NovelToon NovelToon
SISTEM KAYA MENDADAK: SETIAP DETIK MENGHASILKAN UANG

SISTEM KAYA MENDADAK: SETIAP DETIK MENGHASILKAN UANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Sistem / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ruang_Magenta

"Hanya karena aku miskin, kau membuangku seperti sampah?"

Andra, seorang kurir yang bekerja keras 14 jam sehari, baru saja diusir dari kontrakannya dan diputuskan oleh kekasihnya demi pria bermobil mewah. Namun, di saat titik terendah hidupnya, sebuah suara mekanis bergema di kepalanya:

[Ding! Sistem Saldo Tak Terbatas Diaktifkan!]
[Level 1: Menghasilkan Rp 1.000 setiap detik secara otomatis.]
[Saldo saat ini: Rp 1.000... Rp 2.000...]

Dalam satu menit, ia mendapatkan Rp 60.000. Dalam satu jam, jutaan rupiah masuk ke rekeningnya tanpa melakukan apa pun. Dunia yang dulu menghinanya kini harus bersiap. Siapa pun yang pernah memandangnya rendah akan bersujud di bawah kakinya.

Bagi Andra, satu-satunya masalah sekarang bukan lagi cara mencari uang, tapi bagaimana cara menghabiskannya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ruang_Magenta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9: Kehancuran Tanpa Sisa

Malam itu, Jakarta diguyur hujan lebat, persis seperti malam saat Andra dihina oleh Siska dan Erwin. Namun, kali ini Andra tidak lagi berdiri di bawah guyuran hujan. Ia duduk dengan tenang di sofa kulit dalam kantornya di lantai 60 Menara Kencana, menatap hamparan lampu kota yang temaram melalui dinding kaca raksasa.

Di belakangnya, 'Sang Jagal' dan tim pengawal barunya berdiri tegak seperti bayangan yang mematikan.

"Tuan, semua sudah siap," ucap si pria berbekas luka itu dengan suara rendah. "Perusahaan keluarga Erwin telah dinyatakan bangkrut total satu jam yang lalu. Seluruh aset mereka telah disita oleh bank karena manipulasi laporan keuangan yang kami temukan. Sekarang, mereka sedang diusir dari kediaman mereka."

Andra menyesap kopi hitamnya perlahan. "Bagus. Aku ingin melihat wajah mereka untuk terakhir kalinya. Bawa mereka ke sini."

Beberapa menit kemudian, pintu lift pribadi terbuka. Dua orang pengawal menyeret Erwin dan ayahnya ke tengah ruangan. Di belakang mereka, Siska mengikuti dengan langkah gontai, pakaian mahalnya kini tampak lusut dan wajahnya sembap karena tangisan yang tak henti.

Erwin tidak lagi mengenakan kemeja rapi. Ia hanya memakai kaus dalam yang kotor. Begitu melihat Andra duduk di kursi kebesarannya, Erwin langsung jatuh berlutut, mencoba merangkak mendekat.

"Andra! Aku mohon! Maafkan aku! Aku salah!" teriak Erwin histeris. "Aku akan melakukan apa saja! Aku akan menjadi budakmu, aku akan mencuci kakimu setiap hari, tapi tolong... jangan biarkan Papa masuk penjara! Kembalikan rumah kami!"

Ayah Erwin, pria yang biasanya begitu angkuh di berita ekonomi, kini tampak seperti pria tua yang hancur. Ia bahkan tidak berani menatap mata Andra.

Andra meletakkan cangkir kopinya, suaranya sangat tenang namun bergetar karena kekuatan yang menindas. "Dulu, kalian membuang uang seratus ribu ke lumpur dan menyuruhku menjilatnya, kan? Kalian bilang aku adalah sampah yang tidak punya tempat di dunia kalian."

Andra kemudian melirik Siska yang berdiri gemetar di pojokan. "Dan kamu, Siska. Kamu bilang aku menghambat masa depanmu karena aku miskin. Sekarang lihatlah, siapa yang sebenarnya tidak punya masa depan?"

Siska menangis tersedu-sedu. "Andra, aku... aku masih mencintaimu. Tolong, beri aku satu kesempatan lagi. Aku akan meninggalkan Erwin, aku akan bersamamu selamanya..."

"Cinta?" Andra tertawa dingin. "Cintamu sudah mati saat kamu memilih BMW murahan itu di bawah hujan. Sekarang, aku bahkan merasa jijik menghirup udara yang sama dengan kalian."

Andra memberikan isyarat kepada Sang Jagal. Sebuah koper besar dilemparkan ke depan kaki Erwin. Isinya adalah tumpukan uang kertas seratus ribuan dalam jumlah yang sangat banyak—setidaknya ada satu miliar di sana.

"Ini uang terakhir dari saya," ucap Andra. "Ambil uang ini, dan pergi dari kota ini malam ini juga. Jika besok pagi aku masih melihat wajah kalian di Jakarta, aku pastikan kalian akan berakhir di tempat yang jauh lebih gelap daripada penjara."

Erwin segera memeluk koper itu seperti orang gila, tidak peduli lagi dengan harga dirinya yang sudah hancur berkeping-keping.

Setelah mereka diseret keluar, Andra kembali menatap jendela. Di telinganya, sistem berdenting dengan suara yang lebih megah dari sebelumnya.

[Ding! Misi Balas Dendam Utama: Selesai!] [Hadiah: Kenaikan Level Pendapatan Global!] [Status Level 5: Menghasilkan Rp 500.000 setiap detik!] [Kekayaan Inang kini tumbuh Rp 1\,8 Miliar setiap jam!]

Andra mengepalkan tangannya. "Kehancuran mereka hanyalah pembersihan kecil. Sekarang, saatnya aku membuat seluruh dunia tahu siapa pemilik uang yang sebenarnya."

1
Sebut Saja Chikal
nanti saya mampir.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!