"Mommy tidak mau tahu Alex, Nikahi dia...!
karena dia sedang mengandung cucu Mommy. Dan kau akan tahu akibatnya jika Daddymu tahu semua ini!" Ancam sang Mommy.
"Aku akan menikahimu hingga anak itu lahir, setelah itu kita berpisah." Alex.
"Baiklah, saya setuju Tuan." Ucap lntan menatap Nanar.
Arinda lntan Ranaya atau lntan, terpaksa harus menikah dengan Alexander Mark Jameson. Lelaki yang dingin dan tak punya hati. lni semua ia lakukan hanya karena anak yang di kandungnya.
5 Tahun berlalu lntan kembali dipertemukan dengan orang yang pernah memberinya cinta, sekaligus menorehkan luka.
"Aku sangat mencintaimu lntan. Dari dulu, sekarang, nanti dan selamanya, beri aku kesempatan untuk mengurangi rasa luka yang pernah aku beri"
Akankah lntan kembali pada cintanya itu?
Yuk Kepoin mereka jangan lupa dukungannya ya 🤗🤗🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chacha shyla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KSI Part 27.
"Lalu apa yang kau inginkan agar kau mau ikut denganku dan kau percaya kalau aku sangat mencintaimu," Ucap Alex.
"Oke… Dengarkan Aku, jika kau benar-benar mencintaiku, maka selama 1 bulan kau akan tinggal tidur di Gazebo, dan satu lagi aku ingin kau bekerja, tidak memakai kekayaanmu untuk menafkahiku dan kau harus bekerja di ladang Apa kau sanggup melakukannya? jika selama satu bulan kau tidak sanggup melakukannya maka Pergilah tinggalkan kami. Biarkan kami hidup dengan tenang dan damai di desa ini" ucap lntan panjang lebar.
"Baiklah apa hanya itu permintaanmu? tidak ada yang lain lagi?"
"Tidak hanya itu saja."
"Baiklah aku menyanggupinya, tapi… untuk kali ini biarkan aku tidur di sini dulu karena aku sangat mengantuk dan lelah." Pintanya Alex.
"Luna… Tolong bawa Kesatria masuk, dan kau berhutang penjelasan padaku!" ucapnya menatap tajam pada sahabatnya itu.
"Iya, aku akan menjelaskannya tapi nanti," ucap Luna lalu membawa baby Kesatria masuk dan segera menidurkannya pada box bayinya.
"Dan ingat selama 1 bulan kau jangan coba-coba berani untuk menyentuhku jika kau melanggar maka semuanya batal dan silakan kau pergi dari tempat ini,!" Intan kembali memberi peringatan pada Alex.
"Lalu bagaimana kalau aku merindukanmu? Aku ingin memelukmu, atau menciummu?" godanya.
"Bukankah aku bilang selama 1 bulan tidak boleh menyentuhku! dan siapa juga yang ingin dipeluk dan di cium? Apa kau kira aku ini wanita murahan" ucap Intan kesal
"Dengarkan Intan sayang, aku tak pernah menggangapmu seperti itu. Intan kau itu istriku, kau adalah wanitaku Maafkan kesalahanku selama ini" ucapnya penuh sesal.
"Sebaiknya kau pergi tidur dan jangan banyak bicara karena Aku hendak ke dapur.!" Intan pun pergi meninggalkan Alex yang hanya bisa menatap kepergian istrinya, ia pun lalu tersenyum penuh makna. Tak lama kemudian terlihat Luna yang baru saja keluar dari kamar setelah menidurkan Baby Satria.
"Apa Satria masih tidur tanya Alex begitu Luna mendekat.
"Iya dia masih tidur."
"Baiklah biarkan aku menengoknya sebentar ke dalam,"
"Tapi bagaimana jika nanti Intan marah padamu"
"Kau tenang saja. Walaupun dia marah dia itu tetap istriku dan aku tidak akan menentangnya"
"Apakah kau benar-benar sangat mencintai Intan?"
"Apa aku terlihat nampak seperti seorang pembohong, dan hanya membual, jika aku tidak mencintainya untuk apa aku datang mencarinya," terang Alex, karena sepanjang perjalanan ia terus berpikir apa yang terjadi padanya dan jawabannya adalah ia sudah mulai jatuh cinta pada istrinya itu.
"Tapi Intan bilang kau itu sudah punya kekasih,"
"Maksudnya? pantas saja dia tidak menerimaku?" ucap Alex.
"Tidak! mungkin bukan karena itu saja yang membuat Intan kecewa padamu, awalnya dia percaya namun setelah itu kau membuatnya meragukan dirimu, karena lntan sudah pernah dikecewakan untuk itu tidak gampang menyentuh hatinya kembali hanya dengan kata kau mencintainya, tapi kau harus membuktikannya dengan perbuatanmu, kau harus perjuangan untuk mendapatkan cinta dari Intan kembali."
"Kau benar sekali dan aku pasti akan melakukan hal itu karena aku yakin Intan juga pasti sangat mencintaiku, hanya saja. Mungkin dia menginginkan pembuktian yang lebih kuat lagi."
"Baiklah aku akan menemuinya kedapur Istirahatlah dulu," ucap Luna.
"Terima kasih karena kau sudah membantuku" ucap Alex tulus.
"Sama-sama" Timpal Luna Alex pun berjalan menuju kamar Sang Baby Satria di mana bayi itu masih terlelap di dalam box bayinya.
Sementara itu di dapur, Intan Tengah sibuk membuatkan sarapan untuk sang suami.
"Apa yang sedang kulakukan"
"Apa Kau tidak lihat aku sedang membuat sarapan untuknya."
"Cie… Katanya kau tidak mencintainya, tapi kenapa kau begitu perhatian untuk membuatkan sarapan?"
"Kau tidak usah menyindirku seperti itu sekarang Katakan padaku. Sejak kapan dia tiba di sini? Kenapa aku tidak mengetahuinya dan kenapa kau tidak membangunkanku?" kesal Intan memberikan pertanyaan bertubi-tubi
"Maafkan Aku. Dia tiba pagi-pagi sekali, aku pun terkejut saat melihatnya berdiri di depan rumahmu, saat aku bertanya dia siapa dia mengaku bahwa dia itu adalah suamimu, lalu menunjukkan surat pernikahan kalian. Ya sudah aku izinkan saja dia masuk apalagi saat dia mengatakan sangat merindukanmu dan merindukan putranya, Aku hanya merasa kasihan apalagi dia datang jauh-jauh kesini hanya untuk mencarimu dan juga anakmu."
"Tapi kenapa setelah 1 bulan baru dia datang mencariku, kemana saja dia selama ini, bahkan kabar dan berita pun tak ada sama sekali, Aku tau ini pasti Mommy yang menyuruhnya Membawaku Kembali, untuk itulah aku tidak ingin kembali lagi ke sana, Aku tak ingin jadi penghalang kebahagiaan nya."
"Tapi apa kau serius akan menyuruhnya tidur di luar selama 1 bulan apa kau tidak kasihan dan bagaimana caranya kau menyuruhnya kerja di ladang, sedangkan dia itu adalah Bos Besar di kota besar sana. Oh, ya ampun kau itu benar-benar tidak punya perasaan" mendengar itu lntan semakin kesal.
"Jadi sekarang kau menyalahkanku? hanya gara-gara dia datang jauh dari kota, kau sudah mulai membelanya? dia belum sehari di sini kau sudah berani-berani membelanya daripada temanmu ini yang sudah lama bersamamu, kau itu berteman denganku atau dengannya sih?" kesalnya.
"Bu-bukan seperti itu, kenapa kau jadi sensitif seperti ini?" ucap Luna menatap heran.
"Sudahlah jangan ganggu aku" Intan pun dengan raut muka yang cemberut akhirnya menyelesaikan semua pekerjaannya. "Semuanya sudah siap aku mau mandi dulu, kalau kau ingin makan makanlah!" ujar Intan.
"Baiklah, Terima kasih, tapi sepertinya aku pulang dulu ya! Sebentar aku kemari, sepertinya ada sesuatu yang ingin aku ambil." Izinnya Luna.
"Apa kau tidak ingin sarapan dulu lalu pergi?" tanya Intan.
"Nanti saja, kalau aku kembali baru aku sarapan, Aku hanya pergi sebentar saja kok!" timpalnya lagi.
"Baiklah terserah kau saja, tapi kau harus cepat kembali,sebelum Kesatria bangun."
"Iya, Iya! bawel…" cicit Luna setelah ltu meninggalkan sahabatnya, sedangkan Intan hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala dengan sikap Luna yang kadang membuatnya kesal bahkan ingin tertawa, itulah Luna seorang sahabat yang rasa saudara.
"Sebaiknya sekarang aku masuk untuk mandi sebelum Satria bangun" pikir Intan lalu melangkah masuk menuju kamarnya tanpa menyadari jika Alex sedang tertidur lelap di atas pembaringan sambil memeluk baby Satria, karena buru-buru Intan pun hanya menyambar handuk yang tergantung di dinding kamarnya, lalu Ia pun segera masuk ke kamar mandi, 15 menit kemudian ia pun keluar hanya dengan memakai kemben dengan handuknya.
Intan pun segera menuju lemari pakaiannya dan belum menyadari sama sekali Jika Alex ada di kamarnya.
"Alex, kenapa aku seperti mencium bau parfumnya di kamar ini" fikirnya.
"Apa jangan-jangan!" Intan membulatkan mata dan menutup mulut dengan kedua tangannya saat melihat ke tempat tidur, dengan langkah cepatnya Ia pun segera mendekati Alex yang sedang terlelap itu.
"Alex, Kenapa kau ada di__" ucapannya terjeda saat mendengar dengkuran halus dari lelaki itu bahkan ia pun melihat Alex begitu tenang memeluk bayinya perlahan Intan mengangkat tangannya lalu menyentuh wajah Alex dengan begitu pelan dan lembut, karena ia tidak ingin Alex terbangun.
"Apa kau benar-benar sangat merindukannya? sedangkan kau tahu sendiri Kesatria bukanlah darah dagingmu, apa mungkin kau menginginkannya seperti anak kandungmu sendiri? apa mungkin kau menginginkan kami? sedangkan Kau mempunyai seorang kekasih yang jauh lebih dari diriku, kau bisa menikahinya, kau bisa berbahagia hidup dengannya, tanpa harus mencariku lagi." Gumamnya perlahan.
"Tapi aku hanya menginginkanmu Intan, aku hanya ingin kau menjadi Ibu dari anak-anakku, masalah Kesatria aku sudah menyayanginya seperti anakku sendiri" ucap Alex namun hanya dalam hati, ya Alex sebenarnya terbangun di saat Intan hendak masuk ke kamar mandi, namun ia pura-pura saja tidur tidak ingin membuat Intan marah dan mengusirnya lagi keluar dari kamar.