Akibat dari cinta satu malam membuat Nara harus merelakan masa mudanya, setelah dikeluarkan dari kampus, ternyata Nara juga di usir dari rumah oleh keluarganya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon annis13, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35
Hari ini Regan mengajak Nara pindah Rumahnya,
Rigel membantu Bundanya memasukan mainan kedalam kardus, dan beberapa barang yang ia bawa,
" sudah selesai belum kalian,,?
" udah bang, tinggal dikit lagi,, "
" oh iya Ra, barang barang kamu aku sudah masukin ke koper tadi,"
" iya bang Terima kasih ".
" kamu tidak usah bawa alat dapur Ra, disana kebetulan sudah lengkap, "
" iya bang, Nara paling bawa barang yang penting penting aja, juga milik Rigel ".
" abang gk kekantor dulu,, ".
" gak Ra, nanti saja setelah ini selesai, abang sudah izin ko sama papa,, "
"ya sudah ayo, sudah semua ini,, "
sebelum pergi Nara berpamitan ke beberapa tetangga yang dekat dengan Nara,
" kamu hati hati Ya Ra,sering sering lah main kesini, kalau kamu tidak sibuk " ucap bu Sarah,
" iya bu, Terima kasih "
" Nara dan beberapa ibu ibu berpelukan erat salam perpisahan, sebelum Nara masuk kedalam mobil,
" kami pamit ya ibu ibu " ucap Regan
Dan tidak lupa Rigel ikut bersalaman dengan mereka,
...****************...
Mereka telah sampai didepan rumah besar bak istana, berpagar sangat tinggi halaman yang sangat luas," ini Rumah apa istana " gumamnya
" wah rumah ayah yang ini besar sekali" seru Rigel yang takjub,
" tapi ko, waktu Rigel nginep, rumahnya gk besar, bukan ini" celetuknya
Regan tersenyum dan mengelus rambut putranya,
" yang Rigel nginep itu, rumah ayah juga, cuma ayah pengen tinggal disini bareng bundamu"
" Rigel mau gan tinggal disini " tanah Regan
" mau, mau banget Yah, apa lagi rumahnya besar, terus halamannya luar, Rigel bisa main bola" hebohnya
" boleh abang, terserah Rigel saja ok"..
Nara dan Rigel menjelajahi Runah Regan yang akan menjadi tempat tinggalnya, sedangkan Regan dan beberapa orang yang disuruh membatu mengakat barang barang milik Nafa dan Rigel yang di bawanya,
" Ra gimana, ada yang kurang gak di penilaian kamu, tentang Rumah ini,,?
"Rumahnya bagus Bang, "tapi apa gk terlalu kebesaran buat kita bertiga,,?
" gak Ra, ini cukup ko apa lagi nanti jika kita punya keluarga besar,, "..
" keluarga besar, keluarga kecil kali bang, kiat uma bertiga,, "
ya nanti kan kalau kamu hamil anak kedua ketiga dan seterusnya, itu artinya kan keluarga besar " Regan terkekeh geli dengan omongan sendiri,
Nara mencubit lengan Regan, " kamu yang bener aja lah bang, melahirkan emang kamu pikir gampang, satu saja sudah sakit minta ampun, ini malah minta banyak anak" sewotnya
" aduh adu, jangan di cubit Ra, "
" biarin, rasakan ini "
Malam pun tiba, Mereka segera bersiap makan malam, Nara sudah menyiapkan makan malam untuk mereka,
mereka selesai makan pun bergegas istirahat melihat hari sudah sangat malam,
...****************...
berhubungan hari ini hari minggu, Nara sengaja tidak membangunkan mereka, lelaki beda usia yang masih tertidur lelap,
mereka sudah terbangun tadi pagi, setelah sholat subuh Regan dan Rigel tidur kembali di depan TV,
Nara tersenyum tipis mengingat tadi pagi, saat Regan mengajarkan Rigel sholat subuh,
" Sudah bangun ternyata,, " Nara melihat suaminya sedang duduk tegak di sofa,
" abang mau Nara buat kan kopi hitam gak,,?
" boleh Ra, jangan pake gula ya,, "
"ok bang,, "
. *
*.
*
Regan bener bener menghabiskan waktunya bersama putranya, tidak Ragu Rigel mengajak ayahnya ke pantai,
dengan senang hati, Regan mengabulkan keinginan putranya pergi ke pantai,
Disini lah mereka sedang melakukan piknik dadakan, di pantai yang namanya terkenal di ibukota,
" ayah, Terima kasih sudah, mau mengabulkan keinginan Rigel, jalan jalan ke pantai, ".
" sama sama sayang, untuk putra ayah, semua akan ayah usahakan "
hampir satu harian mereka berada di pantai,
Rigel sejak yadi tidak ada lelahnya berlari kesan kemari kejar kejaran denga Regan, membangun istana pasir,
Setelah bermain sepuasnya Regan mengajak Rigel untuk istirahat dan makan ,
menjelang sore Nara dan Regan memutuskan pulang, namun dalam perjalanan Rigel tertidur akibat kelelahan bermain,
***
Nara mengerjakan tugas rumah sendiri, seperti , baginya itu sudah tugas istri, mengurus rumah dan anak suaminya, Nara tidak mengerjakan pelayan banyak hanya beberapa saja, bagian nyuci dan membersihkan rumah, dan tukang kebun ada juga security,
Nara pun tidak lupa mengurus dirinya sendiri, seperti pergi ke perwatan , agar dirinya tetap telihat segar meskipun mengurus rumah,
sebagai istri seorang bos, pastinya Nara akan mengikuti Regan berbagai acara, dan pertemuan bersama rekan bisnisnya, oleh karena itu Nara berusaha menjaga wajahnya dan kulit nya agar melihat glowing,
mereka saat ini berada di kantor,
"Sekertaris Nara, apakah tuan Regan sudah ada didalam,,? tanya Jerry sambil membawa sebuah undangan di tangannya dan beberapa dokumen,
" sudah, asisten Jerry, beliu baru saja masuk, " sahutnya
" baik lah, saya menemui tuan dulu,, "
" silakan asisten Jerry, "
tok tok tok
" masuk, " suara Regan terdengar dari dalam,
Asisten Jerry pun segera masuk,
" maaf tuan saya cuma mau ngantar undangan dari salah satu tekan bisnis anda,, "
" oh iya, taru saja d pojok sana Jerry,, "
" bagaimana hasil penyelidikan di perusahaan cabang Jerry,,?
" semua sudah saya hendel tuan, hampir beres seratus persen,, ".
" syukur lah, ini hampir tiga bulan, seharusnya sudah selesai sejak kemarin kemarin, "
" betul tuan, tapi karena orang-orang di sana sangat keras kepala sehingga memerlukan beberapa waktu untuk menyelesaikan nya, " jelas nya
" baiklah Jerry, kamu boleh keluar, "
" baik tuan, saya undur diri "
selepas kepergian Asisten Jerry, Regan mengambil sebuah undangan hang di berikan asisten Jerry,
ia membuka, " baiklah aku akan menyuruh Nara ikut menemani akau, dan sekalian mengenalkannya ke merka jika dirinya punya istri cantik,," tidak seperti mereka yang dj bawa bukan istri melainkan sekertaris plesnya,,
Regan kekur dari ruangannya menuju meja milik Nara,.
" Ra, aku mendapatkan undangan, kamu nanti ikut ya, temenin akau,, "
" undangan apa bang, kemana,,?
" ke salah satu tekan bisnis aku, "
" baiklah, kalau gitu boleh tidak aku, pulang cepat,mau kesalon, ".
" iya boleh sayang,, ".
Nara tersenyum malu, mendengar ucapan suaminya,
" aku mau sekalian ngajak Rini, kebetulan aku sudah ada janji sama dia, "
" terserah kamu ya Ra, asalkan jangan sama laki laki saja " cetus nya
" ye, ya gak lah Bang, ya udh kalau gitu sama abang aja gimna, ?
" abang lagi banyak kerjaan" setelah mengucapkan itu Regan berlalu pergi meninggalkan Nara,
Nara segera mengirim pesan ke Rini,
" Rini, aku sudah izin ke Bang Regan, nanti kita ke salon tempat biasa ya,, "
" oke Ra, aku tunggu, " balasannya, "
Nara pun kembali fokus mengerjakan pekerjaan nya,
Tidak terasa waktu istirahat tiba,
Nara pergi kekantin, bersama dengan teman temannya meski sudah tak satu devisi, tapi mereka tetap bersama, bahkan makan pun bersama di kantin kantor atau di luar fi cafetaria terdekat dengan kantor mereka,