NovelToon NovelToon
Dominasi Langit

Dominasi Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Kultivasi / Pendekar / Dan budidaya abadi / Budidaya dan Peningkatan / Ahli Bela Diri Kuno / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:6.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: M Rizki Pratama

Pendahuluan:

Seorang pemuda yang tidak bisa berkultivasi dengan normal, seorang pemuda yang bahkan tidak layak disebut sampah, orang yang sia-sia.

Itulah yang selalu orang katakan saat melihatnya, tapi sekarang?

Apakah dia manusia? Ataukah Dewa? Mungkinkah dia Iblis?

Dengan satu tangan membawa perdamaian dan tangan lainnya membawa pembantaian, itulah yang selalu mereka katakan.

Saat dia hadir semua keberadaan akan tertekan, Langit dan bumi ada dalam genggamanya.

Dia adalah seorang pria yang menaklukan hati setiap orang hanya dengan tatapannya,
membuat semua orang rela mati hanya karena ucapannya.

Pria yang bangkit hanya untuk menjadi penguasa - Jiang Chen

Legenda mengatakan:
Jiang Chen adalah seorang revolusioner perang yang muda dan berbakat, tapi ketika dia marah bahkan langit akan terbelah dan bumi akan berguncang ketakutan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon M Rizki Pratama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 27: Klan Ming II

Disebuah ruangan ada seorang pria tua yang sedang duduk dan berkultivasi, dia terlihat sangat tenang, tapi tiba-tiba dia membuka matanya seperti merasakan sesuatu.

"Tok....Tok....... Kakekkk"

Mendengar itu, pria itu pun bangkit dari kultivasinya dan mulai berjalan menuju arah pintu dengan tersenyum.

Jiang Chen berkata pada Ming Mei "Apakah kau yakin kakekmu tidak sedang berkultivasi, bisa saja kita menganggunya"

Ming Mei menggelengkan kepalanya "Jika ayah menyuruhmu, maka itu akan baik-baik saja"

"Kreeek......."

Tepat saat Jiang Chen ingin membalas, tiba-tiba terdengar suara pintu kayu terbuka dan disana terlihat ada seorang pria tua yang keluar dari sana.

Pria tua itu memiliki wajah biasa, tapi dia terlihat sangat ramah, disertai dengan rambut dan jenggotnya yang putih membuatnya seperti pria tua yang bijak, dan sama dengan MingHo dia juga memakai pakaian berwarna putih.

Pria tua itu tersenyum pada MingMei dan mengusap kepalanya "Mei kecil, sudah kubilang jangan mengangguku saat aku sedang dalam kultivasi"

Ming Mei menjelaskan, sambil menunjuk Jiang Chen "Ini perintah ayah, dia menyuruhku untuk mengantarkannya pada kakek"

Pria Tua itu terkejut dan mengalihkan pandangannya pada JiangChen "Ohh, siapa kah teman kecil ini"

Jiang Chen segera maju selangkah kedepan dan menangkupkan tinjunya "Jiang Chen menyapa senior"

Pria tua itu memainkan janggutnya dan berkata "Apakah kamu adalah anak JiangJian"

Jiang Chen mengangguk dan berkata dengan tegas "Benar, dia adalah ayahku"

Pria tua itu tersenyum dan berkata "Baguss, aku dan ayahmu adalah kenalan lama, jadi aku sangat senang bisa melihatmu disini.

Pria tua itu mengalihkan pandangannya pada MingMei dan berkata "Mei kecil, sekarang kau bisa pergi, aku memiliki beberapa pertanyaan pada Jiang Chen"

Ming Mei bingung dan berkata "Tapi Aku...."

Pria tua itu menyela dan berkata, sambil tersenyum "Apakah kau takut untuk berpisah dengan kekasih kecilmu ini"

Jiang Chen dan Ming Mei memerah mendengar itu, lalu Ming Mei berkata dengan kesal

"Apanya yang kekasih kecil, aku akan pergi dan mencari ibu untuk makan malam"

Setelah mengatakan ini, Ming Mei berbalik dan mulai berjalan pergi.

Pria tua itu berkata pada Ming Mei "Katakan pada ayahmu bahwa kita akan bergabung"

Ming Mei tidak menjawab dan hanya mengangguk, lalu kembali berjalan.

Pria tua itu tersenyum pada Jiang Chen dan berkata "Nak kau ikut denganku"

Pria tua itu masuk kembali kedalam ruangan dengan JiangChen mengikutinya dibelakang, didalam ruangan Jiang Chen melihat bahwa disana hanya ada dua kursi kosong dan satu meja kayu kecil biasa.

Pria tua itu berkata, sambil menunjuk ke salah satu kursi "Duduklah aku akan mengambil teh"

Jiang Chen pun duduk di salah satu kursi, dan sedangkan pria tua itu pergi keruangan lain yang terhubung dengan ruangan ini.

Tidak selang lama pria tua itu kembail dengan membawa dua gelas teh di tangannya dan menyimpannya di atas meja.

Pria tua itu tersenyum dan berkata "Minumlah"

Jiang Chen pun langsung mengambil teh itu dan berkata "Terimakasih"

Pria tua itu berkata dengan santai "Namaku Ming Ye, jika kau tidak keberatan kau bisa memanggilku kakek atau kakek Ye"

Jiang Chen segera mengangguk "Jiak begitu maka maaf atas kelancanganku kakek"

Ming Ye mengangguk dan berkata "Bagaimana kabar ayahmu?"

Jiang Chen berkata dengan sopan "Dia baik-baik saja"

Ming Ye memegang janggutnya "Dulu ayahmu pernah menyelamatkanku saat aku dalam kesulitan, jadi aku sebenarnya berhutang budi pada ayahmu"

Jiang Chen terkejut mendengar itu, karena dia yakin bahwa kakek Ye setidaknya memiliki kuktivasi ranah Transformasi Tendon tingkat akhir atau bahkan lebih tinggi, tapi dia bilang pernah di selamatkan oleh ayahnya, bukankah itu berarti ayahnya lebih kuat.

Jiang Chen menenangkan pikirannya kembali dan menggelengkan, lalu berkata "Kakek tidak perlu berkata seperti itu, Ayahku pasti melakukannya dengan ikhlas dan tidak meminta balasan apapun"

Ming Ye mengangguk setuju "Aku tahu, ayahmu adalah orang yang baik dan adil"

Ming Ye menepuk pundak Jiang Chen "Kau harus bangga bisa mempunyai ayah seperti dia"

Jiang Chen mengangguk dengan serius dan berkata "Tentu, karena bagiku ayahku adalah kebangganku"

Jiang Chen dan Ming Ye bertukar beberapa pertanyaan ringan lagi, sebelum Ming Ye bangkit dari kursinya dan melihat Jiang Chen

"Sepertinya sudah waktunya, sebaiknya kita segera ke ruang makan karna mereka pasti sudah menunggu"

Jiang Chen mengangguk setuju, walaupun niat awalanya dia ingin pulang, tapi karena sudah seperti ini dia hanya bisa mengikuti arus.

Jarak dari tempat Jiang Chen ke ruang makan tidaklah terlalu jauh, sehingga mereka hanya memerlukan sedikit waktu saja untuk sampai disana.

Saat Jiang Chen dan Ming Ye masuk ke ruangan, mereka di sambut oleh meja makan yang sangat mewat, terlihat bahwa kaki mejanya saja terbuat dari emas murni, dan mejanya terbuat dari batu giok warna putih.

Namun, disana hanya ada lima kursi saja dan sepertinya itu sudah termasuk kursi untuk dirinya,

Disana sudah ada Ming Ho dan Ming Mei yang sedang duduk dan mengobrol, saat kedatangan Jiang Chen, lalu Ming Ho melambaikan tangannya dan berkata, sambil menunjuk salah satu kursi yang ada didekatnya

"Kemarilah dan duduklah disitu"

Jiang Chen pun mengangguk dan berjalan menuju kursi dan duduk di samping Ming Ho dan Ming Ye, sedangkan untuk Ming Mei dia duduk disamping Ming Ye, dan di sebelahnya adalah kursi kosong.

Ming Ho berkata "Tunggulah, Yu Mei sedang mengambil makanan"

Jiang Chen bingung karna tidak tahu siapa itu Yu Mei, tapi dengan memikirkan kursi yang kosong, dia mengetahui bahwa Yu Mei pasti itu adalah istrinya Ming Ho.

Benar saja, tidak lama setelah itu ada seorang wanita masuk ruangan dan dibelakangnya ada beberapa pelayan yang sedang membawa makanan.

Wanita itu terlihat seperti Ming Mei, tapi dia terlihat lebih dewasa dan anggun, terlihat bahwa usianya sama dengan Ming Ho yaitu sekitar 30 tahunan.

Wanita itu tersenyum pada Jiang Chen dan berkata "Aku adalah Yu Mei, Ibu dari Ming Mei dan kau bisa memanggilku bibi Mei atau bahkan ibu. Sebenarnya tadi Ming Mei membicarakan banyak hal tentangmu padaku, dia bilang bahwa kau sangat menyebalkan, tapi sebenarnya cukup tampan"

"Aku kira dia sedikit melebih-lebihkan tentang kamu cukup tampan, tapi setelah melihatmu langsung, aku bisa tahu bahwa itu benar, bahkan suamiku tidak setampan dirimu waktu itu"

Ming Ho dan Ming Mei berkata bersamaan dengan tergesa-gesa

"Ibuuuuuu"

Yimei tertawa melihat itu dan berkata "Hahaha....... Apa yang salah dengan itu, aku hanya sedang berusaha menyampaikan kebenaran"

Jiang Chen bangkit dari kursinya dan menangkupkan tinjunya, lalu berkata dengan sopan "Jiang Chen, menyapa Bibi Mei"

Ming Ye berkata dengan santai "Baiklah, sekarang mari kita makan"

Setelah makan malam Jiang Chen bertukar beberapa percakapan lagi dan meminta izin untuk pergi.

"Sepertinya aku harus pulang sekarang, karena hari juga sudah cukup malam dan aku masih memiliki beberapa hal untuk dilakukan"

Ming Ho berkata "Kau bisa menginap disini malam ini, jika kau mau"

Jiang Chen menggelengkan kepalanya dan berkata "Aku masih memiliki dua saudara di penginapan, aku takut mereka menghawatirkan ku, dan aku juga memiliki beberapa hal yang harus aku lakukan"

Ming Ho berkata "Maka aku tidak akan menahanmu"

Yu Mei menambahkan "Rajin-rajinlah datang kesini, kamu akan selalu disambut disini"

Jiang Chen mengangguk dan berkata "Tentu, masakan bibi sangatlah enak, bagaimana aku bisa melewatkannya"

Mong Ho bertanya "Jika kau tidak keberatan aku ingin tau apa tujuanmu datang ke Kota Ming?"

JiangChen menjawab dengan santai "Tentu tidak masalah ini bukan rahasia, aku akan pergi ke Bukit Tengkorak untuk pelatihan selam 3 bulan kedepan"

Semua orang di ruangan terkejut bahkan Ming Ye tersedak oleh air teh.

Ming Ho berkata dengan tergesa-gesa "Apakah kamu yakin, tempat itu sangat berbahaya, bahkan untuk kami"

Ming Mei pun berkata "Benar kata ayah, kau bisa memikirkannya lagi"

Jian Chen menggelengkan kepalanya dan berkata dengan tegas "Tekadku sudah bulat dan ini kulakukan untuk masa depanku"

Setelah bertukar beberapa kata lagi, Jiang Chen pun berpamitan dan segera pergi.

Dalam percakapannya Jiang Chen juga memberitahukan tentang kejadian bandit yang dia alami, dan ini cukup menarik perhatian Ming Ho, sehingga dia pun berkata akan menyelidiki kasus ini secara serius.

Setelah kepergian Jiang Chen, di sebuah ruangan rahasia di Klan Ming, ada dua orang pria yang sedang duduk berhadapan satu pria tua dan yang lain pria paruh baya, mereka tidak lain dan tidak bukan adalah Ming Ho dan Ming Ye yang sedang mengbrolkan sesuatu.

Ming Ye berkata pada Ming Ho "Bagaimana menurutmu bocah Jiang Chen itu?

Ming Ho berpikir dengab hati-hati "Aku pikir dia cukup misterius dan bocah itu sangalah aneh, aku bahkan tidak bisa membaca pikirannya"

Ming Ye mengangguk dan berkata "Aku juga tidak bisa"

Ming Ho terkejut dengan itu dan berkata "Tapi bukankah ayah sudah menerobos ke ranah itu"

Ming Ye mengangguk dan berkata "Ya, aku sudah menerobos, tapi aku masih belum bisa melihat kedalamnya, dia sangatlah tenang untuk bocah seumurannya, sehingga setiap tindakan dan ucapannya terlihat sangatlah alami"

Ming Ye melanjutkan dengan serius "Singa pasti melahirkan singa, maka tidak aneh Jiang Chen adalah anaknya"

Ming Ho berkata "Namun, dia akan masuk ke Bukit Tengkorak, apakah kita tidak akan menghentikannya?"

Ming Ye menggelengkan kepalanya "Tekadnya sudah bulat, bahkan jika kau menghalanginya, dia tidak akan mendengarkanmu, bahkan lebih buruk dia akan memandang rendah padamu, dan dari matanya, aku bisa melihat jalan yang penuh dengan darah, sehingga ini memang bisa dianggap latihan baginya"

Ming Ho berkata dengan khawatir "Bukankah itu berarti akan berbahaya untuk MingMei dekat dengannya"

Ming Ye menggelengkan kepalanya "Kita tidak tahu mana yang benar dan salah, sebelum kita melewatinya"

Ming Ye melanjutkan "Jangan mencoba merubahnya, biarkan takdir mengambil jalannya atau kau akan menghitung karmanya"

Ming Ho mengangguk serius.

Sedangkan Jiang Chen tidak tahu semua yang terjadi disitu, dia baru saja sampai di penginapan dan memilih untuk langsung beristirahat, sehingga besok saat keberangkatannya dia memiliki stamina yang cukup.

1
Muh Nasrun
Umur 10 tahun harusnya masih main kelereng, kenapa sdh mengetahui wanita cantik, apa umur segitu sdh bisa mengerti tentang pacaran dan sex, thor masih2 anak2 jgn ceritanya di buat spt orang dewasa.
Muh Nasrun
Thor, pakai ilmu apa Jian cheng, sampai bisa membunuh kawannya, memahami ilmu yg di baca di perpukaan saja blm, kenapa sdh menjadi lihai, tdk di jelaskan juga ilmu apa di pakai, apa abra katabra ilmunya, ceritanya dangkal thor.
Muh Nasrun
Thor, Jilu dan Jia long hanya dpt ilmu kurtivasi, kenapa sdh bisa bertarung, dari mana ilmunya, ceritanya di buat berlogika, jgn semuanya di buat instan saja, pembaca jadi bingung thor.
Jade Meamoure
Thor novel ini kan dah lama lho tp koq belum tamat jg ya
Jade Meamoure
haishhh kasian pak'e kena tendangan mulu dari mak'e nasib nasib
Jade Meamoure
hayooo jangan umpetin anak orang
Jade Meamoure
rasa'no
Jade Meamoure
sangat bagus masih ada tuan muda yg rendah hati begitu jg semua orang yang ada di klan
Yuda Suastika
upupupupupupuppupupu
Yuda Suastika
ingat ada ming mei
Yuda Suastika
kuattttttt
Yuda Suastika
upupupupupupupupupupupupupupupup
Yuda Suastika
upupupupupupupupupupupupupupupupupupupupupupupupupupupup
Yuda Suastika
upupupupupupupupupupupupupupupupupupupupupupupupupupupupupupupupup
Yuda Suastika
njuuuuuttt
Yuda Suastika
upupupupupupupup
Yuda Suastika
habisinnnn
Yuda Suastika
traveling again
Yuda Suastika
mantaaappp
Yuda Suastika
msntaappp,menjadi kuaatttttt..upupupupupupupupupup
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!