NovelToon NovelToon
Gadis Mungil Penghancur Gunung Es

Gadis Mungil Penghancur Gunung Es

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Beda Usia / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Trauma masa lalu / Tamat
Popularitas:91.9k
Nilai: 5
Nama Author: lee Yana

Di tengah kegaduhan mengenai rumor yang beredar bahwa putra tunggal penerus Winner Group berinisial EPW (Edwin Putratama William) ternyata seorang gay menjadi sorotan serta perbincangan hangat di kalangan pebisnis, hal itu tentu saja membuat orang tua nya murka berharap segera menemukan solusi yang tepat untuk memulihkan nama baik keluarga dan perusahaan. bagaimanakah kisah kelanjutan nya, apakah dia benar seorang gay atau sebalik nya ? nantikan kisah nya ya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lee Yana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hadiah Untuk Qiana

Tanpa terasa waktu terus bergulir dan hari terus berganti hari. Tapi tidak bagi dua insan yang saling jatuh cinta, satu hari saja tidak berkabar pasti akan sangat menyiksa dan waktu terasa begitu lama.

Sebentar lagi memasuki akhir pekan, hari yan paling di tunggu-tunggu oleh sejuta umat seperti karyawan di Winner Group. Salah satunya adalah pimpinan mereka sendiri yang cintanya dipisahkan antar kota.

Tapi tentu saja hal semacam itu tidak berlaku pada semua orang, contohnya adalah Sekretaris Jul. Bagi Jul akhir pekan dan hari-hari biasa semuanya sama saja, tidak ada kata libur dalam kamusnya.

Lelaki tampan yang sudah belasan tahun menjadi pendamping Tuan muda itu merupakan tipe pekerja keras. Karena ia sadar bahwa tidak ada seorangpun yang bisa menjamin kesejahteraan dalam hidupnya selain dirinya sendiri.

Sehari saja tidak melakukan aktivitas rasanya akan sangat membosankan. Meskipun ia sering kali kesal dengan berbagai tugas tidak masuk akal yang di berikan Edwin, tetapi pada akhirnya selalu ia laksanakan dengan baik.

Mungkin itu sebabnya Julian tidak punya waktu untuk berkencan dengan gadis manapun.

Padahal jika dilihat dari visualnya Sekretaris Jul juga merupakan tipe idaman kaum hawa, khususnya para karyawan di kantor yang sudah putus asa mengagumi sosok sempurna Presdir yang kini sudah beristri.

Edwin juga kerap menyuruhnya untuk sesekali berkencan di akhir pekan tetapi lagi-lagi Jul menolak dengan tegas.

Bukan tanpa alasan, dulu Jul sering melakukan aktivitas luar seperti camping di hari libur atau memancing untuk sekedar bersenang-senang mengisi kekosongan waktu.

Tapi nyatanya tidak ada satupun yang berjalan lancar, semua berakhir dengan panggilan darurat yang tak terduga dari Edwin. Hinga akhirnya Jul terbiasa dengan pelanggaran hak asasi yang dilakukan Edwin.

Namun dibalik itu semua bonus yang diterimanya juga selalu memuaskan. Sehingga lelaki itu merasa impas atas waktu libur yang ia korbankan.

Begitulah alasan Jul sangat bersyukur berada di sisi Tuan muda. Meski sikapnya sangat dingin dan kadang temperamen, tetapi Edwin sangat tahu bagaimana cara berterimakasih walau tidak menggunakan kata-kata.

Seperti sebelumnya setiap akhir pekan selalu ada saja tugas tak terduga yang harus ia kerjakan, pada akhir pekan kali ini akan terasa jauh lebih melelahkan dari biasanya.

Edwin meminta Jul untuk menemani perjalanannya ke kota A menjemput Nona Qiana tetapi tidak menuju bandara, melainkan lewat jalur laut.

Itu artinya Jul sendirilah yang akan menjadi nahkoda yacht yang akan mereka tumpangi, karena Sekretaris Jul punya lisensi berlayar.

Dengan segala persiapan yang lengkap tanpa membuang waktu mereka menuju pelabuhan bersama satu orang koki yang akan membantu menyiapkan makanan serta keperluan lainnya.

Yacht yang mereka gunakan kali ini bukanlah milik Edwin ataupun milik Tuan William, melainkan satu unit yacht dengan model terbaru yang lebih mewah.

Dilengkapi dengan teknologi sistem ramah lingkungan dan navigasi canggih seperti sistem autopilot yan sangat membantu dalam pelayaran.

Melihat dari jauh saja sudah membuat Jul berdecak kagum, apalagi saat melihat keseluruhannya dari dekat dan mengemudikannya.

Dari samping juga terdapat abjad timbul stainless yang bertuliskan nama lengkap Nona Qiana.

Interior didalam nya juga didesain eksklusif dengan warna soft white berpadu dengan rose gold yang menambah kesan feminim.

Terdapat suit VIP dan kabin luas dilengkapi tempat tidur king size, kamar mandi marmer serta jendela panorama yang sangat memanjakan mata.

Jika di ibaratkan kapal mewah itu benar-benar menggambarkan visual Nona Qiana.

Cantik, mewah dan elegan. Tidak perlu diragukan lagi, Presdir memang sangat totalitas dalam berbagai sisi apalagi urusan mencintai seseorang.

Wajar saja semua wanita berlomba-lomba ingin mendapatkan cintanya, bahkan sampai saat ini masih ada yang belum sanggup melupakannya.

Siapa sangka gunung es yang tak terjangkau itu justru luluh dengan sendirinya di tangan Nona Qiana.

Seorang gadis mungil yang masih sangat muda tetapi punya daya tarik luar biasa besar.

Bahkan namanya saja sama sekali tidak pernah terlintas di pikiran Jul dari sekian banyak gadis konglomerat yang dikenalkan Nyonya Ajeng pada putranya.

dalam waktu yang sangat singkat gadis itu mampu membuat Tuan muda kehilangan akal sehatnya hingga terus mencari cara untuk bisa bertemu dengannya.

Pelayaran kali ini memakan waktu sedikit lebih lama namun menyenangkan, karena ini pertama kalinya Edwin mengajak istrinya untuk menghabiskan waktu dengan nuansa yang berbeda.

Sepertinya ia sudah memikirkannya sejak jauh-jauh hari bahkan sebelum kapal mewah itu datang.

Lebih tepatnya sebelum kapal itu di pesan Edwin sudah antusias ingin menunjukkannya pada Qiana.

"Tuan...?"

"Hhhmmm....?"

"Bagaimana anda bisa terpikirkan hal seromantis ini sebagai hadiah ?"

"Menurutmu....??"

Jul masih menatap Edwin dengan penuh tanda tanya, berharap mendapat jawaban yang lebih masuk akal meskipun ia tahu persis kalimat seperti apa yang akan keluar selanjutnya dari mulut Edwin.

"Kau ingin tahu apa yang ku pikirkan ?"

"...." Jul mengangguk cepat

"Meski kau tahu jawabanku ini tidak akan menambah saldo di rekeningmu ??"

"Iya Tuan tidak masalah, saya tetap ingin tahu"

"Baiklah, karena kau sangat memaksa ingin tahu kali ini akan ku jawab. Jadi simak baik-baik"

"Aku sengaja memesan kapal mewah ini untuk istriku agar aku bisa puas bercinta di tengah laut dengan sedikit bantuan ombak yang menggoyang kapal sehingga aku tidak perlu banyak bergerak dan mampu menyelesaikan beberapa ronde hingga puas"

Ucap Edwin dengan sekali tarikan nafas, tanpa titik koma sambil berlalu meninggalkan Jul dengan senyum licik di sudut bibirnya yang khas.

Ia sengaja usil mengatakan pada Jul agar Sekretaris itu berhenti menanyakan sesuatu yaang tidak penting padanya.

Mendengar jawaban Edwin sontak membuat Jul mematung beberapa saat. Sedangkan Edwin tertawa puas melihat ekspresi sekretarisnya.

"Ternyata benar yang sering dikatakan Nona Qiana, dasar mesum tidak tahu malu"

Jul mengutuk dirinya berulang kali, kini pikirannya jadi ternodai karena ulah Edwin yang sebenarnya berawal dari rasa ingin tahunya sendiri.

Sejak saat itu Sekretaris Jul tidak bisa berpikir jernih, lelaki tidak peka itu jadi hening tanpa banyak bertanya lagi. Ia masih sibuk bertengkar dengan pikirannya sendiri.

Jika tidak mengenal Edwin dengan baik maka siapapun pasti akan percaya kalau ada berita miring yang mengatakan bahwa dirinya seorang gay. Seperti kasus sebelum pelantikan Presdir.

Karena sejauh yang ia tahu Edwin bukan tipe laki-laki yang akan menyentuh wanita yang ia cintai hanya demi nafsu sesaat. Edwin sangat menjunjung tinggi martabat seorang wanita.

Ia bahkan memperlakukan wanita itu layaknya belian mahal yang tidak boleh tersentuh langsung oleh tangan. Sampai wanita itu berpikir bahwa Edwin bukan pria normal pada umumnya.

Sampai akhirnya ia di khianati pun Edwin tidak mau membeberkan aib mantan kekasihnya ke hadapan publik meski beberapa kali ia mendapati kejadian tidak menyenangkan dari masa lalunya.

Mendengar candaan Tuan muda barusan membuat Jul tersadar bahwa orang yang selama ini ia khawatirkan hampir kehilangan semangat hidup bisa kembali menemukan jati dirinya. Terlebih lagi Tuan muda terlihat sangat bahagia.

Jul hanya tidak bisa membayangkan bagaimana nasib Nona Qiana nantinya. Pantas saja setiap bertemu dengan Tuan muda Nona selalu terlihat lelah dan mengantuk.

Gantungan kunci semungil Nona harus bersanding melawan gapura kabupaten sebesar Tuan muda.

Bukankah seingatnya dulu Tuan muda yang sangat bersikeras menekankan bahwa pernikahan mereka hanya sebatas perjanjian di atas kertas.

.

.

.

Sementara di Winner Hotel seorang wanita cantik tengah gelisah menyendiri di dalam kamarnya. Seluruh tubuhnya terasa sangat lelah, padahal tadi malam ia bersama Hani dan juga Mega sudah pergi ke salon perawatan diri bersama-sama.

Sebenarnya Qiana menyadari apa yang sedang dia alami, namun ia berusaha terlihat tenang dan menikmati akhir pekannya. ditambah sebentar lagi Edwin akan segera datang menjemputnya.

Sudah beberapa kali Qiana mencoba menghubungi suaminya namun tidak ada balasan, membuat rasa rindunya semakin menjadi-jadi. Entah kenapa hari itu Qiana merasa sangat merindukan suaminya.

Wanita cantik itu merasa bersalah dan ingin segera bertemu sosok Edwin secepatnya. Meski hanya bisa sekedar memeluk tapi itu sudah cukup baginya. Perasaan Qiana benar-benar campur aduk.

Dia ingin marah tapi tidak tahu harus marah kepada siapa. terkadang wanita cantik itu juga menangis tanpa sebab hingga matanya sembap dan tertidur.

Kali ini Qiana tidak hanya pergi bersama pengawal Mega, namin ia juga berniat mengajak Sekretaris Hani untuk bisa ikut bersamanya.

Agar nanti Hani bisa menggantikan Mega untuk menemaninya. Karena Mega sudah mendapat ijin dari Presdir untuk menemui ibunya.

Sesampainya di Hotel Qiana langsung berlari menghambur ke pelukan suaminya. Wanita cantik itu menangis sesenggukan tanpa bisa berkata-kata.

Edwin yang baru datang tentu saja panik. Dia melihat tajam ke arah Sekretaris Hani dan Mega namun keduanya saling menggelengkan kepala.

Sebenarnya Hani ingin menjelaskan kalau sebenarnya hal sperti ini sudah biasa terjadi pada Nona, tetapi kemudian ia urungkan dan memilih untuk diam.

Sekretaris Jul yang berusaha mencerna apa yang sedang terjadi terus menatap Hani, ia juga mengirim pesan berisi tanda tanya.

Qiana masih terisak di pelukan Edwin, wanita cantik itu meminta agar segera berangkat karena ia sudah bosan menunggu.

Qiana juga mengatakan kalau ia tidak ingin berjalan menggunakan kakinya, dia ingn agar Edwin menggendongnya sampai ke mobil.

Melihat tingkah laku istrinya yang tiba-tiba sangat manja dan cengeng membuat Edwin tersenyum dan menuruti semua keinginannya.

Sepanjang perjalanan menuju pelabuhan Qiana terus menempel tidak ingin lepas dari suaminya. Berkali-kali Edwin menanyakan apa yang terjadi tapi Qiana anya menggelengkan kepala dan mengatakan kalau dia sangat merindukan Edwin.

Edwin mengeluarkan permen dari sakunya dan memakannya. Lelaki itu tersenyum sembari mendekatkan wajahnya untuk berbagi rasa manis di bibirnya.

Tanpa diberi aba-aba Qiana merespon dengan melumat dan menikmati manisnya rasa permen favoritnya. seketika wajah cantik yang sempat murung itu kembali tersenyum.

Di tengah perjalanan Qiana menyadari bahwa arah mereka bukan menuju bandara, saat itulah Edwin mengatakan kalau kali ini ia akan pergi ke kota C lewat jalur laut.

Mendengar hal itu wajah Qiana semakin ceria, dan tidak hanya sampai disitu, setibanya mereka di pelabuhan Qiana di hadapkan dengan sesuatu yang luar biasa. Matanya kembali berbinar dan memeluk suaminya sambil menangis.

Bukan hanya Qiana, tapi Sekretaris Hani dan Mega juga terpana dengan apa yang mereka lihat. Sebuah yacht mewah bertuliskan nama Qiana Bella sedang bersandar di pelabuhan dan bersiap mengantar perjalanan mereka.

Edwin tersenyum puas melihat istrinya sangat senang dengan hadiah yang ia berikan. Lelaki itu semakin tidak sabar untuk segera masuk dan memulai perjalanan.

Sekretaris Jul yang sangat penasaran dengan tingkah aneh Nona akhirnya memberanikan diri bertanya pada Sekretaris Hani.

Saat Hani membisikkan sesuatu di telinganya sontak membuat Jul reflek menutup mulutnya dengan respon kaget bercampur cemas.

Setelah beberapa saat Sekretaris Jul naik ke kapal melirik Tuan muda dengan tatapan penuh arti sembari berusaha mengulum senyum.

1
partini
so cute love
partini
good story
Sen Sin
kok lama up nya
ani sumarni
cerita nya bagus suka sy
murni l.toruan
Sibucin akut lagi lihat mangsanya Qian
murni l.toruan
Aku galfok Botique saja...keren dan mewah, kenapa nga di cekik saja tuh si Ed
Evi Lusiana
tunggu sj edwin kau yg membuat srt kesepakatanny kau jg yg akan menghapusny,ku do'akan kau akn jd suami bucin
Sumiyati oo
waduh gegara kado qiana marahan ma paksu ...yg akibatnya banyak kejutan

qiana ngambek ke edwin sepertinya bawaan orok, hamil yg belum disadari

lanjut kak
Sumiyati oo
upnya jangan kelamaan kak

sabar ya ivana yg cantik.....sekertaris jul pasti akan ungkapin cintanya
tapi nanti saat acara syukuran kehamilan istri edwin/Frown//Frown/

lanjut kak
Sumiyati oo
nah loh jul dan alina harus tanggung jawab jelasan pada duta salahpaham kalau ga pengen dimarahin bos edwin/Facepalm//Facepalm/

sambil membawa paperbag yg ada di depan pintu tuh

lanjut kak
Sumiyati oo
alur ceritanya asyik, mudah dipahami konfliknya ga ribet
Aman Wijaya
lanjut terus Thor semangat semangat
Armin Arlert
Duh, kalau dikasih pilihan 1 antara jalan-jalan atau baca cerita ini, pasti saya milih ini 😍
Ryoma Echizen
Pembaca baru, tapi saya sudah suka sekali dengan cerita ini ❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!