NovelToon NovelToon
Pria Titisan Raja

Pria Titisan Raja

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Penyelamat / Diam-Diam Cinta
Popularitas:62.5k
Nilai: 5
Nama Author: Fernanda Syafira

Kalandra Wiranata adalah seorang Petugas Pemadam Kebakaran yang bertugas di sebuah Kota kecil.
Kota tempat tinggalnya itu terletak cukup strategis karena tepat berada di tengah - tengah dari lima Kabupaten di Provinsi itu.
Karena tempatnya yang strategis, Timnya kerap kali di perbantukan di luar dari Kotanya.
Timnya, bukan hanya sekedar rekan kerja. Mereka sudah seperti keluarga kedua yang di miliki oleh Kalandra.
Karna sebuah kejadian, Kalandra pun di pertemukan dengan seorang wanita yang ternyata merupakan jodohnya.
Selain perjalanan karir dan cinta, ada sebuah rahasia yang akhirnya terungkap setelah selama ini selalu membuatnya penasaran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27. Kebetulan.

"Kapt! Kapten!" Seru rekan - rekannya dengan panik.

Dua orang yang memakai pakaian lengkap seperti Kalandra, langsung menghampiri untuk menolong.

Sementara itu, di bawah reruntuhan atap yang terbakar, Kalandra tertegun. Tak ada satupun puing atap atau api yang menyentuh tubuhnya. Seperti ada lingkaran tak kasat mata yang melindungi mereka.

"Raja, kah?" Lirih Kalandra.

Waktu seolah berhenti. Ini adalah kali pertama ia melihat langsung perlindungan yang ia terima setelah menyadari tentang Raja.

Ia kemudian melihat anak yang berada di gendongannya. Anak yang ia balut dengan kain basah itu, tampak baik - baik saja.

Tak membuang waktu, Kalandra kembali berjalan menembus atap reruntuhan yang seolah menyingkir dengan sendirinya karena lingkaran itu masih melindunginya.

Beberapa rekannya yang hendak menolong pun kaget melihat Kalandra yang keluar dari reruntuhan itu dengan mudah. Mereka tertegun sesaat sebelum ikut berlari bersama Kalandra.

Braak... Brrraaakk... Braaak!

Suara atap runtuh terdengar di belakang mereka. Mereka seolah sedang di kejar atap bangunan yang runtuh satu - persatu karena si Jago Merah.

"Kapt, gak apa - apa, Kapt?" Tanya Oji yang langsung menghampiri saat melihat Kalandra berlari ke arah ambulans.

"Gak apa - apa." Jawab Kalandra dengan tenang. Ia kemudian kembali membantu anggota yang kewalahan menangani api.

Setelah tiga jam bertarung dengan kobaran api, akhirnya mereka berhasil memadamkan api yang berkobar besar itu.

Kalandra melepas pakaian anti panasnya lalu menyiramkan tubuhnya dengan air yang keluar dari keran mobil.

"Ji, coba tolong lihat tengkukku. Kok rasanya perih." Keluh Kalandra.

"Luka bakar ini, Kal! Kok kamu bisa gak kerasa?" Omel Oji.

"Emang parah? Pantes aja kok perih." Kata Kalandra sambil meringis.

"Dasar anak setres!" Kata Oji sambil menoyor kepala Kalandra.

"Lihat nih! Baju tahan api aja sampe bolong gini!" Imbuh Oji sambil menunjukkan lubang di pakaian yang tadi di pakai Kalandra.

"Cepet di obatin, Kal! Kok malah diem aja disini. Lumayan tuh, lukanya. Mana ambulans udah gak ada." Imbuh Wildan yang juga khawatir.

"Yaudah, nanti aja. Sekalian kita balik ke Markas." Jawab Kalandra.

"Gak bisa! Nanti yang ada malah makin parah." Sergah Oji.

"Bro! Kita tinggal gak apa - apa, kan? Mau anter Kapten ke Rumah Sakit." Kata Oji pada rekan - rekannya.

"Kapten kenapa? Kapten luka?"

"Iya. Ada luka bakar di tengkuknya itu, sampe ke pundak kanan." Jawab Oji.

"Oke! Tinggal aja, Bro. Aman kok, cukup pake dua mobil."

Oji bersama Kalandra, Wildan dan seorang driver mobil Damkar segera beranjak dan pergi ke Rumah Sakit dini hari itu. Mereka mencari Rumah Sakit terdekat dari sana.

Begitu sampai di Rumah Sakit, Kalandra langsung di bawa ke IGD. Mereka yang datang masih dengan memakai seragam pemadam, tentu menarik perhatian orang - orang yang ada di IGD.

"Ada yang bisa kami bantu, Mas?" Tanya salah seorang perawat.

"Tolong ini, teman saya kena luka bakar." Kata Oji.

"Di bagian yang mana?" Tanya perawat.

"Tengkuk." Jawab Kalandra.

"Abang!"

Semua orang langsung melihat ke arah gadis yang membuka tirai IGD. Gadis itu sedang duduk di ranjang IGD dengan jarum infus yang menancap di tangannya. Ia tentu sangat mengenal suara Kalandra hingga sekonyong - konyong membuka tirai pembatas itu.

Mendengar suara yang juga sangat akrab dengannya, Kalandra yang tidur dengan posisi tengkurap itu pun langsung menoleh.

"Nana? Kamu ngapain di sini?" Tanya Kalandra yang tak kalah terkejutnya melihat Naina yang ternyata ada di sebelahnya.

"Istirahat." Jawab Naina.

"Pantes aja aku telfon nomor Abang gak aktif." Imbuh Naina kemudian.

"Kamu sakit? Kamu sama siapa ke sini? Kok gak bilang sama Abang? Ayah sama Bunda lagi di Luar Kota, kan?" Cicit Kalandra saat melihat wajah pucat Naina.

Oji, Wildan dan perawat yang bersama mereka pun sampai bengong melihat Kalandra dan Naina yang ternyata saling mengenal.

"Mbak Nana sama aku, Bang." Jawab Nadi, adik pertama Naina.

"Oh, syukurlah, Abang kira dia sendiri." Kata Kalandra sambil mengusap dadanya.

"Kita obati lukanya dulu ya, Mas." Kata Dokter kemudian.

"Jangan di tutup, Di." Pinta Naina sambil memandangi Kalandra yang sedang di obati.

Sesekali, pria itu mengerang dan menggenggam tangannya sendiri dengan erat untuk menahan rasa sakit hingga buku - buku jarinya memutih.

"Sakit ya, Bang?" Tanya Naina. Suaranya lirih namun penuh kekhawatiran. Entah bagaimana bisa terjadi kebetulan yang seperti ini.

Oji, Wildan dan Nadi yang melihat pun sampai ikut meringis seolah merasakan sakit yang sama. Mereka sama - sama menghembuskan nafas lega saat Dokter selesai mengobati luka Kalandra.

"Lukanya sudah di obati. Tidak perlu rawat inap, tapi tolong lukanya di obati dengan benar agar tidak infeksi. Nanti saya resepkan obat dan silahkan di tebus di Apotek. Jika ada keluhan lain di lukanya, segera datang ke Rumah Sakit ya, Mas." Ujar Dokter.

"Baik, terima kasih, Dok." Ucap Kalandra.

"Mbak yang waktu itu di selametin sama Kalandra di Gunung, kan?" Tanya Oji.

"Iya." Jawabnya dengan lirih.

"Dia pacarnya Bang Kalandra." Kata Nadi yang menyembulkan kepalanya dari balik tirai.

"Ha!" Suara Oji dan Wildan hampir bersamaan ketika Nadi memberi tau. Sementara Kalandra hanya bisa geleng - geleng kepala melihat kejahilan Nadi.

"Nadi! Mulutnya ember banget." Omel Naina yang membuat adiknya itu meringis.

"Jadi ini pacarmu, Kal?" Tanya Oji yang di jawab anggukan oleh Kalandra.

"Ah! Kenapa gak bilang dari dulu? Perasaan waktu kita bahas Mbaknya ini pas ngurus sarang tawon di Universitas, kamu biasa aja." Cicit Oji yang hanya di jawab senyuman oleh Kalandra.

Namun, pria itu segera menghampiri Naina setelah memakai kembali kaos oblongnya.

"Kamu kenapa bisa ada di sini, Na? Perasaan tadi siang baik - baik aja." Tanya Kalandra.

"Mbak Nana bandel, Bang. Di bilang jangan makan manggis banyak - banyak, dia ngeyel. Kambuh deh itu asam lambungnya." Jawab Nadi.

Kalandra pun hanya bisa menghela nafas berat. Ia lalu mengusap kepala Naina dengan lembut.

"Jangan makan sembarangan, Na. Kalau gini kan, kamu susah juga." Kata Kalandra yang di jawab anggukan oleh Naina.

"Kal! Kita ambil obatmu dulu, ya." Pamit Oji dan Wildan.

"Abang gak ke Markas?" Tanya Naina.

"Ck! Abang gak tega ninggalin kamu kayak gini." Jawab Kalandra yang jadi dilema.

"Aku gak apa - apa, ada Nadi. Abang istirahat dulu aja. Abang kan harus nulis laporan juga." Kata Naina yang sudah paham dengan tugas Kalandra.

"Ayah sama Bunda, kapan pulang?" Tanya Kalandra.

"Mungkin besok siang baru bisa sampe. Ayah dan Bunda dapet tiket kereta pagi." Jawab Nadi.

"Abang titip Mbak Nana ya, Di. In Syaa Allah, sehabis subuh, Abang ke sini lagi. Abang kerjakan dulu pekerjaan Abang sebentar." Pinta Kalandra.

"Tenang aja, Bang. Memang udah tugasku jagain Mbakku satu - satunya yang suka ngeyel kalo di bilangin." Jawab Nadi setengah menyindir Mbaknya yang berbeda usia dua tahun dengannya itu.

Kalandra pun tersenyum, ia kemudian berpamitan setelah Oji dan Wildan selesai menebus obatnya.

"Abang tinggal dulu ya, Sayang. Secepatnya nanti Abang ke sini." Pamit Kalandra yang di jawab anggukan oleh Naina.

1
Esther
Naina gak bisa ngambek lama2 sama Kalandra
Yoyoh Dariyah
lanjut thor 👍 ceritanya
Jack Strom
Sepertinya ceritanya cukup menarik nih, jejaknya saja tertinggal... 😁
Ridwani
👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Atik Kiswati
cowok emang gt....gk mau org yg disayang kwatir tapi mlh jadi mslh krn sifat cewek yg kebalikannya ama sifat cowok....jd serba slh kan.....🤣
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
bener sih omongannya. pake tarik ulur lg. buat kerugian aja. mana buat macet pula 🤣🤣
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
ditunjukin khodamnya malah terkencing2
Mulyani Asti
hayooolooo marah kan naina nya 😂wes angel...angel wkwkwk🤣🤣🤣aku team kompor meleduk
Yoyoh Dariyah
hadeueuh mulai ngambek nih 🤭
Ika Shanti Budipertiwi
naina lagi mode pms 🤭
Esther
begitulah wanita Kal😂
Santi
nah kan wanita selalu benar abang🤣
Ayunda
bang kal mknya ap2 CRT biar g manyun tuh calon istri
Ita Xiaomi
Alhamdulillah Tante Ani sekeluarga selamat. Berharap rumahnya ndak rusak parah.
Ita Xiaomi
Tuh kan makanya jgn suka nak aneh-aneh, jd dilihatkan yg aneh jg kan.
Yuliana Tunru
mantu dan.pacar idaman mmg kalandra ..karya2 mu mmg 👍 thorr tokih2 x baik budi dan lenyayang cerita x ringan tp bikin kangrn kaya cerita bopo banyu alas dah brp judul msh z syukaaaa
Esther
Bang Kalandra pesona nya smkn bertambah saat sedang beraksi ya Naina😃
Atik Kiswati
lnjt.....
M H
gasss lanjut terus thorr
Mulyani Asti
lemparin aja lah bang kal.tuman🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!