NovelToon NovelToon
SISTEM AMBISI

SISTEM AMBISI

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem
Popularitas:37.8k
Nilai: 5
Nama Author: Iwan Gusti

Berkisah tentang kehidupan seorang pemuda yang tidak memiliki ambisi sedikit pun dalam hidupnya. Tujuan hidupnya hanya lah hidup dengan santai tanpa tujuan yang berarti.

Namun sebuah Sistem tiba-tiba hadir dalam hidupnya mengharuskan ia melakukan sesuatu yang merepotkan bertujuan untuk menuntun ia untuk mencari ambisi terbesar dalam dirinya.

Dapatkah ia menemukan ambisi terbesar dalam dirinya dengan bantuan sistem? ataukah malah ia mengabaikan semuanya untuk menjalani hidup santainya?

Saksikan cerita lengkapnya dalam "SISTEM AMBISI"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iwan Gusti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER XXVI

~SELAMAT MEMBACA~

"Tampak nya kali ini kau berhutang banyak padaku sobat dan beberapa penjelasan lain nya yang perlu kau jelaskan hihi" kali ini Hans tampak sangat kesal terlalu banyak beban yang harus ditanggung oleh nya akibat perilaku sahabat nya ini.

"Hehe b-baik baik akan kujelaskan semua nya tapi berhentilah melihatku dengan tatapan itu. Kau tau tatapanmu itu jauh lebih mengerikan daripada pria bau tanah itu" bela Rian.

Namun sang pelaku tak juga mengendurkan ratapan nya malah kali ini tampak semakin menajam.

"Oke-oke aku kalah. Sebenar nya untuk senjata itu adalah prototipe versi pertama dan yah kau benar sebenarnya ayahku memintaku untuk mencari orang yang tepat untuk uji coba

Tapi secara tidak sengaja waktu nya berdekatan dengan kerja sama denganmu itu jadi aku menggunakan keadaan itu sekaligus lahan uji coba tapi tak kusangka akan berakhir dengan mengerikan seperti ini hehe maaf" lirih Rian dengan nada memelas berharap sahabat nya ini mau memaafkan nya.

Tiga orang terluka dimana dua diantara nya cukup parah sedangkan satu nya hanya luka ringan namun yang paling menjengkelkan nya adalah efek samping yang diakibatkan senjata itu yaitu beban berat di kepala mereka itu.

Jujur saja Hans masih merasakan nya hingga detik ini namun berkat ketahanan nya yang kuat dia mampu bertahan berbeda dengan beberapa anggota nya yang harus rehat untuk seminggu kedepan.

"Hah~ baiklah aku memaafkan mu meskipun penuh resiko namun semua yang kau berikan kali ini terbukti sangat banyak membantu, jika bukan karena barang-barang mu itu mungkin kita semua sudah menjadi daging panggang disana" menghela nafas Hans akhir nya memaafkan sahabat nya lagipula ia tak bisa mengabaikan manfaat yang ia peroleh kali ini.

"Lalu untuk persoalan pengkhianatan di tubuh pasukan bawah keluarga mu apakah ayahmu telah mengetahui nya? kau tau itu akan sangat berdampak kepada keluarga kalian bila terus dibiarkan" Tanya Hans memastikan dugaan nya.

"Hah? ada pengkhianat? itu tidak mungkin kan lagipula keluargaku pastinya...."

Ucapan Rian terhenti tak kala Hans memutarkan kejadian yang terjadi di tempat pembantaian sebelum nya.

Sesuai dugaan Hans sahabat nya itu masih begitu ceroboh dalam banyak hal mungkin setelah ini ia harus lebih banyak belajar demi kelangsungan bisnis keluarga nya kelak.

"Bagaimana mungkin? ini bercanda kan? bagaimana dengan Sophie? Hans cepat katakan bagaimana keadaan nya?" gumam Rian

Tampak jelas kegusaran di wajah nya ditambah ia terus saja mengguncang tubuh Hans untuk mendapatkan jawaban. Ini semua telah berada di luar perkiraan nya.

Menepis tangan Rian, Hans langsung menjawab

"Tenanglah, Roy telah melaporkan kepadaku bahwa misi berjalan lancar. Hanya saja selain tiga pengkhianat yang di tempat mati juga ada enam mayat orang yang setia kepadamu. Untuk Sophie gadis itu berhasil mereka selamatkan sebelum dijadikan mainan." ujar Hans terang-terangan

Dia ingin membuka mata sahabat nya itu bahwa dunia ini tak seindah ekspektasi banyak trik dan intrik dalam kehidupan berbisnis. Hampir saja karena keteledoran nya ia hampir membuat orang yang berharga bagi nya lenyap.

Ini sekaligus pelajaran dan pengalaman yang bagus untuk nya agar berkembang kedepan nya.

"Syukurlah aku sangat berterima kasih padamu sobat" ucap Rian setelah agak tenangan dengan tulus bila tak ada sahabat nya itu mungkin nasib Sophie sudah lain cerita.

"Tapi kau mengerti bukan? tidak ada sesuatu yang gratis di dunia ini bukan?" ujar Hans dengan tersenyum.

"Tentu aku mengerti maksudmu jadi katakan saja selama aku mampu pasti akan kulakukan" jawab Rian mantap.

"Bagus itu yang kusuka dari dirimu, cepat tanggap. Aku hanya ingin mendapat izin untuk mengembangkan senjata ciptaan kalian dengan bebas dan juga kebebasan pembelian tanpa jangka waktu tentu aku tetap akan membeli dengan harga penuh.

BISNIS IS BISNIS, bukan?" tawar Hans.

Terdengar naif bagi sebagian orang, karena dengan membuat Rian berutang sesuatu, mereka dapat meminta apapun yang mereka inginkan harta yang berlimpah pasti bisa di dapatkan dengan mudah tapi ini Hans hanya meminta perizinan dan juga pembelian bahkan tanpa diskon.

Namun bila orang yang mengerti akan bisnis tentu tak akan menganggap remeh permintaan Hans ini. Sebuah perizinan senjata mutakhir bukankah itu akan bernilai sangat besar jika berhasil?

Benar sekali seorang pebisnis handal tak akan melihat sebuah keuntungan besar namun sesaat dalam waktu singkat melainkan keuntungan berkepanjangan dengan segala macam hal yang baru yang kemungkinan akan didapatkan.

Tampak sosok Rian tengah banyak menimbang, hal ini sebenar nya tak bisa ia putuskan dengan sendiri nya, sebab semua yang ada ini merupakan proyek milik keluarga nya ia tidak boleh asal memutuskan sebab sangat beresiko.

"Baiklah untuk permintaan mu mungkin aku harus berbicara terlebih dahulu dengan keluargaku tapi akan kupastikan bahwa aku akan mencoba yang terbaik dan untuk penjualan kau tidak perlu khawatir dengan kerja sama kita tentu saja perusahaan mu akan menjadi prioritas bahkan aku bersedia memberikan harga diskon untuk mu" ucap Rian

Ini yang ditunggu oleh Hans, tentu nya permintaan nya tak akan bisa semudah itu diterima tapi dia akan mencoba peruntungan nya. Lagipula untuk cetak biru semua senjata itu sudah dimiliki oleh Hans sejak awal namun ia tak ingin ada masalah di kemudian hari jadi lebih baik ia mendapat perizinan terlebih dahulu sebelum melakukan sedikit pengembangan dan modifikasi.

MENCEGAH LEBIH BAIK DARIPADA MENGOBATI, BUKAN?

"Baiklah tidak masalah untukku lagipula semua keputusan masih ada di tangan ayahmu" jelas Hans

TOK

TOK

TOK

MASUUK

Pintu ruangan itu terbuka dan langsung tampak seorang gadis yang dikawal oleh empat pria memasuki ruangan.

Sontak saja Rian yang melihat gadis itu langsung bergerak memeluk nya. Dia adalah Sophie dan di belakang nya adalah Roy, Dik dan dua orang lain nya.

"Wajah mu pucat ada apa? apa yang terjadi padamu?" Rian tampak khawatir namun Sophie hanya menggeleng sebagai jawaban namun tak lama ia langsung muntah.

Rian seketika panik apa mungkin ada sesuatu yang telah terjadi pada sang pujaan hati.

"Tenanglah, Roy dan yang lain nya hanya memperlihatkan dunia yang sesungguh nya pada gadismu" ucap Hans ambigu

"Dunia yang sesungguh nya? apa maksudmu?"

"Jangan terlalu naif sobat, meskipun ia perempuan jika kelak ia berhasil terus menjadi pendamping mu tentu saja akan banyak pertumpahan darah yang ia lihat jadi aku hanya memberi nya sedikit dorongan saja.

Baiklah aku pergi dahulu ya, ada bisnis yang harus aku bicarakan, silahkan anggap saja sebagai rumah sendiri, oke" menepuk pundak sahabat nya sekejap Hans langsung beranjak pergi meninggalkan sosok Rian yang terkesiap menghadapi sifat Hans yang sangat dingin itu.

Tapi ia masih merasa bersyukur melihat bahwa sahabat nya itu sejujur nya hanya ingin membantu nya dengan cara nya sendiri meskipun terkesan agak tidak manusiawi bagi orang kebanyakan namun begitulah sosok Hans apa adanya.

Rian sangat mengerti yang dimaksud oleh sahabat nya itu adalah kondisi hidup nya yang selalu berkecimpung dengan darah jadi maksud Hans tentu tak ingin gadis itu hanya menjadi beban. Lebih baik melatih nya dari sekarang.

Keluar dari ruangan Hans diikuti Roy dan Dik langsung menuju ruangan lantai teratas.

"Jadi katakan ada kejadian menarik apa yang dirimu temukan kali ini Roy?"

.............

________________________________________________

Biasakan untuk selalu

(✓) Like

(✓) Favorit

(✓) Kritik dan Saran

(✓) Gift

See You Next Time.

1
Raimuraga
lanjutan ny
Makmur Djajamihardja
bener2 nok nak
Zx.Titan
iya thor novel sistem keberuntunganku kenapa gak up² lagi? mohon di balas ya thor
Iwan Gusti: maaf sebelumnya catatan untuk novel itu sudah hilang setelah author restart hp jadi begitulah mohon dimaklumi 🙏🏻
total 1 replies
yui edogawa
thor novel sistem keberuntunganku udah gak up?
Iwan Gusti: hehe maaf sebelumnya itu catatan untuk novel itu udah hilang setelah author restart hp jadi yah begitulah maaf ya
total 1 replies
louise
yang benerrr?, yakinnnn?
Ra dhiraemon
Hai Kk Aku Mampir Nih
Iwan Gusti: terima kasih udah mampir 😃🙏🏻
total 1 replies
Aisyah Suyuti
Up up up
Galaksi Hole
+ Beri racun biar Mati secara perlahan-lahan
Galaksi Hole
tambah lagi thor adengan penyiksaan dengan cara menempelkan besi panas ke tubuh secara perlahan- lahan dan sayat kulit mereka dengan pisau tumpul terus tabur garam di luka tubuh tersebut
Radhy Pradithya Khoch`ilz
bang tambah lgi up nya
Radhy Pradithya Khoch`ilz: iya selsai ujian mudahan bisa nambah chapter nya sampe 5
total 4 replies
Aisyah Suyuti
seru
lumien.
hmm semoga ae 1 Heroine bosen banget asli baca novel sistem pasti haremnya berjibun,sampe lupa alur karena ngehapalin nama heroinenya
Ompangky
bukan nya Hanz tiap hari trending dapat duit 1 milyar... tapi knpa di status nya masih 2 M aja
Iwan Gusti: 1 M itu kan kisaran bisa lebih bisa kurang bergantung pasar intinya satu hari Hans bakal usahain dapat 1 M
total 2 replies
Radhy Pradithya Khoch`ilz
kok 1 kali aja up nya thor
Radhy Pradithya Khoch`ilz: semoga dpt nilai yang bagus dan memuaskan thor
total 2 replies
Ompangky
klo sebutin motor nya dab type nya thor...biar sklian menghayal nya
Iwan Gusti: sejujurnya author bukan laki-laki yang terlalu kenal jenis motor hehe maaf nanti author usahain dulu🙏🏻
total 1 replies
Candu+21
kok gak jelas ceritanya thor
Candu+21
yah ini sangat menarik,saya butuh kejutan chapter selanjutnya
Yulvianti
wow
Yulvianti
terlau banyak pakai kata" bukan?" nya thor
Iwan Gusti: maaf sebelumnya itu ada request dari salah seorang menurutnya komunikasi dengan pembaca harus bisa sering dilakukan dengan pertanyaan diakhiran bukan? jadi pembaca bisa ikut berfikir begitu kira². maaf sekiranya bila ada kekurangan 🙏🏻
total 2 replies
Yulvianti
bukan? bukan? bukan? cukup mnarik bukan?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!