Seorang pria tampan dan Mapan bernama Anan, Dia seorang CEO yang punya sifat sombong dan arogan.
Tetapi dibalik sikap angkuhnya dia sedang mencari ibu dan adiknya yang diusir oleh sang ayah, karena fitnah kejai dari pelakor.
18 tahun kemudian Adilla bekerja sebage OG diperusahaan Anan, yang selalu diperlakukan dengan kasar olehnya.
Akankah Anan akan mengetahui bahwa Adilla adalah adik kandungnya?
Ataukah justru Anan jatuh cinta padanya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ncess Iren, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Efan Bersama Liora Lagi
Hari_hari terus dilalui oleh sepasang pengantin baru ini, Daddy dan Mommy sudah kembali ke belanda dan entah kapan akan kembali ke sini. Mungkin saja tidak, justru efan yang harus kesana jika dia rindu orang tuanya.
Awalnya semua berjalan dengan penuh bahagia, efan adalah sosok suami yang penuh kasih sayang. Rasa cintanya yang begitu besar pada adilla membuat mereka bucin, ngapain aja selalu dikerjakan bersama_sama.
Namun entah kenapa hari ini efan terlihat gusar, dia seperti sedang memikirkan sesuatu. Berkali_kali menghubungi papanya yang di Holland, tapi adilla tidak tahu apa yang mereka bicarakan. Pagi harinya mata efan nampak cekung kelihatan banget, kalau dia gak tidur semalaman.
"Kak kenapa? kok kakak kaya orang kebingungan gitu, cerita sama dilla kak.. tanya adilla pada suaminya.
"Aku gak papa sayang, cuma sedang ada masalah di perusahaan... jawab efan pelan, matanya menerawang jauh kelihatan banget kalau dia lagi banyak beban pikiran.
"Tapi kamu jangan ikut kepikiran ya, kamu jaga kesehatan aja ya sayang kakak gak mau sampe dilla sakit, hemm... Ucap efan sambil mencium kepala dilla.
Adilla masih terus melanjutkan kuliahnya, itu saran efan karena itu juga keinginan adilla juga. Supaya dia bisa membantu suaminya dikantor nanti, itulah yang direncanakan mereka berdua. Namun beberapa hari ini terlihat efan nampak sering uring_uringan, dan pergi begitu saja tanpa pamitan sama istrinya.
Adilla yang dirumah sendirian menjadi bete, apalagi ini malam minggu disaat hatinya gundah tiba_tiba ponselnya berdering.
"Halo Assalamualaikum kak, ucap dilla.
"Walaikumsalam dek, kamu lagi apa? tanya orang disebrang, awalnya mereka ngobrol santai dan bersenda tapi tiba_tiba dilla terdiam. Tentu saja membuat Anan kawatir...
"Kak kita nongkrong yukk, udah lama kan gak nongkrong bareng... ajak dilla.
"Emang suami kamu gak marah? tanya efan.
"Gak papa kak, dia juga lagi gak dirumah..
"Ya udah bersiaplah kakak jemput ya.. ucap Anan, dilla mengiyakan akhirnya panggilan telepon di tutup.
Tak berapa lama suara pintu diketuk orang, bibi segera membukakan pintu untuk orang tersebut.
Tok tok tok
"Assalamualaikum, ucap Anan.
"Walaikumsalam.. ehh ini kakaknya non Adilla ya, mas Anan kan. Anan hanya tersenyum dia memberikan bingkisan, pada perempuan tua itu.
"Iya bi, adekku di kamar ya ini ada makananan buat bibi makan malam. Karena saya akan mengajak Adilla makan diluar..
"Makasih Mas Anan silahkan duduk dulu, bibi bikinin minum bentar.. Anan mendudukan pantatnya di sofa ruang tamu bibi segera masuk ke dapur. Anan memperhatikan rumah adiknya, Menurutnya Efan patut di acungi jempol. Dia lebih maju darinya dari segi finansial, setidaknya Anan tidak perlu kawatir adiknya kekurangan.
"Kak ayo berangkat.. ajak dilla yang sudah turun, setelah menunggu 15 menit. Akhirnya mereka meluncur, tujuan pertama ke cafe lalu dilla pengen lanjut nonton.
"Dek temenin kakak dulu yukk ke situ, mau beli keperluan bentar baru kita nonton.. dilla hanya ngikut aja.
Setelah nemenin Anan beli barang mereka pun menuju ke bioskop buat nonton, awalnya dilla senyum bahagia karena sudah lama juga dia gak nonton bareng kakaknya.
Namun ketika pandangannya tertuju pada orang yang berdiri tidak jauh dari dirinya duduk, dilla nampak hatinya tidak baik_baik saja. Ada kesedihan disana, karuan saja karena dia kenal Siapa orang itu.
"Ya Allah kenapa ini, Kenapa Kak Efan ada di situ? Seketika perasaan dilla menjadi tidak karuan mood-nya, yang tadi berbunga-bunga seketika hilang entah ke mana. Bukan karena Efannya yang bikin mood-nya menjadi buruk seketika, namun ketika melihat perempuan berambut pirang berkulit putih yang namanya Liora itu.
Dia pernah melihat namanya terpampang dengan jelas di ponsel suaminya, Dilla pernah mencari tau siapa nama mantan pacar efan. Namun waktu itu efan bilang kalau mereka sudah selsai, tapi sekarang apa? Adila hatinya benar-benar sakit dan Terpukul, dengan sekuat tenaga dilla mencoba untuk tidak menangis. Dan menenangkan hatinya sendiri dia tidak mau kakaknya melihat suaminya dengan perempuan lain, namun aku terlambat pandangan kak Anan sudah tertuju pada mereka.
Ya efan duduk bersama liora duduk tepat dibarisan yang sama dengan dilla dan Anan, Dilla mencoba seolah-olah tidak melihat apapun dan mencoba untuk tersenyum, pada Kak Anan sepertinya Kak efan juga menyadari kehadiranku dengan kak Anan di situ.
"Kak Kenapa kamu jalan sama wanita lain, tanpa memberithu aku dulu kak?... Bisik dilla dalam hati. Aku hanya bisa berdoa kepada Allah, semoga saja Kak Efan tidak lagi berbuat dosa dengan perempuan itu.
Dilla yang tadi hatinya senang dalam bioskop, kini telah berubah menjadi benar-benar tidak tenang. Karena melihat kedekatan Kak Efan dengan Liora, keadaan macam apa coba yang tadinya aku berniat untuk bersenang-senang, dengan Kak Anan Kenapa jadi hambar begini.
Kak efan bahkan tidak menegurku, dan dia hanya fokus menonton dan ngobrol dengan Liora. diamnya Kak Anan juga tidak bisa ku anggap aman, ditambah Liora yang terus-menerus menempel sama Kak Efan seolah Sengaja manis-manis aku.
"Sebenarnya Kak Efan sama Liora itu masih ada hubungan nggak sih? hatiku terus bertanya-tanya.
Bukankah kak Efan dulu bilang mereka sudah bubar? ya dilla udah sempat menanyakan, tentang hubungannya dengan Liora. Liora seolah sengaja bersikap seperti itu di depan Adilla, namun dilla menahannya. Mata Dilla Sudah berkaca-kaca hatinya terasa remuk redam menyaksikan itu, Kenapa suami yang begitu dicintainya malah balik lagi sama wanita itu.
"Adilla ayo keluar... teriak Anan menarik tangannya, Anan menyeretnya keluar dari gedung bioskop itu dengan rasa yang sangat marah sekali, ngebuat orang pada menatap ke arah mereka berdua termasuk Efan dan juga Liora.
"Kak Anan... Ucapku tangisku hampir pecah, kak Anan memelukku dia tidak mau membuat keributan di dalam mall itu. Dia tidak mungkin mempermalukan dirinya sendiri, langsung menarik dilla keluar. Adilla tidak bisa berbuat apa-apa, air matanya keluar membuncah membasahi pipinya.
"Hatiku sakit Ya Allah, kenapa cobaan ini datang pada Rumah tanggaku. Sebenarnya ada apa dengan Kak Efan dan Liora itu, Kenapa mereka tega berbuat seperti itu di hadapanku... dilla bertanya pada dirinya sendiri.
Kak Anan langsung membawaku keluar dan menuju parkiran, masuklah dalam mobil aku menangis jadi-jadinya.
"Dilla Sebenarnya ada apa? kenapa dia bersama Liora lagi? tanya Anan.
"Dilka juga nggak tahu Kak.. Kak Efan nggak pernah ngomong apa-apa, dia bilang mereka sudah nggak ada hubungan...Jawab Adilla.
"Brengsek akan ku buat perhitungan nanti.. Ucap Kak Anan yang sedari tadi menahan amarahnya.
Aku tidak memperdulikan apapun lagi, sumpah hatiku sakit seperti teriris pisau yang tajam. Kami masih menunggu Kak efan di dalam mobil, setelah terlihat mereka keluar tak menunggu lama lagi.
Kak Anan langsung menghajar Kak Efan sampai babak belur, aku menangis sejadi-jadinya melihat pemandangan itu. Kak Anan yang sudah mewanti_ Wanti untuk menjaga menjagaku, tidak terima adiknya disakiti seperti itu. Maka tidak ada ampun lagi buat buat Kak Efan, Kak Anan menghajar habis-habisan.
Kak Efan sampai tidak bisa berdiri lagi, darah mengucur dari mana-mana dari hidung telinga. Bogem mentah menghajarnya berkali-kali, Kak Efan sama sekali tidak membalasnya. Sedangkan Liora menjerit-jerit minta pertolongan, beberapa saat kemudian akhirnya Kak Efan dan Kak Anan dibawa ke pos satpam yang ada di situ.
Mereka ditanya Kak Efan bilang ini hanya kesalahpahaman, security itu membiarkan mereka pulang. Meskioun liora tidak terima, tapi Kak Anan memberi ancaman lewat tatapan matanya. Anan membawa Dilla ke rumah Bunda, tentu saja membuat bunda marah dan bertanya-tanya kenapa sampai seperti ini.
Kenapa Efan begitu Kak Anan menceritakan semuanya kepada Bunda, Efan adalah pria brengsek sedangkan Dila hanya menangis sesenggukan dipelukan bunda.
"Bun kenapa Kak efan begitu Bun, dilla sakit hati Bun... ratap dilla, tangisan putrinya membuat maharani teringat kembali kemasa lalunya. Dimana dia sering diselingkuhi suaminya.
"Udah sayang kamu tenang dulu ya, nanti bunda yang tanyakan sama Efan ya. Efan pasti punya penjelasan untuk Dilla ya sayang, Jangan nangis lagi udah sekarang tinggal dulu di sini ya di rumah Bunda aja... Ucap maharani memenangkan putrinya.
"Anan tolong minta obat bunda.. ucap maharani setelah keluar dari kamar dilla.
Bersambung....