“Teruslah mengisi namaku di dalam hatimu, meski itu bentuk kebencian, aku bahagia telah menjadi sesuatu yang terus kau pikirkan.”
Dunia menyajikan begitu banyak cerita, namun sayangnya tidak ada cinta selain nelangsa yang berpihak kepada seorang, Hawwa Saranetta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tuti Alawiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kemarahan Roby
hari ini sungguh sangat melelahkan bagi Zahrana, Karena Mama selalu mengajaknya kembali ke toko perhiasan berlian itu, untuk mengambil pesanan yang tadi tidak bisa dibawa pulang karena ketinggalan sesuatu yang begitu penting.
setelah selesai dari toko, Bukannya pulang Mama Shela malah mengajak Zahrana ke salon langganannya.
Mereka Melakukan beberapa Perawatan Wajah dan Perawatan Lainnya.
Seperti Masker, Chereambath, Dan perawatan Lainnya.
Setelah Selesai Dari Salon Mama Shela Masih Ingin bermain-main Dengan menantunya itu.
Mama Shela melancarkan Aksinya,, Wanita itu Membawa Zahrana Ke Sebuah Kafe Milik Temannya.
Sesampainya Di Kafe Mama Shela Di Sambut Baik Oleh Sahabatnya itu, mereka berbincang-bincang Layaknya Saudara.
“Ehh,, Siapa Gadis Cantik Di Sebelahmu?”
Kata Mama Rina Pemilik Kafe itu.
“Ahhh iya,,, Aku lupa Mengenalkannya, Ini putri kami Zahrana”
Memperkenalkan Zahrana Ke Mama Rina.
“Aihyohyo,,, Manis Sekali,,, Katakan Padaku Kau Belum punya Pacar Kan?”
Mama Rina Mencolek Dagu Zahrana.
Zahrana Hanya Tersenyum Malu Dengan Pertanyaan Teman Mertuanya itu, gadis Itu Merasa Bahwa Mama Rina Telah Salah Paham Karena Mama Shela Mengenalkannya Sebagai Putri, Seharusnya Kan Mama Shela Memperkenalkan Zahrana Sebagai Menantunya.
“Zahrana Kami ini Tidak Memiliki Pacar,,,Tapi Dia Sudah Bersuami”
Mama Shela Memberi Senyum Misteriusnya kepada Semua orang!
Zahrana Hanya Diam saja, Biarkan saja Mertuanya Yang menjawab Teka-teki nya Sendiri.
“Lahhhh, Kenapa Kamu Gak Bilang Kalau Putrimu ini Sudah Bersuami,,,Padahal Aku Juga Memiliki Putra”
“Hah,,Bukankah Kamu Tidak Memiliki Anak Sebelumnya,,”
Tentu Saja Mama Shela Kaget Dengan pernyataan itu. Karna sepengetahuannya Selama ini Mama Rina Tidak Memiliki Anak Sama Sekali, Baik Anak kandung Maupun Anak Adopsi! Lalu Dari Mana Putra Yang Ia Sebutkan Tadi.
“Kamu Bisa Jaga Rahasia Kan”
Mama Rina Mendekatkan Wajahnya ke Arah Mama Shela,
Mama Shela Manggut-manggut, Ingin Mendengarkan Rahasia Temannya itu.
Tiba-tiba Handphone Mama Shela Berdering, Roby Sedang Menelponnya Saat Ini,
Mama Shela Langsung Menutup Telponnya saat Sudah Sadar Roby Tengah Mencari Istrinya.
Mama Shela Langsung Menarik Tangan Zahrana Agar Segera Pulang Bersamanya.
Sedangkan Mama Rina Terlihat Manyun, Saat Mama Shela Meninggalkannya Begitu Saja,, Mama Rina Masih Ingin Menceritakan Penemuannya Bersama Sang Suami Saat Bertamasya Ke Kota XX Sekitar Satu Bulan Yang Lalu.
Mereka Menemukan Pemuda tampan Dengan Kondisi Yang Mengenaskan,, Mama Rina Bersama Suaminya Pak Reno Membawa Pemuda itu Ke Rumah Sakit Terdekat.
Entah Apa Yang Di Alami Pemuda itu Sampai Membuatnya Seperti itu, Terdapat Beberapa Luka Tusuk Di Perutnya,, Dan Luka Lain Di Sekujur Tubuh.
Membuat Sepasang Suami Istri itu Merawat Sang Pemuda.
Mereka Merasa Pemuda itu Orang Baik-baik Meski Belum banyak Informasi Yang Mereka Dapat Tentang Pemuda itu. mereka Hanya Tahu Namanya Saja Itupun Di Dapat Dari Kartu Pengenal Pemuda itu Yang Mereka Dapatkan Dari Pakaian Yang Berlumur Darah itu.
Nama Yang Tertera Di dalamnya Adalah Farel.
Dengan Kartu Pengenal itu Mama Rina Dan Suaminya Ingin Mengadopsi Farel Menjadi Putra Mereka.
Farel Hanya Setuju Saja, Sekarang Farel Sedang Dalam Pemulihan. Mengingat Betapa Beringasnya Anak Buah Davindra Menghajarnya Waktu itu.
Farel Masih Ingin Menjumpai Roby. Dia Tahu Pasti Davindra Merencanakan Sesuatu Yang Mungkin Saja Akan Menyelakai Roby Nantinya.
Karna Bagaimana pun Benda Yang Paling Di Incar Davindra Ada Di Tangan Roby.
Disisi Lain Mama Shela dan Zahrana Sudah Sampai Di Rumah, Malam sudah Sangat Larut, Zahrana Langsung Ke Kamarnya.
Dirinya Begitu Gugup Saat Memasuki Kamar Yang Penghuninya Adalah Roby.
Dengan Sangat Pelan, Dan Penuh Ekstra kehati-hatian Zahrana Membuka Pintu Kamar Itu.
Kamar Yang Begitu Gelap Seperti Tidak Ada Kehidupan Di Dalamnya.
Zahrana Melangkah Terjinjit Agar Roby Tidak Menyadari Kehadirannya.
Tiba-tiba Lampu Menyala Seketika, Zahrana Mengamati Sekelilingnya Yang Terlihat Sangat Jelas itu.
Dan Roby Yang Tepat Berada Di Depannya Langsung Bertanya.
“Dari mana Saja Kamu”
“A Aku Pergi,,,
Roby Langsung Meraih Tangan Zahrana, Tanpa Mendengar Penjelasan Gadis itu. Di Tariknya Tangan Zahrana Agar Mendekat Kepadanya.
Zahrana meringis Kesakitan Saat Tangannya Di genggam Dengan Erat Oleh Pemuda Di Hadapannya itu.
Roby Tidak Memiliki Inisiatif Untuk Melepas Tangan Zahrana.
Saat Airmata Membasahi Pipi Gadis itu.
Roby Malah Meremas Kuat Tangan Zahrana Sampai Gadis itu Benar-benar Tidak Kuat Menahan sakitnya Hingga Jatuh Ke Lantai.
Robypun Panik Saat Mengetahui Zahrana pingsan, Pemuda Itu Malah Menyalahkan Zahrana Yang Menurutnya Sangat Lemah itu.
Hingga akhirnya Roby Meminta Orangtuanya Datang Ke Kamar Mereka Dan Menelpon Dokter Ali Terlebih Dahulu.
Semua Orang Panik Saat Mengetahui Zahrana pingsan,,, Zahrana Langsung Di Tangani Oleh Dokter Ali.
Dokter Ali Menyayangkan Kejadian ini,
“Jika Roby Sedikit Saja Terlambat Melepaskan Tangan Zahrana, Mungkin Tulang Lengan Gadis itu Akan Patah,,, Untung Saja Roby Cepat Melepaskan Genggamannya.
Jadi Tangan Zahrana Tidak Terlalu Parah, Hanya Mengalami Cedera Sedikit Pada Ototnya tangannya Yang Membengkak karena Ulah Roby”
Begitu Penuturan Dokter Ali.
Roby Memegangi Kepalanya,,, Ia Tidak Habis Pikir Semua Akan Seperti ini.
Merasa Bersalah Atas Perbuatannya,, Apalagi Saat Mengetahui Zahrana Pergi Karena Ajakan Mamanya.
Roby Sangat Tidak Percaya Dirinya Bisa Melakukan Hal Seperti ini, Hampir Saja ia Mencelakakan Istri yang Tidak Bersalah itu.
Semua Orang Sudah Tenang Saat Zahrana Telah Mendapatkan Penanganan Dari Dokter Ali Yang Tidak Lain Adalah Dokter Roby Juga.
Malam Ini Roby Tidur Di Sova Dekat Jendela Kaca itu.
Dirinya Takut Kalau Harus Dekat Dengan Zahrana.
Roby Memandangi Zahrana Yang Sedang Tidur Di Atas Ranjang,,,
Roby Mulai Memikirkan Perlakuannya Selama ini Kepada Zahrana.
Kenapa Aku Tidak Bisa Baik Kepadanya! Padahal Seharusnya Dia Yang pantasTidak Menerima ku Dengan Keadaanku yang Lumpuh. Tapi Kenapa Dia Begitu Tulus!
Dia Manis, Cantik, Baik. Terlalu Sempurna Untukku Yang Cacat ini.!
Roby berpikir Yang Di Katakan Zen Benar, Zahrana Adalah Wanita Yang Baik Yang Harus Di Perlakukan Dengan Lemah Lembut!
Roby Memandangi Wajah Zahrana Yang Tidak Bisa Di Gapainya itu.
Ingin Sekali Rasanya Berjalan Ke atas Ranjang Untuk Sekedar Membelai Rambut Istrinya itu.
Tapi Tanpa Bantuan Seseorang Roby Tidak Akan Mampu Melakukan itu.
Dia Kembali Menyalahkan Dirinya Yang Tidak Bisa Berbuat Apa-apa itu.
“Zen Apa Kau Sudah Tidur,,,?”
Menghubungi Zan Melalui Pesan Singkat.
“Belum Tuan”
“Aku Begitu Kacau, Kau Tahu! Aku Suami Yang Tidak Berguna”
“Saya Harap Tuan Muda Tidak Akan Menggunakan Kalimat itu Lagi”
“Bantu Aku”
Dengan Sigap Zen Langsung Beralih Ke Kamar Roby, Membantu Roby Berpindah Ke Ranjang.
Roby Begitu Senang Saat Berada Di Dekat Zahrana. Di Sentuhnya Tangan yang Di Balut Perban itu. Dan Memeluk Zahrana Dalam tidurnya
Zen Pun Keluar Dari Kamar itu Saat Sudah Selesai Dari Tugasnya.
Bersambung,,,,!!!
Di nikahkan dengan tuan muda kursi roda bukan
kok jd ambigu gini thor...
berantakan ceritanya