Season kedua kisah Akbar dan Kirana. Season pertama berjudul Menikahi Si Buruk Rupa. Di sarankan membaca kisah mereka yang sebelumnya. Klik aja profil Zaraa ^_^
"Ada dua hal yang akan aku lakukan, jika memang suatu saat suamiku tersayang selingkuh."
"Pertama, saat aku tau kalau dia sudah berselingkuh sejauh hubungan di atas ranjang. Aku akan memastikan dia jatuh dalam jurang yang terdalam."
"Kedua." Kirana memejamkan mata kemudian kembali berkata dengan mata yang terbuka, "Wanita bermartabat gak akan mempertahankan seorang pengkhianat. Aku akan membiarkan mereka bersama. Karena pengkhianat dan penggoda pantas hancur bersama!"
Kisah rumah tangga pada umumnya. Berbagai kesulitan dan cobaan di hadapi Akbar dan Kirana. Benarkah bahwa lelaki selalu berselingkuh dan yang membedakan hanya sejauh apa perselingkuhan itu terjadi?
Namun, tak banyak yang menyadari bahwa alasan hubungan kandas sering terjadi karena pasangan berpikir bahwa keputusan itu terbaik untuk orang yang ia cintai. Padahal tidak sama sekali.
Selamat membaca ^_^
Harap apresiasi melalui like, komentar dan votenya yaa ❤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zaraa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dita Ayudia Niswara
"Semesta gak pernah peduli sebesar apa kamu menyayanginya. Selama apa kamu bersamanya. Takdir bisa datang tiba-tiba tanpa aba-aba. Siap gak siap. Mau gak mau. yang bukan untukmu gak akan pernah menjadi milikmu."
~Dita Ayudia Niswara~
****
"Karena bisa jadi ... kebaikan hati Abang suatu saat nanti bisa buat rumah tangga kita sirna. Abang mungkin akan kehilangan Aku dan Athaya."
"Ngawur!" ucap Akbar dengan nada mengejek. Kirana memberengut kesal. Lalu Akbar memeluk Kirana dengan erat.
"Gak usah mikir yang macam-macam dek. Sampai segitunya. Lagian mana ada kebaikan membawa bencana." Akbar menghela napas pelan sembari mengusap punggung istrinya.
Mengecup kening Kirana. Lelaki itu lalu membawa Kirana keluar. Mereka harus menemui polisi. Keduanya menuju teras rumah.
Terlihat Bagas sudah di giring menuju mobil polisi. Kemudian Aura hendak ikut masuk ke dalam.
"Lo ikut?" tanya Kirana pada Aura. Wanita itu menganggukkan kepala.
"Gue harus ikut. Gue mau nemenin Bagas karena semua yang terjadi hari ini karena perbuatan masa lalu gue." Aura berucap sembari menatap Kirana dan Akbar bergantian.
"Maaf Aku bohong Bar ... Aku sama Bagas memang satu sekolah SMA. Kami bukannya gak saling kenal. Kami bahkan punya hubungan."
Akbar terkesiap mendengar hal itu. Aura dulu berkata bahwa Bagas hanya teman satu sekolah.Mereka bahkan tak saling kenal.
"Hubungan yang bahkan membuat lelaki ini mau memberikan ginjalnya untukku."
Semua orang terkesiap. Kirana menangkupkan tangan di mulutnya.
"Apa?" Akbar menatap Aura.
"Ya. Karena itu dia benci kamu. Dia dulu cuma laki-laki polos yang udah aku lukai. Setelah mendapatkan ginjalnya. Aku gak peduli sama Bagas lagi. Pergi darinya seolah kami gak pernah punya hubungan apa-apa."
Aura memang menjadi wanita yang tamak akan harta. Bagas hanyalah anak bungsu dari lima bersaudara. Dan dia tak mempunyai keahlian apapun dalam bisnis. Ia diremehkan keluarga Gerald. Sementara Akbar adalah putra pertama keluarga Bratajaya. Dengan segalaan kekayaan dan kecerdasan yang ia punya. Tentu Aura lebih menginginkan Akbar dari pada Bagas.
"Maaf mungkin gak akan memperbaiki keadaan yang udah terjadi. Tapi aku harus jujur dan minta maaf sebanyak mungkin," ucap Aura kemudian masuk ke mobil polisi.
Mobil itu perlahan meninggalkan halaman rumahnya sendiri. Aura menggenggam tangan Bagas. Lelaki itu menatap Aura dengan sorot mata tak terbaca.
"Aku mau nemenin kamu kali ini. Sampai hukuman kamu berakhir dan keluar dari penjara. Kita bisa membangun kebahagiaan bersama."
Bagas terkesima.
***
"Owalah! semua hal besar kek gini terjadi karena ulah fucekgirl aja!" sungut Nila kesal.
Sementara Akbar dan Kirana terdiam. Saling tatap cukup lama seolah saling berkomunikasi hanya lewat mata.
"Udah ah. Gue mau pulang duluan yaa!" ucap Dita berpamitan.
"Kok buru-buru Dit? kayak punya laki aja di rumah," sahut Nila spontan. Bermaksud bercanda namun nampaknya Dita merasa tersinggung. Terlihat dari perubahan raut wajahnya.
"Nila ...." tegur pelan Ilham. Nila mengerjap bingung menatap suaminya.
Dita lalu melangkah pergi. Kirana mengikuti. "Dita."
"Gue gak papa Na," ucap Dita sembari tersenyum. Ada sorot mata kesedihan di dalamnya.
Kirana menatap dalam mata Dita. Wanita itu merupakan sahabatnya sejak kecil. Mama Dita adalah salah satu karyawan Ayah di perusahaan Cakrawangsa.
Di mulai dari hal itu. Mereka akhirnya saling akrab. Dita hanya memiliki seorang ibu karena kedua orang tuanya berpisah saat ia berumur 4 tahun.
Alih-alih menjadi wanita yang nakal seperti anak broken home kebanyakan. Dita justru menjadi wanita yang sangat baik. Dari segi akhlak dan pemikiran.
Dalam persahabatan mereka. Jika Nila paling polos dan lemot. Maka Mia adalah wanita yang berpikir cepat tapi mudah emosi. Kelakuannya lebih barbar dari yang lainnya. Sementara Kirana memiliki watak angkuh dan selalu berterus terang. Lain hal dengan Dita. Wanita itu selalu lebih dewasa dan bijaksana.
Hal itu membuat Kirana berpikir. Bahwa Allah hanya sedang menyiapkan jodoh terbaik untuk sang sahabat yang sempurna seperti Dita. Banyak orang yang selalu mencela wanita yang belum menikah padahal usianya sudah matang. Tapi mereka bisa apa jika jodoh belum mereka temui?
"Nila gak bermaksud-"
"Iya gue tau," tukas Dita sembari tersenyum.
"Gue duluan yaa," imbuh Dita kemudian berpamitan. Ia masuk ke mobilnya setelah berucap salam pada Kirana.
Wanita itu tersentak saat Raga langsung masuk mobilnya dan berkata, "Gue nebeng yaa."
"Ish! Tuan Muda kok nebeng!" ejek Dita sembari tertawa.
"Serah gue dong!" sahut Raga. Lalu menatap sekilas Akbar dan Kirana. Mobil berjalan pelan menuju jalan raya.
Keduanya saling diam dan Raga termenung lama. Hingga berucap dengan kekehan pelan, "Bisa-bisanya takdir mempermainkan perasaan gue Ta!"
Dita melirik Raga lalu berkata, "Move on makanya! lupain Kirana!"
Raga menatap Dita cukup lama lalu berkata. "Seharusnya Kirana yang angkuh cocok sama tuan muda kayak gue!"
Dita mencibir sembari memutar bola mata. Hingga ucapan Raga selanjutnya membuat wanita itu terkesima.
"Dan lo sama Akbar. Kalian sama-sama punya watak baik banget."
Dita menatap Raga dengan sorot mata tak terbaca.
"Saking baiknya sampai mendekati oon! heran gue sama Akbar. Bisa-bisanya ditipu Aura."
Dita tak menyahut. Pandangannya lurus ke depan. Lalu ia berkata pelan, "Semesta gak pernah peduli sebesar apa kamu menyayanginya. Selama apa kamu bersamanya. Takdir bisa datang tiba-tiba tanpa aba-aba. Siap gak siap. Mau gak mau. yang bukan untukmu gak akan pernah menjadi milikmu."
***
Jangan lupa like nya yaa ❤
Makasih dukungannya 🙏
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
RATA2 KORBAN PERKOSAAN YG HAMIL, AKN JATUH CINTA ATAU MNYUKAI LKI2 YG MNOLONGNYA, KRN DIA ANGGAP LAKI2 PNOLONGNYA ADALH DEWA ATAU MALAIKAT PENYELAMATNYA.
SDGKN RANDY BRASAL DARI IRI HATI DN DENGKI,, SPERTI HALNYA ANAK ANAK NABI ADAM SI HABIL & QABIL..