Setelah menikah, Anin banyak menemukan banyak hal yang janggal di rumah mertua nya. Anin sering mendengar ibu mertua nya menangis dan dia juga sering melihat tubuh ibu mertua nya di penuhi oleh lebam.
Hingga suatu hari Anin melihat dengan mata kepala nya sendiri ayah mertua nya sedang melakukan hubungan terlarang dengan ipar nya. Anin bertekad untuk membongkar semua kebusukan mereka di depan semua orang, dan membuat ayah mertua nya dan juga ipar nya mendapat kan hukuman atas perbuatan mereka.
Ikuti kisah kisah selengkap nya di sini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26
Anin kembali ke luar rumah, dia membawa ponsel nya. Kali ini dia harus membongkar rahasia antara ipar dan juga bapak mertua nya. Anin harus mendapat kan bukti nya, jika tidak maka tidak akan ada yang percaya dengan diri nya.
Anin melihat Okta, putra pertama Atar dan Tika berjalan keluar rumah. Di jalan raya di depan rumah sudah menunggu teman nya di atas motor, remaja kelas 3 Sekolah menengah pertama itu naik ke atas motor teman nya dan langsung pergi.
'Mas Atar pergi tahlilan, Okta juga pergi sama teman nya. Jadi mbak Tika dan bapak merasa aman sekarang karena tidak ada orang di rumah. Lihat saja, aku pasti bisa mendapat kan bukti ny!' Guman Anin di dalam hati.
Anin melangkah kan kaki nya menuju ke rumah nya Atar, dengan sangat pelan dan hati - hati Anin mendorong pintu depan dengan perlahan. Pintu itu terbuka, karena memang Tika tidak mengunci nya saat Okta keluar tadi.
Dari ruang keluarga, Anin berjalan perlahan jangan sampai meninggal kan suara. Dia berjalan ke ruang keluarga, tepat ke depan pintu kamar nya Tika. Anin tidak melihat keberadaan Hazel, putri nya Tika dan Atar.
'Mungkin dia sudah tidur!' Anin berguman di dalam hati.
Anin melihat ke arah pintu kamar nya Tika, dan pintu itu tertutup rapat. Tapi suara desahan dan lenguhan dari dalam kamar itu terdengar oleh telinga Anin.
'Benar dugaan ku, mereka sedang melakukan perbuatan terkutuk itu!' Guman Anin lagi.
Anin lalu mencari kursi plastik yang dia pakai tadi siang, kursi itu masih berada di sana. Anin dengan sangat hati - hati menumpuk kedua kursi itu menjadi satu dan dia membawa nya ke depan pintu kamar nya Tika.
Seperti siang tadi, Anin naik ke atas kursi itu dengan sangat hati - hati. Dari ventilasi yang berada di atas pintu, Anin mulai menyalakan kamera ponsel nya dan merekam aktivitas panas mertua dan juga ipar nya di dalam sana.
'Astagfirullah hal adzim, astagfirullah hal adzim!' Berulang kali Anin mengucap kan istighfar di dalam hati akan perbuatan terlarang mertua dan ipar nya di dalam sana.
Saat sedang merekam, tanpa sengaja seekor cicak jatuh dari atas dan menimpa tangan Anin. Anin yang terkejut pun refleks berteriak dengan kencang.
"Awww!" Teriak Anin dengan kencang karena dia geli dengan cicak itu.
Braakkk.
Anin pun terjatuh dari kursi yang menopang tubuh nya, suara gaduh di depan kamar itu seketika membuat Tika dan pak Johan langsung menghentikan aktivitas mereka yang sedang berlangsung.
Anin merasakan pinggang nya yang sakit, ponsel nya pun ikut terjatuh. Tapi ponsel itu tidak mati, Anin mengambil ponsel nya dan dia sadar bahwa sebentar lagi Tika dan pak Johan akan segera keluar. Jadi Anin segera mengambil langkah seribu, dia segera pergi sebelum ketahuan..
Sementara itu di dalam kamar nya, pak Johan dan Tika langsung panik. Kedua nya segera memakai kembali pakaian mereka yang berserakan di lantai.
"Siapa di luar mas?" Tanya Tika pada pak Johan.
"Aku juga tidak tahu!" Jawab pak Johan sambil memakai kembali pakaian nya dengan cepat.
"Jangan - jangan ada yang mengintip kita!" Ujar Tika dengan panik.
"Aku tidak akan memaafkan pelaku nya!" Pak Johan berkata dengan geram.
"Tunggu di sini, biar aku lihat!" Tika berkata pada pak Johan.
Tika lalu membuka pintu dan dia tidak menemukan siapa - siapa, tapi dia menemukan 2 kursi palstik yang di tumpuk di depan pintu kamar nya. Dan posisi kursi itu pun sudah terbalik di lantai.
Tika mengedar kan pandangan nya ke sekeliling, tapi dia tidak menemukan siapa pun di sana. Tika lalu langsung masuk ke dalam kamar tamu. Tidak ada siapa - siapa, kecuali Hazel yang sedang tertidur nyenyak.
"Tidak ada orang, itu arti nya orang itu sudah pergi!" Guman Tika sendirian.
Tika lalu berjalan menuju ke kamar putra nya, dia langsung membuka pintu dan dia tidak menemukan siapa pun di sana. Lalu Tika beralih ke ruang tamu, tetap tidak ada siapa pun di sana. Tapi saat Tika melihat pintu rumah nya yang terbuka lebar, dia sangat yakin bahwa orang itu sudah pergi dari rumah nya.
"Kurang ajar, rupa nya orang itu sudah pergi!" Tika mengepal kan tangan nya karena geram.
Tika lalu kembali ke kamar menemui pak Johan, pak Johan harus tahu semua ini.
"Bagai mana? Siapa orang nya?" Tanya pak Johan saat Tika sudah kembali ke kamar.
"Tidak ada siapa pun, orang itu sudah pergi. Aku yakin dia sudah melihat semua yang kita lakukan, kita harus bisa membungkam nya sebelum dia bicara pada orang lain!" Tika berkata pada pak Johan.
"Kamu benar sekali, tidak ada yang boleh tahu tentang hubungan kita!" Pak Johan pun takut jika skandal ini terbongkar di hadapan orang banyak.
Tidak ingin orang itu kembali dan membawa warga, Tika dan Pak Johan tidak lagi melanjutkan kan aktivitas panas mereka yang sempat terhenti. kedua nya segera keluar dari dalam kamar dan memilih untuk duduk di ruang tamu, agar jika ada yang datang akan melihat bahwa mereka ngobrol biasa antara menantu dan mertua.
"Apakah kau tahu siapa pelakunya?" Tanya Tika pada pak Johan.
"Tidak!" Jawab pak Johan sambil menggeleng kan kepala nya.
"Apakah selama beberap hari ini ada yang melihat kau masuk ke rumah ini?" Tika kembali bertanya.
Pak Johan tampak terdiam, dia sedang mengingat - ingat sesuatu. Tiba - tiba dia ingat bahwa Anin pernah melihat nya masuk dan keluar lewat pintu belakang rumah Atar beberapa waktu yang lalu.
"Anin, dia pernah melihat ku masuk dan keluar lewat pintu belakang, dan dia sempat bertanya kenapa aku masuk dan keluar lewat pintu belakang. Dia tampak nya curiga, dan dia tidak percaya dengan alasan ku!" Pak Johan menceritakan tentang Anin yang mencurigai diri nya.
"Anin,,, berani sekali dia. Anin tidak tahu siapa aku, dia adalah akar dari semua masalah yang terjadi. Dia telah merebut semua milik ku, dan sekarang dia berani bermain- main dengan ku, awas kau Anin!" Tika berkata sambil mengepal kan tangan nya.
"Jika memang benar Anin yang sudah mengintip kita, maka dia pasti akan bicara pada semua orang. Khusus nya Dirga, kita harus hentikan semua itu!" Pak Johan berkata pada Tika.
"Benar sekali, aku akan membuat Anin pergi dari tempat ini dan aku juga akan membuat nya dan Dirga berpisah!" Tika bertekad akan menghancurkan kehidupan Anin.
"Kamu benar sekali, kita harus menyingkirkan Anin dari tempat ini sebelum semua nya kacau!" Pak Johan setuju dengan Tika dan kini kedua nya mulai menyusun rencana untuk menyingkirkan Anin.