IG : Srt_tika92
Kisah cintanya tak seindah yang ia bayangkan. Milly harus berusaha keras mendapatkan cinta dari seorang pria bernama Mario yang tak lain adalah Sean,putra yang dibesarkan oleh sang ayah. Putra dari mantan istri ayahnya.
Milly bertemu Mario pertama kalinya di sebuah club malam, dan Milly langsung menjatuhkan hatinya pada pria tersebut.
Disini juga menceritakan bagaimana kisah cinta Gavin dan Mike untuk mendapatkan cinta sejatinya. ( kisah cinta keluarga besar Nugroho dan Yamazaki)
Ikuti kisah selanjutnya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon susi sartika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tom, Tam dan Pata
Happy Reading..
~
Sesampainya di sebuah restoran yang tidak jauh dari perusahaan Yamazaki Corp. Mario berjalan beriringan dengan Milly menuju ke meja yang terlebih dahulu sudah di pesan oleh Duta.
Milly menghentikan langkahnya, " Mario.. tunggu sebentar, " Milly kemudian membalikan tubuhnya, kali ini tatapan tajam itu tertuju pada Duta.
" Pata! " seru Milly.
" Hah? " pekik Duta, " Saya? " Duta menunjuk dirinya sendiri untuk memastikan jika Milly tengah berbicara dengan nya.
Sebelum Milly menjawab, Mario mengeluarkan suaranya terlebih dahulu, " Milly, aku ingin ke toilet sebentar. " ucapan Mario di angguki oleh Milly.
" Iya kau, " Milly menjawab pertanyaan Duta setelah kepergian Mario.
" Nama saya Duta nona, bukan Pata, " ujar Duta.
" Iya aku tau, Pata itu ya pak Duta! " seru Milly yang tak mau kalah.
" Tapi no-- " belum selesai, Milly sudah memotong nya.
" Sudahlah, aku hanya ingin bilang pada mu, aku tidak mau kau mengganggu makan siang ku bersama Mario, jadi.. kau makan bersama Tom dan Tam saja ya.. please.. " Milly memelas, masang wajah yang begitu menggemaskan bagi siapa saja yang melihatnya.
" Baik nona, " Duta mengangguk seraya memberi hormat pada Milly.
" Terimakasih.. " Milly berlalu setelah mengucapkan terimakasih pada Duta, karena telah mau menuruti keinginannya untuk berduaan bersama Mario.
" Seenaknya saja mengganti nama ku! " gumam Duta setelah kepergian Milly.
" Ck, nona memanglah begitu, selalu seenaknya memanggil seseorang sesuai keinginannya. " Tom yang ada tepat di belakang Duta mengeluarkan suaranya.
" Iya benar, nama ku Alex, terdengar cukup keren, tapi nona memanggil ku Tam, " Tam ikut menyauti Tom.
" Benarkah? " Duta masih setia mendengar curhatan kedua bodyguard Milly.
" Tentu benar, " Tom.
" Ahhh, aku ingin nona cepat - cepat menikah. " seru Tam.
" Iya, aku berharap nona akan segera menikah dengan bos mu itu. " Tom berucap ke arah Duta.
" Apa benar mereka mempunyai hubungan yang spesial? " Duta yang sedari tadi merasa penasaran dengan hubungan bosnya memberanikan diri bertanya pada kedua bodyguard Milly.
" Seperti yang kau lihat. " jawab Tom sangat ambigu bagi Duta, dia sama sekali tidak bisa mencerna akan kedekatan atasannya dan Milly.
Tidak mau ambil pusing memikirkan lebih jauh tentang hubungan Mario, karena selama ini banyak sekali wanita yang dekat dengan Mario mengaku sebagai kekasih seperti Milly saat ini, toh nanti juga dia akan tau.
Tapi Duta berharap jika Mario kali ini menjalin hubungan yang serius dengan seorang wanita yang tidak lain adalah Milly.
" Lebih baik kita makan, aku sudah sangat lapar. " ucap Duta.
" Tunggu! " Duta tiba tiba menghentikan langkahnya, membuat Tom dan Tam ikut menghentikan langkahnya.
" Ada apa? " Tom.
" Tadi kau bilang apa? kau berharap Milly agar cepat menikah, rasanya ada yang janggal.. " ucap Duta, tatapan nya penuh selidik pada Tom dan Tam.
Tom dan Tam saling melirik penuh arti. " Aku hanya ingin cepat kembali bertugas di markas. " Tom
" Iya, aku juga.. " Tam.
" Bukannya lebih bebas bekerja dengan nona Milly dari pada di markas yang penuh dengan aturan? " Duta.
Tom dan Tam hanya menjawab dengan mengedikan bahu.
" *Tentu saja lebih baik bertugas di markas! bocah itu selalu membuatku pusing! " batin Tom.
" Aku berharga bocah itu segera menikah, agar aku terbebas menjaga nya, " batin Tam*.
Duta mengerutkan keningnya, melihat kedua bodyguard nya tersenyum penuh arti, " Sepertinya sesuatu yang buruk akan menimpa ku! " gumam Duta.
***
" Mario.. " Milly dan Mario saat ini sedang dalam perjalanan pulang dari restoran setelah makan siangnya selesai.
" Hem.. " Mario hanya berdehem, dirinya saat ini fokus dengan macbook di tangannya.
" Kapan kau akan menikahi ku? " pertanyaan Milly membuat Mario terkejut.
" Menikah? " ulang Mario.
" Iya, menikah. kapan kau akan menikahi ku? "
Mario di buat bingung dengan pertanyaan Milly, " Selesaikan saja kuliah mu, baru akan ku jawab. "
" Ck, baiklah.. " Milly memanyunkan bibirnya.
Mario terkekeh melihat tingkah Milly yang begitu menggemaskan, " Apa kau sangat ingin menikah dengan ku? "
" Tentu saja! kenapa kau masih bertanya. Aku kan sangat mencintai mu. Kau juga.... " Milly.
" Juga apa? "
" Kau juga sudah mengambil ciuman pertama ku, dan aku juga menghabiskan malam bersama mu, kalau bukan kau yang manikahi ku lalu siapa lagi? " jelas Milly.
" Uhukk.. uhukk.. " Duta yang sedang menyetir tidak sengaja mendengarkan percakapan Mario dan Milly di buat terkejut dengan pengakuan Milly, tentu saja Duta mensalah artikan 'menghabiskan malam bersama'.
" Kau menguping! " sergah Mario.
" Tidak tuan, "
" Kau ingin ku pecat! "
" Tidak tuan, "
" Tutup telinga mu! "
" Baik tuan, "
***
Malam yang di nantikan pun tiba, malam dimana keluarga besar Nugroho di undang makan malam bersama keluarga Yamazaki di hotel Xxx.
" Mom, apa Milly harus ikut? " Milly di suruh oleh Jia untuk bersiap untuk makan malam di luar.
" Harus sayang, "
" Milly malas sekali jika bertemu dengan rekan bisnis Daddy, membuat Milly pusing mendengar pembicaraan mereka. " gerutu Milly.
" Ini bukan teman bisnis Daddy sayang, "
" Lalu siapa? "
" Kau nanti akan tau, dan kau pasti akan senang. "
Milly mendengus kesal, " Baiklah.. menolak pun tidak ada gunanya, Mommy dan Daddy kan suka memaksa! " gerutu Milly.
Jia hanya menggelangkan kepalanya.
Milly menggunakan gaun selutut berwarna putih yang bercorak bunga bunga, membuatnya Milly terlihat sangat cantik.
Sebenarnya, Milly sangat malas jika menemani Mommy dan Daddy nya. Berkumpul dengan orang yang lebih tua membuatnya bosan, pikir Milly.
*
*
*
Jangan lupa Vote.. vote.. vote...
Karena Vote kalian membuat Author semangat up.
Bye.. bye..