NovelToon NovelToon
Menikahi Mantan Suami Bucin

Menikahi Mantan Suami Bucin

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Perjodohan
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: Kopii Hitam

Dua tahun lalu Fahri dipaksa menikah oleh sang kakek yang sudah renta dan sakit-sakitan. Demi bakti terhadap orang tua yang sudah membesarkannya itu, Fahri menikahi seorang gadis bernama Bella, gadis cantik berusia 21 tahun pilihan sang kakek.

Tanpa sepengetahuan kakeknya, Fahri membuat surat perjanjian dengan Bella, mereka menikah hanya untuk mewujudkan keinginan orang tua itu, perjanjian berakhir ketika sang kakek sudah tiada.

Setelah waktu yang ditunggu-tunggu tiba, Fahri menceraikan Bella tiga hari setelah kakeknya meninggal.

Pasca perceraian banyak hal yang terjadi dengan Bella tanpa sepengetahuan Fahri. Hingga pada saat kebenaran terkuak, Fahri menyesal menceraikan Bella.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kopii Hitam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24.

Di depan gedung perusahaan, tubuh Bella terhuyung ke belakang seperti ada magnet yang menariknya. Ketika memutar badan, benar saja ada Dayat yang berdiri dengan tangan bertolak pinggang, aura angkuhnya begitu kentara.

"Dasar anak durhaka," umpatnya sembari melayangkan tangan di udara, akan tetapi tangannya tidak lagi bisa digerakkan ketika hendak memukul Bella.

Dayat memutar leher, mendapati Fahri yang berdiri tegap menahan dan mencengkram tangannya kuat, Dayat meringis kesakitan, sedangkan Fahri tersenyum miring.

"Bukan anakmu yang durhaka, tapi kau yang tidak becus jadi orang tua." ucap Fahri tanpa sopan, menghempaskan tangan Dayat dengan kasar.

Mungkin dulu Fahri sangat hormat padanya, melakukan apa saja demi membantu orang tua gila itu. Sekarang tidak lagi, Fahri sudah tidak peduli padanya.

"Hehe, Nak Fahri..." sambil cengengesan, Dayat menarik dan menangkup tangannya, punggungnya sedikit membungkuk. "Sepertinya kamu salah paham," imbuh Dayat.

"Salah paham?" ulang Fahri dengan sebelah alis terangkat, matanya menyipit.

Sambil melirik Bella yang berdiri di samping Fahri, Dayat meminta maaf, dia sedikit emosi. Lalu dia mengatakan kalau Bella anak tidak berbakti, sebab itu meminta cerai pada Fahri. Dia hanya sedang mendidik putrinya.

Mendengar itu, sudut bibir Fahri melengkung. Dia menoleh ke Bella dan menggenggam tangannya. "Benarkah kamu tidak berbakti?" tanyanya sambil tersenyum.

"Menurutmu bagaimana?" Bella balik bertanya, dia pun tersenyum menatap Fahri.

Melihat Fahri menggenggam tangan Bella, kening Dayat mengerut. Benarkah yang dikatakan Hana bahwa Bella sudah kembali ke Fahri? Apa ini ada hubungannya dengan dana yang ditarik Reza dari perusahaannya?

Tidak, tidak... Mana boleh seperti ini. Jika keduanya kembali bersama, seharusnya Fahri tidak menarik dana tersebut.

Dayat menggaruk kepala yang tidak gatal. "Kalian rujuk?"

"Rujuk atau tidak, apa urusanmu?" kata Bella dengan tatapan dingin.

"Hehe... Jangan begitu, Nak. Bagaimanapun aku ini ayahmu, kamu tidak bisa..."

"Ayah dan ibuku sudah mati,,," selang Bella sebelum Dayat selesai bicara.

"Bella..." Dayat terpancing emosi, tangannya kembali terangkat hendak memukul Bella, tapi lagi-lagi ditahan oleh Fahri.

Dengan sorot mata nyalang dan merah, Fahri menyentak tangan Dayat dengan kasar, tubuh pria paruh baya itu nyaris tersungkur, beruntung ada tiang di belakangnya.

"Kalian..." Dayat menunjuk keduanya dengan tangan kiri.

"Nikmati saja hidupmu yang sekarang, satu persatu air mata Bella yang menetes, akan ku kembalikan padamu!" setelah mengatakan itu, Fahri menarik tangan Bella, keduanya berjalan ke mobil yang sudah menunggu di depan gerbang.

Dayat tersandar di tiang besi, wajahnya tampak menyedihkan. Dari setiap kata-kata Fahri yang dia tangkap, berarti benar penarikan dana perusahaan dilakukan oleh Fahri.

Tamat sudah, dia tidak punya apa-apa lagi, hutangnya masih menumpuk. Dengan apa harus dia bayar.

Di mobil, Bella termenung dengan kepala miring mengarah sisi jendela. Dia yang tadinya sudah melepas masa lalu, kini kembali teringat dengan semua perbuatan Dayat. Kenapa orang tua itu masih saja mengganggu hidupnya?

"Sudah, jangan dipikirin!" ucap Fahri sambil melirik ke arahnya, Fahri mengusap kepalanya lembut.

Lama termenung, Bella akhirnya tertidur hingga tak sadar sudah sampai rumah.

Setelah memarkirkan mobil, Fahri turun dan mengitari mobil. Membuka pintu pelan-pelan agar Bella tidak terbangun. Dia melepas sabuk pengaman lalu menggendong Bella.

"Kalian sudah pu...."

"Ssst..." Fahri memberi isyarat pada Sari agar tidak berisik, Sari menutup mulut, Fahri melanjutkan langkah menuju kamar.

Di kamar, Fahri membaringkan Bella di kasur, meluruskan kakinya dan menyelimutinya. Fahri duduk di tepi ranjang, dia pandangi wajah Bella yang polos, hatinya mencelos mengingat semua kejadian di kantor tadi.

Baru saja Fahri hendak bangkit, Bella meraih tangannya. "Jangan ceraikan aku, aku mohon! Aku tidak ingin kembali ke..." Bella menitikkan air mata, meremas tangan Fahri kuat sambil meracau.

Melihat itu, dada Fahri rasanya ngilu, sakit bak ditusuk pisau, air matanya menggenang. "Tidak sayang, kita tidak akan bercerai." gumam Fahri dirundung rasa bersalah. Harusnya waktu itu dia bertanya dulu, tidak langsung memutuskan bercerai.

Fahri urung meninggalkan kamar, dia memilih berbaring di samping Bella. Mengusap rambutnya, mencium keningnya dan memeluknya erat.

...****************...

Hoaaah...

Bella menggeliat sambil menguap, merentangkan tangan dan membuka mata perlahan. Dengan mata sipit, Bella mendapati Fahri yang terlelap di sampingnya, senyum nakal menghiasi wajahnya.

Bella bergeser menjadikan posisinya setengah duduk, sebelah tangannya bergerak menyentuh ujung hidung Fahri yang lancip lalu turun ke bibir. Senyumnya menyungging, dia baru sadar ternyata suaminya sangat tampan, bibirnya begitu lembut. Pantas saja setiap berciuman, Bella tidak bisa mengendalikan diri.

Cup...

Sebuah kecupan kecil mendarat di bibir Fahri.

"Sudah puas?" gumam Fahri yang mendadak membuka mata.

Bella terperanjat, matanya membesar, dia gelagapan dan segera menjauh.

Awh...

Bella terkejut ketika tangannya ditarik hingga jatuh menghimpit dada Fahri. "A-aku..." Bella tidak tau harus berkata apa, tatapan Fahri yang tak biasa membuatnya salah tingkah.

"Kalau mau cium, cium saja di depan orangnya, tidak perlu sembunyi-sembunyi!" ucap Fahri, membuat pipi Bella memerah seperti tomat, dadanya berdebar-debar menahan malu.

"Hahaha..." Fahri tertawa terbahak-bahak, ekspresi wajah Bella membuatnya gemas. Bella yang malu memukul dada Fahri karena kesal.

"Cium lagi!" pinta Fahri, dia memajukan bibir.

"Tidak mau," geleng Bella menahan senyum.

"Sayang ih,,, cium!" Fahri merengek seperti anak kecil minta jajan.

"Ogah..." tolak Bella lalu berusaha menarik diri.

Ehm...

Mata Bella terbelalak ketika tiba-tiba Fahri menarik kepalanya, bibir keduanya bertaut. Fahri membuka mulut dan menyesap setiap inci bibir Bella dengan lembut, sangat lembut sehingga membuat Bella tidak berdaya.

Ehm...

Mulut Bella ikut terbuka, deru nafasnya memburu. Keduanya saling me1umat penuh gairah, membelit lidah dan menghisapnya dalam-dalam.

Hah...

Hembusan nafas keduanya tak beraturan ketika saling melepaskan.

"Fahri, I love you... Aku cinta kamu," ucap Bella dengan suara sangat pelan, dia tersipu, pipinya makin merah saat mengatakan itu.

Deg...

Fahri ternganga, jantungnya berdegup kencang lima kali lebih cepat. "Apa, sayang...?" tanyanya, dia masih belum percaya, dia ingin mendengarnya sekali lagi.

"I...love...you..." jawab Bella mengeja, kemudian menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Fahri, dia sungguh malu.

Fahri tidak tau harus berkata apa, rasanya seperti mimpi. Senyumnya menyungging, dadanya naik turun seiring jantung yang berdetak sangat kencang, dia mendekap Bella dengan erat, mengusap kepalanya penuh kasih.

"Sayang,,, terima kasih pengakuannya. Aku juga cinta kamu, sangat cinta..." kata Fahri, dia benar-benar senang. Akhirnya Bella mengakui perasaannya, tidak terbilang betapa bahagianya Fahri mendengar pengakuan istrinya itu.

Bella mendongak, tatapan keduanya kembali bertemu. "Jangan cerai lagi, ya." pintanya dengan tatapan sendu.

"Tidak sayang, tidak akan. Lebih baik aku mati daripada..."

"Jangan bicara begitu, kalau kamu mati, aku sama siapa?" lirih Bella dengan mata berkaca-kaca.

"Tidak sayang, jangan menangis!Aku tidak akan mati, kita berdua akan menua bersama." tutur Fahri, dia menyeka sudut mata Bella yang berair dan mencium keningnya lama.

1
Uthie
Begitulah laki tuhh,.. sendiri nya gak nyadar udah bikin istrinya cemburu dengan interaksi nya pada wanita lain, sedang saat istrinya interaksi juga dengan laki2 lain sendiri nya lebih terbakar lagiii oleh api cemburu 😁😁
Kopii Hitam: huahaaa, benar ya kk🤣
total 1 replies
Uthie
akhiiirrnyaaa.. buka puasa juga yaa 😂
Kopii Hitam: asekkkk😄
total 1 replies
Uthie
Bahagia selalu yaaa kalian berdua 👍👍😍🤗🤗🤗
Kopii Hitam: 😍😍😍😍😍
total 1 replies
Uthie
Bella tanda-tanda Hamidun kahh 😁😍
Uthie: 😂😂😂😂😂
total 2 replies
Uthie
Duhhh.. dasar orang tua lucknut bisa nya cuma cari-cari Masalah aja 😡😡
Kopii Hitam: bikin kesel ya kk🤭
total 1 replies
Uthie
niceee 👍😍
Kopii Hitam: 😍😍😍😍😍
total 1 replies
muhammad ihsan
kok cuma satu bab thor
Kopii Hitam: besok ya KK 2 bab
total 1 replies
Uthie
Bagussss.. Hama emang harus di bersihkan 👍👍👍🤩
Kopii Hitam: bersihkan 🤣🤣
total 1 replies
Uthie
Nahhh....bagus itu 👍😡
emang curiga sihhh . masa orang tua sangat-sangat kejam kaya gtu 😡
Kopii Hitam: ok kak👍👍
total 1 replies
Uthie
Nahhh....gitu dong 👍👍😁
Kopii Hitam: siap🙏🙏🙏
total 1 replies
Uthie
senyum-senyum bacanya
Kopii Hitam: hmm😄🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Uthie
Waowwww😂😂
Kopii Hitam: kak🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Uthie
Kasihan nya Bu Sari 😢
Kopii Hitam: iya /Sob//Sob//Sob//Sob/
total 1 replies
Uthie
terlalu lemah 😌
Kopii Hitam: iya kak🤭🤭🤭
total 1 replies
Uthie
coba mampir 👍🙏
Kopii Hitam: siap makasih kk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!