Annika, kembali setelah bertahun-tahun di asingkan oleh keluarga nya sendiri karena bisu. Takut menjadi perbincangan publik seorang anak yatim piatu yang mereka angkat malah di perkenalkan sebagai anak mereka.
Sampai saat pesta perayaan keberhasilan si putri palsu, Annika datang dan membuat semua orang bertanya-tanya siapa kah putri yang asli dan yang palsu itu.
Saksikan kelanjutan ceritanya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lafratabassum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27
Hei reader cinta ku, Jangan lupa like dan beri dukungan sebanyak-banyaknya ya . Terus baca semua bab nya biar retensi nya stabil dan karya ini terus berlanjut.
Terimakasih
...----------------...
Jika ayahnya bisa sekuat ini, dia juga bisa melakukannya. Annika berjanji akan memberikan keadilan atas nama Kakeknya.
Annika membulatkan tekadnya, jika ayahnya tidak menerima dirinya, maka dia akan membuat dirinya lebih layak menerima nama kakeknya.
Untuk itu, bisnis yang akan Annika buka bernama Agatha. Label nama, yang dia ambil dari nama tengah kakeknya. Semua rancangan sudah matang, tinggal penyelesaian untuk launching.
Di tengah Annika yang sibuk dengan pengembangan bisnis miliknya, lain hal nya dengan Tania.
Dia masih belum bisa move on dari acara pertunangan kemarin. Dendam hatinya sama sekali tidak berkurang sedikit pun.
setiap menit dia membaca semua berita tentang Keluarga Sangkara khususnya tuan muda Sangkara, yakni Elgar.
Dia akan mencari tau setiap detail dari Elgar. Apa yang lelaki itu sukai, mulai makanan, olah raga, hobi serta segala hal yang berkaitan dengan lelaki itu.
Jika Annika bertekad mengalahkan ayahnya, maka Tania juga bertekad untuk mengalahkan Annika. Baginya yang pantas mendapatkannya Elgar adalah dirinya.
Ddrrtt
Ponsel Tania bergetar halus, sebuah pesan masuk.
' moneyBar, ruangan 125'
Sudut bibir Tania tertarik tipis. Kali ini kesempatan nya untuk menyadarkan Elgar, bahwa wanita yang pantas bersanding dengannya hanyalah Tania seorang.
Tania segera memilih gaun yang paling seksi dengan warna mencolok. Dia berjalan memasuki Bar dengan langkah gemulai. Tujuannya sudah pasti, ruangan VVIP dimana menurut informan disanalah Elgar berada.
Tania segera membuka ruangan itu, dia sudah memiliki persiapan. Berpura-pura mabuk dan salah memasuki ruangan.
Itu adalah hal umum, tidak akan mendapatkan kecurigaan.
" astaga.. ! Maafkan aku.. " ucap Tania dengan badan mulai limbung. Bahkan ucapannya dibuat tidak terlalu jelas.
semua mata mengarah pada Tania, mereka adalah beberapa orang kelas atas yang sedang berpesta. Dan tentu saja ada Elgar. Lelaki itu hanya menemani teman dekatnya yang sengaja menjebaknya kemari.
" ...bukanlah dia Tania itu? pemilik Masashi" saut salah seorang lelaki yang kemudian berdiri dan membantu Tania agar duduk di salah di sofa.
beberapa yang lain memastikan dan menganggukkan kepala " benar, bukankah itu artinya dia calon kakak ipar anda tuan Elgar?" kini tatapan mata beralih pad Elgar.
Elgar yang awalnya tidak peduli, sekarang ikut terbawa. Dia melihat Tania yang sudah duduk di sofa dengan tampilan yang buruk.
Kebanyakan dari tamu disini adalah warga sosialita, mereka tidak mungkin terlewat kabar keluarga Masashi dan keluarga Sangkara yang menjadi topik utama pemberitaan. Jadi untuk itu, identitas Tania dengan mudah mereka ketahui.
Teman dekat Elgar menyeringai tipis, lalu dengan menyenggol Elgar dia berkata " jadi dia kakak tunangan mu? lumayan juga... " ekspresi nya meneliti tubuh Tania yang terbuka.
Elgar Tidak peduli mau berapa pasang mata Lelaki yang menikmati pemandangan itu. Tapi kemudian Elgar mengingat Annika. Menurut cerita, Annika lebih banyak mendapatkan kesakitan lewat ayahnya. Dia belum mendengar bahwa Tania juga memberikan andil dalam kesakitan masa kecil Annika.
Jadi karena namanya ikut terseret atas kehadiran Tania, Elgar segera beranjak dan membawa Tania keluar. " aku akan mengantar nya" pamit Elgar pada semua orang.
sedangkan yang lain malah bersorak mesum " ingat kau sudah bertunangan, dia kakak ipar mu! " ada juga yang lebih parah " bisa nih kakak beradik "
Elgar tidak menyahut, dengan berat hati dia memapah Tania menuju parkiran. Tania memang wanita licik, tentu saja kesempatan ini dia pergunakan dengan sebaik-baiknya.
Bagian khusus tubuhnya dia tempelkan pada tubuh Elgar. dia yakin sekali, jika rayuannya tidak akan tertolak. Bahkan Tania tidak tahu malunya menempeli tubuh Elgar di sepanjang jalan menuju parkiran.
Elgar menarik nafas panjang, kesabaran nya tidak bertahan lama.
Saat sampai di koridor bar, dia menatap kesana kemari. Lalu dia menyuruh sopir sewaan untuk mengantar Tania.
" hey kau sini, antar dia ke perumahan kawasan gading" ucap Elgar lalu memberikan tubuh Tania ke sopir sewaan itu.
Tania tidak terima, dia berlagak marah dan menahan lengan Elgar sekuat mungkin " jangan tinggalkan aku.." nadanya merajuk dan manja. Tubuh itu kembali menempel lengan Elgar dengan sangat erat. Seperti lintah yang sulit sekali lepaskan.
Elgar menatap malas " dia yang akan mengantar mu.. sudah sana pergi" Elgar memberikan kode pada supir sewaan untuk membawa tubuh Tania.
Tetapi Tania menolak, dia bertingkah seperti anak kecil yang kehilangan mainannya. Berteriak tidak kenal malu.
Elgar semakin jengah, jika seperti ini tingkah mereka akan membuat keributan. Maka terpaksa Elgar tetap membawa masuk ke mobilnya.
Barusaja Elgar membuka pintu belakang, Tania dengan seenaknya berlari dan membuka pintu depan. Dia ingin duduk di sebelah Elgar di depan.
Tingkah kecil ini membuat Elgar tersadar jika Tania sedang memanfaatkan nya.
Elgar masuk ke mobil dengan malas, dia melihat Tania yang sudah menutup matanya. Tania sengaja tidak menggunakan sabuk pengamannya, tujuan jelas. Agar Elgar lah yang memakai nya.
Setelah lama menunggu, harapan Tania pupus. Mobil berjalan dan dia tidak menggunakan sabuk pengamannya. Alhasil Tubuhnya sering terguncang selama perjalanan. Elgar sengaja membuat laju mobil seperti itu.
Tania tidak tinggal diam, saat di lampu merah dia mencoba meraba tubuh Elgar. Saat itu lalulintas sedang pelik, Elgar memang menolak. Tapi Tania tidak kunjung menyerah.
Hingga tanpa Elgar prediksi. Tania menegakkan tubuhnya dan mencium pipi Elgar. Reflek Elgar mendorong tubuh Tania dengan keras.
Wanita itu jatuh dan menubruk bagian pintu. "kamu gila?! Hah!!" teriak Elgar setelah mengerem mendadak mobil.
Untung saja mereka berada di jalanan khusus perumahan. Tidak ada kendaraan yang lewat saat itu.
Tania merasakan sakit yang amat di daerah bahu dan punggung nya. " jangan menipuku lagi. Menjijikan sekali" begitu tajam kalimat lanjutan dari Elgar.
Saat itu Tania tidak mampu berpura-pura lagi, tapi bukannya merasa bersalah. Tania malah terlihat marah. ".. Aku memang sudah tergila-gila padamu! Akulah yang sejak lama mengejar mu, tapi kenapa malah Annika yang.. "
" dia lebih baik dari mu, mengerti?! Sekarang keluar dari sini" bahkan Elgar tidak memiliki kesabaran lagi untuk menunggu Tania menyelesaikan kalimat nya.
Sekarang di mata Elgar, Tania begitu murahan.
Nafas Tania menderu, dia tidak terima di tolak seperti ini. Jadi dengan tatapan marah dia melakukan hal yang lebih tidak masuk akal. " aku tidak mau pergi! Kita sudah seperti ini, aku tidak peduli mau bagaimana orang melihat ku"
Srek..
Tania membuka bajunya dia depan Elgar. dia sudah kehilangan akal akibat penolakan lelaki dambaan nya. Saat ini mau cara serendah apapun akan Tania lakukan demi bisa bersama dengan Elgar.
Elgar seketika menjadi pening, Tania benar -benar sudah tidak waras.