Lue Ang yang hampir mati diselamatkan oleh wanita tua, di sana Lue Ang diberitahu kalau dirinya memiliki spirit.
Untuk membalaskan dendam yang diterimanya selama ini, Lue Ang mencoba berkulivasi dan mengembangkan spirit yang ada di dalam tubuhnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cici aremanita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menghadapi Beruang putih
"Apa Mak Nung tahu siapa pria misterius itu?" Tanya Lue Ang tepat setelah pria misterius menghilang dan keduanya kembali melanjutkan perjalanan.
"Kenapa aku harus tahu siapa dia," sahut Mak Nung, dari perkataannya Lue Ang yakin kalau ibu angkatnya itu mengetahui siapa pria misterius sebenarnya.
"Kamu tidak perlu mempedulikan orang tidak penting sepertinya," sambung Mak Nung.
"Baiklah," ucap Lue Ang.
Setibanya di pinggiran hutan Lue Ang menghentikan langkahnya, Lue Ang memperhatikan hutan yang terlihat gelap dari luar, hawa berbeda menyelimuti hutan yang ada di depannya.
Lue Ang berdiri dan tidak langsung masuk karena ini pertama kalinya berburu hewan spiritual, Lue Ang ingin mengumpulkan keberaniannya sebelum benar benar masuk ke dalam hutan dan mulai berburu
"Kenapa? Apa sekarang kamu takut Nak? Apa kita kembali saja dan mencari jalan lain untuk membuat mu menjadi kuat," Tanya Mak Nung yang melihat Lue Ang hanya diam.
"Rasa takutku kalah dengan rasa ku ingin balas dendam, tidak perlu kembali aku tetap akan berburu di hutan ini," ucap Lue Ang.
"Aku tidak takut, lihat ini," sambung Lue Ang sambil berjalan maju ke depan.
Mengingat kembali semua yang pernah dialaminya gelapnya hutan tidak akan sebanding dengan rasa sakitnya, sambil menarik nafas panjang Lue Ang terus melanjutkan langkahnya, semakin jauh masuk ke dalam hutan Lue Ang mulai terbiasa, suasana yang tadinya mencekam berganti biasa.
Mendengar suara ular Lue Ang langsung menghentikan langkahnya, Lue Ang dengan cepat memperhatikan sekelilingnya sambil mencari asal suara ular yang terdengar.
Semakin lama suara ular terdengar semakin dekat, Lue Ang hanya diam dan bersiap-siap menyerang.
Wheeeeeeeeeeessss.
Setelah menemukan asal suara Lue Ang mengayun kan pedang ke balik pohon di depannya, ayunan pedangnya yang tepat sasaran membuatnya berhasil membunuh sang ular dan membuatnya terbagi menjadi dua bagian.
"Itu ular api, ular tingkat yang tidak terlalu tinggi," ucap Mak Nung.
"Aku tahu kamu merasa senang karena berhasil, tapi ular api tidak hidup sendiri," sambung Mak Nung.
Lue Ang yang menganggukkan kepala bergegas mengambil inti spirit dari ular di depannya, tak berselang lama suara desisan ular terdengar cukup banyak mengarah padanya.
"Bau darah dari ular api memanggil ular api lain," ucap Mak Nung.
"Karena tujuan perburuan ini untuk melatih mu bertarung sungguhan aku tidak akan membantu," sambung Mak Nung yang langsung menghilang meninggalkan Lue Ang.
"Aku akan menghadapinya sendiri," sahut Lue Ang.
Wheeeeeeeeeeessss.
Satu ular api yang tiba-tiba menyerangnya langsung ditebas oleh Lue Ang dengan sangat cepat, walau pertama kali bagi Lue Ang bukan berarti dirinya tidak bisa apa-apa dan akan mati hanya di serang ular.
Satu persatu ular api yang menyerang berhasil dibunuh oleh Lue Ang, serangan ular api yang seperti terbaca oleh Lue Ang membuatnya berhasil menghabisi semua ular api.
Mak Nung yang melihat Lue Ang menebas hampir semua ular tanpa tergigit merasa sangat takjub, padahal ini adalah perburuan pertamanya tapi bisa dengan cepat membunuh puluhan ular api sekaligus.
"Anak ini benar-benar berbakat, aku tidak salah memilihnya menjadi anak angkatku," gumam Mak Nung.
Haaaah, haaah, haaah.
Lue Ang mencoba mengatur nafasnya tepat setelah semua ular mati, sambil mengatur nafasnya Lue Ang memperhatikan semua ular yang sudah dibunuhnya.
"Aku masih sedikit heran bagaimana caramu melakukannya," ucap Mak Nung yang kembali ke samping Lue Ang.
"Mataku seperti bisa melihat ular mana yang akan menyerang ke arahku lebih dulu," sahut Lue Ang.
"Mungkinkah kamu juga memiliki kelebihan di bagian matamu," ucap Mak Nung.
"Aku tidak tahu," sahut Lue Ang.
Braaaaaaaaaak.
Braaaaaaaaaak.
Lue Ang yang baru merasa lega langsung melihat ke arah depannya, dari depannya Lue Ang melihat beberapa pohon yang tumbang.
"Bahaya mendekat," ucap Mak Nung.
Saat Lue Ang bersiap pergi dirinya bisa melihat sesuatu bergerak cepat ke arahnya, betapa terkejutnya Lue Ang saat melihat beruang putih besar langsung menyerangnya.
Menggunakan pelatihan singkatnya Lue Ang mencoba menghindari serangan beruang putih, bersamaan dengan serangan beruang putih Mak Nung kembali menghilang meninggalkan Lue Ang.
"Beruang putih adalah hewan spiritual tingkat lanjut, dia berbeda dari ular api," ucap Mak Nung bertelepati.
"Aku bisa membantu mu membuatnya pergi kalau kamu merasa tidak sanggup melawannya sekarang," sambungnya.
"Tidak, aku akan menghadapinya untuk melatih kekuatan ku," sahut Lue Ang.
"Apa kamu yakin?" Tanya Mak Nung.
"Aku akan mencobanya sebisaku," ucap Lue Ang.
Mak Nung hanya bisa menarik nafas panjang mendengar perkataan Lue Ang ,tekad yang ada pada Lue Ang membuat Mak Nung tersenyum, dengan adanya tekad walau tidak berhasil mengalahkan beruang putih nantinya pasti akan selamat dengan caranya sendiri.
Heeeeeeeeeeeeer.
Melihat Lue Ang yang terus menghindar beruang putih sangat marah, beruang putih yang terkenal dengan sangat ganas terus menyerang tanpa henti, serangan yang kuat membuat pohon yang terkena serangannya terpotong-potong.
"Aku akan memulainya sekarang," gumam Lue Ang.
Lue Ang memfokuskan kekuatannya ke kedua tangannya seperti saat Mak Nung mengajarkan nya, energi dari kedua tangannya dipindahkannya ke pedangnya yang sudah siap diayunkan.
Setelah merasakan pedangnya dialiri kekuatan Lue Ang mencoba memutari beruang putih,tepat setelah berada di belakang beruang putih Lue Ang langsung mengayunkan pedangnya.
Hoooooeeeeeeerrrr.
Beruang putih berteriak keras setelah pedang Lue Ang berhasil melukai punggungnya, tidak terima manusia melukai punggungnya beruang putih terlihat lebih marah.
Satu cakaran dengan cepat diarahkannya ke Lue Ang, matanya yang sudah bisa melihat serangan sang beruang membuat Lue Ang mengarahkan pedangnya ke depan untuk menangkis serangan beruang.
Karena masih tidak juga berhasil membunuh seorang manusia beruang putih menggertakkan giginya, saat bersiap menyerang Lue Ang lagi beruang putih berbalik arah pergi begitu saja.
"Beruang itu pergi begitu saja," ucap Lue Ang.
"Aku tahu pasti kamu yang membuatnya pergi," sambung Lue Ang menatap ke arah Mak Nung.
"Aku tidak melakukannya," sahut Mak Nung bergegas turun.
"Kalau bukan kamu siapa lagi," ucap Lue Ang.
Lue Ang terlihat kebingungan karena Mak Nung mengatakan bukan dia yang melakukannya, sedangkan di sana hanya ada mereka berdua saat ini.
"Lalu siapa," gumam Lue Ang kebingungan.
"Bukan waktunya kamu memikirkan semua itu, bukankah kamu masih harus berburu lebih banyak lagi," ucap Mak Nung
"Kamu benar," sahut Lue Ang.
Wheeeeeeeeeeessss.
Sambil menebas rumput yang menghalangi jalannya Lue Ang mencoba memperhatikan sekelilingnya, Lue Ang sangat yakin kalau di sekitarnya saat ini pasti ada hewan spiritual yang mengintainya dan bersiap menyerangnya.
"Aku menemukannya," ucap Lue Ang sambil tersenyum.