Marni seorang gadis kampung yang tingal di kota bersama sahabat kecilnya.
seiring nya berjalan waktu gadis yang mempunyai sikap konyol dan ajaib itu berubah setelah iya menikah dengan seorang pria yang mempunyai kekurangan fisik.
" Aku mencintaimu tanpa melihat kekurangan mu.. dan aku akan selalu menunggu Cinta mu "
" Aku tidak tau kenapa tuhan mengirimkan gadis yang selalu membuat ku kesal..tapi seiring nya waktu gadis yang selalu membuatku marah seketika membuatku jatuh Cinta padanya "
" Terimakasih sudah mau menerima kekurangan ku.. aku menyayangimu "
Sebelum kalian membaca cerita ini alangkah baik nya kalian membaca Cerita sebelum nya dulu karna cerita ini adalah cerita terusan dari MDAM ya😊
Jangan lupa like coment and Vote !!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nilam nuraeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Asila sakit?
JANGAN LUPA LIKE COMENT AND VOTE !!
Selamat membaca😉
🌹🌹🌹🌹🌹
Setelah selesai menyuapi Andrian Marni menatap intens lelaki yang duduk di kursi roda itu dengan tatapan yang tak terbaca.
" Abang sehat? " pertanyaan pertama yang di lontarkan Marni sambil memegangi dahi Andrian.
" Tapi dahinya biasa aja ngak panas, " Ucap Marni lagi. Andrian menyergitkan dahinya tak mengerti lalu iya pun menepis tangan Marni yang masih menempel di dahinya itu tapi tangan sayangnya Marni susah terlepas.
" Singkirkan tangan mu atau aku patah kan , " Tegas Andrian yang langsung membuat Marni tersadar dari lamunan nya dan langsung menyembunyikan tangan nya kebelakang.
" Abang pas makan ngak ngerasain sesuatu gitu? misal Asin atau apa gitu? " Tanya Marni.
" tidak, rasanya tidak terlalu enak tapi aku menyukainya, " Ucap Andrian lalu memutarkan roda kursi rodanya sendiri.
melihat Andrian yang seperti kesusahan Marni pun tergerak hatinya untuk membantu pria di depan nya itu.
" abang mau kemana? " Tanya Marni.
" Bukan urusan mu, " Ucap Andrian tanpa melirik.
" Is abang.. aku kan nanya baik2 ya jawab nya juga baik2 dong jangan galak gitu, " Marni sedikit kesal.
tanpa di suruh Marni langsung mendorong kursi roda itu lalu iya pun berjalan dengan riang berbeda dengan Andrian yang seperti kesal , langkahnya terhenti saat melihat dua kamar yang ada di depan nya itu.
" kamar abang yang mana? " tanya Marni meaki sebenarnya gadis itu sudah pernah memasuki kamar pria itu tentu saja pernah karna Asila selalu memperlihatkan isi kamar kakak nya padanya maka tak heran jika saat Marni masuk ke kamar itu Marni nampak biasa2 saja tak ada wajah kampungan yang di perlihatkan nya.
" ya sudah abang.. aku keluar ya mau ngobril dulu masalah cwe sama calon adik ipar, " Ucap Marni sambil cengengesan yang malah membuat Andrian kesal.
tak mendapat respon dari pria itu Marni tak kalah hilang akal gadis itu langsung berlari keluar pintu lalu sedetik kemudian gadis itu muncul di ambang pintu dengan senyuman sejuta watt nya.
8
" Dadah abang.. jangan rindu ya berat soalnya takutnya abang ngak akan kuat hhe.. " Ucap Marni sambil tertawa lalu menghilang entah kemana.
Sesaat Andrian terus menatap ke arah pintu pandangan nya masih tepat tertuju ke arah pintu yang terbuka lebar.
" kenapa bang liatin pintu terus.. kangen ya, " Ucap Marni sambil tertawa.
" Tenang aja bang Marni yang cantik ngak pulang kok, nanti juga balik lagi, " Ucap Marni lagi sambil tertawa renyah lalu iya mengedipkan sebelah matanya.
karna masih tak mendapatkan respon Marni pun langsung berlari ke arah kamar teman nya itu.
" Gadis aneh, sepertinya dia belum tau siapa aku, " Ucap Andrian sambil menatap jendela yang terbuka lalu iya pun tersenyum pandangan nya menerawang, entah apa yang pria tampan itu pikirkan tapi sepertinya Andrian sedang memikirkan sesuatu.
🌹🌹🌹🌹
Marni sudah mengetuk-ngetuk pintu kamar Asila namun naas sepertinya Asila tidak mendengarnya, sepuluh menit sudah gadis itu berdiri di ambang pintu namun tetap saja pintu yang ada di depan nya tak terbuka, karna merasa kesal gadis bernama Marni itu membuka pintu kamar Asila dengan perlahan.
" Sila.. aku masuk ya, " Ucap Marni sambil berjalan ke kamar yang di penuhi hiasan doraemon itu meski terlihat ragu gadis itu mencoba untuk memberanikan diri untuk masuk ke dalam kamar teman nya itu.
Setelah masuk kedalam ruangan bernuansa biru itu Marni sayup2 mendengar suara orang muntah2 di dalam kamar mandi.
karna penasaran gadis itu mencoba memberanikan dirinya untuk mengintip ke kamar mandi dan betapa kagetnya iya melihat teman nya yang tak lain adalah Asila yang sedang duduk di atas kloset dengan telapak tangan yang banyak di penuhi darah.
wajah Asila yang terlihat pucat pasi menandakan bahwa gadis itu sedang tidak sehat.
" Sila kamu kenapa, " Marni langsung masuk tanpa permisi dahulu.
gadis itu langsung memeluk tubuh teman nya yang sepertinya sedang menahan sakit.
" kak.. tolong ja.. ngan kasih tau kesiapa2 aku mo..hon " Ucap Sila terbata sambil memegangi tangan Marni meminta teman nya itu untuk berjanji padanya.
Marni yang belum mengerti sepenuhnya langsung mengangguk dan memapah teman nya itu dan membantu Asila merebahkan tubuhnya di ranjang milik teman nya.
Marni nampak khawatir tangan nya langsung mengambil tisue yang ada di nakas meja belajar teman nya tangan nya terulur untuk membersihkan sisa2 darah di tangan sahabatnya.
Asila melihat teman nya yang nampak khawatir akan keadaan nya itu menampakan senyuman terlihat dari sudut bibir gadis itu iya merasa bersyukur memiliki teman yang perduli akan kesehatan nya.
" Kak, jangan bilang ke bunda sama kak Andrian ya, " pinta Asila memohon.
Marni melirik Asila lalu tersenyum. " Oke tapi ada satu syarat, " Ucap Marni.
" apa Syarat nya? " Tanya Asila. " kamu harus jujur sama aku, kamu sakit apa ? " Tanya Marni sambil menatap dalam gadis yang berwajah pucat pasi itu.
Asila nampak berat untuk berbicara iya bimbang untuk memberitahukan tentang penyakit yang iya derita selama ini, terlebih lagi dia belum pwrnah cerita pada siapa pun bahwa iya sedang sakit.
" Emm.. aku mengalami penyakit kanker otak kak, dan dokter bilang usia ku udah ngak lama lagi, " Ucap Asila sambil tertunduk.
sedangkan Marni yang mendengarnya bagai di sambar petir di tengah siang bolong dadanya terasa sesak mendengar ucapan teman nya itu tanpa sadar gadis itu meneteakan air bening dari sudut mata indahnya karna merasa sedih sekaligus kaget.
" Sejak kapan? Kamu ngak bhong kan, " Tanya Marni jujur gadis itu belum percaya meski tubuhnya memberikan reaksi yang begitu sedih tapi gadis itu masih tetap berpikir kalau teman nya hanya berbohong belaka.
" Untuk apa aku bohong kak, setelah mengalami kecelakaan 4 tahun lalu dokter menganalisa keadaan ku mungkin secara fisik aku terlihat baik2 saja tapi sebenarnya pada saat kecelakaan itu kepalaku terbentur keras sehingga menyebabkan darah di kepalaku membeku dan aku tidak terlalu menghiraukan nya sehingga pada saat usia ku mulai 17 tahun aku selalu batuk darah dan mimisan, " Ucap asila sambil tertunduk.
Marni adalah orang pertama yang iya percaya untuk menjaga rahasia besarnya itu.
Asila melirik Marni kembali dilihat nya Marni yang sedang menahan tangisnya bahkan air mata gadis itu hampir tumpah ke pipi mulusnya.
" Kak.. aku mohon jangan bilang ke Ayah Bunda apalagi kak Andrian aku ngak mau buat mereka tambah sedih, kasihan Bunda masih sedih dengan apa yang menimpa kak Andrian minggu lalu, " Ucap Asila memohon.
Marni mengusap air mata yang jatuh ke pipinya itu dengan cepat Marni langsung memeluk sahabatnya dengan penuh kesedihan sungguh hatinya merasa sakit yang teramat mendengar kabar buruk dari teman nya ini adalah mimpi buruk yang pernah iya alami.
" Iya aku janji.. tapi kamu juga harus janji kamu harus semangat untuk sembuh.. aku yakin kamu pasti sembuh.. berjuanglah, " Ucap Marni sambil tersenyum tangan gadis itu mengusap kepala sahabat nya pelan merasa masih kaget sekaligus sedih.
" Makasih ya kak.. aku janji bakalan semangat untuk sembuh, tapi kalo aku ngak selamat kakak harus janji untuk menyayangi keluargaku dan satu lagi aku ingin kakak selalu ada di samping kak Andrian. " Ucap Asila sambil memeluk Marni.
kedua gadis itu saling berpelukan meski mata keduanya sama2 terlihat mengeluarkai
🌹🌹🌹🌹🌹
Jangan lupa like coment and Vote !!
Salam author imut manja😘
woi Mar kpan lo buka semua surat" sila biar tau misi apa yg di berikan padamu
kok jd warna putih
kayak nya gritanya bagus..😊😊😊