Lahirlah seorang anak bernama Tatsuya Ryuzhaki dari keluarga miskin di pinggiran kota yang selalu disebut para rendahan. Orang tua Tatsuya adalah orang yang terdaftar di akademi VIOLET yang terkenal dengan sebutan PEMBERSIHAN PORTAL. Akademi VIOLET adalah salah satu nama dari akademi yang ada di seluruh dunia.
Tatsuya memiliki teman masa kecil yang bernama Mikha Aerin yang sangat berharga untuk hidupnya. Dia adalah teman pertama yang didapatkan ketika dia beruasia 6 tahun dan mereka telah membuat janji untuk saling melindungi di masa depan.
Tatsuya Ryuzhaki mempunyai harapan besar untuk menjadi seorang pasukan yang menempati kedudukan tertinggi di dunia, menjadi terkenal, mempunyai status di hadapan publik, dan di kagumi oleh semua orang yang ada di penjuru dunia.
Apakah janji tersebut akan sesuai dengan harapnnya dimasa depan nanti?
Apakah dia akan berhasil melalui semua tantangan yang akan dihadapinya?
Apakah dia sanggup mencapai status level tertinggi di dunia?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ligar Cahyadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#27 Monsters Yang Membunuh Orang Tua Tatsuya
Tatasuya, Tasya dan Muzan mulai menyerang semua monster yang ada di hadapan mereka.
"Sword" ucap Muzan.
"Whooosss"
"Blaasshh.. Blaashhh.."
"Creeettt"
"Bruukk"
"Huufff.. ffuuuhhhh. Ciihhh sangat lemah." ucap Muzan sambil merokok.
Tatsuya dan Tasya ikut menyerang monster tersebut.
"Ayo kita lakukan Tasya!" ucap Tatsuya sambil mengajak Tasya.
"Tentu saja Tatsuya." ucap Tasya sambil tersenyum.
Salah satu monster menyerang mereka berdua.
"Gooaarrr"
"Kali ini tidak akan kubiarkan mengalahkanku lagi monster jelek." ucap Tatsuya sambil mengucapkan kata kunci.
"Dual sword"
"Whoosss"
"Blasshhh.. Blasshhh.."
"Creettt"
"Sial, tebasanku belum cukup." ucap Tatsuya.
Kemudian Tasya membantunya.
"DorrDorr.. DorrDorr.."
"Clebb.. Clebb..."
"Gooaarrr"
"Saat ini kamu tidak sendirian. Aku akan selalu melindungimu dari belakang." ucap Tasya sambil tersenyum.
Senyuman Tasya membuat Tatsuya lebih bersemangat untuk terus menjadi yang terkuat. Serangan kombinasi dari mereka sangat mengesankan. Sedikit-demi sedikit monster tersebut jumlahnya semakin berkurang. Sekarang hanya tersisa 5 monster lagi termasuk Boss Troll.
"Berani-beraninya kalian membunuh semua bawahanku. Akan kubunuh kalian semua." ucap Boss Troll sambil mulai menyerang.
"Whooosss"
"Triinkk"
"Akulah lawanmu monster botak." ucap Muzan.
"Dasar kecoa, beraninya kau mengejekku." ucap Boss Troll sambil terus menyerang Muzan.
"Whoosss"
"Trinkk.. Trinkk.. Trinkk.."
"Sangat lemah." ucap Muzan.
"Blaassshhh"
"Crreeettt"
"Dasar kecoa sialan. Beraninya membuat wajahku terluka." ucap Boss Troll.
"Sangat berisik!" ucap Muzan sambil menyerang balik.
Pertarungan Muzan dengan Boss Troll sangat mudah. Levelnya yang begitu jauh membuat Muzan unggul.
Tatsuya dan Tasya terus menyerang mosnters bawahannya secara bersama-sama. Hanya tersisa empat monster lagi yang harus mereka kalahkan.
"Kalian para manusia sialan. Berani-beraninya. Mulai saat ini aku akan serius untuk membunuh kalian." ucap Boss Troll.
"Gooooaaaarrrrrrsssss"
Suara raungan dari Boss Troll tersebut membuat telinga sangat sakit. Seakan-akan gendang telinga terasa akan pecah.
"Kenapa monsters itu berteriak sekeras ini?" tanya Tatsuya.
"Sangat berisik sekali, aku tidak bisa fokus menyerangnya." ucap Muzan dalam hatinya.
"Ini membuat telingaku sakit." ucap Tasya sambil kesakitan.
"Tasya, bertahanlah!" teriak Tatsuya sambil menghampirinya.
"Akkkhhh" teriak Tasya yang sudah tidak kuat menahan rasa sakit.
"Monsters sialan." ucap Tatsuya sambil mengucapkan kata kunci.
"Sniper"
"Sial aku tidak bisa membidik dengan benar karena gelombang suara ini." ucap Tatsuya dalam hatinya.
"Doorrr"
"Whooosss"
"Triiinkkk"
"Clinkk"
Tembakan Tatsuya tidak tepat sasaran tapi malah mengenai kantung kecil yang ada di pinggang Boss Troll tersebut. Hal ini membuat raungan Boss Troll berhenti karena benda unik yang bersinar terjatuh.
"Manusia rendahan sialan, beraninya kau menjatuhkan barang berharga milikku." ucap Boss Troll sambil memungut dua cincin yang terjatuh.
Seketika Tatsuya teringat dengan cincin yang dipakai oleh ayah dan ibunya namun masih samar-samar.
Tidak lama kemudian Muzan mendengar pergerakan para mosnters. Muzan berpikir Jika dibiarkan hal ini bisa menyebabkan masalah besar bagi adikknya dan juga Tatsuya.
"Sepertinya kita harus cepat pergi dari sini." ucap Muzan.
"Memangnya apa yang sebenarnya akan terjadi?" tanya Tatsuya.
"Kita tidak punya banyak waktu lagi, cepat bawa pergi adikku keluar dari portal ini." teriak Muzan.
"Bagaimana dengan kakak?" tanya Tasya.
"Aku akan menyusul kalian nanti." jawab Muzan.
"Sudah terlambat bagi kalian untuk kabur dari sini kecoa sialan. Hahahahaha" ucap Boss Troll.
Tidak lama kemudian semua bawahan Boss Troll hampir tiba. Semua gelang mereka bergetar.
[Warning : musuh terdeteksi radius 25 meter]
...[ENEMY]...
▪︎Nama : Trol
▪︎Level : 19
▪︎RANK : Baris I
▪︎JOBS : Pembantai Manusia
"Sial, cepat pergi dari sini! Aku percayakan adikku padamu Tatsuya." teriak Muzan sambil bersiap menyerang.
"Baiklah kak, percayakan saja padaku." ucap Tatsuya.
"Tidak, aku tidak mau pergi jika kakak tidak ikut pergi." teriak Tasya.
"Levelmu masih rendah Tasya, kamu tidak akan sanggup melawan mereka yang levelnya berada jauh di atasmu." ucap Muzan.
"Ta-tapi." ucap Tasya dengan khawatir.
"Ayo Tasya. Aku yakin kakakmu akan baik-baik saja." ucap Tatsuya sambil tersenyum.
Tatsuya dan Tasya sudah bersiap untuk lari dan mempercayakan semua monster ini kepada Muzan. Namun belum juga mereka berdua lari, tiba-tiba ada lemparan sebuah tombak es yang mengarah pada mereka berdua.
"Whooosss"
"Tasya awas!" teriak Tatsuya sambil memeluk Tasya.
"Protectons"
"Triiinkkk"
"Kretak"
"Praankkk"
"Creeetttt" wajah Tatsuya tergores.
"Hah.. hah.. hah.. hampir saja aku terlambat." ucap Tatsuya sambil bernafas terengah-engah.
"Te-terimakasih." ucap Tasya dengan gugup.
"Sama-sama." ucap Tatsuya sambil tersenyum.
"Ta-tatsuya kamu berdarah?" tanya Tasya dengan khawatir.
"Ini hanyalah luka biasa, tapi sepertinya hal buruk akan segera datang." ucap Tatsuya.
Asal dari lemparan tombak yang menyerang Tatsuya dan Tasya masih belum diketahui. Hal ini membuat mereka semakin waspada terhadap serangan mendadak dari kejauhan.
Melihat kondisi teman-teman Tatsuya.
Sementara itu semua teman-teman Tatsuya berhasil keluar dari portal tersebut. Kemudian mereka semua dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk menjalani perawatan.
Khilar sangat kebingungan untuk mencari bantuan. Namun dia teringat bahwa Tatsuya pernah menghubungi kepala akdemi tingkat rendah lewat ponselnya.
Nomor telephone Khazim di dapatkan dari kartu VIP yang di berikan kepada Tatsuya. Tanpa berpikir panjang Khilar langsung mengubungi ke kepala akademi tersebut.
Tempat kediaman Khazim Cruzz.
"Kring.. Kring.. Kring.."
"Siapa yang menelpon saat aku sedang beristirhat." ucap Khazim dengan kesal.
Kemudian Khazim mengangkat telephone tersebut.
"Hallo. Dengan siapa ini? Aku saat ini sedang istirahat. Cepat katakan ada kepentingan apa?" tanya Khazim dengan kesal.
"Hallo pak, maaf mengganggu istirahat anda. Saya Khilar teman dekat Tatsuya." jawab Khilar dengan perasaan takut.
"Ada keperluan apa sampai menghubungiku disaat seperti ini?" tanya Khazim.
"Ta-tasuya pak. Tatsuya dalam bahaya." jawab Khilar.
"Apa? Jelaskan apa yang terjadi dengannya?" tanya Khazim sambil terkejut.
Kemudian Khilar menjelaskan semuanya kepada kepala akademi tersebut. Dengan tidak sengaja mereka memasuki portal kelas D yang mereka pikir itu adalah portal kelas F karena tidak ada penjagaan sama sekali.
"Aku mengerti. Kirimkan lokasi kamu berada aku sekarang akan menemuimu Khilar."
"Baik pak."
Dengan segera Khazim dan semua pengawalnya berangkat menemui Khilar. Khazim tidak ingin anak yang dilahirkan dan dibesarkan oleh teman baiknya celaka.
Lanjut lagi dengan keadaan Tatsuya, Tasya dan Muzan.
Semua bawahan Boss Troll yang baru muncul mengelilingi mereka bertiga. Ada 15 monster yang baru muncul dan semuanya berlevel 19. Hal ini membuat keadaan semakin berbahaya bagi mereka bertiga.
"Sial, kita sudah dikepung." ucap Tatsuya dengan kesal.
"Kalian harus tetap waspada dan tetap di dakatku." ucap Muzan.
"Baik." ucap Tatsuya dan Tasya.
Tiba-tiba gelang mereka bergetar. Hal ini sangat mengejutkan bagi mereka bertiga dengan Kemunculan Boss Serigala Es dan semua bawahannya memasuki wilayah Troll.
[Warning : musuh terdeteksi radius 25 meter]
...[ENEMY]...
▪︎Nama : Serigala Es
▪︎Level : 19
▪︎RANK : Baris I
▪︎JOBS : Pembantai Manusia
[Warning : musuh terdeteksi radius 25 meter]
...[ENEMY]...
▪︎Nama : Boss Serigala Es
▪︎Level : 20
▪︎RANK : Baris I
▪︎JOBS : Pembantai Manusia
"Dasar kau penguasa wilayah ini tidak mau mengajakku untuk bersenang-senang." teriak Boss Serigala Es.
"Dari dulu kau selalu ikut campur dan seenaknya sendiri masuk wilayahku!" ucap Boss Troll dengan kesal.
Dengan cepat Boss Serigala Es menghampiri Boss Troll.
"Whooosss"
"Hahaha jangan begitu, sekali-kali ajaklah aku bersenang-senang. Sudah lama sekali tidak ada manusia yang bisa menghiburku. Aku sangat bosan." ucap Boss Serigala Es.
"Ciihhh dasar rakus. Kau mengambil benda bersinar yang harusnya menjadi milikku dari orang mati itu." ucap Boss Troll dengan kesal.
"Maksudmu ini?" tanya Boss Serigala Es sambil menunjukan benda bersinar.
Seketika Tatsuya mengingat semuanya dengan apa yang dipakai oleh orang tuanya. Sejak kecil ibu Tatsuya menceritakan tentang bagaimana ayahnya melamar ibunya.
Ayahnya Tatsuya bekerja keras siang maupun malam untuk membeli gelang tersebut sebelum mereka berdua pacaran.
Kemudian setelah pacaran, ayah Tatsuya mendapatkan cincin pernikahan dengan mengumpulkan sebagian uangnya bertahun-tahun lamanya. Kemudian Tatsuya bertanya kepada kedua boss monster tersebut.
"Darimana kalian mendapatkan barang itu?" teriak Tatsuya.
"Tatsuya apa yang kamu katakan?" tanya Tasya sambil melihat wajah Tatsuya.
Seketika Tasya kaget setelah melihat wajah Tatsuya yang begitu pucat dan merasa ketakutan.
"Beraninya kau menyela pembicaraanku." ucap Boss Troll sambil ingin menyerang.
"Jangan Terburu-buru. Biarkan ini jadi perkataan terakhirnya." ucap Boss Serigala Es.
"Cepat katakan, dari mana kalian mendapatkan barang itu?" tanya Tatsuya dengan tegas.
"Berisik." ucap Boss Serigala Es sambil menyerang Tatsuya.
"Whoooss"
Dengan cepat Muzan menahan serangan Boss Serigala Es.
"Trinkk"
"Hoo, kau bisa menahan seranganku." ucap Boss Serigala.
Kemudian Boss Serigala Es kembali mundur dan menjawab pertanyaan Tatsuya.
"Baiklah akan ku jawab pertanyaanmu itu sebelum kau mati. Aku mendapatkannya dari manusia yang telah ku bunuh. Mereka mati sangat menyedihkan, begitu lemahnya saat mereka melawan. Dan yang terakhir, sebelum mati dia mengucapkan bahwa anaknya akan membalaskan dendam. Hahahaha sungguh mengecewakan dengan kematian mereka yang sangat mudah." ucap Boss Serigala Es sambil tertawa.
Perkataan ini sangat menyakitkan bagi Tatsuya. Tanpa berpikir panjang Tatsuya langsung menyerang Boss Serigala Es dan meminta mengembalikan barang tersebut.
"Grggttt"
"Kembalikan gelang dan cincin itu kepadaku!" teriak Tatsuya sambil menyerang.
"Whoosss"
"Tatsuya tunggu!" teriak Tasya.
"Dasar bodoh." teriak Muzan.
Namun Tatsuya tidak mendengarkan perkataan mereka dan langsung menyerang.
"Dual sword"
"Blasshh.. Blasshhh.. Blasshh.."
"Trinkk.. Trinkk.. Trinkk.."
"Cepat kembalikan!" teriak Tatsuya.
"Berisik!" ucap Boss Serigala Es sambil membalas serangan.
"Buukkk.. Buuukk.."
"Woosshh"
"Bruukk"
"Ciihhh, sangat lemah. Baiklah waktu main-mainnya sudah selesai. Bunuh mereka semua." ucap Boss Serigala Es.
"Kau sangat rakus, sisakan juga untuk bawahanku! Habisi mereka untukku." ucap Boss Troll.
Kemudian semua monsters bersiap untuk menyerang. Jarak Tatsuya sedikit jauh dari Tasya dan Muzan.
"Kakak, kita harus mendekati Tatsuya dan membantunya." ucap Tasya.
"Jangan lengah. Mereka semua berjumlah lebih dari 40 monsters." ucap Muzan dengan tegas.
"Ta-tapi." ucap Tasya.
"Kakak akan membukakan jalan untukmu, cepat pergi dari sini dengan Tatsuya!" ucap Muzan.
Kemudian Muzan mulai menyerang dan membuka jalan untuk mendekati Tatsuya.
"Dual Sword" ucap Muzan.
"Blasshh.. Blasshh.. blasshh.."
"Creeeetttt"
"Bruukkk"
"Aku juga akan membantu." ucap Tasya sambil mengatakan kata kunci.
"Dual Handgun"
"DorrDorr.. DorrDorr.."
"Clebb.. Clebb.."
"Goaaarrrr"
"Kulit monsters ini sangat tebal sekali." ucap Tasya dalam hatinya.
Muzan dan Tasya terus menyerang agar bisa mendekati Tatsuya. Keadaan Tatsuya begitu lemah karena perkataan dari Boss Serigala Es.
"Hikk.. Hikk.. kalau saja aku kuat dari awal mungkin hal ini tidak akan terjadi pada kalian. Aku sangat merindukan kalian, hikk.. hikk.." ucap Tatsuya sambil menangis dan menundukan kepalanya.
Akhirnya Tasya dan Muzan sudah dekat dengan Tatsuya. Lalu Tasya menghampiri Tatsuya.
"Tatsuya cepat sadar!" ucap Tasya sambil memegang pundak Tatsuya.
"Cepat pergi dari sini!" teriak Muzan.
Namun Tatsuya menolak dan mulai berdiri lagi untuk membalaskan dendam orang tuanya.
"Tidak, aku tidak akan pergi sebelum semua monster ini mati!" teriak Tasuya sambil mulai menyerang kembali.
"Tatsuya!" teriak Tasya.
"Hoo, jadi kau masih sanggup berdiri! Ayo kita bermain sebentar." ucap Boss Serigala Es sambil menyerang Tatsuya.
"Monster sialan. Cepat kembalikan!" teriak Tatsuya.
"Dual handgun"
"DorrDorr.. DorrDorr.."
"Trink..Trinkk.."
Dengan cepat Tatsuya terus mengganti kata kunci.
"Dual Knife"
"Whoosss"
"Mainan yang menyebalkan." teriak Boss Serigala Es.
"Triinkkk"
"Dual Sword"
"Blasshhh.. Blasshh.."
"Trinkk.. Trinkk.."
"Sangat menjengkelkan kau manusia." ucap Boss Serigala Es.
"Dengan sedekat ini aku pasti bisa melukainya." ucap Tatsuya dalam hatinya.
"Lightning Strike"
"Zzzeeezzzz"
"Masih belum." triak Tatsuya.
"Fire Ball"
"Whoosss"
"Brruussshhh"
"Explotions"
"Whoosss"
"Boommmsss"
"Bruukk" Tatsuya berlutut karena kelelahan.
"Hah.. Hah.. Hah.. akkhhh manaku hampir habis." ucap Tatsuya sambil bernafas terengah-engah.
"Tatsuya kamu berhasil." ucap Tasya dengan senang.
Namun mereka terkejut dengan keadaan Boss Serigala Es masih bisa berdiri. Hal ini membuat Boss Serigala Es marah.
"Cihh. Apa kau pikir aku bisa dikalahkan olehmu dengan mudah." ucap Boss Serigala Es.
"Ti-tidak mungkin." ucap Tatsuya sambil terkejut.
"Seranganmu sama lemahnya dengan mereka yang sudah aku bunuh. Kali ini aku akan lebih serius." ucap Boss Serigala Es.
"Jangan lengah!" teriak Muzan.
Seketika Boss Serigala Es berada di dekat Tatsuya.
"Whooosss"
"Sial cepat sekali." ucap Tatsuya dalam hatinya.
"Buuukkk"
"Aakkhhh"
"Tatsuya!" teriak Tasya.
"Woosshh" Tatsuya terpental.
"Sreettt"
"Uhukk.. Uhukk.. Aku tidak bisa melihat pergerakannya." ucap Tatsuya sambil batur berdarah.
"Whoosss"
"Lihat kemana kau manusia?" tanya Boss Serigala Es.
"Buukkk.. Buukkk.. Buukkk.."
"Woossshh" Tatsuya terpental dan menabrak pohon besar.
"Braaakkk"
"Akkhhh"
Melihat kondisi Tatsuya, Tasya segera menghampirinya.
"Tunggu, Tasya!" teriak Muzan.
Namun Tasya tidak mendengarkan apa yang dikatakan kakaknya.
"Saatnya kau mati." ucap Boss Serigala Es.
"Whoooss"
"Protection" ucap Tatsuya.
"Ini sangat mudah bagiku menghancurkannya." ucap Boss Serigala Es.
"Triinkkk"
"Praankkkk"
Dengan mudahnya perisai Tatsuya di hancurkan dengan sekali serang.
"Sudah pasti aku akan mati, maafkan aku semuanya." ucap Tatsuya sambil mulai memejampkan matanya.
Namun sebelum semua matanya tertutup, seketika Tasya berada dihadapan Tatsuya. Hal ini membuat Tatsuya kaget dengan apa yang dilakukan Tasya.
Bersambung....
{Pemberitahuan Update}
(untuk pembaca setia. maaf hari ini telat untuk up episode baru 🙏 untuk besok sepertinya up akan telat lagi karena masih sibuk bekerja🙏)
Namun jangan khwatir, pokoknya akan up yang bakalan bikin tegang 😁 )
Jika berkenan dan bersedia jangan lupa untuk dukung author dengan Like, Komen, Vote, Rate novel ini serta saran dan bantuannya agar lebih semangat untuk crazy up. Pendapat anda sangat berharga bagi pemula seperti saya.
Terimakasih 🙏
Orang yang nolak di ancam...
Senayan mam smr SM SM zmam mam
tamtama gema sangkakala sudah sm mam
srmsk smr SM SM SM SMA smdm dm SMA smdm sm dm
amemh mama msmemam masa depan
Yamin ameumefm SM SM entertainment news network Thursday june
tmamaam SM SMA Smyth aymam USM SM
andam oi oi yang ma