Niken Asmara,gadis manis berusia 18 tahun.Harus mengubur cita citanya untuk kuliah karena mengalami kesulitan ekonomi.Dia melamar kerja sebagai ART dirumah keluarga Baskoro,keluarga paling kaya di Jawa Barat.
Dirumah itu,Niken bertemu dengan Julian Baskoro,putra tunggal Tuan Baskoro.Pria tampan berusia 30 tahun yang berprofesi sebagai seorang pengusaha.
Julian hobi bergonta ganti pacar,dia seorang playboy kelas kakap yang lihai memainkan hati perempuan.Sifat nakalnya itu muncul setelah dia diselingkuhi oleh kekasihnya sendiri.
Diam diam,Tuan Baskoro memiliki rencana untuk menjodohkan Niken dengan Julian.Dia menganggap Niken adalah calon istri terbaik untuk Julian.
Bagaimanakah kelanjutan kisah Niken dan Julian?
Apakah rencana Tuan Baskoro untuk menjodohkan mereka berdua membuahkan hasil?
Follow IG : Fatmawati 1472
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YoungLady, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27
...🍂🍂🍂Happy reading🍂🍂🍂...
"Yang ini Monica dan yang itu Aurel,"ucap Julian sambil menunjuk kearah dua orang nenek yang sedang duduk berdampingan.
"Jadi,mereka adalah nenek nenek?"Niken masih saja tidak percaya.
"Iya,mereka penghuni panti jompo.Aku adalah donatur setia di panti itu.Lain kali,kalau curiga bertanya saja langsung padaku.Jangan asal meracuni aku begitu saja,"ucap Julian kesal.
"Itu bukan racun,tapi obat pencahar.Jangan lebay deh!"Oceh Niken.
Julian menarik nafas berat,wanita akan selalu menang dalam setiap pertengkaran jadi dia harus mengalah dan diam untuk saat ini.
"Aku tidak bersalah,mereka saja yang memanggil suamiku dengan panggilan kelewat mesra,"gerutu Niken dalam hati.
Pagi itu,Julian mengajak Niken pergi ke panti jompo untuk menghilangkan rasa curiga dan prasangka buruk yang menyelimutinya.Julian berharap,kejadian hari ini bisa diambil sebagai pelajaran agar lebih saling terbuka dan percaya satu sama lain.
"Kalian berdua lucu sekali,baru kali ini kami menemukan pasangan suami istri selucu dan semanis kalian,"ucap Nenek Monica.
"Iya,benar.Aku yakin hubungan mereka berdua akal langgeng sampai Kakek dan Nenek,"sambung Nenek Aurel.
Niken tersenyum mendengar ucapan dua Nenek itu.Jujur saja,saat ini dia sedang malu pada Julian,tapi dia berusaha keras untuk bersikap biasa saja dihadapan suaminya itu.
Julian adalah pria galak yang keras kepala,Niken tidak percaya kalau dia memiliki sisi lembut.Julian menunjukan sisi lembutnya dengan memberikan perhatian lebih pada lansia yang tinggal di panti jompo.
"Sekarang,semuanya sudah jelas bukan?Ayo,aku akan mengantar kamu pulang,"ajak Julian.
Julian akan mengantar istrinya pulang terlebih dahulu,setelah itu dia akan berangkat menuju kantor.
***
Didalam mobil,terjadi percakapan yang cukup serius antara Julian dan Niken.
"Seseorang berkata padaku,jika mau keinginan kita cepat terwujud maka kita harus banyak berbuat baik.Jadi,aku mencoba untuk berbuat baik dengan menjadi donatur di panti itu,"
"Memangnya kamu sedang menginginkan apa?"
"Aku ingin kamu cepat hamil,"
"Oh...Itu.Terimakasih,kamu sudah mau berusaha berbuat baik untuk calon anak kita.Semoga keinginanmu itu segera terkabul,"
"Amin,"
Niken sudah menyimpan niat didalam hati,jika bulan ini dia belum hamil juga,dia akan mengajak Julian untuk ikut program hamil ke Dokter Obygn.Usaha tidak akan mengkhianati hasil,jadi Niken dan Julian harus berusaha dengan maksimal.
Tiba didepan rumah,Niken turun dari mobil.Sementara Julian langsung pergi menuju kantornya.
Niken berjalan menuju dapur,dia tidak sengaja melihat Bu Karti sedang memasukan sesuatu kedalam jus tiga diva.Bentuknya bubuk,berwarna putih seperti tepung terigu.
Bu karti membuang bungkus bekas itu di tempat sampah,kemudian menaruh jus tiga diva buatannya kedalam kulkas agar dingin.
Saat Bu karti pergi,Niken mengambil bungkus mencurigakan yang dibuang Bu karti ke tempat sampah.Kemudian dia bergegas masuk kedalam kamar untuk mencari tau obat jenis apa yang telah Bu karti campurkan kedalam jus buatannya.
Niken mengambil ponsel,dia mengetik merek obat itu di Google dan mengeklik tombol pencarian.
Mata Niken mendelik saat mengetahui obat itu adalah jenis suplemen khusus yang tidak bisa dijual secara bebas diapotik.Suplemen itu biasa dikonsumsi oleh pasangan suami istri yang sedang program hamil,tapi obat itu memiliki efek samping yaitu meningkatkan hasrat melakukan hubungan s*xsual.
"Bu karti,dari mana dia bisa mendapatkan obat seperti ini?"Niken merasa sedikit bingung karena Bu Karti tidak pernah keluar rumah.
Niken harus melaporkan hal ini pada Julian,mereka berdua harus mewawancarai Bu karti malam ini bersama sama.
***
Malam hari,diruang tengah.Niken dan Julian menyidang Bu Karti,dia nampak sangat ketakutan seperti baru saja melakukan kesalahan besar.
"Ibu dapat obat ini dari mana?"Tanya Niken.
"Dari,itu..."Sahut Bu Karti tidak jelas.
"Ibu jawab saja dengan jujur,kami tidak akan melaporkan Ibu ke polisi kok,"
"Ibu dapat dari den Bruno,"
"Apa?Bruno?"Julian tak percaya.
"Panggil Bruno kemari,"perintah Niken.
"Baik,Non,"
Beberapa menit kemudian Bruno datang bersama Bu karti.Wajahnya terlihat santai seolah tidak memiliki beban pikiran apa lagi beban dosa.
"Bruno,Bu karti bilang dia mendapatkan obat ini dari kamu,"Julian melempar bungkus obat keatas meja.
"Betul Tuan,"sahut Bruno jujur.
"Kamu dapat dari mana obat ini?Siapa orang yang menyuruh kamu mencampurkan obat ini ke minuman kami?Apa itu Ayahku?"Tuduh Julian.
"Bukan,Tuan,"Bruno membela Pak Baskoro.
"Kalau bukan Pak Baskoro,siapa orang yang sudah menyuruh kamu?"Julian makin penasaran.
"Nona citra,"ucap Bruno.
"Citra?"Niken terkaget kaget.
"Iya,Tuan.Nona Citra dapat obat itu dari temannya yang seorang Dokter Obygn.Dia ingin membantu kalian berdua agar bisa cepat hamil karena merasa kasihan pada Tuan Baskoro,"jelas Bruno.
Wanita cuek yang tidak pernah suka pada Julian ternyata punya sedikit rasa empati dihatinya?Ajaib.Tapi sayang,empati itu hanya ada untuk Tuan Baskoro Ayah sambungnya.
"Bagaimana ini?Apa kita perlu memarahinya juga?"Tanya Niken.
"Tidak perlu.Berkat dia aku jadi tau obat kuat yang baik untuk dikonsumsi,"Julian meringis.
"Hah?"Niken membuka mulutnya hingga membentuk huruf O.
"Bruno,apa obat ini masih ada?Sepertinya aku perlu lebih banyak,"Julian memandang wajah Bruno dengan tatapan serius.
Bersambung...