☞☞☞Memiliki suami karena sebuah perjodohan tidaklah mudah. Terlebih suamiku tidak mencintaiku dan masih mencintai mantannya.
Menjalin hubungan terpaksa dengan orang yang asing bagiku, membuatku ingin hampir menyerah.
Terlebih ia adalah laki-laki pertama bagiku. Karena sebelumnya aku tidak pernah menjalin hubungan dengan seorang laki-laki.
✏🌷💃Ini merupakan novel keduaku. Semoga kalian suka. Terus dukung karyaku dengan like komen dan votenya ya. Mengandung unsur dewasa jadi mohon bijak dalam berkomentar🤗💃*
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nieyha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KEBERSAMAAN
Please, like komen dan votenya dulu ya sebelum lanjut baca. Semoga kita selalu sukses dalam berkarya 🤗🤗🤗🤗
**********
Kevin bingung dengan apa yang harus dibicarakan ketika menarik tangan Amanda tadi dan mengajaknya pergi. Saat ini mereka berdua sedang duduk berdua di kursi depan rumah.
Sikap Amanda yang selalu acuh terhadapnya membuat Kevin berasumsi Amanda memang malas dengannya apalagi menyukainya.
"Apa tujuan Lo bawa Gue kesini?", ucap Amanda yang lebih dulu bertanya pada Kevin. Sontak membuat Kevin senang karena Amanda mau berbicara dengannya meskipun pertanyaannya tidak sesuai dengan yang diharapkan.
"Ehm...anu...ehm", entah mengapa lidah Kevin seakan sulit untuk berbicara.
"Kalau jawaban Lo seperti itu lebih baik Gue kembali ke dalam menyusul Kak Lia dan Kak Leon", Amanda memberi ancaman.
"Jangan!", tangannya refleks memegang tangan Amanda. Namun dengan segera Amanda menepisnya.
"Maaf, Gue hanya refleks saja. Jangan kembali kepada mereka. Biarlah mereka bicara berdua. Dengan begitu mereka akan saling mengenal satu sama lain", ucapan Kevin yang tiba-tiba kembali lancar.
Amanda hanya terdiam. Sambil mendengarkan apa yang Kevin katakan.
"Gue tahu, pasti Lo malas ketemu Gue disini. Terlebih tahu kalau Gue adiknya Kak Lia. Calon kakak ipar Lo. Gue mohon jangan terus menghindar dari Gue", Kevin berucap sesuai apa yang dirasakannya.
"Gue minta maaf kalau sikap Gue banyak nyakitin Lo", Amanda akhirnya mau meminta maaf. Walaupun dalam hatinya sakit. Selama ini ia lakukan dengan terpaksa.
"Sudahlah jangan dipikirkan. Mulai saat ini kita berteman ya", Kevin sudah pasrah. Mungkin dengan terus mengejarnya hanya akan membuat Amanda semakin membenci dan menjauhinya.
Amanda mengangguk. Biarkan begini dulu hubungannya dengan Kevin. Paling tidak hubungannya satu langkah lebih baik dari sebelumnya.
Walau berat sejujurnya bagi Amanda. Karena dalam hatinya ia juga sangat mencintai Kevin. Dan berharap Kevin bisa menjadi kekasihnya bukan sahabatnya.
Namun apalah daya. Kakaknya selalu melarangnya untuk berpacaran. Mau tidak mau ia harus menuruti kakaknya. Karena selama ini kakaknyalah yang selalu ada untuknya menggantikan peran ibunya yang sudah tiada ketika ia berumur tiga tahun.
"Sayang, ternyata kalian disini. Ayo kita makan. Kakakmu dan Papa sudah menunggu di ruang makan", mama Kirana datang memecah kesunyian di antara keduanya.
Mereka berdiri kemudian berjalan mengikuti mama Kirana.
"Ayo Amanda duduk sini", Lia menyuruh duduk disampingnya. Menempatkannya dikursi tengah. Kebetulan berjajar tiga kursi baru terisi dirinya dan Leon. Dengan hadirnya Amanda bisa menjadikan pembatas antara dia dan Leon.
"Bukankah itu sangat licik thor?"
Author: Ya nggaklah, kamu nggak tahu sih gimana rasanya kalau dipaksa dekat dengan orang yang kita nggak suka😎". sekian.
"Mari silahkan dimakan! Istri saya sendiri dan Lia yang memasaknya", papa Xander mempersilahkan dengan sedikit membanggakan anak dan istrinya.
"Baiklah. Aku senang mendengarnya. Ternyata anak pertamamu mewarisi keahlian mamanya dalam hal memasak", ucap Tuan Jeremy.
Mereka akhirnya makan. Mengambil nasi beserta lauk pauk secara bergantian. Ketika Lia hendak mengambil daging, tidak sengaja bersamaan dengan tangan Leon yang juga akan mengambilnya.
"Lebih baik kamu duluan", ucap Lia.
"Tidak kamu duluan saja", ucap Leon.
"Biar aku saja yang mengambilkan Kak", akhirnya Amanda menengahi keduanya. Ia mengambilkan daging keduanya di piring masing-masing.
Kedua orang tua mereka hanya tersenyum melihat tingkah Lia dan Leon. Pasangan sangat serasi menurutnya.
mending sama aku saja bang...