NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Istri Mafia : LIVIA

Takdir Cinta Istri Mafia : LIVIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Mafia / Cintapertama
Popularitas:16.7k
Nilai: 5
Nama Author: Lupy_Art

Mencintainya adalah sebuah keputusan..

Sifat perhatian padaku menutupi pengalihannya...

Yang dia kira...dia yang paling disayang, menjadi prioritas utama, dan menjadi wanita paling beruntung didunia.

Ternyata semua hanya kebohongan. Bukan, bukan kebohongan tapi hanya sebuah tanggung jawab
.
.
.

Semua tak akan terjadi andai saja Arthur tetap pada pendiriannya, cukup hanya dengan satu wanita, istrinya.

langkah yang dia ambil membawanya dalam penyesalan seumur hidupnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lupy_Art, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Draft

pagi hari... Sarah dan Damian sudah berada dikursi untuk sarapan bersama, Livia sudah datang ke meja makan tapi Arthur tidak ada bersamanya

"Sayang dimana Arthur? tidak sarapan?" tanya Sarah

     "Mm.. Mom, sebenarnya Arthur sedang kurang sehat.. semalam dia melakukan misi dan pulang dalam keadaan mengenaskan, banyak luka sayatan disekujur badannya. aku dan Arthur akan makan dikamar saja.. mom dan Dad selesaikan saja dulu sarapan kalian" ucap Livia yang kini tangannya membawa nampan berisi lauk sarannya dan Arthur

"baiklah, mom dan Dad akan menyusul nanti" Livia mengangguk lalu pergi dari sana.

.

.

"kenapa tidak makan, hm?" Arthur menerima suapan dari tangan istrinya

"aku akan makan setelah kamu selesai"

"makanlah sekarang, kita habiskan dua piring ini" setelah itu mereka makan dipiring yang sama dan dengan hanya satu sendok saja

hmmm...romantis.

ceklek...

"Astaga!!!... Sayang, kenapa sangat hobi sekali membawa banyak luka ditubuhmu" Sarah mengomeli anaknya

"aku baik² saja mom" jawab Tenang Arthur, mengusap lengan mommynya

"kau masih hidup?" itu suara Damian, Daddynya sudah biasa melihat anaknya penuh luka jika setelah melakukan misi

Arthur yang mendengar pertanyaan Daddynya memutar bola mata malas.. "tentu saja.. aku tak akan mudah dikalahkan" angkuhnya

"Nak.. jaga dirimu baik², kamu punya tanggung jawab sekarang. lihat Livia dan anak kalian yang belum lahir" Sarah menasihati

"Jika kamu kalah, Livia akan kunikahkan dengan pria lain yang lebih tampan" ujar Damian, hanya bercanda.

"coba saja kalau bisa" dinginnya

"pertahankan itu, boy" setelah itu Damian berlalu dari sana karena ada yang meneleponnya tadi.

"Mommy akan buatkan ramuan rempah² untukmu, agar lukanya cepat kering" kata Sarah mengusap surai anaknya

"Terimakasih mom" ini bukan pertama kalinya Sarah mengobati luka putranya, sebelumnya saat usia Arthur 18 tahun ia dibuat syok karena Damian membawa pulang anaknya dalam keadaan luka lebam diwajahnya. Sarah sangat khawatir saat itu tapi putranya bersikap biasa saja, seolah ini sudah biasa terjadi

Setelah 20 menit.. Sarah masuk kembali dengan segelas ramuan jamu ditangannya. "habiskan nak!" Arthur meminum habis sampai tandas isi gelas itu.. rasanya tak begitu pahit karna Sarah menambahkan madu diramuannya.

setelah minuman itu tandas... Sarah membawanya keluar meninggalkan kedua sejoli yang sedang bermesraan

Livia mendekatkan wajahnya ke leher Arthur, "Sayang, jangan memancingku" serak Arthur berusaha menahan gejolak dalam dirinya

"tapi ini keinginan anak kita" ucap Livia seksual diteliti suaminya

"apa anak kita ingin dijenguk Daddynya, Hm?" Livia terkekeh

"kamu tidak bisa, sayang" kata Livia

"kenapa tidak bisa?" dahi Arthur mengkerut

"kamu tidak boleh banyak bergerak dulu, sayang" Livia mengusap rahang tegas

"Shit!" Arthur mengumpat pelan, ia hampir lupa lukanya belum kering.. jika banyak gerak akan semakin perih, untuk beberapa hari ia harus bisa menahannya.

Livia bersandar dibahu suaminya yang tidak ada luka, "Ar... " panggil Livia

"Hm...?"

"kamu sudah mencintaiku?" tidak ada jawaban dari pertanyaan itu

Livia mulai merutuki dirinya sendiri, 'seharusnya aku tidak bertanya, aku sudah hafal jika akan seperti ini jadinya'

Arthur merasakan Livia bangun dari sandarannya, kamu mau kemana?" tanya Arthur ketika Livia hendak membuka pintu

"Aku mau makan kue" Alibi Livia, setelahnya punggung itu hilang bersamaan tertutupnya pintu kamar.

'bodo sekali Arthur, bodoh memang. tapi aku tidak bisa bilang aku mencintai dia, sementara hatiku masih ragu'

entah apa yang diragukan Arthur, padahal mereka sudah lebih dari satu tahun berumah tangga.. tapi tak pernah sekalipun Arthur mengucap kata cinta yang sangat diharapkan istrinya

disisi lain Livia sedang berjalan² diharamkan belakang, Sarah yang melihat anaknya melamun sambil jalan pun menghampiri.

"Nak.." Livia berjingkat kaget ada yang menepuk bahunya

"Mom... "

"jangan melamun, kamu punya masalah? cerita sama mommy nak" Sarah memberi perhatian pada putrinya

"aku... aku baik² saja mom.. tidak usah khawatir"

"bagaimana mommy tak khawatir, kamu berjalan sambil melamun tanpa ada yang menjagamu"

Livia baru menyadari ketidak hadiran Kei yang menjaganya, matanya melirik kesana kemari

"kamu mikirin apa? Arthur yang membuatmu sedih, Hm? bilang pada mom siapa yang membuat putriku sampai seperti ini" Sarah sudah ancang² ingin menghajar putra sulungnya itu

tapi dicegah Livia, "Mom... aku tidak apa², sudahlah jangan dipeributkan"

"kamu sedang hamil liv, kamu mengandung cucu pertama keluarga Moreno" Sarah mulai Merasa Marah sekarang.. Livia menganggap remeh dengan apa yang baru saja dilakukannya.

bagaimana kalau Livia terpleset saat sedang tidak fokus.. ini bisa berakibat fatal jika terjadi

Livia yang sedang sensitif perasaannya, matanya mulai berkaca². Sarah yang melihat itu mulai Merasa bersalah.. seharusnya ia tidak memaksa tadi.

"Nak, maaf m-mommy tidak bermaksud tadi" Sarah memeluk putrinya

"aku baik² saja mom.. ayo kita makan kue" Sarah menyesal.. lebih baik ia kurang-kurangi banyak bertanya mungkin Livia tidak nyaman...

bicara soal Kemana Kei pergi.. sebenarnya Kei sedang diintrogasi oleh Damian. "ingat apa yang kuperintahkan tadi" tegas Damian pada Kei

"Baik Bos" patuhnya.

.

.

.

    Arthur menuruni tangga dengan perlahan tanpa mengenakan atasan dan memperlihatkan otot tubuh yang kekar namun terdapat banyak luka sayatan disana, ia harus menemui istrinya. matanya melirik kearah dapur, disana ada mommy dan istrinya sedang makan kue sambil berbincang

Livia melirik Arthur yang jalan menuju arah yang perlahan, 'seharusnya aku tidak bertanya hal itu tadi, itu cuma menambah sakit hatiku saja'

ingin cuek tapi tidak bisa, otaknya tak sejalan dengan hatinya...

"kenapa kamu keluar nak, harusnya kamu istirahat dikamar" kata Sarah

"Harusnya mom mengatakan itu pada pada putrimu, ini sudah waktunya dia tidur. Livia harus banyak² istirahat bukannya makan kue sepanjang hari" Livia yang mendengar kata pada kalimat terakhir suaminya tidak jadi memakan kue potongan terakhir.

"biarkan Livia puas memakan kuenya.. dia akan kembali kekamar setelah menyelesaikan makannya" protes Sarah pada putranya

Arthur berjalan mendekati istrinya, meraih tangannya.

"kamu sudah selesai kan?" tanya Arthur dingin

Livia mengangguk menerima ajakan itu..

"mom aku sudah selesai, aku akan kekamar"

"baiklah.." Sarah merasa ada yang aneh dengan pasangan itu, Livia terlihat kembali murung ketika Arthur datang. ia akan bicarakan ini dengan suaminya

.

.

.

Arthur mendudukan Livia ditepi ranjang, sedangkan dirinya berlutut dihadapkan istrinya.

Arthur meraih tangan istrinya, "maaf..."

"kamu tidak perlu minta maaf, aku sudah mengantuk" Livia membaringkan tubuhnya membelakangi Arthur dan mulai memejamkan mata

Arthur mengetatkan rahangnya.. 'bagus... sekarang istriku merujuk karna ulahmu sendiri Arthur' Arthur menutupi dirinya

bagaimana jika nanti anaknya sedih, janin akan merasakan apa yang dirasakan ibunya

ingin memeluk istrinya tapi luka ditubuhnya belum kering, akhirnya Arthur hanya mampu sekedar mengusap kepala dan mencium pelipis istrinya saja.

setelah itu Arthur memutuskan keluar kamar, saat berjalan dilorong, ia berpapasan dengan Kei..

"Tuan.. anda dipanggil Tuan besar"

"Hm... jaga depan kamar" Arthur melirik pintu kamarnya sebentar kemudian berlalu dari sana.

.

.

.

.

.

Haiiii ... jumpa lagi

maaf ya yang udah nunggu kelanjutan chapter kemarin baru aku publis sekarang.. soalnya aku demam... sekedar mikir aj malas... jadi inilah baru sekarang

terimakasih kepada yang setia membaca novel ini sampai update lagi...

sekali lagi aku mohon maaf atas keterlambatannya

maafin ga nih, aku bakal lebih baik lagi mengefisienkan waktu menulisnya

oh iya seperti biasa.. jangan lupa tinggalkan jejak komentar, like, subs, beri vote dan gift...

sampai jumpa dichapter berikutnya😘😀😀😀

1
Lamsu Siahaan
lanjut dong
Yuki San
semangat terus update nya💪
Lilysn Algo
Waahh semangat ya! terima kasih sudah mampir <3
Protocetus
jika berkenan mampir ya ke novelku Frontier
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️
aku mampir kak
KANG (๑´ℙ𝔸𝕂𝔼𝕋`๑) hiatus
dialog nya kak tambahin biar makin menarik/Good/
Diana (ig Diana_didi1324)
rapih bangt thor penulisannya dan paragrafnya, aku baca sampai sini dulu ya. salam knal🤗
shabiraalea [HIATUS]
kei😍
Protocetus
Kunjungin ya novelku, VR: Gamers Handal
Runaaa
semangat kak/Good/
jangan lupa mampir ya🙏
Starllight05
lanjutan
Caca
yuk kk semangat lagi
leasiee~。
hai kak aku mampir.... yuk mampir juga di novel' ku jika berkenan 😊
Anna Pandey
/Ok/
Minion
semangat Jihan, ceritanya baguss/Applaud/
Jihan Hwang: terimakasih dukungannya /Smile//Smile//Smile/
total 1 replies
Jihan Hwang
gaiss🥲 maaf ya.. typo bertebaran dimana²/Sob/
Sunny Eclaire
syantik syekaliiiii
Sunny Eclaire
tipe² cewek polos pasti
seczzby
keren bgttt✨️✨️✨️💗💗
setetes tinta
dah mampir ya kk ku☺️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!