Nova Elvira Putri adalah masa lalunya itu sangat barbar tetapi nova disuruh masuk ke pesantren oleh sang ayah, karna sang ayah sudah pasrah saja untuk mendidik nova, sang ayah menantikan anaknya kesahabatnya dulu pada pada waktu dulu masih kuliah mereka akrab sekali dan kenapa nova disuruh masuk ke pesantren dia tidak adanya sopan santun terhadap orang tuanya pada suatu ketika nova masuk ke pondok bertemulah dengan zahra farhan sekaligus jadi sahabat satu-satunya, kemudian nova mengerti ilmu dan bicara yang sopan dan lama-kelamaan nova sudah terbiasa, terkadang nova kalau ada yang ganggu dia pasti marah atau berantem. Terus pada suatu hari anak kiayi yang lulusnya dari Kairo tapi malah dijodohkan oleh sang kedua orang tuanya mereka setelah menikah gimana kelanjutan baca novel bacaa ini dan jgn lupa komentar
Jangan lupa follow ig Author guys
arisa_adeline_ dan biar lebih semangat lagi dukunglah author terus
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝙖𝙙𝙚𝙡𝙞𝙣𝙖, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 27.kegara panggilan
༺༺༺༺༺༺༺ N&F ༻༻༻༻༻༻
Pada siang hari nova duduk di atas pohon yang begitu adem ada angin sepoi sepoi, sampai zahra datang ke nova
"ekhem" berdeham pelan zahra
"astagfirullah, zahra kaget saya, sini duduk" tepuk tepi dia duduk
"gimana nov, sama gus fauzi senang? " tanya zahra
"emb, alhamdulillah nyaman sama gus dan juga di ndalem " ucap nova liat ke atas langit
"sebenarnya waktu dulu aku takut sama gus fauzi, beliau itu dingin sekali pantesan para hawa suka sama beliau" ucap nova
"hahaha nova, nova kamu tuh lucu sebelum kamu di sini aku pun sama kaget para hawa pun idola sama gus fauzi aku heran ya" ucap zahra
"hm, tapi kamu juga kan suka sama gus fauzi bukan" tanya nova
"aku tidak suka sama gus fauzi tapi suka sama ustadz khalid, beliau sering ngajar kitab " ucap zahra, Tiba-tiba wajah zahra pun di teguk
"terus kenapa kamu tidak mengungkapkan bahwa kamu suka zar" ucap nova
"beliau sudah ada tunangan, sebentar lagi bakal nikah nov" ucap zahra
"dan kamu tau siapa tunangan ustadz khalid " ucap nova, zahra menggeleng pelan
"yaudah, sebentar lagi kita kan lulus bareng kamu mau kuliah di mana " tanya nova ke zahra
"aku belum tau nov, sebenarnya aku mau ke Kairo ada teman di sana " ucap zahra, tangan nova ke bahu zahra
"tidak mengapa zar, sana kamu lanjut saja di Kairo" ke potong ada yang datang
"benar sekali, mbak zahra kan sejak 12 tahun dan sekarang mau kuliah di Kairo juga tidak apa apa kok" ucap ning eva datang
"dek kok di sini" ucap nova
"hehe, apa mbak tidak suka sama aku kalau di sini, apa aku pengganggu kalian" wajah sedih ning eva
"tidak dong dek, sini mbak kaget saja kamu tadi potong bicara mbak" ucap nova
"maaf mbak, aku liat kalian adem sekali di sini jadi aku ke sini deh" tersenyum ning eva, langsung duduk
"kata abi kalau ada santri pengen di kuliah Kairo tidak apa apa, nanti abi yang bayar biaya di sana" ucap ning eva
"tidak usaha ning, karna saya di sini bebani kalian, apa lagi saya di sini masih kecil jadi aku harus bertanggung jawab ke sana sendiri saja" nolak zahra
"ouh ya, kan mas fauzi di Kairo apa aku omong saja ya" batin nova
➣➣➣➣➣➣➣➣➣➣➣➣➣
Magrib pun tiba nova ke mesjid bareng sang suami, nova obrol sama ning eva kalau gus fauzi tatap nova di sebalah, sampai di mesjid ada zahra yang baru datang
"zahra" panggil nova
"eh, gus fauzi, ning nova, ning eva" ucap zahra dengan sopan
"saya duluan ya" pamit gus fauzi ke nova
"baiklah mas" ucap nova, nova gandeng tangan zahra
"zar, semisal kalau ada orang yang ajak kamu ke Kairo bagai mana kamu mau ndak " ucap nova
"kalau aku mau saja karna rezeki kita tidak boleh nolak" ucap zahra
SKIP.....
On Flashback
nova berjalan ke kamar dan dia buka pintu, kemudian ada seorang di depan jendela yang lagi baca kitab begitu khusyuk, yap gus fauzi lagi duduk dan pegang kitab nova jalan ke arah beliau, terus gus fauzi tidak tau kalau di depannya ada nova, sampai-sampai nova berdehem
"Ekhem" berdehem nova, sontak gus fauzi mengangkatnya kepala ke depan nova, gus fauzi mengkerut kening nova tersenyum
"kenapa hm" kitab gus fauzi di taruh di atas meja kemudian tangan gus fauzi tarik tangan nova dan jatuh lah ke pangkuan gus fauzi
"gus, saya mau minta tolong ke gus" ucap nova, telunjuk gus fauzi nempel ke bibir nova
"kamu sudah saya bilang jangan panggil 'gus' lagi Humaira ku ini, jangan lupa ya nanti mas cium baru tau " ucap gus fauzi, nova tutup mulut kedua tangan
"maaf gus-eh maksudku mas fauzi, aku mau minta tolong boleh" ucap nova dengan kedua tangan di tutup
"boleh apapun kamu mau mas kasih Humaira" ngelus hijab nova
"emb, sebenarnya nova ingin teman nova tercapai cita cita dia, mas tau kan kalau aku pondok punya teman zahra" ucap nova, gus fauzi
mengangguk pelan kepala
"terus nova ingin mas fauzi untuk kasih beasiswa untuk zahra mas" ucap nova
"beasiswa? buat apa sayang hm" ucap gus fauzi
"kan kata ning eva bilang kalau abi mau biayain zahra kuliah di mana pun itu " ucap nova
"kamu itu ya, terus kenapa kamu mau minta tolong ke mas hm" ucap lembut gus fauzi
"emb, nova ingin zahra ke Kairo kuliahnya karna dia ingin sekali di Kairo apa lagi ketemu sahabatnya di sana mas" ucap nova dengan wajah melas
"kan mas waktu dulu punya teman di sana bukan? apa lagi udah S3 lagi di sana " ucap nova
"yaudah nanti mas telpon teman mas di Kairo ya, dan biaya zahra di sana mas kasih ke teman mas untuk zahra okey sayang, gimana menurut kamu" ucap gus fauzi
"oke deh mas, terimakasih " peluk nove ke gus fauzid, di telinga gus fauzi berbisik sesuatu
"sayang boleh mas minta hak sekarang" bisik gus fauzi, nova langsung melonggarkan pelukan dengan wajah merah
"hufttt, Humairaku lucu sekali sih" ucap gus fauzi
"mas fauzi tuh, panggil siapa sih, Humaira, Humaira terus apa jangan jangan mas fauzi ada cewek yang di sembunyikan dari aku ya" ucap nova turun dari pangkuan gus fauzi
"yaudah aku pergi aja dari sini" di ambang pintu gus fauzi tari tangan nova ke dalam dekapan dada gus fauzi
"nova jangan tinggalkan saya, saya tolong jangan, arti dari Humaira itu adalah pipi merah sayang seperti istri Rasulullah SAW yaitu aisyah sayang, mas pengen seperti Rasulullah SAW sayangnya seperti beliau" kecup kepala gus fauzi, kepala nova keluar dari delapan gus fauzi tersenyum
"terimakasih mas sudah ada hadir di dalam hidup aku" ucap nova
"mas juga,terimakasih sudah ada hadir di hidupan mas yang sudah warni " ucap gus fauzi
BERSAMBUNG......