NovelToon NovelToon
Tak Ada Lagi Kesempatan

Tak Ada Lagi Kesempatan

Status: tamat
Genre:Berbaikan / Tamat
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: Alrumi

"Ketika undangan wisuda ku tak kamu hadiri, maka ku harap undangan pernikahan ku nanti akan kamu hadiri bersama keluargamu."

Kalimat yang begitu membekas di hati dan pikiran Rizal kala ia melakukan kesalahan karena lagi dan lagi ia membohongi Claudia.

Perempuan yang kerap kali iya bohongi dalam keseharian nya, memberikan perhatian, ungkapan cinta, dan harapan untuk kedepannya.

Nyatanya hal itu adalah sebuah kebohongan yang menjadi kebiasaan Rizal selama ini. Namun, semua berubah setelah Claudia menyadari bahwa selama ini ia melakukan kesalahan terbesar karena terpengaruh dengan setiap kata yang Rizal ucapan kepadanya.

Hal tak terduga kini terjadi pada Rizal pelaku utama yang memerankan peran kebohongan yang begitu dalam sampai dua tahun lamanya seorang Claudia baru sadar bahwa selama ini ia hanya dijadikan mainan oleh Rizal.


Yuk ikuti ceritanya, jika kalian penasaran tentang yang akan terjadi pada Rizal dan Claudia selanjutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alrumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tak Mau Berharap Banyak

Ketika handphone miliknya telah terisi baterai yang penuh. Ia kemudian mulai menyalakan data handphone miliknya. Di sana belum ada notif dari Rijal, Claudia pun kembali melihat vidio dari handphone miliknya.

Sekitar jam dua belas siang, barulah Claudia menyudahi nonton video nya. Di sana ia mulai melihat chat di aplikasi putih dan benar saja kecurigaan nya itu.

Rijal tak menjawab chat yang ia kirim tetapi ia malah aktif di aplikasi putih. Di sana Claudia merasa kecewa, yang dimana ia chat dari sebelum subuh dan belum sama sekali di jawab oleh Rijal.

Melainkan ia semakin kesal saat mengetahui bahwa Rijal malah aktif di aplikasi putih dua jam sebelum nya.

Rasanya saat itu Claudia benar-benar tak habis pikir dengan tingkah Rijal. Apalagi saat Rijal menjawab chat nya sekitar jam setengah dua.

Saat itu juga Claudia mulai mematikan handphone miliknya. Kenapa ia melakukan itu, karean rasa kecewa yang sulit untuk ia jelaskan. Tapi hal itu yang ia rasakan kala itu.

Apalagi Rijal hanya menjawab ucapan darinya saja tanpa minta maaf sebagai basa basi ketika ia telah menjawab chatnya.

Di sana ia hanya menjawab chat Claudia. Hal itu lah yang akhirnya Claudia putuskan untuk mematikan saja data handphone miliknya dan ia mulai melakukan aktivitas nyatanya di rumah.

Beberapa jam berlalu Rijal pun mulai menunggu chat jawaban yang ia kirim untuk Claudia.

"Ck... barusan dia aktif, tapi pas aku jawab chatnya kenapa dia malah offline. Hem..." ucap Rijal di dalam hatinya.

Dua jam Rijal menunggu chatnya ysng tak kunjung di jawab oleh Claudia. Ia yang menunggu sambil main game pun, akhirnya mulai merasa ngantuk dan tak lama setelah itu.

Rijal mulai menyimpan handphone miliknya dan lambat laun matanya mulai tertutup. Setelah itu, Rijal pun mulai tidur.

Sementara Claudia seperti biasa, ia tentu saja akan ada sodara nya ke rumah. Walau di bulan puasa, sodara nya tetap ada di rumahnya.

Sampai tak terasa waktu berbuka pun telah tiba. Claudia yang belum sama sekali melihat handphone miliknya, kini mulai teringat.

"Em... handphone aku tadi aku simpan dimana ya, lupa lagi. Em... sebentar... kalau nggak salah tadi aku simpan di kamar deh. Aku liat dulu aja deh ada atau nggak handphone nya di kamar." ucap Claudia pada dirinya sendiri.

Setelah itu, ia mulai melihat ke kamarnya, ada atau tidak handphone miliknya itu dan ternyata handphone miliknya pun memang ada di sana.

Ia yang awalnya ingin langsung menyalakan data kembali, ia urungkan lagi dan setelah ia memastikan handphone miliknya ada di kamar. Ia justru kembali keluar dari kamarnya dan ikut bergabung lagi bersama keluarga nya.

Sekitar jam delapan malam, barulah ia mengaktifkan kembali data handphone miliknya.

Ia kemudian melihat notif Rijal masih sama seperti notif yang Rijal kirim siang tadi.

Claudia pun kemudian hanya melihat chat itu tanpa dijawab sama sekali.

Sekitar satu atau dua menit, Claudia langsung menerima chat dari Rijal.

"Kenapa di read aja?" ucap Rijal saat chatnya tak di jawab oleh Claudia.

"Pikir aja sendiri kenapa, nggak usah tanya." ucap Claudia dengan mood yang kurang baik.

Bayangkan saja jawaban Rijal tadi siang bukannya membuat Claudia mood untuk menjawab, melainkan enggan untuk menjawab.

Karena hampir seharian penuh Rijal baru jawab chatnya dan yang paling parah lagi, ia tak mengucapkan maaf atau yang lainnya. Apalagi saat Claudia tahu bahwa Rijal di aplikasi putih aktif sementara chatnya tak di jawab sama sekali.

Bukannya jika salah satu aktif, itu artinya chat darinya pun juga pasti telah di terima oleh Rijal bukan? tapi Rijal malah seolah-olah tak tahu akan chat itu.

Sungguh miris bukan, tapi Claudia tetap saja memaafkan Rijal walau Rijal terus membuatnya kesal.

Ntahlah ia mungkin terlanjur lelah jika harus menjelaskan hal ini terus menerus, tetapi ujungnya tetap saja tak bisa di perbaiki.

Ternyata memang benar ya ketika kejadian hal ini atau Rijal melakukan kesalahan. Claudia selalu mendapat kata-kata yang tentunya hampir sama dengan apa yang ia alami kala itu.

Ntah itu di aplikasi pink, putih atau bahkan hijau. Semuanya benar-benar suatu rangkaian kata yang seolah-olah seperti jawaban sejak dulu yang sering allah jawab tentang apa yang ia rasakan dan apa yang ia pikirkan.

Allah langsung menjawab semuanya dan membuat Claudia akhirnya bisa merasakan setiap kata tersebut setelah ia menyerah dan tak mau berharap banyak tentang sikap Rijal yang mungkin akan berubah.

Yang di mana kata itu adalah salah satunya "Kamu tidak akan bisa merubah sifat laki-laki sebelum dia yang ingin mau berubah. Karena ujungnya akan sia-sia jika kamu paksa mereka akan hal itu."

"Seseorang yang menyukai kamu akan merubah sikap nya, jika memang sikapnya bisa membuat kamu terluka. Namun jika kamu tak menemui hal itu dalam dirinya. Maka kamu harus sadar, jika dia tak benar-benar menyukaimu."

"Jangan terlalu percaya jika dia sudah sering berbohong padamu. Maka tentu saja dia juga akan terus berbohong padamu."

Kata-kata tersebut hanya sebagian kecil yang sering muncul. Namun dari semua itu bisa di simpulkan sendiri jika kala itu Claudia sadar lebih awal.

Mungkin harapannya tak terlalu tinggi, tapi ia tetap bersyukur Allah menyadarkan diri nya bahwa ia begitu berharga jika harus bertahan dengan orang seperti itu.

Karena selama tidak chat dengan Rijal, ntahlah ini ujian atau apa tapi yang jelas. Cowok-cowok di masa lalu nya pasti ada yang chat dirinya.

Sebenernya cowok-cowok itu bukan pacar Claudia. Tapi hanya sekedar chat dan anehnya mereka selalu chat Claudia. Jujur di sana Claudia sempat bingung dengan mereka.

Apa yang sebenarnya mereka inginkan, kenapa mereka selalu kembali di saat ia sedang tak baik-baik saja dengan Rijal.

Lalu anehnya cowok tersebut beragam. Ada yang sama seperti Rijal hanya ingin menjadikan dirinya pacar walau mereka tau Claudia nggak mau pacaran.

Tetapi ada juga yang ingin datang ke rumah dan ingin melamar Claudia. Tentu saja Claudia bukan orang bodoh yang langsung percaya dengan kata-kata itu.

Karena ia paham kata-kata tanpa tindakan itu, tentunya sulit untuk ia percayai. Apalagi mereka chat hanya saat cowok itu mengatakan itu saja dan chat nya tak berlangsung lama.

Melainkan hanya paling lama tiga hari. Setelah itu, empat hari kemudian. Rijal chat lagi Claudia. Di sana chat berlangsung seperti biasa nya. Tak banyak hal yang Claudia pikirkan.

Karena ia tau jika ia terus menghindar pun, Rijal pasti akan terus mengirim chat pada nya. Sehingga ia pun menjawab saja chat dari Rijal itu.

Bersambung...

1
falea sezi
MC oon
falea sezi
cewek oon
Rahmat Hidayatullah: jaga bicaramu
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!