Di hianati, dan di ceraikan oleh sang suami karena tidak bisa memberikan keturunan, bagaimana nasib Moza setelah menjadi janda? Apakah benar dia yang tidak bisa hamil atau sebaliknya?
"Mozarina Fernando" hidup di rumah mertua nya dengan menerima berbagai macam hinaan dari orang dan juga kekerasan dari mama mertua, adik ipar dan juga suaminya sendiri, karena sudah lama menikah, dia masih tak kunjung mampu memberikan keturunan.
Mampu kah Moza bangkit kembali setelah hidup sendiri? Dan membalas perbuatan keluarga suaminya di masa lalu? Dan siapa kah sosok laki-laki yang akan menggantikan posisi mantan suami nya di hati Moza? Mari ikuti kisah MY PERFECT WIFE.
Selamat membaca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 27
"Awas!"Teriak Moza melepas kan buah-buahan yang dia bawa dan berlari cepat menarik tangan anak kecil yang hampir saja di tabrakan oleh mobil.
Seketika pemilik mobil itu berhenti dan kaget karena hampir saja menabrak anak kecil.
"Sayang? Kenapa kau lari-lari di jalan rayanya seperti ini? Bahaya di mana ibu dan ayah mu?"Ucap Moza kepada anak kecil tersebut.
Mobil yang tadi hampir menabrak anak kecil itu pun kembali berjalan setelah memastikan tidak ada yang terluka di hadapan nya.
"Ma,maaf kan aku, aku takut."Ucap anak kecil tersebut dengan mata semabab nya.
"Hey, kau menangis? Mengapa kau menangis? Ada yang menyakiti mu?"Tanya Moza lagi dengan suara lembut nya.
"Bibi maaf kan aku, gara-gara aku buah-buahan mu jadi tidak bisa di makan lagi, aku lari dari restoran sana, ayah dan ibuku berkelahi aku tidak ingin melihat nya aku sedih ayah bersama perempuan lain."Ucap si anak kecil dengan wajah sedih dan mata nya yang begitu sebab.
"Astaga."Ucap Moza tak habis fikir, ternyata laki-laki jahanam bukan hanya Ferdi saja, masih banyak yang lain nya juga.
"Sayang, meskipun orang tua mu sedang dalam masalah, kau tidak boleh mendengar kan nya, karena itu urusan orang dewasa, tapi kau juga tidak boleh seperti ini karena ini bahaya."jelas Moza dengan hati-hati kepada anak kecil tersebut.
"Celsy! Celsy!"Pangil seorang wanita yang berlari ke arah Moza dan anak kecil yang di selamat kan oleh Moza.
"Ibu!"Ucap anak kecil tersebut yang kemudian berjalan menghampiri sang ibu.
"Sayang, kau ke mana saja? Mengapa kau lari dari ibu? Ibu khawatir."Ucap wanita itu kepada sang anak sambil memeluk nya.
"Ibu aku hampir saja tertabrak mobil, tapi bibi cantik itu sudah menyelamatkan aku dan buah-buahan nya jadi kotor gara-gara aku Bu."jelas nya.
"Celsy, lain kali jangan begitu ya, lihat kau merepotkan seseorang."tegas sang ibu sambil mengelus rambut sang anak.
"Tidak apa-apa, sama sekali tidak merepotkan aku."Ucap Moza menghampiri mereka.
"Terima kasih banyak, kau sudah menyelamatkan anak ku."Tutur perempuan itu yang terlihat beberapa tahun lebih tua dari Moza.
"Sama-sama, kak, lain kali jika kau ada masalah dengan suami mu jangan sampai dia mendengar kan itu lagi? Aku harap kau bisa menitipkan nya kepada orang lain jika kau ingin melakukan sesuatu yang akan membuat nya sedih."Nasehat Moza.
"Ya, aku tau, tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa, semuanya sudah terlanjur, aku tidak biasa lagi menghalangi Celsy untuk tau kejahatan ayah nya. Hiksss, aku tau aku bukan ibu yang baik, tapi aku tidak ada cara lain."Jelas sang wanita sambil menangis.
"Sudah jangan menangis di sini, bagaimana jika kalian ikut dengan ku, kita ngobrol di tempat lain saja kak, di sini banyak yang memperhatikan kita."Ucap Moza kepada perempuan tersebut yang belum di ketahui siapa nama nya.
"Baik lah, terima kasih, kau tidak hanya membantu Putri ku tapi juga membantu aku, laki-laki sialan itu pasti sedang mencari kami."Ucap perempuan tersebut yang kemudian mengendong anak nya dan ikut bersama Moza.
Mereka pun masuk ke dalam mobil Moza dan kemudian pergi dari sana, karena kejadian ini, Moza pun mengurungkan niatnya untuk menguji rumah Bu kos.
Tidak lama kemudian mereka pun tiba di sebuah cafe dan masuk ke dalam nya lalu memesan kopi.
"Siapa nama mu?"Tanya perempuan itu kepada Moza.
"Nama ku Moza, Mozarina Fernando."Ucap Moza mengulurkan tangannya kepada perempuan itu.
"Nama ku Nara,dan ini putri ku, Celsy usia nya baru lima tahun."Ucap Nara kepada Moza.
"Dia sangat cantik, sangat mirip seperti mu."Ucap Moza sambil tersenyum.
"Bibi,kau juga sangat cantik."Ucap Celsy tiada henti memuji Moza.
"Kau ini bisa saja, oh iya Celsy sayang, kau boleh main di sana dulu ya, bibi mau mengobrol dengan ibu mu, ingat ya sekitar sini saja, jangan jauh-jauh."Ucap Moza agar Celsy tidak mendengar kan perbincangan nya dan Nara.
"Siap bibi."Jawab Celsy dengan pintar nya.
Kebetulan sekali cafe tersebut sedang sepi dan Celsy bebas ke sana kemari untuk main dan melihat beberapa gambar dekorasi lucu di cafe itu.
"Kak, tadi Celsy sempat bercerita tentang kau dan suami mu, maaf jika aku lancang tapi bisa kah kau berbagai cerita dengan ku untuk menghilangkan beban pikiran mu?"Tutur Moza iba dengan Nara dan Celsy.
"Ya, aku tidak tau harus bagaimana lagi, dan aku selama ini selalu menyimpan masalah ku sendiri aku tidak sanggup untuk bercerita tapi sepertinya kau orang yang sangat nyaman untuk aku berbagi kisah ini."Ucap Nara.
Dari raut wajah Nara, dia terlihat benar-benar tertekan akan masalah rumah tangga nya, sebagai wanita yang sama-sama pernah mengalami hal yang serupa Moza pun mencoba untuk menjadi tempat curhat yang baik untuk Nara agar dia bisa lega.
Nara pun bercerita panjang lebar kepada Moza, dia bercerita tentang suami nya yang pengangguran dan juga tukang selingkuh, hal itu di mulai saat suaminya di pecat oleh boss karena melakukan korupsi di kantor.
Setelah itu suami nya Nara menjadi orang yang cukup kasar dia sering memukuli Nara dan juga membawa perempuan lain ke hotel.
"Begitu lah dia sekarang, aku tidak ingin bercerai dengan nya karena aku masih tidak sanggup melihat Celsy hidup tampa ayah jadi aku memilih untuk bertahan."Ungkap Nara kepada Moza.
"Tapi apa kau tidak pernah berfikir, bertahan dengan nya akan lebih membuat Celsy menderita? Dia menderita harus menyaksikan apa yang di peributkan oleh orang dewasa, dia menderita karena melihat kau selalu di siksa dan melihat air mata yang jatuh dari mata mu setiap hari, tidak ada ayah bukan berarti dia anak yang tidak akan bisa bahagia,kau juga masih sangat muda kak, kau bisa mencari yang lebih baik."Ucap Moza menasehati Nara.
"Hiksss, aku, aku tau apa yang kau katakan itu benar, tapi dia, laki-laki itu tidak akan membiarkan kami pergi begitu saja."Tutur Nara akhirnya memperjelas alasan kenapa dia tidak bisa berpisah dari ayah nya Celsy.
"Astaga, mengapa kau tidak melaporkan kejadian ini kepada polisi saja?"Tanya Moza lagi.
"Jangan, ini akan tanbah sulit aku tidak mau dia menyakiti orang-orang terdekat ku, dia pernah mengancam akan melakukan sesuatu jika aku melaporkan nya ke polisi."Jelas Nara.
Moza pun terdiam, dia sadar betapa rumitnya kehidupan yang di jalani oleh Nara dan Celsy yang menderita karena seorang laki-laki.
Bersambung ....
Permisi, ada sedikit hal penting yang ingin author jelas kan, bahwa nama keponakan nya Samuel itu author ubah ya jadi kalian jangan kebingungan hehe.
sungguh mantap sekali ✌️🌹🌹🌹
terus lah berkarya dan sehat selalu 😘😘