NovelToon NovelToon
Hamil Anak Para Ceo Kaya

Hamil Anak Para Ceo Kaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Balas Dendam / CEO
Popularitas:20.7k
Nilai: 5
Nama Author: Heresnanaa_

Warning ***+

~~~

Mayang Puspita Sari, seorang lulusan SMP dari kampung, pindah ke ibu kota dengan tujuan menyelamatkan adiknya yang sakit keras dan menopang ekonomi keluarga. Setelah berjuang mencari pekerjaan di kota yang keras, ia akhirnya mendapatkan kesempatan sebagai ibu pengganti - pekerjaan yang memberinya hidup berkecukupan dan biaya pengobatan yang cukup untuk adiknya.

Seiring waktu, Mayang malah merasa senang dengan pekerjaannya karena semua keinginannya tercapai dan bayarannya sangat besar, meskipun ia tidak menyadari bahwa pilihan ini akan membawa konsekuensi emosional dan moral yang tidak terduga nanti.


~~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heresnanaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 27

***

Aditya menatapnya dengan pandangan lapar. "Aku ingin kau sadar sepenuhnya bahwa mulai malam ini, rahimmu bukan lagi milik Rahayu Group. Ia adalah milikku. Aku ingin kau mengonsumsi ramuan kesuburan yang sudah disiapkan oleh dokter pribadiku. Aku ingin kehamilan ini menjadi yang paling sempurna."

Minggu-minggu berikutnya adalah neraka yang indah. Aditya memperlakukan Mayang seperti sebuah persembahan. Mayang dipaksa mengikuti diet ketat, meditasi, dan prosedur medis yang dirancang untuk memaksimalkan kesuburan. Dan setiap malam, Aditya mengklaim haknya dengan intensitas yang mengerikan, terobsesi untuk menanamkan "pewaris" yang ia dambakan.

Mayang mulai merenungkan nasibnya.

 Apakah ini memang takdirku? Terlahir hanya untuk menjadi tempat persinggahan ambisi pria-pria gila?

Setiap malam, saat Aditya memaksanya merintih di bawah tubuhnya, Mayang membayangkan wajah Aira dan Rani. Ia menyadari bahwa ia sedang kembali menjadi bahan fetish, kali ini oleh pria yang paling cerdas yang pernah ia temui. Aditya tidak hanya menginginkan seks; ia menginginkan kepemilikan atas proses kehidupan itu sendiri.

Namun, di tengah tekanan itu, Mayang menemukan sebuah celah. Aditya terlalu sombong. Ia merasa telah mengunci Mayang dengan anak-anaknya. Ia tidak menyadari bahwa Mayang, selama tinggal di vila itu, mulai mempelajari pola keamanan digital Aditya.

"Adit... jika aku hamil nanti," bisik Mayang suatu malam, saat ia berbaring lemas di pelukan Aditya setelah sesi yang melelahkan. "Aku ingin kau yang memimpin persalinannya. Aku tidak ingin ada dokter. Aku ingin rintihanku hanya untuk telingamu, seperti yang kau janjikan."

Aditya terpesona. Egonya melambung tinggi. "Itu janji yang sangat indah, sayang. Aku akan memastikan momen itu menjadi puncak dari seluruh hidupku."

Mayang tersenyum dalam kegelapan. Sebuah senyuman yang mengandung racun paling mematikan. Ia tahu, dengan meminta Aditya memimpin persalinan tanpa dokter, ia sedang menjebak pria itu dalam situasi yang paling rentan di mana fokus pria itu akan terpecah total oleh darah dan rintihan, memberikan Mayang satu kesempatan untuk membalikkan keadaan.

Tiga bulan kemudian, di pagi yang berkabut, Mayang menatap alat tes kehamilan di tangannya. Dua garis merah.

Ia keluar dari kamar mandi dan menemukan Aditya sedang menatap lembah pinus dari balkon.

"Selamat, Tuan Auditor," ucap Mayang datar, memberikan alat itu. "Proyekmu telah dimulai. Benihmu sudah tumbuh di dalam sini."

Aditya mengambil alat itu dengan tangan gemetar. Ia tidak memeluk Mayang; ia justru berlutut dan mencium perut Mayang yang masih rata dengan tatapan obsesif yang menakutkan.

"Putraku... sang penguasa masa depan," gumam Aditya. Ia menatap Mayang dengan mata yang liar. "Mulai hari ini, kau tidak boleh menyentuh lantai. Kau akan berada di tempat tidur ini selama sembilan bulan. Aku akan mengawasimu setiap detik. Aku ingin melihat bagaimana benihku mengubah tubuhmu menjadi mahakarya persalinan yang paling agung."

Mayang mengelus rambut Aditya dengan gerakan mekanis. Di dalam hatinya, ia membisikkan sebuah janji:

“Kau ingin rintihan, Aditya? Aku akan memberimu rintihan yang tidak akan pernah kau lupakan. Tapi rintihan itu bukan karena aku menyerah pada takdirku... melainkan rintihan yang akan mengiringi kejatuhanmu ke neraka yang sama dengan Aris dan Baskara.”

Sembilan bulan penantian dimulai. Mayang kembali masuk ke dalam siklus kehamilan yang dipenuhi tekanan fetis dan obsesi kekuasaan. Namun kali ini, sang dewi kelahiran tidak lagi hanya membawa nyawa, ia membawa bom waktu yang siap meledak di tangan pria yang merasa paling mencintainya.

****

Bersambung...

1
Mak e Tongblung
tiap bab selalu sama , tertindas lalu menuruti kemauan aditya terus berpikiran balas dendam. tapi bab selanjutnya gitu lgi tanpa ada pergerakan yg buat mayang bisa lepas dr aditya.
MARWAH HASAN
wehhh ini cerita menegangkan
Mak e Tongblung
Aira atau Laras nama anaknya
Uthie
Tertarik mampir 👍👍👍👍👍
Uthie
benar-benar jadi iblis 😌
Uthie
Waowww
Uthie
Gak mikir apa soal nantinya anak-anak tsb 😌
Uthie
hmmm
Uthie
mengejar dunia itu cuma ada kecapean yg tak berujung 😁
Uthie
Gila sihhh 😁
Uthie
menarik 👍😏
Uthie
Waowww
Uthie
Apakah akan selamanya??? 😏
Uthie
Hmmmm.... godaan dan ujian dunia😌
Uthie
coba mampir 👍👍
Heresnanaa_: hai kak, happy reading yaa🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!