Sean mengejar kekasihnya ke bandara tetapi terjadi kecelakaan yang membuat dirinya buta. Sang kekasih meninggalkan dia, sementara pernikahan sudah di ambang pintu.
Demi menjaga nama baik keluarga, Sean meminta kepada Rosaline untuk melakukan pernikahan kontrak.
Di satu sisi, kekasih Sean datang kembali saat Sean sudah bisa melihat karena donor mata dari sang ayah mertua yang sudah menabrak Sean.
Apa yang akan dilakukan oleh Sean? Ketika Sean mengetahui bahwa ayah mertuanyalah yang sudah menabrak dia dan juga mendonorkan mata untuk dirinya?
Apakah pernikahan mereka akan bahagia atau berakhir dengan perpisahan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur hapidoh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27
Silvia menemui Sean yang masih tertidur di balkon kamar mereka. Ya, mereka berdua sudah diberikan rumah oleh Raymond dan Amanda agar bisa meniti kehidupan rumah tangga mereka tanpa merasa diganggu siapapun.
Amanda tidak senang kalau sampai mereka berdua tinggal di rumahnya. Amanda masih merasa tidak suka pada Silvia yang sudah membuat Putra mereka bercerai dengan Rosaline.
Padahal Amanda sangat menyayangi Rosaline sudah seperti putrinya sendiri. Tapi Silvia dengan tidak tahu malu, datang pada mereka dengan membawa hasil tespek dan mengakui bahwa itu adalah anak dari Sean.
Mereka awalnya ragu kalau anak mereka benar-benar melakukan itu bersama Silvia setelah perbuatan buruk Silvia pada Sean saat putra mereka buta, bahkan sampai punya anak. Tetapi Sean telah mengakui semuanya. Sehingga membuat Raymond dan Amanda tidak bisa melakukan apapun lagi. Selain merestui dan mempersiapkan pernikahan mereka berdua.
Bagaimanapun mereka juga ingin menyelamatkan nama baik mereka di hadapan publik. Mereka tidak mau kalau sampai keturunan mereka lahir di luar nikah. Amanda mengatur pernikahan sebaik mungkin agar Sean tidak kecewa dengannya.
"Kamu kenapa tidur di sini, Sean?" Silvia berusaha untuk membangunkan suaminya yang baru tadi siang sah di depan semua keluarga dan teman mereka. Baik di mata hukum maupun agama.
Silvia tidak mau dirugikan dalam pernikahan itu. Sehingga dia menolak permintaan Sean untuk menikah secara siri.
Sean yang saat ini sedang mabuk terlihat menggeliat dan memancingkan matanya.
"Rosaline!!! Kenapa kamu tega melakukan ini semua padaku? Beraninya kamu menerima lamaran dari Abimana di depanku! Kau adalah wanita yang sangat keji dan sangat jahat. Kenapa kamu melakukan semua ini padaku, Rosaline? Kenapa?" Sean menangis sesegukan.
Silvia merasa jengkel luar biasa melihat kejadian itu.
"Kurang ajar! Rupanya dia belum juga melupakan Rosaline!! Bahkan di saat dia sedang mabuk pun masih mengingat perempuan itu!" Silvia terlihat sangat geram dan murka kepada Sean.
Silvia akhirnya mendorong tubuh Sean hingga terjerembab di lantai. Silvia yang sedang murka sudah tidak peduli lagi dengan apapun yang terjadi kepada suaminya.
"Tidur saja di sana! Mati sekalian bila perlu!" Silvia sangat kesal sekali kepada Sean.
Silvia tidak tahu, kalau di balkon itu ada cctv yang langsung tersambung ke laptop Raymond yang ada di ruang kerjanya.
Raymond dan Amanda yang sedang menyaksikan kejadian itu hanya bisa mengelus dada.
"Dia mendoakan putra kita mati, Pah!" Amanda terlihat begitu sedih melihat apa yang terjadi kepada putranya sekarang.
Raymond berusaha menghibur istrinya yang sedang gundah melihat semua kejadian itu.
"Kenapa Papa tidak menyelidiki dulu kebenaran tentang anak yang dikandung oleh Silvia? Mama benar-benar ragu. Apakah anak itu benar-benar cucu kita!" Raymond menatap istrinya dengan lekat.
Raymond kemudian menjelaskan semua rencananya kepada sang istri tercinta sehingga membuat Amanda menjadi lega.
"Untuk saat ini sebaiknya kita tidak usah terlalu menunjukkan tentang ketidaksetujuan pernikahan mereka. Hal itu akan membuat Silvia menjadi waspada kepada kita berdua. Kita akan menjadikan semua rekaman CCTV yang terjadi di rumah itu, sebagai barang bukti untuk suatu saat Sean ingin menggugat perceraian kepada Silvia. tentu saja setelah kita yakin bahwa anak yang dikandung Silvia bukanlah cucu kita!" Amanda cukup senang dengan rencana yang sudah dibuat oleh suaminya.
Bagaimanapun juga dia tidak suka, kalau sampai putranya benar-benar menikah dengan Silvia.
"Hilang sudah semua respek Mamah terhadap Silvia. Karena dia yang sudah begitu tega meninggalkan Putra kita sehingga membuatnya hampir bunuh diri gara-gara dia." Raymond sangat mengerti Bagaimana perasaan istrinya saat ini karena dia yang paling tahu betapa Amanda sangat mencintai dan menyayangi Putra mereka.
Bagi Amanda, Sean adalah segalanya. Raymond bahkan sangat tahu kalau Amanda rela melakukan apapun untuk kebahagiaan putranya.
Amanda adalah tipe orang yang sangat sulit untuk menyukai seseorang. Oleh karena itu dia mendukung pernikahan Rosaline dan Sean. Karena istrinya yang begitu mencintai dan menyayangi menantu pertama mereka.
"Bukankah mama kemarin melihat kalau Rosaline sudah dilamar oleh Abimana? Mungkin sebentar lagi mereka akan menikah. Sungguh amat tidak sopan karena Abimana melakukan itu di acara pesta pernikahan buat kita yang notabene adalah mantan suami dari Rosaline." Raymond terlihat begitu kecewa dengan tindakan ceroboh Abimana.
Amanda menyentuh bahu suaminya. Amanda bisa mengerti apa yang sedang dilakukan oleh Abimana hanya mencari dukungan dan simpati dari Rosaline.
Amanda sangat tahu. Kalau Rosaline, mantan menantunya merasa terganggu dengan pernikahan Sean dan Silvia. Walaupun wajahnya yang terlihat datar dan seperti biasa saja.
"Abimana hanya membantu Rosaline yang pasti merasa terganggu dan sakit hati dengan apa yang pernah dilakukan oleh Sean padanya. Mama yakin kalau Rosaline masih mencintai Sean. Kalau dia tidak mencintai Sean, Rosaline pasti akan menolak lamaran yang diberikan oleh Abimana padanya." Raymond cukup terkejut mendengar analisis yang diberikan oleh istrinya.
Raymond sangat tahu kalau sang istri sangat pintar dalam menilai segala sesuatu.
"Apakah kau yakin, sayang? Kalau Rosaline masih mencintai anak kita?" tanya Raymond masih belum percaya ucapan istrinya.
"Aku itu wanita, sayang. Aku yang paling tahu bagaimana perasaan seorang wanita yang disakiti dan dihina begitu rupa. Rosaline pasti sedang menunjukkan kepada Sean bahwa dirinya baik-baik saja dan tidak terganggu dengan semua yang dilakukan Sean bersama Silvia. apalagi mama juga mendengar kalau pada hari di saat Sean dan Silvia tidur di hotel bersama, saat itu Rosaline ada di sana juga. Hal itu yang membuat Sean tidak bisa berkutik di pengadilan. Pengacara Sean yang menceritakan ini kepada Mama." Raymond menghela nafas berat.
Raymond tidak pernah menyangka kalau ternyata cucunya akan terlahir dengan cara terhina seperti itu. Terlahir karena perzinahan putranya bersama Silvia.
"Sudahlah, sayang. Kita sebaiknya tidur saja. Rasanya pusing kalau sudah berbicara tentang mereka." Raymond akhirnya menarik tangan Amanda untuk segera masuk ke dalam kamar mereka.
Amanda tahu bahwa suaminya tidak suka membicarakan tentang Silvia. Entah kenapa Amanda juga tidak paham dengan hal itu.
Raymond tidak menyukai Silvia karena dulu Silvia pernah menggodanya. Padahal dia masih berstatus sebagai kekasih Sean. Sungguh wanita yang sangat hina dan menjijikan di mata Raymond yang selalu setia pada istrinya!! Sejak saat itu Raymond merasa ilfell pada sosok Silvia yang genit di matanya.
Raymond sampai saat ini masih menyelidiki tentang kehamilan Silvia yang menurutnya sangat aneh.
Bagaimanapun juga Raymond sangat tahu kalau putranya sudah lama menutup pintu hatinya untuk Silvia. Terutama setelah Sean menikah dengan Rosaline. Sean sudah 100% bisa melupakan perasaan cintanya kepada Silvia yang sudah menjadi masa lalu baginya.
"Papa akan memberikan bukti konkret tentang anak yang dikandung oleh Silvia!"
buat Sean nikmati aja atas perbuatan mu??
apa yg kau taburkan itulah yang akan kau tuai