Ozaki Rika atau dulunya Ozaki Ryu adalah manusia buatan dari era moderen dan secara tiba-tiba muncul di abad pertengahan yang menjadi wilayah iblis, ia ada di sana karena upacara pemanggilan yang dilakukan oleh Zarathos sang raja Iblis kecil di wilayah itu, Rika dinikahi karena sang Raja Iblis tidak ingin manusia itu disakiti bawahannya, ia memikirkan kegunaan gadis yang terpanggil olehnya karena ia tidak pernah menyangka akan memanggil manusia, karena dalam upacara itu harusnya yang terpanggil adalah monster kuat dari dimensi lain untuk membantunya perang melawan manusia
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azai Nagamasa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 26
Suamiku adalah Raja Iblis Chapter 26
"Dopelgenger kah, pantas saja kau terlihat seperti manusia meski auramu terasa seperti iblis kelas atas, kalau gitu, aku akan sarankan untuk kalian kamar promosi terbaik untuk pasangan yang sedang berbulan madu," ujar sang resepsonis sembari memberikan sebuah kunci nomor 666 kepada Zarathos.
"Ah terima kasih atas rekomendasinya," ucap Zarathos sembari tersenyum, sementara Rika hanya menggenggam lengan kanan Zarathos.
"Tentu saja, kebahagiaan pelanggan adalah prioritas utama," tanggap sang resepsonis.
Zarathos pun tersenyum dan berjalan pelan menuju kamarnya bersama dengan Rika, lalu di susul dengan para pelayannya yang juga memesan kamar dari Resepsonis.
"Huh, syukurlah dia percaya pada perkataanmu, aku gugup sekali tadi," ungkap Zarathos sembari menatap istrinya yang berjalan pelan mengikutinya dari belakang.
"Kalaupun dia tidak percaya padaku, aku yakin dia tidak punya alasan untuk menahanku. Dan kalaupun aku akan diusir atau diperlakukan secara tidak baik, aku akan membunuh mereka semua," jawab santai Rika dengan nada tampa beban sama sekali.
Zarathos yang mendengar jawaban tenang dari Rika hanya bisa diam sembari menatap ke depan untuk mencari kamar miliknya.
Di sebuah tempat yang gelap.
Terlihat sekumpulan pria penuh tato dengan seorang gadis malang yang terikat di tiang dalam keadaan yang memprihatinkan, yaitu tubuhnya dipenuhi luka memar dan pakaiannya juga penuh sobekan di mana-mana.
"Kau tak akan bisa lari dari kami, walau apapun yang kau lakukan, mengerti," ucap salah satu dari mereka sembari menjambak rambut gadis itu secara kasar.
"ARRHH! Ampun! Aku mohon lepaskan aku!"
"Tidak-tidak-tidak. Kau sudah ditakdirkan untuk mati,"
"Aku mohon, aku akan melakukan apapun, sungguh!" seru gadis itu lagi.
"Fu hahahahahahaha! Kau sungguh akan melakukan apapun?" tanya pria botak bertato di samping gadis itu sembari menodongakan pisau ke arahnya.
"Reiner! Jangan menggodanya, sebaiknya kita harus menyelesaikan pekerjaan kita sekarang!" tegas seorang pria jangkung berotot besar.
"Baik boss! Dan sayang sekali nona, anda harus mati," ucapnya dan seketika terdengar teriakan lirih seorang gadis yang begitu pilu sekaligus suara tusukkan-tusukan dan cipratan darah. Lalu tak butuh waktu lama, tempat itu langsung dipenuhi bau anyir dan diwarnai oleh warna merah darah.
"Aaaaahhhh, lihatlah boss, bagaimana menabjubkannya warna darah ini," ungkap Reiner sembari tersenyum bahagia bermandikan darah dari gadis malang yang baru saja ia bunuh, lalu menjilati beberapa bagian tubuhnya yang terkena percikan darah itu.
"Heh, itu bagus, sekarang yang perlu kita lakukan adalah mengambil beberapa liter darahnya yang tersisa untuk melakukan ritual kuno," ungkap sang bos sembari pergi meninggalkan Reiner dan anak buahnya.
Malam hari kemudian.
Terlihat Rika dan Zarathos berjalan bersama di sebuah istana megah milik Duke Grimory yang merupakan bangsawan iblis tertinggi di sana.
Terlihat banyak para Raja dan Ratu Iblis berkumpul di pesta itu, bahkan para bangsawan iblis pun hadir. Berbagai macam bentuk iblis dapat Rika lihat dengan matanya. Terlihat jelas ia sama sekali tidak merasa takut ataupun terancam dengan tatapan tajam para Iblis wanita yang menatap Rika bergandengan tangan dengan Zarathos, hal ini wajar karena dalam pernikahannya Zarathos tak pernah memberitahu bangsawan dari daerah lain atau raja-raja iblis lain. Sehingga hanya Lucifer yang tahu kalau Zarathos sudah menikah.
"Wah, Zarathos-dono, anda juga datang rupanya," ucap sesosok Makhluk manusia berkepala Lalat besar, ia juga punya cakar besar dan tubuh yang dipenuhi bulu.
"Bellzebub-dono, lama tak bertemu, kau terlihat semakin sangar," puji Zarathos sembari melirik para wanita dibelakang Bellzebub.
"Heh, tentu saja. Dan kelihatannya kau juga terlihat sudah memiliki pasangan, katakan siapa dan ras apa dia berasal?" tanya Bellzebub pada Zarathos sembari melirik Rika dengan mata lalatnya.
Sementara itu Rika nampak tidak terlalu peduli dan memberikan tatapan dingin pada Bellzebub, bahkan jika iblis yang ada di hadapannya adalah sahabat suaminya sekalipun.
"Rika perkenalkan dirimu, ia adalah temanku namanya Bellzebub, ia raja Keserakahan," ungkap Zarathos memperkenalkan temannya pada istrinya.
"Keserakahan? Ah itu terlihat jelas dari jumlah istrinya dan banyaknya perhiasan yang ia miliki," ucap pelan Rika sembari menatap datar.
"Rika," tegur Zarathos sembari menyikut tubuh Rika, karena telah tidak sopan pada Bellzebub.
"Tidak masalah kok Zarathos-dono. Nampaknya, kau memiliki istri yang sangat hebat bahkan aku tidak melihat rasa takut sedikitpun diwajahnya ketika menatapku," ucap Bellzebub sedikit memuji Rika.
"Saya seperti ini, karena saya sudah dilatih untuk mempunyai mental sekuat berlian, hal ini membuatku tidak mudah takut kepada apapun, bahkan jika ia seratus kali lebih kuat dariku. Aku juga sudah sering berhadapan dengan kematian, jadi rasanya akan terlalu dini untukku bisa takut hanya dengan melihat lalat besar berjalan di depan wajahku." Kali ini tanggapan Rika pada Bellzebub benar-benar membuat kaget Zarathos dan Bellzebub, bukan hanya mereka berdua tapi seluruh Raja dan Ratu Iblis di pertemuan itu langsung kaget mendengarnya.
Ini adalah pertama kalinya ada perempuan yang berani berkata seperti itu secara langsung di hadapan Bellzebub, "Soal namaku, kau bisa memanggilku Rika dan untuk rasku, aku adalah Homuncullus yang dibuat melalui penelitian moderen dan digunakan sebagai mesin pembunuh organik, akan terus mengerjakan misi tampa gagal, lalu kebanyakan misi yang aku kerjakan adalah untuk membunuh saingan bisnis ayahku Lalu menghancurkan penghalang yang ada melalui jalan kematian, hingga akhirnya aku tersambar petir dan karena tak bisa disembuhkan atau dianggap rusak, aku pun dibuang dan secara tidak sengaja bertemu dengan Tuan Zarathos yang merawatku dan menjadikanku istrinya, saat inilah aku belajar apa itu cinta dan rasa ingin melindungi yang sebenarnya," ungkap pelan Rika mengenai dirinya, yang tak sepenuhnya salah dan tak sepenuhnya benar.
Zarathos terdiam, mendengar pernyataan Rika mengenai dirinya sebenarnya, lalu ia tersenyum ketika melihat Bellzebub terdiam mendengar cerita Rika, yang artinya hal itu sama sekali tidak masalah.
"Homunculus, jadi kau hanya manusia buatan?" tanggap Bellzebub yang langsung menatap rendah Rika, karena derajat Rika yang merupakan budak di dunia manusia, yah Homonculus adalah ras manusia buatan yang derajatnya jauh lebih rendah dari manusia biasa, "Zarathos, aku tidak menyangka kalau seleramu serendah ini," ucap Bellzebub sembari meludah ke pakaian Rika dan terlihat gaun hitam yang Rika kenakan berlubang, karena zat asam dari ludahnya.
Melihat hal itu banyak iblis di sana langsung menertawakan Rika. Enja dan Suija lan kaget melihat kejadian dimana sahabat dari raja mereka tega melakukan itu pada ratu mereka, Mary pun langsung menatap kesal Bellzebub.
"Bellzebub, apa maksudmu dengan meludahi gaun istriku? Apa kau mau mati?" tanya Zarathos dengan nada dingin dan langsung menampakkan wujud aslinya yang merupakan iblis tengkorak berapi merah dengan sayap tulang yang juga diselimuti api merah pekat yang sangat panas.
"Kau marah hanya untuk seonggok Homonculus yang bahkan derajatnya lebih rendah dari manusia?" tanya tak percaya Bellzebub.
Lalu seketika semua sosok yang menghadiri pertemuan para Raja Iblis itu langsung tegang dan menatap ke arah mereka sembari berbisik-bisik.
"Ya!"
"Kenapa?"
"Karena dia istriku!" balas Zarathos dengan keras dan ketika mendengar jawaban dari Zarathos, nampak Bellzebub begitu kecewa dengan Zarathos.
"Dulu aku menyanjungmu karena kau sangat berwibawa dan memiliki kekuatan setara Lucifer. Tapi melihat dirimu yang sekarang, aku rasa kau hanyalah sampah."
Buag
Dooooooooom!!!!! Kraaaaak!!!!!
"Uaaarrrgggg!!!!!!" erang Bellzebub seketika, hal itu langsung membuat semua sosok yang ada di sana kaget, karena melihat Bellzebub terlempar dengan keras hingga menghantam pillar bangunan dan membuat pilar bangunan itu hampir hancur.
"Kyaaaa Bellzebub-sama!!!" seru para iblis wanita yang merupakan selir atau istri dari Berllzebub.
"Kau apa yang kau lakukan pada Bellzebub-sama Homonculus rendahan!" seru para Iblis wanita yang menemani Bellzebub.
"Kau bertanya apa yang aku lakukan. Tentu saja memukul lalat menjijikan di depan mataku, apa kau puas," jawab Rika dengan kekuatan intimidasi tingkat tingginya dan membuat seluruh pengawal Bellzebub dan iblis perempuan yang melindunginya bertekuk lutut di hadapan Rika, karena aura membunuhnya yang sangat pekat.
'Tu-tubuh kami?' batin mereka
Hal ini semakin mengejutkan lagi saat mereka mengetahui kalau sosok yang menghajar Bellzebub hingga menghantam pillar gedung pertemuan dengan sangat keras itu adalah gadis Homonculus yang mereka tertawakan.
"Rika," gumam tak percaya Zarathos ketika melihat Rika meninju perut Bellzebub dan membuatnya terlempar hingga menghantam pilar.
"Aku tidak masalah, kalau kau meludahi pakaianku atau menghinaku sebanyak yang kau mau. Tapi, saat aku mendengarmu menghina suamiku aku jadi teringat kalau aku sangat membenci lalat dan telah membunuh ribuan serangga terbang itu dengan menjepitnya menggunakan jari. Dan melihat tubuhmu yang sebongsor itu, aku rasa aku bisa memukulmu secara bertubi-tubi hingga hancur," ungkap Rika dengan senyum sikopatnya sembari mendekat dengan aura iblis yang menguar sangat kuat di sekitar tubuhnya, hal itu membuat para iblis di sekitarnya merinding tabjub bahkan Lucifer yang mengintip dari sisi lain sedikit tersenyum melihatnya.
Bersambung.