NovelToon NovelToon
Tahanan Cinta Duda Kaya

Tahanan Cinta Duda Kaya

Status: tamat
Genre:Cinta setelah menikah / Pengantin Pengganti / Cinta Seiring Waktu / Duda / Kaya Raya / Konflik etika / Tamat
Popularitas:45.1k
Nilai: 5
Nama Author: Leticia Arawinda

Saat itu Diana tidak akan pernah menyangka bahwa dirinya akan berubah nasib menjadi tahanan cinta seorang pria tampan dan juga kaya. Dia dibawa paksa untuk menikah dengan pria yang tak dikenalnya itu.
Akankah Diana bisa melalui semuanya dengan sabar? ataukah dia akan berusaha kabur dari genggaman pria tersebut?
🌸🌸🌸🌸
Nantikan kisahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leticia Arawinda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

"Evans, apa kamu tidak berangkat kerja?" tanya Diana yang sudah rapi setelah mandi dan berganti pakaian.

"Hari ini aku mau di rumah saja istriku" jawab Evans sambil tersenyum senang.

Diana sedang mengeringkan rambutnya yang basah sambil menatap Evans dari cermin di depannya.

Saat itu Evans tidak sengaja melirik Diana sedang memperhatikannya dalam diam. Sudut bibirnya terangkat dengan jantung yang berdebar kencang namun berusaha terlihat tenang tanpa goyah oleh tatapan Diana yang menggoda.

"Hmm.. aku bantu keringkan ya" ucap Evans mencoba mencari perhatian dari Diana.

"Eum.. boleh tapi apa kamu bisa melakukannya?" tanya Diana merasa tidak percaya.

"Aku bisa melakukan apapun, percayalah" jawab Evans sambil membantu Diana.

Sosok kejam yang selalu terlihat dari sorot matanya yang tajam meski memiliki wajah yang memukau, kini bersikap layaknya seorang suami berhati lembut yang sangat mencintai istrinya.

Diana merasa senang namun dalam hatinya masih ada hal yang mengganjal karena tak pernah ada sepatah kata tentang cinta yang keluar dari mulut Evans meskipun dia tidak pernah berharap lebih.

Di perlakuan dengan baik saja sudah menjadi hal yang istimewa baginya, lantas keserakahan apalagi yang masih mengganggu dalam benaknya.

"Istriku, apa yang kamu pikirkan?" tanya Evans yang terheran melihat Diana diam cukup lama.

"Ah, maaf suamiku. Sepertinya aku masih ngantuk" jawab Diana dengan kebohongan.

"Yasudah setelah selesai sarapan kamu tidur lagi ya" kata Evans yang mulai cemas.

"Tapi sekarang sudah mau siang Evans"

"Haha.. begitu ya? kupikir masih pagi"

Tanpa sadar Evans melakukannya dalam waktu yang cukup lama hingga tidak menyadari bahwa hari mulai terik.

Bahkan sarapan yang sudah Diana siapkan, terlewatkan begitu saja namun semua itu sudah bukan menjadi hal yang aneh jika mengingat hasrat Evans yang besar.

"Huh.. Evans. Kapan kita keluar? aku sudah tidak sanggup kalau harus melakukannya lagi" ucap Diana merasa lelah.

"Aku tidak akan melakukannya lagi istriku, sekarang kita keluar dan makan siang. Kamu juga pasti mau bertemu Lucas kan? pasti dia sudah lama menunggu kita"

Evans merasa bersalah sudah menahan istrinya di pagi hari hingga kini sudah siang hari tanpa memikirkan kondisi fisiknya yang bisa saja lemah karena belum makan sama sekali.

"Lili, bawakan makanannya sekarang" perintah Evans dengan tegas.

"Siap Tuan"

Lili merasa sangat senang melihat keromantisan diantara Diana dan juga Evans tanpa terpengaruh dengan Kirana yang selalu membuat kesal semua orang.

"Diana, apa ada hal yang kamu inginkan?" tanya Evans.

"Eum.. untuk sekarang aku belum memikirkannya. Memangnya kenapa Evans?"

"Aku cuma mau tahu, apapun itu selagi aku bisa pasti akan ku turuti"

"Benarkah?" Diana merasa senang.

"Tentu saja"

Hal yang tak biasa terlontar dari mulut Evans, kenyataan yang awalnya pahit kini rasanya berangsur menjadi lebih manis.

Diana tidak menyangka akan di perlakuan dengan baik oleh Evans yang egois dan mendominasi.

Perubahan yang cukup baik menjadikan Diana bersyukur dengan kehidupannya yang sekarang meskipun di awal dia mengalami banyak hal berat.

Setelah selesai makan bersama, Diana dan juga Evans mengajak Lucas bermain bersama setelah sekian lama.

"Papa tidak sibuk?" tanya Lucas merasa heran.

"Tidak, papa kan mau bermain dengan anak papa yang pintar" jawab Evans dengan riang.

"Benarkah? tapi kenapa baru sekarang cari Lucas? mama juga"

"Haha.. tadi mama sama papa ada urusan penting sayang" jawab Evans dengan berfikir keras.

"Pfftt.. benar sayang" celetuk Diana menahan tawanya.

Lucas terlihat bingung melihat orang tuanya bersikap aneh namun tidak mengerti apa yang mereka maksud.

Sedangkan Evans sangat senang melihat respon lucu yang di perlihatkan Diana saat itu.

"Apa sekarang urusannya sudah selesai?" tanya Lucas lagi.

"Sudah, sekarang saatnya bermain dengan anak papa ini"

"Hore" Lucas menjadi sangat senang bisa di temani oleh kedua orangtuanya.

Diana tanpa henti tertawa mendengar jawaban Evans tentang apa yang sebelumnya mereka berdua lakukan karena sangat menarik melihat ekspresi kebingungan dari wajah tampan Evans.

"Haha.. suamiku ternyata kalah sama Lucas" tawa Diana terbahak-bahak.

"Istriku ternyata senang ya lihat suaminya kalah? ternyata dia lebih sayang anaknya" jawab Evans dengan ekspresi sedih.

"Papa jangan sedih" kata Lucas sambil menyentuh wajah Evans.

Diana terharu melihat perhatian yang Lucas berikan dengan hangat ke ayahnya seperti sedang menghiburnya.

"Papa pura-pura sedih biar mama mau peluk papa. Lucas bisa bantu papa kan?" bisik Evans dengan pelan.

Lucas mengangguk menuruti keinginan ayahnya yang kekanakan.

"Mama tolong hibur Papa" kata Lucas dengan ekspresi sedih.

"Apa?! hmph! baiklah" jawab Diana merasa curiga.

Diana berjalan menghampiri Evans dan juga Lucas, itupun karena Lucas yang sudah memintanya.

"Evans kenapa?" tanya Diana mencoba mengikuti permainannya.

"Bukannya istriku lebih sayang anaknya? apa aku tidak berhak dapat kasih sayang juga?" kata Evans masih dengan ekspresi sedih.

Perkataan manja yang keluar dari mulut Evans membuat Diana tergelitik hingga ingin tertawa sekencang mungkin namun dia berusaha untuk tidak terpengaruh.

"Benarkah? apa mama memang seperti itu Lucas?" tanya Diana.

"Iya, mama juga harus sayang papa" jawab Lucas mengangguk.

"Begitu ya? baiklah, apa yang harus mama lakukan untuk papamu yang sedih?" sambungnya lagi.

"Peluk papa" jawab Lucas dengan spontan.

Diana tidak pernah mengira bahwa Lucas akan dengan pintarnya bersandiwara demi keinginan ayahnya itu.

"Yasudah tapi Lucas juga peluk papa ya" jawab Diana.

Lucas menuruti keinginan Diana kemudian keduanya memeluk Evans secara bersamaan. Maksud hati Evans ingin di peluk Diana saja justru termakan oleh permainannya sendiri.

"Haha.. ternyata istriku dan juga anakku penuh kasih sayang ya?" Evans tertawa dengan sedikit kecewa namun senang bersama mereka.

"Tentu saja, suamiku" jawab Diana mencoba meledek Evans dengan menjulurkan lidahnya.

Evans menatap Diana sambil menyeringai seolah akan balas dendam atas apa yang telah dia lakukan.

"Awas saja nanti Diana, kamu pasti akan ku buat menyesal" benak Evans menatap tajam Diana.

"Siapa takut?" ucap dalam hati Diana seolah tahu apa yang sedang Evans katakan dengan berbalik menatap tajam ke arah Evans.

Keduanya tertawa senang setelah saling bertatapan meski nantinya mereka akan melakukan pembalasan sesuai dengan pemikiran masing-masing.

Namun berada bersama dengan Lucas jauh lebih membahagiakan serta menyenangkan.

Beberapa hari ini mereka selalu berkumpul bersama dan melewati hari dengan bahagia sehingga membuat Evans bersyukur telah memilih Diana meskipun di awali dengan hal yang tidak biasa.

Jantungnya berdebar kencang yang kini merasakan perasaan sayang yang lebih besar kepada Diana.

"Apa yang terjadi dengan diriku?" benak Evans sambil melirik ke arah Diana.

Diana tersenyum melihatnya namun Evans justru memalingkan wajahnya ke arah lain saat mata mereka bertemu.

1
panty sari
kk iparnya itu ngebet banget main peluk peluk aja evan juga bukannya tampar itu kk ipar udha lancang main peluk
Rahma
lanjut kak
Wiwi
lanjut Thor
Tya Putry
👍👍👍
Nur Syamsi
Singkirkan tu ulat bulu thor
Wiwi
lanjut Thor
Yustina
lanjut...
Reni Anjarwani
lanjutt
Reni Anjarwani
doubel up thor
Wiwi
lanjut Thor semangat terus Thor
Wiwi
wow pelakor sudah datang, Thor jangan jangan adiknya meninggal sama kakaknya /Right Bah!//Right Bah!/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!