NovelToon NovelToon
Penyesalan Abimanyu (Sandiwara Pernikahan)

Penyesalan Abimanyu (Sandiwara Pernikahan)

Status: tamat
Genre:Contest / Perjodohan / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:13.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: mom's chaby

Penyesalan datangnya selalu diakhir.
Kalau diawal namanya pendaftaran.

Baik buruknya setiap perbuatan,pasti akan mendapat balasan.Percayalah,,karma itu ada


Tuhan maha adil,dalam membagi luka dan kebahagian.
Suka dan Duka akan mewarnai kehidupan manusia.


Apa yang kita tanam,itulah yang akan kita tuai.Jadi berbuat baiklah sebelum penyesalan itu datang.


Yang gak suka sama cerita ini, tinggalkan, jangan dibaca😊 gak usah komentar yang aneh-aneh, apalagi ngebanding-bandingkan dengan cerita lain. Karena beda author beda juga cara mereka bercerita, dan juga beda ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mom's chaby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Bel kembali berbunyi, dan kali ini yang datang adalah mbak Nisa. Alya sangat panik, melihat kedatangan Nisa. Dia menanyakan keadaan Abimanyu, karena dia ingin memeriksanya.

Alya berusaha mencegah mbak Nisa agar tidak masuk ke kamar Abimanyu. Namun usahanya sia-sia. Abimanyu turun dari kamarnya bersama Tamara.

Mbak Nisa terkejut, melihat Tamara ada dirumah itu, dan menggandeng mesra tangan Abimanyu. Wajah mbak Nisa seketika memerah. Melihat tatapan tidak suka dari kakaknya, Abimanyu segera melepaskan tangannya dari Tamara. Dia dan Tamara sama terkejutnya seperti mbak Nisa.

"Apa-apaan ini? Kenapa wanita ini ada disini Abimanyu?" Tanya mbak Nisa, emosi.

"Pergi kamu dari sini, perempuan murahan. Aku tidak sudi melihat kamu ada dirumah ini. Pergi sekarang juga." Mbak Nisa mengusir Tamara, dan Tamara pun pergi.

Alya merasa heran, kenapa semua anggota keluarga Abimanyu tidak menyukai Tamara. Alya bisa melihat api kebencian di mata mbak Nisa.

"Jelaskan padaku Abimanyu, kenapa perempuan itu bisa ada disini?. Dan kamu Alya, kenapa kamu biarkan suami kamu bersama perempuan lain? Apa jangan-jangan wanita itu memang sering datang kemari?."

"Tidak mbak. Nona Tamara baru datang hari ini saja." Bohong Alya.

"Apa benar itu Abimanyu?. Kenapa kamu diam?. Pantas saja kamu ingin tinggal disini, sekarang aku tahu alasannya. Kamu ingin bebas menemui wanita itu kan?. Tadinya aku kesini karena khawatir dengan kondisi kamu.Tapi sekarang, sepertinya tidak ada yang perlu aku cemaskan. Kamu malah senang-senang dengan wanita itu, di rumah kamu sendiri, dihadapan istri kamu.

Pantas saja kamu bersikeras menolak tawaran mama untuk menginap kemarin, rupanya kamu sudah janjian dengan wanita itu.

Alya!! mulai saat ini mbak ingin kamu mengatakan apapun yang dilakukan suami kamu itu. Kamu jangan pernah menutup-nutupi apapun dari mbak dan mama." Kata Mbak Nisa, lalu pergi dari sana.

Alya dan Abimanyu saling pandang. Alya tidak tahu harus berkata apa. Begitu juga Abimanyu. Abimanyu kembali ke kamarnya. Ia duduk di sofa.

Kenapa semua keluargaku sangat membenci Tamara? Sebenarnya apa yang sudah dilakukan Tamara, sampai mbak Nisa pun terlihat sangat membencinya?. Batin Abimanyu.

...............

Hari-hari berlalu, tak terasa pernikahan Abimanyu dan Alya, sudah memasuki bulan ke enam. Selama itu pun belum pernah terjadi hubungan suami istri yang sesungguhnya, diantara mereka. Hanya saja, sikap Abimanyu memang sudah benar-benar baik terhadap Alya.

Rama masih mencari keberadaan adiknya. Anak buahnya sudah mendatangi semua restoran yang ada dijakarta Timur, bahkan hampir semua restoran di Jakarta, tapi dia belum berhasil menemukannya. Mereka tidak mendapat petunjuk apapun, tentang Safitri.

.....

.

Kamis sore itu dikantor Rama.

Alya dan teman-temanya, sedang merapikan ruangan. Para karyawan sudah pulang. Rama dan Alex kembali ke kantor, karena ada sesuatu yang harus mereka selesaikan disana.

Alya dan Burhan sedang membersihkan ruangan Rama. Mereka berdua bekerja sambil mengobrol menggunakan bahasa sunda. Mereka memang biasa melakukannya, saat mengobrol berdua ataupun ada Evi.

Rama dan Alex yang datang tanpa sepengetahuan mereka tak sengaja mendengar obrolan keduanya

"Ehem..." Rama berdehem, membuat Alya dan Burhan kaget. Wajah mereka langsung pucat. Mereka tidak tahu kalau bosnya ada disana. Mereka takut disangka tidak bekerja dengan baik, karena kepergok bekerja sambil mengobrol.

"Kenapa berhenti ngobrolnya?." Tanya Rama, membuat keduanya semakin takut. Rama tersenyum melihat wajah panik dari kedua bawahannya itu.

"Maaf jika saya mengganggu percakapan kalian. Ada pekerjaan yang harus saya selesaikan diruangan ini, kalian bisa keluar sekarang." Ucap Rama.

Alya dan Burhan pun keluar, dan membersihkan ruangan karyawan lainya. Semua OB sudah selesai mengerjakan tugasnya, dan bersiap untuk pulang. Rama dan Alex keluar dari ruangannya, dan sepertinya mereka pun akan pulang.

"Alya." Panggil Rama.

degggg.... Alya merasa takut, saat Rama memanggilnya.

"i..iya pak."

"Kenapa kamu gugup sekali?. Saya hanya ingin bertanya sama kamu."

"Tanya apa pak?"

"Alya kamu mau pulang kan?."

"Tidak pak. Saya harus menyelesaikan pekerjaan saya membersihkan ruangan bapak, yang tadi tertunda."

"Tidak perlu. Besok pagi saja. Sekarang kamu pulang bareng saya. Saya tunggu dibawah."

"Tapi pak, saya "

"Kamu masih mau kerja disini kan?Jangan membantah saya." Tegas Rama lalu pergi dan masuk ke lift bersama Alex.

"Lo nggak salah ngajak Alya pulang bareng Ram?."

"Kenapa emangnya?. Lo keberatan?."

"Enggak...tapi gue heran aja. Lo katanya gak suka sama Alya, tapi kok lo ngajak dia pulang bareng?. Gue yakin, sebentar lagi orang-orang dikantor bakal gosipin lo lagi."

"Biarin aja. Gue suka kalau mereka gosipin gue. Gue cuma bisa senyumin mereka." Jawab Rama.

Mereka sampai di lantai dasar, dan keluar dari lift. Alex mengambil mobil, sedangkan Rama menunggu Alya dilobi.

Alya menghampiri bosnya ragu, lalu mereka pun masuk ke mobil Rama. Alya dan Rama duduk di belakang, dan Alex mengemudi.

Alya bertanya-tanya dalam hatinya, kenapa bosnya itu mengajaknya pulang bersama.

Alya berpikir, mungkin saja apa yang dikatakan orang-orang itu benar, bahwa Rama menyukainya.

"Kamu mau makan dulu Alya?." Tanya Rama

"Tidak pak, saya mau langsung pulang."Jawab Alya.

"Maafkan saya Alya, saya tidak bermaksud memaksa kamu ikut saya.Tapi saya ingin menanyakan sesuatu sama kamu."

"Tadi saya denger kamu dan Burhan ngobrol pake bahasa sunda. Kamu bisa bahasa sunda?" Tanya Rama.

Ya Allah aku kira apa. Batin Alya lega

"Oh..iya pak saya bisa bahasa sunda, saya kan orang sunda." Jawab Alya.

"Kamu orang sunda?"

"Iya pak saya orang sunda."

"Kamu asli mana?."

Ini pak Rama kenapa nanya-nanya asal-usul segala, kayak petugas sensus.

"Saya asli Bandung pak."

"Bandung? Dimananya?."

"Saya dari Lembang pak, jln Setiabudi." Jawab Alya.

Rama sedikit terkejut. Dia diam sejenak.

"Kamu suka pulang ke Bandung?."

"Tidak pak. Saya jarang sekali kesana."

"Kamu sudah lama tinggal di Jakarta?"Tanya Rama

"Baru dua tahun lebih." Jawab Alya.

"Kalau saya boleh tahu, kenapa kamu pindah ke Jakarta?"

"Saya ikut ibu saya pak." Jawab Alya.

Alex dan Alya merasa heran dengan Rama, yang terus saja bertanya pada Alya.

"Ngomong-ngomong kamu tinggal dimana Alya?" Tanya Alex.

"Pas perempatan depan belok kiri pak, rumah saya tidak jauh dari sana." Jawab Alya.

"Kamu tinggal sama siapa?." Tanya Rama

Alya diam. Dia tidak ingin menjawab pertanyaan bosnya itu.

"Stop pak Alex, kita sudah sampai." Ucap Alya.

"Maaf pak, saya harus turun sekarang juga.Terima kasih tumpangannya." Ucap Alya, lalu membuka pintu mobil, dan turun. Alya sudah merasa tidak nyaman dengan pertanyaan-pertanyaan Rama.

Mobil Rama masih disana. Alya heran dengan bosnya itu yang terasa menginterogasinya. Dan sekarang, bahkan dia belum pergi.

Alya merasa seperti sedang diawasi oleh Rama. Dia terpaksa masuk ke gang kecil, yang ada di dekat gerbang perumahan elit, tempat tinggal Abimanyu.

Dan setelah mobil Rama pergi, Alya pun berlari, dan masuk ke gerbang perumahan itu.

1
umi istilatun
👍
Rini Amelia
Abi klo lagi marah dukanya ngelemparin barang.kaya perempuan kalo lagi marah aja 😄
Hanyta Karlawi Masarman
🔥🔥🔥🔥🙏🙏🙏👍👍👍
Shifa Burhan
inilah malah lihat sikap author seenaknya pada karakter emeran utama pria

kasian karakter nya dibuat kayak lelaki bodoh pengemis cinta ditolak dan disakiti hatinya berkali tapi tetap saja dibuat kayak pengemis

coba kau diposisi abimayu thor, kau pernah melakukan kesalahan kau sudah menyesal dan menebunya dan kau ditolak berkali2, dengan kata2 yang menyakiti hati, apakah author masih mau mengejar dan kayak pengemis apakah adil author rasa kalau diposisi abimayu

miris
Fransiska Widyanti
Alya harusnya minta belikan rumah yg lain sama Abi jgn di rumah penuh kenangan pahit
Fransiska Widyanti
wihhh Celine welcome to the hell 😆😆😆
Fransiska Widyanti
gak usah banyak janji Bi tapi di praktekan
Fransiska Widyanti
Rama ingat jangan jadi pebinor,cari wanita yg single
Fransiska Widyanti
Celine...Celine...kamu di mana?? kok gak muncul
Fransiska Widyanti
author masak di ICU boleh ber3 masuk setahuku 1 per 1 yg boleh jenguk,,, 2 pun dah gak boleh apalagi 3 ,maaf kl salah 😊
Fransiska Widyanti
Celine terkutuklah engkau
Fransiska Widyanti
celineo ngadalin rama.alah dia yg di jebak😆😆😆
Fransiska Widyanti
bener si Dennis penjahat kelamin tuh harus di beri pelajaran
Fransiska Widyanti
😆😆😆slawe ewu
Fransiska Widyanti
😆😆😆di tipu sama selingkuhannya,,,eh sekarang di tipu jg sama Roni
Fransiska Widyanti
mantap kali hukuman author ke Abi 😆😆
Fransiska Widyanti
awas ya author kl Alya dapat Abi,,,nti dapat bekasnya Tamara
Fransiska Widyanti
kenapa gak terima dasar laki2 br****ek
Fransiska Widyanti
mampus lu Abi,,,kamu bisa cemburu trus selama ini kamu pelukan,ciuman di depan Alya apa maksudnya dasar laki2 egois
Fransiska Widyanti
Abi gak berhak kamu cemburu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!