#Ruang Ajaib # fantasi wanita # romansa pedesaan
Song Xinglan tidak sengaja menemukan batu Giok Permata Rubi, dia tidak menyangka batu tersebut yang membawanya pindah ke zaman lain yang tidak ada dalam sejarah, zaman yang serba kekurangan dan miskin dengan sumber makanan, dan dia menjadi putri bungsu di keluarga Song.
•
•
•
•
"Hah... banyak sekali kekayaan di sini, apakah masyarakat disini tidak mengetahuinya!" Gumam Song Xinglan sambil melihat sekelilingnya dengan mata berbinar...!!!
"Ini bukan daerah miskin tapi daerah kaya dengan sumber daya! Karena aku sudah disini, keluarga song akan jaya di tanganku!." Gumamnya lagi.
Ya sekarang Song Xinglang berada di pegunungan, tadinya dia ingin mencari peruntungan untuk mengisi perutnya yang lapar, setelah tiba di pegunungan mata sangat berbinar melihat tumbuhan begitu banyak disana yang bisa di makan..
.
.
.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jasmine Oke, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9. Song Xing Lan Datang
"Iya benar, bukankah mereka berteman baik selama ini, mungkin ada yang iri dengan pertemanan mereka." Ucap salah satu para warga, juga kasihan melihat Li Yunru.
song Xinglan mendengar pembelaan warga kepada Li Yunru hanya tersenyum, "taktik yang bagus mengambil simpati warga, kamu memang licik Li Yunru." gumamnya, lalu ia memanggil Nainai nya.
"Nainai,..." panggil Song Xinglan ia mendekati nenek dengan perlahan, senyumannya dari tadi tidak pernah pudar, ia tersenyum kepada semua warga yang ia lewati, saat mendekati nenek nya.
"Lan Lan kamu sudah bangun, kenapa kemari masuklah biaran nainai dan ibumu yang bereskan mereka." Ucap Jing Meiru dengan lembut keganasan nya tadi lenyap begitu saja ketika melihat cucu kesayangannya.
"Lan lan benar apa yang dikatakan nainaimu, masuklah kembali tibuhmu dan kakimu masih perlu istirahat, karena terjatuh dari tebing yang tinggi." Ucap Li Roulan dengan sedih ia menghampiri putrinya, lalu mengelus rambutnya.
"Kasihan putriku, dia begitu baik tetapi orang lain tidak menghargai kebaikannya." Ucapnya lagi, Song Xinglan hanya tersenyum lembut hatinya terharu melihat perlindungan keluarga untuknya, yang selama ini tidak pernah ia dapatkan.
"Ibu, nainai, bibi duduk lah terlebih dahulu." Ucap song Xinglan ia mengambil sapu di tangan nenek nya, tetapi sapu itu di pegang sangat erat oleh Jing Meiru ia tidak mau melepaskannya, ia masih ingin menghajar dua wanita itu pikirnya
"Nainai, aku tidak ingin kamu kelelahan duduklah lebih dahulu." Ucap Song Xinglan sambil mengedipkan matanya, Jing Meiru tersenyum baru ia melepaskan pegangannya sapunya.
Setelah itu mereka duduk sambil menghirup udara untuk memasok kembali kedalam tubuh mereka.
Li Yunru yang melihat Song Xinglan ia senang luar biasa, penyelamatnya sudah datang pikirnya, ia menghampiri Song Xinglan.
"Lan lan apa kamu baik-baik saja, ku dengar kamu jatuh dari tebing, oya jangan dengar informasi dari luar yang tidak bisa dipercaya mereka hanya iri melihat kedekatan kita, dan ingin memecah belah kita." Ucapnya dengan derai air mata, warga lain juga setuju apa yang dia katakan, melihat air mata Li Yunru mereka juga iba.
"Bantulah ibumu untuk bangun, untuk apa lagi dia terbaring disana, nainaiku tidak memukulnya dengan kuat, dengan ukuran tenaga lebih kuat tenaga ibumu dari pada nainaiku!."
Song Xinglan tidak menjawab pertanyaan dari Li Yunru justru dia meminta Li Yunru untuk membantu ibunya, dari ingatan yang dia lihat Li Yunru tidak menyukai ibu nya sendiri,
tapi kali ini Song Xinglan yakin Li Yunru ibunya untuk mendapat reputasi baik dari warga.
Benar saja, Li Yunru membantu ibu dengan kesal, ia sedikit bingung apa terjadi dengan song Xinglan, biasa jika dia menangis seperti itu song xinglan pasti membelanya lebih dahulu, ia mengepalkan jari-jari nya dengan kesal,
Warga lain tidak melihat kekesalan nya, beda dengan song xinglan ia melihatnya dengan jelas, song Xinglan hanya tersenyum sedikit. Lalu ia juga menghampiri Li Qin dn bertanya padanya.
"Bibi kamu melakukan pertunjukan kepada siapa, kepada warga supaya mereka mengira bahwa keluarga kami menindas keluargamu, semua orang disini juga tahu berapa umur nainaiku, dengan umurnya begitu tidak mungkinkan pukulan begitu kuat." Ucap Song Xinglan dengan lembut, senyuman masih ada dibibirnya.
Warga desa juga mulai berpikir sekarang, benar juga apa yang dikatakan song Xinglan, lalu mengapa Li Qin seperti orang mau mati, saat dipukul Jing Meiru.
"Apa mungkin dia pura-pura, ah tidak benar ini." Ucap salah warga dengan jelas sehingga semua mendengarnya.
"Aku tidak pura-pura pukulan wanita tua itu memang kuat membuat aku mati saja." Marah Li Qin ia ingin menerjang warga yang berbicara itu,
saat ia berlari kearah warga pertengahan jalan langkah terhenti karena panggilan song xinglan.
"Bibi kamu berlari kencang, bukan kamu tidak bisa berdiri karena pukulan nainaiku." Jawab song Xinglan santai,
Warga lainnya juga setuju, kecurigaan dipikiran mereka semakin kuat.
"Kau... !" Ucap li Qin dia terhenti karena di potong sekali lagi oleh Song Xinglan.
"Bibi untuk apa kamu marah! Atau jangan-jangan apa yang aku katakan benar ya? Jika tidak benar buat apa kamu marah?." Ucap Song Xinglan lagi.
Li Yunru melihat ibunya juga kesal, dan tambah kesal lagi mengapa song xinglan sekarang sangat pandai bersilat lidah, dengan melihati senyuman song xinglan ia semakin marah.
"Mengapa dia tidak mati saja disana, seharus aku yang berdiri di keluarga song, aku ingin sekali menghancurkan wajahnya itu, mengapa dia tambah cantik." Gumamnya dengan marah ia mengepalkan tangannya, saat warga melihat ia memperlihatkan senyuman palsunya.
"Lan lan apa yang kamu bicarakan, kamu tahu kan bagaimana sifat ibuku dia memang suka marah, dengan siapapun, jangan ambil hati!." Ucapnya lembut ia ingin menghilang rasa curiga lebih dahulu.
"Ah, iya aku lupa ibumu memang seperti itu, ingin menang sendiri dan memiliki apa yang harus jadi milik orang lain." Balas song Xinglan setuju apa di katakan Li Yunru, senyuman terbit dari bibir li Yunru.
"Aku pernah dengar sebuat kata buah kalau jatuh tidak jauh dari pohonnya." Ucapnya lagi santai kepada Li Yunru, senyuman Li Yunru kembali hilang mendengar ucapan Song Xinglan.
"Apa maksudmu kau menuduhku!" Ucapnya dengan marah, karena emosi dia hilang kendali kelembutan selama ini hilang, song xinglan tersenyum manis.
"Yunru mengapa kau marah padaku, seperti ingin membunuhku saja, aku hanya berbicara apa yang pernah aku dengar, mengapa kamu marah seperti itu, seperti ingin membunuhku! Yunru aa..ku dekat denganmu, apa salahku." Ucap Song Xinglan sedih ia menjauh dari Li Yunru menuju kepada warga lain, air matanya jatuh.
"Mengapa nasibku begitu malang, padahal aku sudah berusaha baik kepada semuanya termasuk kamu Yunru aku memberikan segalanya, mengapa kamu ingin membunuh.." ucapnya dengan sedih.
Warga lain juga kasihan melihat Song Xinglan, mereka juga tahu kebaikan Song Xinglan kepada Li Yunru.
"Li Yunru mengapa kamu marah seperti itu, kalau kamu seperti ini kamu terlihat seperti ibumu." Ucap salah satu warga dengan keras.
Baru Li Yunru sadar apa ya g dia lakukan, karena karena emosi dan iri ia tidak bisa menahan diri, memperlihatkan sisi gelapnya.
"Lan Lan maaf bukan maksudku menakutimu aku tidak sengaja." Ucapnya kembali melembutan suaranya, ia berjalan ke arah song Xinglan, tetapi song xinglan melangkah mundur semakin dekat dengan warga.
°°°°
Bersambung...!!!
°
°
°
《Mohon dukungan dan sarannya ya teman-teman!!! Jangan lupa like, komen dan vote karena satu komentar dari teman-teman adalah dukungan yang sangat berarti untuk author juga untuk penyemangat author!!》
♡Terimakasih😊
pasti auto kabur.....😁