Abram adalah pemuda yang baik hati dan suka membantu, tapi sejak ia mengalami penyakit kulit, semua masyarakat menjauh. Hingga akhirnya ia di usir dari tempat tersebut dan pingsan di pinggir jalan setelah kesandung sebuah batu krikil aneh.
Tapi hari itu, ada seseorang menemukannya dan ia di bawa ke rumah sakit, sayangnya nyawanya tak tergolong lagi.
Tapi batu kerikil itu terkena darah Abram dan menjadikan Abra sehat kembali dan menjadi dia tabib dewa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
10
...⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️...
...Happy Reading...
...⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️...
Tanpa berpikir dua kali, ia melangkah masuk ke ruangan. "Pak dokter, segera lakukan CPR dan beri obat melarutkan bekuan darah yang menyumbat pembuluh darah! Dia masih hidup!" teriaknya dengan suara yang lantang dan pasti, membuat semua orang di ruangan melihat pandangan ke arahnya.
Dokter utama yang sedang memeriksa monitor vital hanya mengangkat alis dengan tatapan tidak percaya.
Pria berjas putih itu bernama Dokter Rahmat, salah satu spesialis bedah saraf terbaik di rumah sakit ini.
Ia menatap Abram dari atas kacamata hitamnya. "Hasil pemeriksaan elektrokardiogram menunjukkan tidak ada aktivitas jantung lebih dari lima menit. Sensor oksigen juga tidak mendeteksi pernapasan. Siapa kamu dan apa yang kamu lakukan di sini?" tanyanya dengan nada datar namun penuh dengan otoritas.
"Aku adalah pasien di ruangan sebelah, nama saya Abram. Bapak itu benar-benar masih hidup, dokter. Ada penyumbatan besar pada pembuluh darah di bagian belakang otaknya yang menghalangi aliran darah ke jantung. Jika kita bisa mencairkan gumpalan darah tersebut dan memberikan bantuan pernapasan segera, saya yakin dia masih bisa diselamatkan," jelas Abram dengan keyakinan yang tak serius.
Ia bahkan bisa menggambarkan posisi penyumbatan dengan sangat detail, seolah-olah sedang melihat gambar rontgen yang jelas.
Dokter Rahmat mengerutkan kening. Deskripsi yang diberikan Abram terlalu akurat untuk datang dari orang yang bukan tenaga medis. "Bagaimana kamu bisa mengetahui hal itu?"
"Aku tidak tahu pasti, Pak Dokter. Sejak bangun tadi, aku bisa melihat sesuatu yang tidak bisa dilihat orang lain, alur darah, kondisi organ dalam, bahkan warna yang sepertinya menyatakan apakah seseorang masih hidup atau tidak," jawab Abram sambil menunjukkan tangannya ke arah pasien.
"Saya mohon diberi kesempatan untuk membantu menangani pasien ini, atau setidaknya izinkan tim medis melakukan tindakan yang saya sarankan," pinta Abram memohon.
Saat itu, salah satu perawat mendekati Dokter Rahmat dengan wajah khawatir. "Pak, ada perubahan kecil pada monitor tekanan darah pasien. Nilainya masih sangat rendah, tapi ada sedikit fluktuasi yang tidak terdeteksi sebelumnya."
Dokter Rahmat terdiam sejenak, mempertimbangkan pilihan yang ada. Meskipun logika medis mengatakan bahwa pasien sudah tidak mungkin hidup lagi, ada sesuatu pada tatapan Abram yang membuatnya ragu.
"Baiklah. Kita akan mencoba tindakan yang kamu sarankan. Tapi jika tidak ada perubahan dalam lima menit, kita harus berhenti dan menghormati proses alam." katanya akhirnya.
Tim medis segera bergerak. Mereka mulai melakukan CPR secara teratur dan menyuntikkan obat trombolitik sesuai dengan dosis yang direkomendasikan.
Selama lima menit yang tampak seperti abad, Abram berdiri di samping tempat tidur pasien, fokus melihat aliran darah yang mulai perlahan melewati bagian yang tersumbat.
Ia bahkan memberikan petunjuk tambahan tentang posisi kompresi dada dan laju pemberian oksigen, yang membuat tim medis semakin terkejut karena setiap saran justru meningkatkan efektivitas tindakan.
Tiba-tiba, monitor vital menunjukkan lonjakan kecil. Denyut jantung pasien mulai muncul dengan irama yang lemah tapi teratur. Suara mesin yang tadinya hanya menunjukkan garis lurus kini mengeluarkan bunyi bip yang teratur.
"Jantungnya mulai bekerja kembali!" teriak perawat dengan suara penuh kegembiraan.
"Bagaimana kamu bisa melakukan ini?" tanya Dokter Rahmat menatap Abram dengan pandangan yang berbeda sekarang campuran kagum dan rasa ingin tahu yang mendalam.
...⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️...
di tunggu kelanjutannya