Usaha suami dalam membawa istri nakalnya kembali.
Sebuah kisah yang mengandung rasa cinta, benci dan obsesi pada wanita yang masih berstatus sebagai istri.
Segala paksaan dan tipuan Mikhael lakukan demi mendapatkan sang istri tercinta, Mikhayla, seorang Model papan atas.
Bagaimana kelanjutan kisah mereka? Silahkan baca sampai akhir..
Memiliki 2 buku:
• My Obsession Model
• Her Obsession
_-_
Dalam Tahapan Revisi!
Note : Bentuk Season 2 dari ' Playboy Vs Playgirl '.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reva As, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pulau Pribadi
Kayla keluar dari kamar mandi dengan kimono putih tebal yang melekat di tubuhnya, dia melangkah menuju lemari dan memilih baju lengan pendek dengan di padukan celana jens di atas lutut.
Setelah memakai pakaian, Kayla duduk di depan meja rias dan menempelkan foundation serta sedikit bedak di kulit mulusnya, tidak lupa dengan liptin berwarna peach yang dia pakai di bibir sexy nya.
Memang di sana sangat banyak peralatan makeUp, bahkan tadi di lemari pun terdapat banyak pakian wanita kumplit dengan **********.
Ceklek..
Kayla menoleh ke belakang saat mendengar suara pintu terbuka, dan tampaklah Mikhael yang membawa nampan berisi makanan di sana.
Mikhael berjalan dan menyimpan makanan yang dibawanya di atas meja, dia kembali melangkahkan kakinya menuju Kayla dan memeluk perempuan itu dari belakang.
" Makan dulu, setelah itu kita lanjutkan yang semalam. " Ucap Mikhael yang membuat bulu kuduk Kayla berdiri seketika.
Kayla mengangkat sebelah bahunya karena Mikhael yang menempelkan kepalanya di sebelah bahu Kayla yang mana membuat wanita itu geli karena merasakan deru nafas Mikhael.
" Apa si, dasar gila! Kamu pikir aku wanita bayaranmu apa, yang bisa seenaknya kamu ajak bercinta kapan saja. " Ucap Kayla kesal.
Mikhael hanya diam, dia bahkan melepaskan pelukannya saat Kayla berusaha berdiri dari duduknya.
" Mau kemana kamu? "
" Makan, " Jawab Kayla kerus.
Perempuan itu sudah terduduk di atas sofa dan menyambar makanan yang dibawa Mikhael tadi.
Tadinya si Kayla akan mogok makan karena Mikhael yang menculik dan menidurinya seenaknya, tapi saat melihat makanan dia tidak tahan juga untuk tidak makan.
Bagaimana tidak lapar, kemarin saat di culik Mikhael Kayla belum makan sesuap pun. Dan setelah sampai di rumah ini, Mikhael malah lebih dulu memaksanya bercinta dari pada memberinya makan.
Ya wajar lah jika Kayla lapar!
Mikhael menarik nafas panjang, kemudian dia berjalan dan terduduk di samping Kayla yang sedang makan dengan lahapnya.
" Makan lah! Setelah ini, aku ingin mengajakmu bicara hal serius. " Ucap Mikhael sambil mengusap lembut kepala Kayla.
" Oke, sana pergi! " Usir Kayla.
Mikhael terbangun dari duduknya dan pergi menuju pintu, tapi sebelum dia benar-benar pergi meninggalkan kamarnya, Mikhael sempat menoleh dan berkata:
" Aku ada di ruang tengah, setelah makan pergilah ke sana! "
" Hem, "
Mikhael tersenyum tipis dan kembali membalikkan tubuhnya, dia melangkah meninggalkan kamarnya.
Setelah Mikhael benar-benar hilang dari pandangannya, dengan segera Kayla menyambar segelas air dan meneguknya cepat.
Kayla terbangun dari duduknya dan mengacak-ngacak ranjang serta seluruh lemari Mikhael untuk mencari ponselnya yang dia yakini di sembunyikan oleh Mikhael.
" Dimana dia menyembunyikan ponselku? Arghk..Jika begini bagaimana aku menghubungi kak Adit? " Ucap Kayla sambil mengacak rambutnya frustasi.
Yah, Kayla memang berencana kabur dari Mikhael. Meskipun mungkin dia tidak akan mau lagi dengan Aditya karena keadaannya yang telah kotor.
Tapi setidaknya dia harus menemui Aditya dulu, Kayla bisa membayangkan bagaimana frustasinya Aditya mencarinya saat ini.
Kayla menoleh ke arah jendela saat mendengar suara ombak yang terdengar begitu jelas, dia barlari dan membuka gorden putih tipis yang menghalangi pemandangan di sana.
Seketika Kayla mengangkat tangan dan menutup mulutnya yang mengaga saat melihat pantai dengan jarak yang begitu dekat dari kamar yang dia tempati saat ini.
Kayla menggeleng tidak percaya, berbagai pemikiran buruk mulai hadir dalam otaknya.
" Jangan bilang dia membawaku- " Kayla menggantung ucapannya.
Secepat kilat dia berbalik dan berlari hendak menemui Mikhael untuk mendapatkan penjelasan dimana dia sekarang.
" Mikhael!! " Teriak Kayla menggelegar di seluruh ruangan.
Mikhael yang sedang pokus pada laptopnya pun menoleh dan mengangkat sebelah alisnya bingung menatap Kayla yang berlari terburu-buru.
" Ada apa? " Tanya Mikhael pada Kayla yang sudah terduduk di sampingnya.
" Dimana ini? Kemana kau membawaku pergi? " Tanya Kayla to the point.
" Pulau pribadiku, "
" What?! " Pekik Kayla dengan mata membulat.
" Hah, jangan bercanda denganku Ael. Apa kau membawaku pergi jauh dari Prancis hanya untuk menjauhkanku dari tunanganku? " Tanya Kayla tidak habis pikir.
Tangan Mikhael mengepal saat mendengar ucapan Kayla, dia menatap Kayla tajam dengan rahang yang sudah mengeras.
" Mantan tunangan, dia hanyalah mantan tunanganmu saja. Ingat itu! " Ucap Mikhael penuh penekanan.
" Dia calon suamiku Ael, dia calon suamiku!! " Teriak Kayla marah.
" Kau- hah, brengsek. Kau menculikku tanpa memperdulikan perasaan orang lain. Apa kau tidak peduli dengan bagaimana perasaanku dan kak Adit di sana, hah?! " Bentak Kayla.
" Jangan menyebut namanya di depanku! " Ucap Mikhael sambil mencengkram dagu Kayla.
" Jika kau masih terus saja menyebut namanya, maka kau sendiri yang harus menerima akibatnya. " Lanjut Mikhael sambil menghempaskan dagu Kayla kasar.
Pria itu bangkit dari duduknya dan berjalan hendak meninggalkan Kayla, namun teriakan dari gadis itu berhasil membuat langkah Mikhael terhenti.
" Dasar brengsek! Biad*b kau enyahlah dari hadapanku! Asal kau tahu saja aku sudah tidak lagi mencintaimu, karena ada orang lain di hatiku. Jadi sekarang, lepaskan aku Ael! " Teriak Kayla mengebu-ngebu.
Mikhael memutar langkahnya dan menarik tangan Kayla sampai gadis itu terpental dan menabrak dada bidangnya.
" Mau lepas ya? Mimpi! Sampai kau belum kembali mencintaiku, jangan harap kau aku lepaskan. " Ucap Mikhael sambil mencengkram dagu Kayla kuat.
Belum sempat Kayla angkat suara, pria itu sudah terlebih dahulu mencium bibir Kayla dengan kasar.
Sebelah tangan Mikhael bahkan sudah menyelusup masuk ke balik baju Kayla dengan sebelahnya lagi yang menekan tekuk belakang gadis itu.
" Emmm, ah- "
Kayla mendesah tertahan di balik ciuman panasnya saat Mikhael memainkan dadanya, dia terus berontak meminta di lepaskan tapi jangan sebut pria itu Mikhael jika dia melepaskan Kayla begitu saja.
Brek..
Mikhael merobek paksa kaos putih tipis yang Kayla gunakan hingga terlihatlah pemandangan indah yang semalam sempat Mikhael rasakan.
Mikhael memeluk pinggang Kayla dan beralih bermain di leher hingga turun ke dada menggoda Kayla yang masih di balut bra berwarna hitam.
" Tidak, jangan Ael kam- ah..! "
Kayla sudah tidak bisa berkutik lagi, tubuh kecilnya sudah di peluk erat oleh Mikhael. Dengan pria itu yang kini sibuk menciumi setiap jengkal dari leher dan dadanya.
Tangan Mikhael yang berada di pinggang Kayla perlahan turun dan mere*as bok*ng berisi Kayla, kemudian kembali turun hingga sampailah dia di kedua paha mulus Kayla.
Mikhael mengangkat tubuh Kayla dan melingkarkan kedua kaki wanita itu di pinggangnya, dengan Mikhael yang sudah kembali menyerang bibir Kayla tanpa ampun.
Kayla yang tadinya berontak mendadak lemas saat Mikhael sudah membuka pengait bra nya dan memainkan lidahnya di salah satu buah dadanya. Itulah kelemahan Kayla, dan sialnya Mikhael mengetahuinya.
Mikhael menyeringai, pria itu berjalan cepat menuju sofa dan membaringkan tubuh Kayla di sana dengan dia yang berada di atasnya.
Dan akhirnya mereka pun kembali mengulangi kegiatan panas yang semalam mereka lakukan.
Mikhael menggempur Kayla tanpa henti bahkan dia tidak menghiraukan permohonan yang terus keluar dari mulut Kayla yang menyuruhnya untuk berhenti.
Entah berapa kali mereka mencapai puncak kenikmatan, yang pastinya Mikhael tidak melepaskan Kayla meskipun gadis itu sudah lemas karena perbuatannya.
Hingga akhirnya Mikhael memilih berhenti juga saat melihat Kayla yang tertidur kelelahan karena terus melayani nafsu Mikhael yang tidak bisa hilang jika melihat perempuan yang dia cintai mendesah di bawahnya.
Mikhael bangkit dan memakai kembali pakaiannya, dia menyambar kemeja putih yang tadi di pakainya dan memakaikan kemeja itu pada tubuh polos Kayla.
Mikhael mengangkat tubuh Kayla dan memindahkannya ke kamar tamu yang berada di lantai bawah.
Di baringkannya Kayla dengan lembut di atas ranjang dengan Mikhael yang ikut berbaring di sampingnya.
Mikhael menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka, dia tersenyum melihat Kayla yang masih memejamkan matanya.
Cup.
" Tidurlah sayang, maafkan aku karena membuatmu kelelahan sepagi ini. " Ucap Mikhael sambil mengecup lembut kening Kayla.
Mikhael kembali berbaring dan membawa Kayla ke dalam pelukannya, tidak lama kemudian Mikhael ikut tertidur dengan memeluk Kayla erat.
_-_
Tbc