NovelToon NovelToon
Jerat Cinta Pria Beristri

Jerat Cinta Pria Beristri

Status: tamat
Genre:Beda Usia / One Night Stand / Cinta Seiring Waktu / Konflik etika / Showbiz / Tamat
Popularitas:10.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Desy Puspita

Tak terima lantaran posisi sebagai pemeran utama dalam project terbarunya diganti sesuka hati, Haura nekat membalas dendam dengan menuangkan obat pencahar ke dalam minuman Ervano Lakeswara - sutradara yang merupakan dalang dibaliknya.

Dia berpikir, dengan cara itu dendamnya akan terbalaskan secara instan. Siapa sangka, tindakan konyolnya justru berakhir fatal. Sesuatu yang dia masukkan ke dalam minuman tersebut bukanlah obat pencahar, melainkan obat perang-sang.

Alih-alih merasa puas karena dendamnya terbalaskan, Haura justru berakhir jatuh di atas ranjang bersama Ervano hingga membuatnya terperosok dalam jurang penyesalan. Bukan hanya karena Ervano menyebalkan, tapi statusnya yang merupakan suami orang membuat Haura merasa lebih baik menghilang.

****

"Kamu yang menyalakan api, bukankah tanggung jawabmu untuk memadamkannya, Haura?" - Ervano Lakeswara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desy Puspita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27 - Kamu Milikku - Ervano

Baru juga hendak memulai hari dengan energi positif, tapi Haura merasa sudah didatangi energi negatif. Kabar buruk tentang pemutusan kerja sama sepihak dari Brand tersebut membuat Haura murka.

Langit cerah dan sinar mentari di atas sana seakan terganti kegelapan. Tak ubahnya bak kemarahan ib-lis aghasura, Haura sontak berteriak sebagai cara melampiaskan kekesalannya.

Ervano yang berada di dalam sontak memejamkan mata. Suara melengking Haura seolah menjadi pertanda darurat yang membuat Ervano harus keluar segera.

Dengan langkah cepat Ervano mendekat dan bermaksud baik tentu saja. Namun, belum sempat bertanya dia sudah dihadapkan dengan tatapan tajam Haura yang seperti hendak menelannya bulat-bulat.

"Kamu kenapa?" tanya Ervano penuh kehati-hatian.

Tak munafik, mata Haura yang tajam seperti itu cukup menakutkan. Untuk pertama kalinya, Ervano dibuat panas dingin menghadapi seorang wanita yang tengah kehilangan kendalinya.

Tak segera menjawab, Haura kini menghela napas kasar dan berusaha menenangkan diri. "Huft ... langsung saja, pasti ulahmu, 'kan?"

"Aku?" tanya Ervano menunjuk dirinya sendiri, berlagak tidak tahu apa-apa padahal sudah menduga bahwa akan terjadi hal ini.

"Jangan pura-pura bodoh deh, pihak brand yang bekerja sama denganku hari ini memutuskan kontrak secara sepihak ...."

"Hem, lalu?"

"Lalu-lalu, pasti ini karena kamu, 'kan?" selidik Haura masih terus menatap tajam Ervano yang tampak pasrah di depannya. "Iya, 'kan?"

Alih-alih segera menjawab meski sudah didesak, Ervano mengusap kasar wajahnya dan sejenak memalingkan muka.

Menatap sekeliling dan memastikan beberapa pekerja di villa tersebut tidak pingsan karena teriakan maut istrinya.

"Ervano," panggil Haura sekali lagi dan pria itu tidak juga memberikan tanggapan hingga membuat pemilik wajah cantik itu semakin emosi.

"Ya Tuhan nyebelin, banget, Mas!! Jawab, Mas!!"

Merasa panggilan nama itu percuma, Haura menurunkan ego dan mencoba alternatif lain. Padahal, Ervano sebenarnya tidak memancing Haura melakukan itu.

Hanya saja, keberuntungan tengah berada di pihak Ervano hingga pria itu tertawa kecil dibuatnya. Seolah membenarkan dugaan Haura bahwa dia sengaja tidak segera menjawab karena enggan dipanggil nama.

"Ck, kebiasaan kalau ditanya ketawa ... jawab kenapa sih?"

"Iya, dijawab ... apa tadi pertanyaannya?" tanya Ervano sengaja cari perkara karena memang suka saja melihat Haura naik darah.

Namun, Haura yang sudah merasa lelah kini tak kuasa lagi berteriak sebagaimana keinginan suaminya.

"Baiklah, aku tanya sekali lagi ... kepada Mas Ervano yang rada bolot, mohon didengar baik-baik agar tidak bertanya lagi," ucap Haura super super elegan dengan harapan Ervano dapat mengerti.

"Hem, katakan."

"Pagi ini, brand yang bekerja sama denganku memutuskan kontrak secara sepihak ... apa kamu yang berada di balik pemecatanku?"

Sudah berusaha Haura bertanya dengan bahasa yang elegan, tapi nyatanya Ervano tetap lamban.

"Hem, jawab dong, aku cuma butuh jawaban iya atau tidaknya, itu saj_"

"Iya," jawab Ervano singkat.

Jawaban yang luar biasa mengejutkan sampai Haura menganga. "What? Jadi benar dugaanku kamu yang menjadi dalangnya? Hah?!"

"Sudah kujawab tadi, kenapa nanya lagi?"

Sungguh berhasil Ervano membuat Haura naik tensi. Dalam keadaan kesal, Haura ingin sekali memukul wajah Ervano, tapi tertahan karena dia sadar posisinya sekarang.

Sebagaimana kata Mama Syila, mau tidak mau, suka atau tidak suka Ervano adalah suaminya. Jelas salah andai dia sampai memukul, terlebih lagi sikap Ervano begitu lembut terhadapnya.

"Kam-kamu tu euuughh!! Apa sih maunya? Ngusik hidupku terus ... kurang puas ya? Hidupku sudah hancur kalau kamu lupa, kenapa duniaku mau direnggut juga?" tanya Haura menatap lesu Ervano di hadapannya.

Tak mampu menjawab, Ervano hanya mengatupkan bibir dan menatap lekat Haura. "Maaf, Ra," ucapnya tanpa terduga sampai Haura memicingkan mata.

"Heum? Apa tadi? Maaf?" Haura menajamkan pendengarannya, khawatir salah dengar dan terlalu percaya diri dengan permintaan maaf Ervano.

"Iya, maafkan aku."

"Telat!! Minta maaf tidak akan merubah apapun ... cepat hubungi lagi brand tersebut, kembalikan pekerjaanku, titik!!"

"Mana bisa, masa jilat ludah sendiri, Sayang."

"Ih manggil-manggil sayang ... lincah juga lidah suami orang satu ini," gerutu Haura sembari menatap sebal suaminya.

Ervano yang mendengar hal itu biasa saja, dia juga tidak meralat panggilan sayang kali ini karena memang maunya.

Setelah lebih dari sembilan tahun menjadi pengagum Haura, hari ini dia bisa bebas memanggilnya dengan kata sayang. Ervano tidak peduli Haura geli atau tidaknya, tapi yang pasti dia merasa berhak dan harus dipergunakan saat ini.

.

.

"Sekarang malah diam, ini gimana jadinya? Kerjaanku gimana?"

"Ya tidak perlu kerja, aku sanggup membiayai hidupmu kenapa bingung begitu?" Ervano membalikkan pertanyaan dan tetap tidak membuat Haura puas juga.

"Bukan masalah itu, kalau masalah biaya hidup gampang!! Uangku masih banyak, kalaupun habis bisa minta Papa."

"Terus kenapa kelihatan frustrasi gitu?"

"Ya pikir sendirilah, kerjaanku hilang sem_ tuhkan!! Ada lagi yang batalin kontraknya, kamu benar-benar menghubungi semua pihak yang bekerja sama sama aku ya?" tanya Haura mulai berkaca-kaca.

"Semua demi kebaikanmu, foto panas-panasan di pantai bakai bi-kini ... perutmu kemana-mana apa tidak malu?"

"Ngapain malu? Profesional namanya!!" ketus Haura lantaran tak terima Ervano mengomentari pekerjaannya.

"Ada batasnya, aku perhatikan semua job kamu terima ... sampai iklan celana da-lam juga bersedia."

"Loh kenapa? Ini tubuhku, hakku dong mau ambil job apa saja, kenapa jadi ngatur?"

Mendapati jawaban Haura, Ervano tak kehabisan cara. Dia menggendong Haura masuk ke dalam persis karung beras dan mendudukkannya di atas sofa.

Secepat itu Ervano bertindak, Haura bahkan terperanjat tatkala sadar bahwa tubuhnya sudah berpindah.

"Dengar baik-baik, memang benar tubuh ini milikmu dan hakmu."

"Oh jelas, bagus kalau tahu!!"

"Shuut!" Ervano menempelkan jemarinya di atas bibir sang istri.

"Itu dulu ... sekarang berbeda, tubuhmu resmi milikku dan aku berhak menentukan apa yang boleh dan tidak boleh kamu lakukan, Haura," tegas Ervano sontak membuat Haura susah payah menelan salivanya.

Sampai-sampai, dia tetap diam saja sewaktu jemari Ervano berpindah dari bibir ke pipinya. "Kupertegas sekali lagi, kamu milikku, hakku dan tidak ada yang boleh melihat keindahan tubuhmu selain aku ... sampai di sini, kamu paham, 'kan, Sayang?"

.

.

- To Be Continued -

Last eps hari ini, see you esok hari semoga mimpi indah ... Bye❣️

1
Herlina Yus warkop
udah baca d tapi baca lagi kangen KK arya mbak Desh ,mau nyamperin di KBM mentok ah
Desy Puspita: Makasih banyak kak 🫶🏻🫶🏻🫶🏻
total 1 replies
SNN 💠
recommended 💫
nana mail
GOOD
Ra~~~~~
Novelnya bagus 😍
*k🎧ki€*
Ervano is Casper😱😱😱
Efratha
baca part ini aku sampe ketawak bengek 🤣🤣🤣🤣
Efratha
jangan² Sofia kaum lesbiola 🤭
Efratha
pertengahan part ini hampir mewek saya bacanya,eh tetiba akhir jadi ngakak "anggap aja anak hantu " 🤣🤣🤣🤣
Borahe 🍉🧡
sempet"nya liatin ke mang Udin🙈
Borahe 🍉🧡
Persis Kayla dan Evan😂
Borahe 🍉🧡
bener bener mulut Haura. apa yg ada diotak itu yg diungkapin tanpa filter😂😂🙈
Borahe 🍉🧡
kecintaan banget pak
Borahe 🍉🧡
wihh banyak duit nih Bpk dua bini🤣
Borahe 🍉🧡
hahaah
Borahe 🍉🧡
hahaga panik gak
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
𝙜𝙠𝙜𝙠𝙜𝙠𝙠𝙠... 𝙖𝙠𝙪 𝙠𝙞𝙧𝙖 𝙢𝙖𝙪 𝙣𝙮𝙚𝙗𝙪𝙩 𝙗𝙤𝙩𝙤𝙡 𝙮𝙖𝙠𝙪𝙡𝙩 𝙚𝙝 𝙜𝙖 𝙩𝙖𝙪 𝙣𝙮𝙖 𝙗𝙤𝙩𝙤𝙡 𝙠𝙚𝙘𝙖𝙥.😆😆😆
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
𝙉𝙖𝙠𝙖 𝙗𝙨 𝙙𝙞 𝙖𝙟𝙖𝙠 𝙠𝙚𝙧𝙟𝙖 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙟𝙜 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙥𝙖𝙥𝙖𝙝𝙣𝙮𝙖... 𝙨𝙚𝙙𝙞𝙠𝙞𝙩 𝙡𝙜 𝙡𝙪𝙡𝙪𝙝𝙠𝙖𝙣 𝙢𝙖𝙢𝙖𝙝𝙣𝙮𝙖.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
𝙝𝙖𝙙𝙪𝙪𝙝𝙝 𝙠𝙙 𝙠𝙬𝙗𝙖𝙬𝙖 𝙟𝙚𝙣𝙜𝙚𝙡 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙀𝙫𝙖𝙣, 𝙥𝙖𝙙𝙖𝙝𝙖𝙡 𝙘𝙪𝙢𝙖 𝙗𝙖𝙘𝙖 𝙣𝙤𝙫𝙚𝙡 𝙩𝙥 𝙥𝙚𝙧𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙃𝙖𝙪𝙧𝙖 𝙨𝙚𝙗𝙖𝙜𝙖𝙞 𝙨𝙚𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙞𝙖𝙩𝙧𝙞 𝙥𝙡𝙞𝙨 𝙞𝙗𝙪 𝙮𝙜 𝙙𝙞𝙠𝙚𝙘𝙚𝙬𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙨𝙪𝙖𝙢𝙞 𝙖𝙠𝙪 𝙟𝙙 𝙞𝙠𝙪𝙩2𝙖𝙣 𝙢𝙖𝙧𝙖𝙝 𝙟𝙜.𝙬𝙠𝙬𝙠𝙬𝙠𝙠...
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
𝙬𝙖𝙟𝙖𝙧 𝙨𝙞𝙝 𝙥𝙖𝙥𝙖𝙝 𝙕𝙚𝙖𝙣 𝙢𝙖𝙧𝙖𝙝 𝙠𝙧𝙣 𝙮𝙜 𝙣𝙖𝙢𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙡𝙖𝙝𝙞𝙧𝙖𝙣 𝙗𝙚𝙧𝙩𝙖𝙚𝙪𝙝 𝙣𝙮𝙖𝙬𝙖 𝙩𝙥 𝙖𝙞 𝙨𝙪𝙖𝙢𝙞 𝙜𝙖 𝙖𝙙𝙖 𝙨𝙞 𝙨𝙖𝙢𝙥𝙞𝙣𝙜𝙣𝙮𝙖 𝙝𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙠𝙧𝙣 𝙣𝙜𝙤𝙗𝙚𝙤𝙡 𝙨𝙖𝙣𝙩𝙖𝙞 𝙙𝙜𝙣 𝙩𝙢𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙗𝙚𝙙𝙖 𝙘𝙚𝙧𝙞𝙩𝙖 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙡𝙜 𝙨𝙞𝙡𝙪𝙖𝙧 𝙠𝙤𝙩𝙖/𝙥𝙪𝙡𝙖𝙪 𝙠𝙧𝙣 𝙠𝙚𝙧𝙟𝙖 𝙢𝙪𝙣𝙜𝙠𝙞𝙣 𝙢𝙖𝙖𝙞𝙝 𝙗𝙨 𝙙𝙞 𝙢𝙖𝙠𝙡𝙪𝙢𝙞.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
𝙧𝙖𝙨𝙖𝙞𝙣, 𝙢𝙜 𝙃𝙖𝙪𝙧𝙖 𝙠𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙥𝙚𝙡𝙖𝙟𝙖𝙧𝙖𝙣 𝙩𝙪𝙝 𝙨𝙞 𝙀𝙧𝙫𝙖𝙣𝙤 𝙟𝙜𝙣 𝙙𝙞𝙠𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙢𝙖𝙖𝙛 𝙙𝙪𝙡𝙪 𝙠𝙧𝙣 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙖𝙗𝙖𝙞 𝙨𝙢 𝙩𝙪𝙜𝙖𝙨𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙚𝙗𝙖𝙜𝙖𝙞 𝙨𝙪𝙖𝙢𝙞 𝙥𝙡𝙪𝙨 𝙖𝙮𝙖𝙝 𝙖𝙞𝙖𝙜𝙖.. 𝙗𝙞𝙖𝙧 𝙠𝙖𝙥𝙤𝙠 𝙨𝙚 𝙚𝙣𝙖𝙠𝙣𝙮𝙖.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!