Ini adalah kisah gadis desa yang lugu dan polos bertemu pria dewasa bagaimana keseruan dan tingkah kocak zul saat bersama aditya.
Namanya Aditya Riawan biasa di panggil Adit dan perempuan itu bernama zullaikah biasa di panggil Zul.
Bagaimana jika hubungan yang dijalin antara adit dan zul tidak mendapat restu dari sang ibu sebagai anak harus bersikap seperti apa adit.
Disela-sela adit mencari jalan tapi sang ibu malah ingin menjodohkan adit dengan wanita lain.
Apakah cinta adit dan zul akan sampai di pelamina sedangkan zul lupa siapa adit sebenarnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon imah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27
\#\#**Kesalahan yang fatal**\#\#
Di rumah heru.
Heru kesal karna zul di hubungi tidak diangkat-angkat mungkin memang semua laki-laki seperti ini kalau pacarnya telfon ngak di angkat-angkat bawaannya marah-marah hehehe.
Heru kesal dan marah sama zul tapi semua itu mencair saat zul bilang baru mandi.
Otak mesum heru mulai menjalar ke seluruh badan.
Tapi sayang seribu sayang heru susah mengatakan aku ingin melihatmu tanpa busana kata-kata itu tertahan di tenggorokan heru.
Di saat heru bisa bilang entah kenapa tidak ada respon dari zul.
Jadi pemikiran heru zul menyukainya atau zul menerimanya.
Tidak disangka heru malah mendapati suara zul yang berpamitan karena dia ingin istirahat padahal........heru sudah.........
Heru kesal tapi mau bagaimana.
Selang beberapa menit pintu rumah heru di ketuk seseorang.
"Tok tok tok"
"Her.....heru"
"Ceklek"
"Laora ngapain kamu disini"
Laora adalah teman semasa kuliah dulu laora sangat mengagumi heru tapi sayang cinta laora bertepuk sebelah tangan.
Laora tidak menyerah begitu saja laora terus mendekati heru dan menggodanya tapi heru tidak pernah tergoda sedikit pun.
Tapi lain untuk hari ini mungkin karna hasratnya dengan zul tidak bisa di lampiaskan akhirnya ada ikan didepan mata siapa yang akan rela dia pergi.
Seperti biasa laora yang lebih dulu mendekati heru.
"Heru kenapa kamu melihatku seperti itu"Laora sambil senyum-senyum.
"Apa kamu mau sesuatu heru aku bisa membuat kamu puas"
Heru berpura-pura tidak menghiraukan laora.
"Aaduuuhhh laora kenapa kamu menggoda banget sich"kata hati heru.
Di saat heru ingin menutup pintu di tahan oleh laora.
Laora masuk begitu saja menutup pintu dan lebih dulu nemplok sama heru kaya cicak hehehe.
"Sentuhan laora kenapa lembut banget"kata hati heru.
"Lebih baik kita di kamar kamu saja biar lebih leluasa"
Laora mendorong heru untuk menunjukkan kamarnya.
"Laora jangan salahkan aku kamu yang memintanya"
"Aku bakalan seneng heru"
Heru pun menggendong laora menuju kamarnya.
Di rumah zul.
Seperti biasa zul bangun pagi-pagi buat bantu bibi di dapur.
"Zul sekarang sana kamu mandi terus antar masakan bibi sama dokter heru"
"Kenapa bi"
"Untuk ucapan terimakasih karna dia sudah jaga kamu"
"Bibi aku ngak mau"
"Bukannya kamu pacaran sama dokter heru"
"abang boy yang bilang yaa bi"
"Iya pun juga ngak papa sayang bibi malah senang ada yang jagain kamu kaya dia"
Saat bibi bilang dia hati zul seperti ada sengatan listrik.
"Dia siapa bi"
"Eemmmmhhhh kamu dengar ngak paman panggil bibi"
Marta ngeles cari-cari alasan karna zul bertanya terus.
"Zul ngak dengar bi"
"Sudah sana mandi bibi mau temui paman kamu"
"Iya bi"
Saat zul di kamar mau mandi zul kesandung album kenangan.
"Duuukkk"
"Mungkin kemarin aku lupa buat beresin"
Saat mau ambil zul melihat foto album kelas 3a Aditya Riawan.
"Namanya unik aditya riawan"
Zul pun meletakkan di atas meja.
"Bibi kenapa juga suruh aku ketempat om heru"gerutu zul.
30 menit sudah zul mandi selesai mandi zul pilih baju lalu ke bawah buat sarapan dan bergegas ke rumah heru.
Pukul 7 pagi zul pergi ke rumah om heru naik ojol soal bang boy ada mata kuliah pagi.
Kurang dari 1 jam zul pun sampai ke rumah om heru rumahnya sepi terus panggilan zul juga ngak dijawab.
Yg setiap hari di catat dan ditulis.
Bisa dibaca ulang untuk pengingat diri...