syahwiyah
Pepetah mengatakan,jangan disangka air tenang tidak ada buaya nya.
Lucy
😃😃😃Ajeng kira Raisha akn cemburu dan marah, jgn salah jeng Raisha dpt ank org kaya LBH dr Hans yg seorg karyawan di perusahaan papa Damian,apa ntar Hans berhenti kerja KLO gagal nikah ya kan maluuu🤣🤣🤣
Ariany Sudjana
like mother like daughter, sama-sama mulutnya berbisa, Haura ngomong gitu pasti disuruh sama Ajeng, dan Hans bodohnya kebangetan, percaya sekali dengan omongan si pelacur murahan. hans masih juga yakin kalau Ajeng itu perempuan baik-baik, padahal aslinya pelacur murahan 🤣🤣😂😂 yang dengan bangganya bilang sudah tidur dengan Hans dan melakukan hubungan badan, tapi cocok sih laki-laki mokondo dengan pelacur murahan seperti kamu Ajeng 🤣🤣😂😂😂
partini
Hemm baru ketemu mau jadi adik lucknat macam Ajeng kamu stev
Chandra Dewi
ceritanya bagus dan menarik
aku
davina berarti, istri davin. sp adeknya, alya kah??
Mama Bila😘❤️: Davina adik Davin kk.. Istrinya Cinderella
total 1 replies
Meliandriyani Sumardi
lancar kai..sampai akad nikah nanti..penasaran sama hans bagaimana responnya nih🤣🤣
Dew666
💟💟💟
Evi alvian
Alhamdulillah acara lamaran lancar dan diterima oleh papa Damian...dan buat Hans gigit jari deh gak jadi nikah🤭😂
Putrii Marfuah
Steve, jangan sedih ya kalau ternyata dia adalah raisha yang sama, wanita yang kamu suka
Lucy
Lamaran kai ke Raisha berjalan dgn baik dan diterima oleh papa Damian👍👍dan untuk Hans ntar kau menyesal tiada guna🤭bela trus ipar maut mu itu🤣🤣🤣
Arin
Kalau Hans tenang tapi menghanyutkan🤣🤣🤣🤣
Ayudya
lamaran yg sah buat raisha
Nice1808
Akhirnya lamaran di terima dgn baik oleh klurga Raisha👍👍dan untuk hans menyesal tiada guna🤣🤣🤣🤣
Retno Harningsih
up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!