NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali: Membuang Pengkhianat

Terlahir Kembali: Membuang Pengkhianat

Status: tamat
Genre:Hari Kiamat / Ruang Ajaib / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Tamat
Popularitas:857.9k
Nilai: 5
Nama Author: Yulianti Azis

Naomi Allora mati membeku di tengah bencana cuaca ekstrem setelah dikeluarkan dari bunker oleh orang tua kandung dan tunangannya sendiri, dikorbankan demi anak angkat keluarga Elios, Viviane. Padahal Naomi adalah anak kandung yang pernah tertukar sejak kecil dan rela meninggalkan keluarga angkatnya demi kembali ke darah dagingnya, namun justru ditolak dan dibuang.

Diberi kesempatan kedua sebelum kiamat memusnahkan umat manusia, Naomi bangkit dengan ingatan penuh dan bantuan sistem. Kali ini, ia memilih keluarga angkat yang benar-benar mencintainya, mempersiapkan diri menghadapi bencana, mengumpulkan pengikut, dan membalas pengkhianatan. Dari kehancuran dunia lama, Naomi membangun peradaban baru sebagai sosok yang tak lagi bisa dikorbankan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulianti Azis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pelajaran Kecil

Naomi berbalik ketika mendengar suara pecahan dan teriakan tadi.

Di belakangnya, Viviane terjatuh ke lantai. Sebuah mangkuk besar terbalik, kuah merah dengan minyak dan irisan cabai berserakan di lantai. Uap panas masih terlihat tipis mengepul.

“Aduh … panas … akh panas sekali ....” Viviane meringis pelan.

Beberapa tetes kuah mengenai lengan dan kakinya. Cukup banyak, hingga membuat kulitnya terasa terbakar.

Teman-teman Viviane langsung berlari menghampiri.

“Viviane! Kamu tidak apa-apa?”

“Cepat angkat dia!”

Viviane mencoba bangkit sambil menahan lengan kirinya. “Aku tidak apa-apa … sungguh …”

Namun sebelum situasi mereda, Mila salah satu sahabat Viviane langsung menoleh tajam ke arah Naomi.

“Kau sengaja, bukan?!” tudingnya keras, tangannya tepat berada di wajah Naomi.

Kantin yang tadi sudah riuh kini semakin gaduh.

Naomi mengangkat alis. “Apa?” sambil menepis telunjuk gadis itu.

“Kau sengaja mencelakai Viviane!” lanjut Mila. “Karena kau dendam! Karena kau diusir dari kediaman Elios setelah ketahuan mencuri!”

Beberapa mahasiswa mulai berbisik-bisik.

Naomi terkekeh pelan. “Kau ini bodoh, ya?”

Mila membelalak. “Apa katamu?!”

“Aku bahkan tidak tahu kalian berdiri di belakangku,” ujar Naomi santai. “Lagipula, untuk apa Viviane berada sedekat itu dengan mejaku? Memangnya apa yang kau lakukan di belakanhku, hmm?”

Tatapan Naomi beralih pada Viviane yang sedang dibantu berdiri.

Viviane menatap Naomi dengan mata berkaca-kaca. “Aku … aku tidak apa-apa. Bukan Kak Naomi yang salah …”

Mendengar hal itu semakin membuat orang iba pada Viviane yang hatinya selembut sutra.

Naomi mendengus. “Tentu saja aku tidak salah.”

Gadis itu melangkah mendekat satu langkah.

“Lagipula,” lanjutnya tenang dan tajam, “kau mau ke mana membawa mangkuk berisi kuah panas dengan cabai sebanyak itu kalau bukan ingin menumpahkannya ke tubuhku?” tuduh Naomi tepat sasaran.

Suasana mendadak hening.

“Lalu kau akan bilang tidak sengaja tersandung kakiku begitu?” tambah Naomi, menebak dengan nada datar.

Wajah Viviane memucat.

“Aku tidak— tidak seperti itu!” ia menggeleng cepat. “Aku memang mau kembali ke mejaku. Aku kaget saat Kak Naomi tiba-tiba berdiri … Kak Naomi yang mengagetkan aku ... Aku ....”

Mila langsung memotong, “Kau keterlaluan, Naomi! Berani-beraninya menuduh Viviane seperti itu! Viviane bahkan tidak berani menyakiti semut.”

Timmy bangkit dari kursinya. “Eh, tunggu dulu. Kalian jangan asal bicara.”

Yura ikut berdiri di samping Naomi. “Kami semua melihat. Naomi bahkan tidak tahu kalian ada di belakang, memangnya Naomi punya mata di belakang. Begitu?” sarkasnya.

Mila mendecih. “Kalian pasti membelanya, karena hati kalian sama-sama busuk!”

Yura menatap Viviane tajam. “Justeu hati kalian yang busuk seperti bangkai. Aku justru heran. Kenapa setiap kali ada kejadian di dekat Naomi, selalu Viviane yang terjatuh dan Naomi yang disalahkan?”

Beberapa mahasiswa mulai memperhatikan dengan serius.

“Jangan-jangan,” lanjut Yura menatp Viviane, “ini memang akal-akalanmu supaya Naomi selalu terlihat bersalah dan dihukum?”

Viviane tampak semakin panik. Air mata biawaknya mulai mengalir deras.

“Aku tidak seperti itu … aku benar-benar tidak sengaja … Tapi kalau kak Naomi mengaggap ku seperti itu, aku ikhlas. Asal kak Naomi lega,” ujarnya membuat orang semakin iba.

Naomi tersenyum tipis. “Oh ya?”

Ia melirik mangkuk yang terbalik. “Lalu kenapa kau membawa makanan yang penuh cabai seperti itu?”

Viviane terdiam.

Naomi melanjutkan, “Setahuku, kau tidak bisa makan pedas. Bahkan sedikit saja langsung sakit perut, bukan?”

Beberapa teman Viviane saling pandang.

“Eh … iya juga,” gumam salah satu dari mereka pelan.

“Kalau begitu.” suara Naomi semakin tenang dan menusuk, “untuk apa makanan itu kalau kau tidak memiliki niat jahat?”

Viviane tidak langsung menjawab. Wajahnya semakin pucat.

Beberapa detik kemudian ia meringis lagi. “Aduh … panas … Panas. Tolong!”

Teman-temannya langsung panik kembali.

“Sudah, jangan berdebat! Bawa dia ke klinik kampus dulu!”

Mereka membantu Viviane berjalan pergi.

Sebelum benar-benar menjauh, Naomi berkata dengan suara jelas,

“Oh ya, perlu aku luruskan. Aku tidak diusir dari keluarga Elios karena mencuri seperti yang kalian katakan.”

Beberapa mahasiswa berhenti melangkah.

“Aku keluar sendiri dari neraka itu!”

Tidak ada yang membalas. Mereka hanya saling berpandangan, lalu pergi membawa Viviane.

Kantin perlahan kembali berisik, tetapi suasananya tidak lagi sama.

Timmy mendekat. “Nao … kamu yakin dia memang sengaja?”

Naomi tidak langsung menjawab. Tatapannya mengikuti punggung Viviane yang menjauh. Dalam benaknya, kenangan lama berputar.

Naomi ingat, kuah panas menyiram punggungnya. Rasa perih yang membakar kulit. Dan ketika ia pulang ke kediaman Elios, bukannya mendapat perhatian, ia justru mendapat hukuman karena Viviane mengadu bahwa Naomi yang menyiramnya.

Tangan Naomi perlahan mengepal.

Yura memperhatikan. “Naomi. …”

Naomi menarik napas panjang, lalu berkata pelan, “Kehidupan ini … akan kubuat kau merasakan penderitaan seperti diriku, Viviane.”

Tatapannya mengeras. “Ini baru hukuman kecil dariku.”

Kantin mulai kembali tenang setelah Viviane dibawa ke klinik. Suara bisik-bisik mahasiswa masih terdengar, tapi pusat perhatian sudah bergeser.

Naomi duduk kembali dengan tenang, menyilangkan tangan di atas meja. Wajahnya datar, seolah tidak terjadi apa-apa.

Timmy dan Yura berdiri di depannya, menatapnya seperti sedang melihat makhluk aneh.

Timmy yang pertama bicara. “Naomi …” suaranya serius, “kau sudah tahu apa yang akan terjadi tadi?”

Naomi menatapnya sebentar, lalu mengangguk tanpa ragu. “Ya.”

Yura langsung menarik napas tajam. “Maksudmu … dari tadi kau memang sudah tahu Viviane bakal jatuh dan kena kuah panas?”

Naomi mengangguk lagi. “Di kehidupan pertamaku, memang ada adegan seperti ini. Tapi itu justru membuat punggungku terbakar karena panas dan perih.”

Timmy menelan ludah. “Kehidupan … pertama?”

“Mm.” Naomi menghela napas pelan. “Bedanya, waktu itu kejadiannya dua hari lagi. Sepertinya ini efek kupu-kupu. Aku sudah mengubah beberapa takdirku, jadi beberapa hal ikut maju.”

Yura dan Timmy saling pandang.

“Efek kupu-kupu?” Timmy mengulang pelan.

“Perubahan kecil bisa menggeser kejadian besar,” jelas Naomi singkat. “Karena aku keluar dari keluarga Elios lebih cepat, banyak urutan kejadian jadi berantakan.”

Suasana hening beberapa detik. Lalu tiba-tiba mata Timmy dan Yura berbinar terang.

“Naomi kau keren!” Timmy hampir berteriak.

Yura langsung duduk di samping Naomi dengan wajah penuh harap. “Kalau begitu di masa depan aku bakal menikah sama taipan kaya raya kan? Yang tampan, tinggi, pewaris konglomerat?”

Naomi menoleh perlahan ke arahnya. “Tidak.”

Yura berkedip. “Hah?”

“Soalnya semuanya langsung mati membeku.”

“Apa?!” Timmy dan Yura berteriak bersamaan.

Beberapa mahasiswa langsung menoleh ke arah mereka dengan tatapan heran.

Timmy cepat-cepat menutup mulutnya. “Maaf, maaf …” bisiknya.

Yura juga memukul bibirnya sendiri pelan. “Astaga … pelan-pelan .…”

Mereka berdua mencondongkan badan lebih dekat ke Naomi.

“Apa maksudmu mati membeku?” Timmy bertanya dengan suara jauh lebih kecil.

Naomi menatap mereka berdua. Tatapannya kali ini tidak main-main.

“Setahun dari sekarang,” ucapnya pelan, “badai salju dahsyat akan menyapu seluruh dunia.”

1
Dewi Kasinji
ijin baca kak
RusNa ANtox DEwi
bagus bingittt.. sukaa
gempi
g
Widia Aja
Naomi cerdas.....
Dyta Kusnani
good job
Tisya
sistem nya error,,
Rahmawati Hulukiba
Iri..bilang bos😄
Viviane&Carlos...preeeeeet🤣
kurnia rahayu
♥️♥️♥️👍👍👍🙏🙏🙏
Rahmawati Hulukiba
👍👍👍
dome🌬️🌀🌀🌀
gilaaa,,, Uda kayak lari aja maraton bacanya. 🤣🤣🤣🤣
dr pagi sampe sore gasssssss ga pake rem. untung ga blong 🤣🤣. tengkiyu Thor sudah kasih karya yg begitu luar biasa keren. semangat dalam berkarya ya Thor. aku mau tengok tengok karya mu yg lain.🤗🤗🤗
dome🌬️🌀🌀🌀
Viviane kau gatal kan. nah berhubung max baik hati dermawan dan kaya raya 9turunan 9tanjakan dikasih deh cwo2 kesepian yg pengen garuk garuk kamu🤣🤣🤣

selamat menikmati malam panjang semoga gatalmu lekas hilang😄😄😄😄
dome🌬️🌀🌀🌀
Zane ternyata sumbu pendek yaa. langsung esmosi tanpa konfirmasi 🤣🤣
kalau sudah kebongkar kebusukan tunanganmu malu sendiri kan. konfirmasi dl cari tau kalau mau marah nanti silahkan.
ckckck...
dome🌬️🌀🌀🌀
sudahlah dibohongi sekarang ditipu dan dikhianati sama seorang yg dr bayi kalian asuh. kalian sayangi. kalian cintai dengan segenap hati. tapi balasannya pengkhianatan. kasihaaaaaa🤣🤣🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
dah lah ga usah dimaafkan. biarkan menjadi penyesalan mendalam bagi kluarga naonao. seperti kehidupan pertama naonao yg berakhir mati sia sia. seperti tidak dipandang lagi sebagai manusia saja apa lagi dianggap keluarga. biarkan mereka menderita dengan penyesalan dihati.😤😤😤
dome🌬️🌀🌀🌀
waahhhh... ada something nih si Sonya dan clay... 😁😁😁
agaknya ada yg bakalan jadian nih... traktir dong son.. kan pacarmu clay tajir😁😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
wkwkwkwkwkk🤣🤣🤣
cie...cieee.. nao nao berharap juga rupanya😄😄
dome🌬️🌀🌀🌀
prok..prok..prok...👏👏👏
sudah.. sudah... jaga pada penyesalan karna itu sudah sangat terlambat. jangan pula minta maaf karna kalian tidak pantas dimaafkan. kalian sebagai keluarga sangat... sangat... sangat... tidak bijaksana dalam mengambil sebuah keputusan tanpa mempertimbangkan perasaan orng lain terlebih anak dan darah daging sendiri. JD jngan pernah mengucapkannya kata maaf. kalian tidak layak diberikan maaf.
sory kejam karna kalian pun lebih kejam😈
dome🌬️🌀🌀🌀
naaahhhh kan JD pindah alam 🤣🤣🤣
sudah pindah alam apa cuma pindah rumah sakit. kalau cuma rumah sakit harusnya dibuat cacat permanen max si baron cabul itu😤😤
dome🌬️🌀🌀🌀
bahagia lah kau nao, masih banyak orng yg melindungi dan menjaga dirimu dengan sangat baik. mereka menyayangi mu dengan tulus ♥️♥️
dome🌬️🌀🌀🌀
eaaaaa.... ketangkep juga kan🤣🤣🤣
makanya jangan main main dengan MAX😁
bom aja max biar cepet kelar biar meledak JD bubur
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!