~Disarankan untuk membaca 365 Days Wedding dulu yaa😉~
Tragedi kelam membuat Danu harus menikah dengan bocah yang telah ia anggap adik sendiri, bagaimana lagi? itu ulah nya sendiri.
lebih menyedihkan nya lagi, wanita itu adalah adik dari musuh abadi nya.
"Aku Terima tanggung jawab mu, kak.. tapi, kita menikah kontrak saja seperti kakak ku." ajak bocah yang telah membuat hidup Danu menjadi rumit.
"tak sudi!" tolak Danu.
Ayo mampir😉 jangan lupa Vote yaaa.. agar novel ini bersinar🤩eh iya, jangan lupa follow akuu😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Haasaanaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 27
“Itu benar, Tuan. Aku sudah mengatakan nya bukan? Aku saja juga tidak terkendali kala melihat istriku, itu normal.” Timpal Radit, ntah kenapa asal menyambung saja membuat Danu kesal.
Ezra jadi mengerti sekarang, ia merasa seperti ini sebuah kelainan lagi. Ezra lega, setidaknya hal ini tidak akan membahayakan Keyna.
“Hal yang tidak wajar adalah.. Kala tidak terkendali dengan seorang wanita yang belum sah menjadi istrinya, main memperkosa nya saja.” Cibir Radit, Danu tahu apa yang dimaksud pria itu.
Danu langsung bangkit, “apa maksud mu mengatakan hal itu? Kau menyindir ku?”
“Apa kau merasa? Maaf, kalau dirimu merasa pak dokter. Bukan maksud ku ingin menyindir mu, beneran deh..”
Danu kesal sekali melihat Radit, ia melihat kearah Lovie yang kelihatan lelah melihat dua manusia itu yang selalu saja bertengkar.
“Dasar asisten gila!” Ejek Danu, tentunya Radit tidak suka itu. Dan akhirnya mereka saling adu mulut, dan terkadang saling menarik kuping atau hal lain.
Lovie lelah sekali melihatnya, ia ingin menghentikan semua ini. Tapi, Ezra malah kelihatan tenang.
“Biarkan saja, Lovie. Kedua manusia itu memang seperti itu, kau saja.. Mengapa memilih suami yang bermusuhan dengan kakak mu.” Perkataan Ezra ada benarnya juga, ini semua salah nya.
Ezra pusing mendengar keributan itu, ia bangkit dan menarik tangan Radit untuk pergi dari ruangan Danu. Tentunya Lovie juga melakukan hal yang sama, ia menutup pintu dan juga mengunci nya.
Lalu Lovie menarik tangan Danu untuk duduk di kursi kerjanya, ia menatap tajam Danu yang kelihatan masih kesal.
“Lain kali katakan kepada Radit, jika aku tidak memperkosa mu.” Ucap Danu, Lovie mengangguk saja.
Danu melepaskan jas dokter nya, meletakkan nya dimeja. Menambah suhu AC agar lebih dingin lagi, kepalanya panas karena berdebat dengan Radit. Lovie hanya diam memerhatikan setiap gerak-gerik Danu, pria itu kelihatan tampan kala sedang kesal.
“Pekerjaan kakak sudah selesai?” Tanya Lovie, karena ia sudah sangat lapar sekarang.
Danu melihat jam mahal di tangannya, ternyata sudah waktunya makan siang.
“Waktu nya jam istirahat, sekarang ayo kita makan di Restoran milikku. Kau pasti belum pernah kesana kan?” Tanya Radit, Lovie menggelengkan kepalanya cepat.
Padahal Lovie pernah makan disana bersama dengan ibu nya, tapi kali ini ia sengaja mengatakan tidak agar Danu membawa nya ke sana. Karna makanan disana sangatlah enak, dan Danu pasti tidak mau membawa nya kesana kala sudah tahu Lovie pernah ketempat itu.
Danu merapikan kemeja dan rambut nya yang berantakan, Lovie memerhatikan nya saja.
“Ayo” Tangan Lovie digenggam Oleh Danu, mereka pun berjalan beriringan menuju Restoran milik Danu.
Lovie terus menatap ke arah tangannya yang digenggam oleh Danu, terkadang pria itu mengelus jari jemarinya. Membuat Lovie merasa kan hangat dan orang yang paling disayang oleh Danu.
~
Sesampainya di Restoran, Danu membawa Lovie menuju ruangan VVIP. Disana banyak menu makanan yang tersaji, dan juga menu andalan Restoran tersebut. Perut Lovie sampai semakin lapar melihat semua makanan yang sangat menggugah seleranya, ia sangat suka dengan hal yang seperti ini.
Lovie langsung memakannya dengan lahap, bahkan tidak memperdulikan Danu yang malah memerhatikan cara makannya.
“Seenak itu?” Tanya Danu, ia mengambil piringnya untuk makan bersama dengan Lovie.
Lovie tidak menghiraukan pertanyaan nya, malah asyik makan. Danu ingin tertawa melihat Lovie yang seperti orang kelaparan saja, jadi hilang cantiknya kala melihat Lovie yang seperti ini.
Saat sedang asyik makan, tiba-tiba ada yang melempar Lovie dengan minuman dingin. Tepat diwajah Lovie, membuat wanita itu terkejut. Bahkan dress nya basah, dan sampai terbatuk karena sebagian air masuk kedalam hidungnya.
Danu terkejut, ia langsung menatap ke arah orang yang telah berani melakukan hal itu kepada Lovie. Ternyata itu adalah Gita, wanita yang telah merasa bahwa Danu adalah kepunyaan nya.
“Gita!” Bentak Danu, habis sudah kesabaran nya.
Lovie hanya diam saja, ia tahu apa penyebab wanita yang bernama Gita itu menyerang nya seperti ini.
“Dasar kau jalan*!” Teriak Gita kepada Lovie, tepat diwajah Lovie.
Danu menarik tangan Gita, “cukup Gita! Aku muak dengan mu!” Suara Danu sangat lantang, sampai membuat Lovie terperanjat.
“pergi!” Teriak Danu mengusir Gita, kali ini ia masih memakai cara yang baik. Tangan Gita mengepal erat sambil menatap ke arah Lovie, memberikan tatapan tajam yang siap membunuh kapan pun.
Karna Gita tidak mendengarkan nya, Danu tidak ada pilihan lain selain..
“Pelayan! Bawa pergi wanita ini, jangan biarkan dia masuk lagi ke dalam Restoran ku!” Perintah dari Danu langsung dikerjakan oleh para pelayan.
Gita yang membeku, seperti tidak mengerti dengan semua hal yang terjadi.. Hanya pasrah kala tubuhnya dibawa begitu saja oleh para pelayan. Ia tidak bisa berkata-kata lagi, matanya penuh menatap ke arah Danu yang seperti enggan peduli padanya lagi.
Danu langsung menuju ke arah Lovie, ia membuka kemeja nya dengan gerakan cepat. Hingga kini hanya menyisakan tubuh nya yang bertelanjang dada, ia tidak perduli itu.
Kemeja Danu menutupi bagian Lovie yang basah, terutama bagian atas nya.
“kau baik-baik saja?” Tanya Danu, Lovie mengangguk saja. Ia merapikan rambutnya yang berantakan, dan berusaha untuk bersikap seperti biasa.
Tapi,lama lama Lovie tidak tahan lagi, ia langsung berlari keluar dari ruangan ini. Danu langsung mengejar nya, ia tahu apa yang akan dilakukan Lovie.
Kala sudah sampai diluar Restoran, Danu melihat Lovie yang masuk ke dalam mobil. Ia langsung menyusul, dan disanalah Danu melihat Lovie yang menangis. Kepalanya bersandar pada jendela mobil, air matanya mengalir begitu saja.
Danu mengambil kemeja cadangan nya yang tersimpan di mobil, ia memakai dengan gerakan cepat. Setelah selesai, ia meraih tangan Lovie tapi wanita itu malah terus menghempas tangannya.
Danu tidak menyerah, ia terus berusaha memegang tangan Lovie.. Sekalipun wanita itu terus menghempaskan tangannya. Hingga pada akhirnya Lovie menyerah, ia menangis lebih kencang lagi.