Sejak ribuan tahun lalu, dunia telah diatur oleh sang Dewi Takdir. Namun sang Dewi harus mengorbankan kehidupannya yang pada saat itu tengah terjadi perang di alam dewa, antara kubu dewa dewi dengan kubu iblis.
Namun, pengorbanannya itu tidak bertahan lama, sang Dewi harus melakukan reinkarnasi untuk kembali menyeimbangkan dunia.
Akankah sang Dewi Takdir mampu kembali menyatukan takdir yang telah dijaganya beribu tahun yang lalu?
ikuti kisahnya dalam bab berikut ini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ShinZa_17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27 Boneka
KREEEKKK...
Suara langkah kaki terdengar di balik kabut salju.
Tak lama, mereka pun muncul satu persatu dengan wajah biru pucat dan tatapan mata yang kosong.
"Boneka," gumam Bai Hu dengan dingin.
Salah satu dari mereka ada yang membuka mulut.
"Pemegang api suci... kami mencium aroma panasmu bahkan di wilayah es ini."
Ling Xi berdiri perlahan, namun matanya berkilat dingin. "Dan kalian terlalu rakus untuk membawa semua jiwa mereka untuk membangunkan sang raja iblis. Dan di sini bukanlah tempat kalian. Tempat kalian seharusnya berada di neraka yang terdalam."
"Lian, selamatkan penduduk desa yang tersisa."
"Dimengerti." Lian pun langsung berlari ke arah rumah-rumah penduduk.
"Paman Yun, lindungi desa."
Paman Yun tersenyum tipis. "Dengan senang hati."
Paman Yun pun pergi ke tengah Desa Qingshui, dengan tongkat yang mulai di tanam di tanah bersalju, ia mulai mengeluarkan formasi array nya.
Dari tengah desa, cahaya dari tongkat mulai naik ke atas, dan kemudian berpendar mengelilingi satu Desa Qingshui.
Melewati telepati nya, Paman Yun pun langsung mengirim pesan. "Seluruh desa sudah paman lindungi dengan array."
Ling Xi yang mendapat pesan, langsung menganggukkan kepalanya, walaupun jelas tidak bisa dilihat oleh Paman Yun.
Begitu juga dengan Lian. Dengan penglihatannya, ia bisa melihat benang-benang takdir kehidupan rakyat Desa Qingshui membeku.
Dengan menggerakkan tangannya, Lian berucap, "Pecahkan."
Es yang melilit di benang-benang takdir langsung pecah.
"Ling Xi, semua sudah ku hancurkan es yang melilit benang-benang takdir mereka."
"Sekarang, kau bisa melakukan apa yang harus kau lakukan, Xi'er," tambahnya.
Kabut salju pun semakin menebal, menyelimuti Desa Qingshui dalam sunyi yang mendekam.
Sosok-sosok manusia berwajah pucat dengan tatapan mata yang kosong melangkah maju perlahan, langkah mereka terlihat kaku seperti boneka, namun aura gelap yang menyelimuti tubuh mereka sangat berbahaya.
"Jangan bunuh mereka," ucap Ling Xi tegas. "Mereka masih hidup."
Bai Hu mengangguk aura emas keperakannya menahan kekuatannya. "Aku akan mematahkan ikatan mereka."
Iblis yang berada di balik tubuh itu tertawa keras.
"HAHAHA... Dasar manusia lunak. Kalian tidak bisa menyelamatkan semuanya."
Ling Xi menatap lurus ke depan. "Aku tidak perlu menyelamatkan semuanya. Cukup hanya mereka."
Ia menghentakkan kakinya pelan.
Api suci dari Phoenix Api menyebar dan menyelimuti tubuh manusia-manusia yang dirasuki iblis. Api itu tidak membakar, justru menghangatkan. Api itu merambat di tanah, walau tanah tersebut dilapisi es, namun api suci itu tidak padam. Kemudian, api itu menjalar ke tubuh warga yang dirasuki.
WUSSHHH
Asap hitam keluar dari pori-pori mereka. Jeritan iblis menggema memenuhi udara, namun tubuh manusia itu tidak terluka.
Di saat yang sama, Lian juga menghadapi manusia yang dirasuki iblis. Dengan cepat ia segera memutus segel-segel tersembunyi yang menahan jiwa penduduk.
Begitu juga dengan Paman Yun. Mereka terlihat hendak menyerang, namun Paman Yun segera membuat formasi array pemutus jiwa.
"ARRAY PEMUTUS JIWA!"
WUSSHHH
AAAA
Teriakan para iblis pun tak terelakkan.
Ketika mereka memutus segel itu, tiba-tiba tanah bergetar.
Mereka pun langsung menguatkan pijakan di tanah.
Di tempat Paman Yun berada, muncul sosok iblis bertubuh tinggi dengan tanduk es hitam di kepalanya.
Ling Xi, Bai Hu dan juga Lian langsung menghampiri Paman Yun berada.
Aura dingin dari iblis itu mematikan, di setiap langkahnya dapat membekukan tanah yang dipijaknya.
Iblis itu menundukkan kepalanya perlahan. Dari balik kabut salju, sepasang mata biru kemerahan menyala, dinginnya menusuk hingga ke tulang.
"HAHAHA.... KALIAN TERLAMBAT," suaranya berat, seolah berasal dari jurang es yang dalam. "Segel perlahan mulai retak. Dan raja kami Xue Yan Jun akan segera bangkit dari tidurnya."
Tanah di bawah kakinya langsung retak, es menjalar cepat seperti urat kematian.
Paman Yun menghentakkan tongkatnya sekali lagi, formasi di bawah kakinya berpendar terang. "Selama aku masih berdiri, tidak ada satupun diantara kalian yang melangkah lebih jauh."
Bai Hu maju satu langkah, aura putih keemasannya meledak, menahan hawa dingun yang menyeruak.
Salju disekitar langsung mencair, berubah menjadi uap tipis. "Jadi... iblis penjaga wilayah es ini yang menjadi dalangnya."
Lian berdiri di sisi Ling Xi, matanya menyipit.
Benang-benang takdir disekitar iblis itu terlihat kusut dan berduri. "Ia bukan hanya sekedar penjaga, tetapi jiwa dia sudah menyatu dengan segel di sini."
Ling Xi mengangkat tangannya. Api Phoenix berdenyut pelan di telapak tangannya, hangat namun mengandung tekanan yang membuat udara bergetar.
"Kalau begitu, kita tidak hanya memurnikannya, tapi kita juga harus menghapus dia dari Desa Qingshui ini."
Api dimatanya menyala lebih terang.
"Kita hancurkan segelnya... dan mengusir jiwa iblis itu keluar."
Iblis bertanduk es itu tertawa kencang, suaranya menggema di seluruh desa Qingshui. "Cobalah pemegang api suci. Di wilayah es ini -"
Belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba Ling Xi sudah melangkah maju. Dan
BOOM!