Charlotte tidak pernah meminta dilahirkan kembali sebagai mekanik kelas teri di zona perang paling mematikan. Namun, sebuah antarmuka Sistem yang dingin dan sarkastik muncul di pelupuk matanya, mengubah setiap tetes keringat dan darah menjadi poin statistik yang berharga.
Masalahnya, sistem ini tidak didesain untuk menjadi pahlawan. Sistem Charlotte bekerja seperti algoritma pemangsa yang mengoptimalkan penderitaan demi keuntungan pribadi. Baginya, para "Pahlawan" terpilih hanyalah sumber daya pengalaman yang bisa diperas, dan kiamat yang mengancam dunia hanyalah sebuah fluktuasi data yang perlu dikelola.
Dengan kunci inggris berlumuran oli dan logika mesin yang tanpa ampun, Charlotte mulai memanipulasi takdir. Jika dunia harus hancur, setidaknya ia harus memastikan bahwa dialah yang memegang kendali atas rongsokannya. Siapa sangka, menjadi dalang di balik layar ternyata jauh lebih menguntungkan daripada menyelamatkan dunia yang sudah rusak ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EsKobok, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 24: KEMATIAN KEBETULAN
Suasana di koridor tahanan militer Sektor 1 terasa jauh lebih dingin daripada biasanya. Udara yang mengalir melalui ventilasi membawa aroma debu dan lembap, bercampur dengan bau tajam cairan pembersih industri yang gagal menutupi bau karat pada jeruji baja. Charlotte melangkah dengan perlahan, sepatu boot militer miliknya menghasilkan ketukan yang ritmis dan bergema di sepanjang dinding beton yang tebal. Di tangan mekaniknya, ia membawa sebuah unit diagnostik portabel, alasan sempurna untuk berada di tempat yang seharusnya terisolasi ini.
Setelah mesin produksi berhenti total di babak sebelumnya, kepanikan telah menjadi pemandangan harian di markas Radiant. Jenderal Aris, yang kini mendekam di sel isolasi tingkat paling bawah, sedang menunggu persidangan yang tidak akan pernah ia menangi. Namun, bagi Charlotte, membiarkan Aris tetap hidup adalah risiko variabel yang tidak perlu. Aris tahu terlalu banyak tentang bagaimana sistem logistik bekerja, dan meskipun ia telah dijebak, orang yang terdesak bisa menjadi sangat berbahaya jika diberikan panggung untuk bicara.
Sistem, siapkan protokol isolasi lingkungan. Putuskan komunikasi seluler dan pemantauan audio di Blok C dalam waktu tiga menit, perintah Charlotte dalam hati sambil matanya memindai kamera pengawas di langit-langit.
[Protokol Isolasi Siap Dieksekusi. Memulai Gangguan Frekuensi Rendah pada Sirkuit Pemantauan.]
[Estimasi Waktu Sampai Kegagalan Sistem Kamera: 180 Detik.]
[Status Lingkungan: Sepuluh Prajurit Penjaga Sedang Mengalami Disorientasi Akibat Sinyal Infrasonik yang Anda Pancarkan.]
Charlotte berhenti di depan gerbang elektronik menuju sel Aris. Dua penjaga yang berdiri di sana tampak lesu, wajah mereka pucat dan tangan mereka terus menggosok pelipis. Mereka tidak menyadari bahwa modul frekuensi di lengan Charlotte sedang memancarkan gelombang yang mengacaukan keseimbangan telinga dalam mereka.
"Aku di sini untuk melakukan audit pada sensor biometrik di sel Jenderal Aris. Jenderal Kaelen khawatir ada upaya sabotase dari pihak luar untuk melenyapkan saksi kunci," kata Charlotte dengan nada suara yang tenang dan penuh wibawa teknis.
Salah satu penjaga mendongak dengan mata merah. "Silakan, Tuan Charlotte. Kepala saya sakit sekali, sepertinya sistem ventilasi ini benar-benar rusak setelah pabrik mati."
Charlotte hanya memberikan anggukan kecil tanpa ekspresi. Ia menempelkan kartu akses Administrator yang baru saja ia dapatkan dari Kaelen ke panel pemindai. Pintu baja yang berat itu bergeser terbuka dengan suara gesekan logam yang memilukan. Di dalamnya, ruangan itu hanya diterangi oleh satu lampu redup yang berkedip, menciptakan bayangan panjang yang menari-nari di dinding yang berjamur.
Jenderal Aris duduk di sudut sel, zirahnya telah dilepas, menyisakan pakaian dalam militer yang kusam. Pria yang dulunya sombong dan penuh kuasa itu kini tampak seperti rongsokan manusia yang tidak lagi memiliki harga diri. Saat melihat Charlotte masuk, Aris mendongak, matanya membelalak penuh amarah dan ketakutan yang bercampur menjadi satu.
"Kau," desis Aris dengan suara parau. "Kau yang melakukan ini semua. Aku tidak tahu bagaimana caranya, tapi aku tahu mesin-mesin itu tidak akan berhenti kecuali ada tangan iblis yang menyentuhnya."
Charlotte menutup pintu sel di belakangnya, membiarkan magnet pengunci bekerja secara otomatis. Ia berdiri di tengah ruangan, menatap Aris dari balik monokel ungu miliknya yang kini mulai mengunci detak jantung sang target.
"Iblis adalah istilah yang kasar bagi seorang teknisi yang hanya menjalankan efisiensi, Jenderal. Kau jatuh karena keserakahanmu sendiri. Aku hanya memberikan dorongan kecil agar kau jatuh lebih cepat ke tempat yang seharusnya," jawab Charlotte sambil mulai mengotak-atik unit diagnostik di tangannya.
"Thorne tidak akan diam! Dia pengecut, tapi dia akan bicara untuk menyelamatkan nyawanya sendiri! Kaelen tidak akan bisa melindungimu selamanya!" teriak Aris sambil mencoba berdiri, namun kakinya lemas akibat efek infrasonik yang masih terpancar dari tubuh Charlotte.
"Mayor Thorne baru saja mengalami kecelakaan malfungsi pada kursi pemindah tahanan sepuluh menit yang lalu, Jenderal. Tampaknya kabel penstabil energinya mengalami korsleting. Sangat disayangkan, dia tidak akan pernah bicara lagi," kata Charlotte dengan nada yang sangat datar, seolah-olah ia sedang membacakan laporan cuaca.
Aris mematung. Wajahnya berubah menjadi seputih kertas. Ia menyadari bahwa ia sedang berhadapan dengan sesuatu yang jauh lebih mengerikan daripada lawan politik mana pun yang pernah ia temui. Charlotte bukan hanya ingin kekuasaan; ia sedang melakukan pembersihan total.
Sistem, aktifkan pelepasan gas nitrogen dari sistem pemadam kebakaran sel. Atur konsentrasi agar terlihat seperti kebocoran teknis akibat tekanan balik dari pabrik yang meledak, perintah Charlotte.
[Perintah Diterima. Mengalihkan Jalur Pipa Pemadam Kebakaran Blok C.]
[Memulai Pengosongan Oksigen di Dalam Sel Isolasi 01.]
[Peringatan: Target Akan Mengalami Kematian Akibat Hipoksia dalam 300 Detik tanpa Gejala Kekerasan Fisik.]
Suara desis halus mulai terdengar dari langit-langit sel. Udara di dalam ruangan itu perlahan-lahan berubah. Aris mulai terengah-engah, tangannya mencengkeram lehernya sendiri seolah-olah ia bisa menarik oksigen dari udara yang semakin menipis.
"Ini... ini pembunuhan," rintih Aris sambil merangkak menuju pintu.
Charlotte hanya berdiri diam, mengamati penderitaan pria itu dengan ketertarikan seorang ilmuwan terhadap spesimen laboratorium. Ia melihat bagaimana wajah Aris mulai membiru, bagaimana gerakan tangannya menjadi semakin tidak terkoordinasi.
"Bukan, Jenderal. Ini adalah kematian kebetulan. Setelah pabrik berhenti, tekanan pada sistem pendukung kehidupan di seluruh markas menjadi tidak stabil. Kau hanyalah korban malang dari infrastruktur yang rusak. Itulah narasi yang akan dibaca oleh Dewan Tinggi besok pagi," kata Charlotte.
Aris mencoba berteriak, namun tidak ada suara yang keluar dari tenggorokannya yang kekurangan udara. Ia jatuh tersungkur di depan sepatu Charlotte, jemarinya menggaruk lantai beton hingga kukunya berdarah. Matanya menatap Charlotte dengan tatapan memohon, namun yang ia temukan hanyalah pantulan dirinya sendiri yang sekarat di permukaan monokel logam Charlotte.
[Deteksi Kematian Target: Jenderal Aris.]
[Penyebab: Kegagalan Pernapasan Akibat Malfungsi Teknis Lingkungan.]
[Perolehan Poin: 7.500 MP dari eliminasi target tingkat tinggi dan manipulasi lingkungan.]
Setelah memastikan Aris benar-benar tidak lagi bernapas, Charlotte mematikan aliran gas dan mengembalikan sistem ke kondisi normal. Ia kemudian mengeluarkan sebuah alat kecil dari sakunya, sebuah pemancar sinyal yang akan memicu rekaman palsu pada sistem pemantauan yang sempat ia ganggu tadi.
Sistem, masukkan data video yang telah dimanipulasi. Tampilkan adegan Aris yang mengalami serangan jantung karena stres, dan aku yang mencoba memberikan pertolongan pertama namun gagal karena pintu yang terkunci secara otomatis akibat malfungsi sistem keamanan, perintah Charlotte.
[Manipulasi Saksi Mata Digital Dimulai. Mengganti Log Kejadian di Server Pusat.]
[Status: Saksi Mata Fisik (Penjaga) Telah Mengalami Amnesia Sesaat Akibat Sinyal Infrasonik.]
[Semuanya Terlihat Seperti Kecelakaan Tragis.]
Charlotte membuka pintu sel dan segera berteriak dengan nada yang sangat meyakinkan, memanggil bantuan medis. Para penjaga yang tadi pusing seketika tersentak dan berlari menuju sel. Mereka melihat Charlotte sedang berlutut di samping tubuh Aris, tangannya menekan dada sang Jenderal seolah sedang melakukan CPR.
"Cepat! Sistem keamanannya macet! Jenderal Aris tiba-tiba jatuh! Aku tidak bisa membuka katup udara darurat tepat waktu karena kegagalan daya dari pabrik!" teriak Charlotte dengan wajah yang tampak panik dan penuh peluh.
Para penjaga dan tim medis yang datang segera mengambil alih. Mereka melihat log pada layar di luar sel yang menunjukkan adanya lonjakan tekanan gas dan kegagalan sistem penguncian. Mereka melihat video di monitor pengawas yang menunjukkan Charlotte sedang berjuang menyelamatkan nyawa Aris. Tidak ada seorang pun yang meragukan apa yang mereka lihat.
"Kami minta maaf, Tuan Charlotte. Ini bukan kesalahan Anda. Markas ini memang sedang berada di ambang kehancuran teknis sejak kemarin," kata kepala tim medis sambil menutupi tubuh Aris dengan kain putih.
Charlotte berdiri, menyeka keringat di dahinya dengan lengan bajunya. Ia tampak lelah dan terpukul. "Aku hanya ingin memastikan dia bisa bicara di depan dewan. Sekarang semuanya hilang."
Kaelen datang tidak lama kemudian, wajahnya tampak lebih kelam dari sebelumnya. Ia melihat mayat Aris dan kemudian menatap Charlotte. "Kau sudah mencoba yang terbaik, Charlotte. Malapetaka yang diciptakan Aris akhirnya memakan dirinya sendiri. Setidaknya, sekarang tidak ada lagi yang bisa menghalangi kita untuk memperbaiki tempat ini sepenuhnya."
Charlotte memberikan hormat militer yang kaku. "Saya akan kembali ke bengkel, Jenderal. Saya harus memastikan tidak ada nyawa lain yang melayang karena kegagalan mesin produksi ini. Saya butuh kendali penuh untuk melakukan audit total."
"Ambil apa pun yang kau butuhkan. Sektor 1 adalah tanggung jawabmu sekarang," jawab Kaelen dengan suara yang berat.
[Target Diisolasi dan Dieliminasi. Saksi Mata Berhasil Dimanipulasi Sepenuhnya.]
[Posisi Anda di Mata Faksi Radiant: Pahlawan Teknis yang Berusaha Menyelamatkan Keadaan.]
[Poin Administrator Terkumpul: 35.000 MP.]
Charlotte berjalan kembali menuju bengkelnya melalui koridor yang kini mulai dipenuhi dengan desas-desus tentang kematian Aris. Ia tidak tersenyum secara fisik, namun di dalam pikirannya, ia sudah melihat papan catur yang kini hampir bersih dari bidak lawan. Kematian kebetulan ini adalah langkah terakhir yang ia butuhkan untuk menghilangkan hambatan administratifnya.
Sesampainya di bengkel, ia mengunci pintu dan mematikan semua lampu. Di dalam kegelapan, monitor-monitor mulai menyala, menampilkan seluruh denah Sektor 1 yang kini berada di bawah kendalinya. Ia bukan lagi sekadar mekanik yang memperbaiki zirah para pahlawan. Ia adalah administrator yang menentukan siapa yang layak hidup dalam sistem yang ia kendalikan.
"Hari perhitungan sudah berakhir," bisik Charlotte pada keheningan bengkelnya. "Sekarang, tempat ini benar-benar menjadi milikku."
Ia duduk di kursinya, memandangi data poin MP yang terus meningkat seiring dengan kepanikan dan ketakutan yang menyebar di seluruh markas akibat kematian Aris. Dengan poin Administrator yang berlimpah, ia siap untuk melangkah ke fase berikutnya: mengambil alih kendali penuh dan mengubah tempat ini menjadi pabrik pribadinya yang sesungguhnya.
[Sistem: Anda Telah Mencapai Syarat untuk Membuka Gelar Administrator Bengkel.]
[Menerima Poin Bonus untuk Eksekusi Tanpa Jejak Fisik: 5.000 MP.]
[Tujuan Selanjutnya: Merebut Kendali Penuh atas Seluruh Aset Teknis Sektor 1.]
Charlotte memejamkan matanya sejenak, mendengarkan dengungan sistem pendingin bengkelnya yang kini terdengar lebih harmoni. Tidak ada lagi suara Jenderal Aris yang mengancam, tidak ada lagi bayang-bayang Mayor Thorne yang curiga. Hanya ada Charlotte dan mesin-mesin yang patuh padanya. Dunia ini mungkin sedang menuju kehancuran, namun di dalam bengkel ini, sebuah tatanan baru telah lahir dari tangan dingin seorang mekanik rongsokan yang kini menjadi penguasa bayangan.