Dia adalah seorang pendekar hebat du abad kejayaan, dia adalah pahlawan wanita yang selalu di agung - agungkan oleh semua orang. Jangan tanya seberapa besar kekuatan nya, dantian Qi nya sudah melampaui batas manusia. Ia memiliki banyak jenis tumbuhan obat beserta senjata tajam yang sangat legenda dan sangat di incar oleh para kultivator.
Ia berjalan dengan perlahan di antara rintik nya hujan dan jalanan yang licin, seekor kuda liar berlari dari arah hutan dengan sangat kencang. Mei Rui, gadis itu yang mendapatkan serangan secara tiba - tiba pun terkejut hingga membuat dirinya jatuh dari atas tebing.
Cahaya silau merasuk indra penglihatan nya, secara tiba - tiba ia merasa seperti di sebuah danau yang cukup dalam. Beberapa ingatan masuk ke indra pengingat nya , mata nya terbuka ia mulai naik ke atas permukaan dan menghirup udara segar sebanyak - banyak nya. .
"Terimakasih nenek " ia berucap pergi sambil membawa gelang giok pemberian nenek pengemis.
baca kelanjutan cerita nya yuk
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uyuuun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Musang Birahi
Huang Mei menatap datar ke arah pangeran ke lima Wang Tian, Wang Tian terus mengeluh dan meracau kalau semua yang telah di laluinya hari itu merupakan kesialan yang sudah di persiapkan untuk nya. Wang Tian terus menyalahkan Huang Mei atas semua yang telah menimpa nya.
"Lebih baik kau diam atau aku akan membuat mu tidak dapat berbicara lagi "ancam Huang Mei membuat Wang Tian menciut.
Wang Tian pergi meninggalkan Huang Mei yang tampak diam sambil memakan buah apel yang ia ambil dari dapur istana. Pangeran ke empat Wang Xun datang menghampiri Huang Mei dengan wajah yang terlihat sangat menyebalkan.
"Nona muda Huang, kebetulan sekali kita bertemu di sini mungkin ini memang sudah takdir nya kita bertemu lagi " ucap pangeran ke empat membuat apel yang dimakan Huang Mei dari manis menjadi asam.
"Bukan takdir pangeran melainkan anda yang dengan sengaja menghampiri hamba " Huang Mei membuang sisa apelnya ke sembarang arah.
Pangeran ke empat terus berbicara sampai Huang Mei muak di buat nya, pangeran ke empat membicarakan kesedihan mengenai kaisar yang tiba - tiba jatuh sakit dan tidak sadarkan diri. Raut wajah pangeran ke empat juga di buat sesedih mungkin.
"Kalau anda merasa kasihan lebih baik anda mencari tabib yang dapat menyembuhkan kaisar bukan malah berdiam diri disini. kenapa anda tidak mencontoh pangeran lain yang sibuk mencari tabib untuk kesembuhan kaisar " ucap Huang Mei menohok.
pangeran ke empat mengumpat dalam hati, ia akan membalas hinaan Huang Mei nanti setelah ia menjadi pangeran mahkota. Akan ia pastikan Huang Mei bertekuk lutut di hadapan nya, akan ia lihat bagaimana dia bisa sombong lagi nantinya.
"Nona muda Huang Mei ini cantik sekali, sesuai sekali dengan wanita idaman saya " ucap pangeran ke empat membuat Huang Mei menatapnya dengan sinis.
"Wanita idaman ? , bukan kah pangeran ini memiliki selera yang tinggi ? dulu anda menghina - hina saya sekarang anda malah mengatakan kalau saya wanita idaman anda. Kepribadian anda sangat buruk pangeran, tapi maaf mungkin pria idaman saya bukan anda ." ucap Huang Mei membuat pangeran ke empat semakin menggeram.
"Setahu saya anda memiliki hubungan dengan kakak perempuan saya, lalu mengapa anda malah mengatakan hal tidak baik itu ? " tanya Huang Mei berpura - pura bingung.
"Tidak, saya sama sekali tidak ada hubungan dengan Huang Wen "ucap nya bohong.
Pria bajingan akan selamanya menjadi pria bajingan pikir Huang Mei, ia pun beranjak dari duduk nya lalu pergi meninggalkan pangeran ke empat dengan segudang alasan yang masuk akal.
"Akhirnya aku menemukan mu ." Alis Huang Mei terangkat mendengar perkataan pangeran mahkota.
"Kau mencariku ? " tanya Huang Mei memastikan.
"Iya aku mencari mu sejak tadi tapi aku tidak menemukan mu kau darimana saja ? " tanya pangeran mahkota.
Huang Mei melihat ke arah pangeran ke empat yang kini sudah bergandengan dengan Huang Wen, padahal laki - laki itu baru saja bermulut manis di hadapan nya tapi kini ia malah bermesraan dengan Huang Wen. Pangeran Wang Xun yang melihat Huang Mei menatap nya pun mengira kalau Huang Mei sedang cemburu terhadap nya.
"Kau cemburu ? " tanya pangeran mahkota membuat Huang Mei menatap nya dengan horor.
"Aku cemburu ? untuk apa aku cemburu padanya, seperti tidak ada pria lain saja " jawab Huang Mei dengan wajah yang tidak senang.
"katakan untuk apa kau mencariku ? " tanya Huang Mei.
"Aku hanya ingin bertanya apakah metode yang kau lakukan kepada ayah akan aman ? " tanya pangeran mahkota.
"Aman lagian dengan cara itu akan membuat semunya lebih cepat keungkap " jawab Huang Mei dengan santai.
Pangeran mahkota menatap Huang Mei dengan lekat, jantung nya semakin berdebar - debar apabila Huang Mei berada di samping nya.
"Jangan terlalu lama melihat ku nanti kau akan jatuh cinta " candaan Huang Mei mampu membuat pangeran mahkota mengungkap kan perasaan nya.
"Sepertinya aku memang jatuh cinta padamu " ungkap pangeran mahkota membuat Huang Mei menjadi salah tingkah.